Scale The Summit “The Migration”

Andria Sonhedi

image

sore ini habis bubaran kantor saya melanjutkan BdK (Bekerja di Kantor). maklum utk kota Blora yang ada di tengah hutan tak ada tempat utk dolan sebaik kantor saya sendiri, terutama ruangan saya😀 seperti biasa saya membuka internet sambil bekerja yg kebetulan butuh internet juga utk menyampaikan laporan online. tak lupa saya nyetel mp3 dgn playlist asal2an ambil 1 folder multi album dari beberapa genre yg pernah saya donlot. kadang2 saya tinggal ke luar ruangan utk ngobrol sejenak dgn teman yg kebetulan blm balik kos juga, makanya playlist tak pernah saya buat serius. pas baru balik sesaat saya melirik tulisan di winamp Rainbow live ini Rockpalast, lalu saya bekerja lagi, lagu tak terasa ganti Satyricon. eh kok pas baru mulai ngetik ada musik instrument yang panjang banget & mirip Dream Theater. setelah saya lihat playlist ternyata grup Scale the Summit. Terus terang saya termasuk tak terlalu memberi perhatian kepada musisi rock/metal Amerika yang baru terutama. bagi saya musik2 metal Eropa lebih menyenangkan & variatif. Saya ingat kl saya donlot Scale the Summit terutama karena melihat covernya yg unik, gambar pohon yg menyerupai dinosaurus yg berjalan. cocok dgn judul albumnya: the Migration. grup prog metal dari Texas ini sdh ada sejak 2004, album awal di 2007 & sampai sekarang sdh punya 4 album. the Migration adalah album di tahun 2013. ada yg menggolongkan musik mereka begenre Djent. saya menyadari kl gitarannya mirip dengan bunyi di album2 solo para gitaris era Joe Satriani, Chris Poland dan sebangsanya namun tetap saja saya anggap menghibur. apalagi bassnya pun terdengar sama variatifnya & tetap kedengaran, harmonis mengiring gitarnya. rasanya perlu saat yang tepat utk mendengarkan musik2 yg dimainkan Scale the Summit, maklum ini total instrumental dan jelas lumayan keras. kali ini saya memberi pengecualian utk musisi Amerika baru🙂

track listnya adalah sebagai berikut:
1. Odyssey 5:13
2. Atlas Novus 5:07
3. the Olive Tree 5:08
4. Narrow Salient 3:35
5. Oracle 5:31
6. Evergreen 1:41
7. The Dark Horse 4:12
8. Willow 5:07
9. Sabrosa 0:32
10.The Traveler 6:05

–evil has no boundaries

15 Responses to “Scale The Summit “The Migration””

  1. Edi Apple Santoso Says:

    maaf dab Andria, apakah njenengan sudah mencoba orphaned land, meshuggah dan animals as leaders. kelihatannya menarik ….. band band tsb saya denger dari kumpulan mp3 anak saya ……
    Majulah Prog!! …..

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Andria sedulur tercintaku

    Asyik sekali njih suasananya.Kalo kulo remen(seneng)kerja ditempat seperti ditempate mas Andria.Sunyi ,ndak bising,penuh ketenangan.Apalagi ditemeni musik metal.
    Selamat bertugas mas………

  3. andria h8 Says:

    mbok mas kukuh pindah sini, atau setidaknya Magetan😀
    mungkin penempatan saya di Blora cuma sampai Mei tahun ini atau januari tahun depan aja, rotasi kami antara 3 – 3,5 tahunan.

    • kukuh tawanggono Says:

      Usul ingkang sae niku (usul yg bagus itu)mas he he he he
      Saya jadi ingat waktu kemarin ditawari pindah ke Surabaya(negarane mas Apec)atau ke Batavia(negarane mas Gatot) agar saya ndak iling-ilingen(teringat-ingat)alm ibu.Langsung saya tolak mas.Alasannya disana terlalu bising,ndak ada barongan(hutan bambu)dan sungai yg masih bersih dua tempat favorit saya.Enak mas kalo ditempat itu bawa tikar,tape mendol,lalu muter lagu-lagu blues klasik.Diiringi lagu blues yg mengalun melawan suarane gareng(serangga yg biasane ada di hutan bambu)nikmaaaaaaat tenan mas he he he he
      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)mas Gatot,mas Apec,dan sedulur-sedulur yg lain apabila ada tutur kata yg kurang berkenan.Saya hanya ingin mengungkapkan nikmatnya suara alam he he he he

  4. hippienov Says:

    Mas Andria, nama band ini baru kali ini aku denger, matursuwun pencerahannya mas…
    Kalo nama 3 band yang disebut belakangan aku sama sekali gak ngerti blas, baru kali ini denger namanya, musiknya belum pernah tau, hehehe…

  5. hippienov Says:

    Mas Kukuh, di Jakarta bisa juga kok denger suara jangkrik dan burung serta suara alir mengalir, tapi gak senatural yang mas ceritakan karena kami harus beli cd “sounds of nature” dulu yang harganya lumayan mahal dan kaset aneka suara burung terus disetel di tengah bisingnya deru kendaraan yang terjebak macet dan asap polusi karbon monoksida yang kadang kami anggap bagai embun pagi, hehehe…

    • kukuh tawanggono Says:

      Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ……sepuntene ingkang kathah(mohon maaf)mas Hippie kaleyan sedulur-sedulur lainnya yg menghuni kota.

  6. andria Says:

    kadang2 saat perjalanan pulang saat maghrib bisa melihat ular melintas jalan atau musang bermain kejar-kejaran di pinggir jalan🙂

    pak Hippie, band yg disebut pak edi tadi saat ini cukup dikenal anak2 muda di scene underground, mungkin itu yg mbuat sampeyan tak tahu🙂

    • kukuh tawanggono Says:

      Itu band angkatan baru mas,kalo saya mending Meshugah(bahkan kalo band ini saya sampai komplit album punya)
      Orphaned Land ndak pernah saya sentuh,walau Metal Hammer promosi sampe berkali-kali.Alasannya pertama musiknya saya ndak suka sama sekali,kedua karena…………………

  7. hippienov Says:

    Mas Andria, matursuwun pencerahannya. Iya nih mas aku sudah ketinggalan banyak soal musik underground. Padahal musik mereka banyak yang bagus dan lebih “jujur” karena gak di-driven oleh mekanisme pasar. Salah satu band “underground scene” lokal yang aku suka dan hormati adalah Koil mas.

  8. hippienov Says:

    Mas Kukuh, aku jadi merasa tua sekali karena sudah termasuk “angkatan lama”,wakakak… Tapi iya juga loh mas, ambil contoh mas kuliahku, aku lulus tahun 1999, sekarang tahun 2014 berarti sudah sekitar 15 tahun yang lalu sejak aku lulus dan wisuda… Dan umurku sekarang masih 25 tahun sih… (aku berhenti berulang tahun sejak umurku 25, jadi tiap tahun ya segitu aja umurku mas,wakakakak…)

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Hippie sedulur lanangku

      Ndak apa-apa mas.Usia itu kalo menurut saya hanyalah seberapa jauh kita bersikap dan bertindak bijak dalam mengarungi hidup ini(album yg kita hasilkan sekarang harus lebih baik dari album-album kemarin). Mohon maaf saya pakai bahasae dunia underground.
      Njenengan lihat Lemmy(Motorhead)dia tetap bermusik,tapi ya itu sekarang udah semakin bijak ndak sembrono seperti dulu.
      Ozzy(Black Sabbath) juga begitu, kalo dia saya kagum atas kesetiaannya pada keluarga.
      Mas Gatot(mohon maaf mas,saya jadikan contoh)pengasuh blog ini.Beliau amat senior dibandingkan kita.Tapi beliau tetap aja ndengarkan musik bahkan menularkannya kepada kita-kita yg lebih yunior.Untuk ini saya kagum kepada beliau bagaimana beliau mengambil point-point yg positif saja dari musik,sesuatu yg saya gagal dalam melakukannya.
      Jangan takut mas,njenengan itu lebih muda daripada saya.Umur saya jauh lebih tua mas.Santai aja mas,tipsnya cuma satu.Isi saja semua yg tersisa dengan yg lebih baik dari yg kemarin.
      Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf) apabila kata-kata saya kurang berkenan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: