The Only Thing I Need …

Rizki Hasan

UK1

Artikel ini saya tulis sebagai wujud kekaguman saya yang terus menerus terhadap super group UK dan juga sebagai lanjutan dari artikel yang saya pernah tulis di tahun 2012 (“Dream Comes True”) dan pertengahan tahun 2013 (“Tale of Two Drummers”).

LONG AWAITED REUNION

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, UK merupakan salah satu band yang paling ditunggu reuninya oleh para penggemar musik progressive. Sejak tahun 2011, Eddie Jobson berhasil mengajak beberapa rekannya di UK untuk mewujudkan tur konser reuni yang berlanjut hingga sekarang.

Yang menarik dari tur konser ini adalah penggunaan musisi yang berbeda beda, dengan pengecualian Eddie Jobson dan John Wetton. Pada tur yang pertama, UK menggunakan dua musisi luar yaitu gitaris Alex Machacek dan drummer Marco Minneman. Kedua musisi tersebut sebelumnya sudah pernah bermain dengan Eddie di band UKZ dan proyek musik Ultimate Zero. Mereka merupakan musisi-musisi generasi baru yang sering terlibat dalam berbagai proyek musik jazz rock and progressive. Konser ditahun 2011 tersebut diberi judul UK Reunion dan berlangsung dibeberapa kota di Amerika Serikat dan Jepang. Sebagian besar lagu-lagu yang dimainkan berasal dari album pertama dan sisanya sekitar lima lagu dari album Danger Money ditambah dua lagu milik King Crimson.

Selanjutnya tur kedua dilakukan di tahun berikutnya dan diberi judul Night After Night 2012. Konser ini berlangsung di tempat yang lebih banyak lagi meliputi kota-kota di Amerika Serikat, Canada, Jepang dan Eropa. Khusus untuk di Amerika dan Jepang, Eddie dan John bermain bersama drummer Terry Bozzio dan konser ini merupakan konser reuni musisi orisinil album Danger Money. Sesuai dengan formasi ini lagu-lagu yang dimainkan terutama berasal dari album Danger Money dan Night After Night ditambah lagu Thirty Years dari album pertama dan lagu Fallen Angel milik King Crimson. Di Eropa, formasi berubah kembali menjadi berempat dengan menggunakan kembali Alex Machacek dan masuknya drummer asal Inggris – mantan band Level 42, Gary Husband.

Tur ketiga yaitu di tahun 2013 menampilkan kembali formasi album Danger Money ditambah dengan gitaris Alex Machacek. Tur ini diberi judul Azure Seas Tour berlangsung di tiga tempat, yang pertama adalah diatas kapal pesiar sebagai bagian dari acara festival musik progressive yang dikenal sebagai festival musik Cruise To The Edge (menampilkan band/artist musik seperti YES, Steve Hackett, Carl Palmer Legacy Band), dan yang kedua dilakukan di kota Miami dan terakhir di kota Panama City.

Tur ini kemudian langsung dilanjutkan ke beberapa kota di kawasan timur Amerika Serikat serta Canada dan diberi judul yang beda yaitu East Cost Tour. Formasi bandnya juga berbeda karena untuk posisi drummer diisi oleh drummer terkenal lainnya, Virgil Donati (Planet X/session),

Masih ditahun yang sama, menjelang akhir tahun Eddie dan John bergabung lagi dengan Alex dan Marco dan mengadakan satu konser spesial di Jepang dimana mereka memainkan lagu lagu dari ketiga album UK secara lengkap ditambah satu lagu yang belum pernah dikeluarkan secara resmi.

Dalam beberapa hari lagi di tahun 2014 ini, dengan formasi John, Eddie, Alex dan Virgil, UK akan kembali beraksi di festival musik progressive Cruise to The Edge 2014 bersama artist/band legendaris lainnya seperti YES, Marillion, Steve Hackett, Queensryche, Tangerine Dream, PFM, Patrick Moraz, SAGA, dan juga band baru seperti Stick Men.

 

SECOND CHANCE

Saya sangat beruntung dan bersyukur dapat menonton UK untuk kedua kalinya yaitu ketika band tersebut tur di tahun 2013 di kota Miami.

Beberapa hal yang telah mendorong saya untuk menempuh perjalanan jauh sekali lagi, antara lain pertama karena rasa penasaran ingin melihat lagu-lagu UK dimainkan dengan formasi empat orang, kedua adalah karena termakan berita bahwa tur tersebut kemungkinan besar akan merupakan yang terakhir untuk formasi musisi orisinil album Danger Money, dan ketiga rasa kuatir bahwa reuni tidak akan terjadi lagi mengingat masing-masing musisinya mempunyai karir lain yang lumayan sibuk. Seperti diketahui, John aktif tur keliling dunia dengan band Asia disamping solo karirnya sendiri. Terry juga sama, aktif melakukan klinik drum/konser solo drum, menjadi host website Drum Channel dan terkadang menjadi drummer untuk proyek artis musik lain.

 

Terus terang ketika mengetahui formasi berempat ini, saya belum dapat menggambarkan lagu lagu yang akan dibawakan, apakah lebih banyak lagu dari album pertama yang memang dimainkan secara kwartet atau bahkan lagu lagu lain diluar album UK seperti lagu-lagu dari band UKZ ataupun lagu dari proyek Terry bersama Alex di band Outtrio dan BPM (Bozzio Preinfalk Machacek). Semuanya masih serba mistery, namun apapun yang nanti akan dimainkan, pasti akan membuat saya terpesona … I can feel magic is in the air.

 

Menurut saya, dalam hal konser UK mempunyai beberapa kelebihan. Pertama adalah terkait dengan usia bandnya yang singkat yaitu sekitar dua tahun dimana jumlah lagu yang hanya tujuh belas. Hal ini memberikan peluang yang lebih besar buat UK untuk dapat memainkan semua lagunya ketika konser. Sebagai perbandingan, bayangkan band lain seperti YES dan Genesis yang memiliki ratusan lagu namun hanya bisa memainkan sebagian kecil saja, bahkan seringkali beberapa lagu terpaksa dimainkan secara medley.  Terbatas jumlah lagu tersebut juga membuat para musisi serta penonton mudah untuk menghafal lagu-lagunya. Selain itu, jumlah lagu yang terbatas memberikan kesempatan untuk dapat memainkan lagu-lagu tambahan yang bisa menjadi elemen surprise seperti yang pernah dilakukan dikonser tahun sebelumnya dimana mereka memainkan lagu Fallen Angel milik King Crimson. Kelebihan lainnya adalah penonton yang datang bukan hanya penggemar band ini, tetapi juga penggemar dari para musisinya yang masing-masing mempunyai karir sukses.

 

Pertunjukan berlangsung tanggal 29 Maret 2013 di gedung Grand Central yang sebelumnya merupakan bekas stasiun kereta api. Melihat luasnya, saya perkirakan gedung ini dapat memuat sekitar 500 orang lebih, meskipun untuk konser UK, jumlah kursi yang disediakan hanya untuk sekitar 100-150 orang.

 

Berikut ini adalah ulasan ringkas mengenai konsernya yang saya bagi menjadi empat bagian:

Part 1 – Meet & Greet

Saya bersama istri datang lebih awal ke gedung pertunjukan karena ingin mengikuti acara soundcheck/meet and greet yang dijadwalkan jam lima tiga puluh. Acara seperti ini memberikan kenikmatan tersendiri karena dapat menyaksikan mereka berlatih, bertemu dan berbincang-bincang, berfoto dan juga berkenalan dengan sesama penggemar band ini. Ketika sampai di gedung tersebut sekitar jam lima, suasana diluar terlihat masih sepi dan pintu gedung belum dibuka. Guna menghindari teriknya panas matahari dijam tersebut, saya dan istri berdiri menunggu dibawah bayangan gedung dekat salah satu pintu keluar bersama beberapa orang lain.  Secara samar samar terdengar suara musik yang sangat saya kenal dari dalam gedung, tanda band sudah ada dan sedang berlatih.

 

Ketika masih menunggu tersebut, secara tidak disangka sangka, Alex Machacek keluar gedung dekat pintu saya berdiri.  Wow … benar-benar suatu keajaiban, tidak salah kalau kota Miami memang dijuluki Magic City. Tanpa ragu saya menghampirinya dan memperkenalkan diri.  Saya pertama kali mendengar gitaris jazz rock ini melalui album Delete and Roll milik band BPM ditahun 2002.   Berbadan tinggi, Alex adalah sosok yang ramah dan menyenangkan. Ketika saya menanyakan bagaimana konser UK ketika bermain di kapal pesiar, dia berkelakar bahwa mereka bermain parah dan malam ini sepertinya akan lebih parah lagi.  Saya pun tertawa karena tahu bahwa itu tidak benar dan bahkan saya yakin apa yang mereka mainkan nanti pasti akan tetap memukau.

 

Tidak lama kemudian terlihat mulai banyak orang yang berdatangan, oleh karenanya saya dan istri bergegas menuju luarnya pintu masuk untuk membentuk antrian. Waktu terus berlanjut dan terlihat antrian semakin panjang.  Matahari masih bersinar terang, dan meskipun sudah lewat jam enam, pintu masuk belum dibuka juga, padahal acara Meet and Greet seharusnya dimulai jam lima tigapuluh. Karena masih harus menunggu, para pengunjung yang saya perkirakan berusia disekitar 30-40an terlihat saling berkenalan dan berbagi pengalaman. Salah satu pengunjung yang sudah lama tinggal di Miami bercerita bahwa dahulu daerah tempat konser ini merupakan tempat yang rawan. Dia juga bilang keterlambatan merupakan hal yang sudah biasa di Miami.  Terdapat juga pengunjung yang mempunyai kesibukan sendiri, salah satunya yang membuat saya tersenyum adalah seorang guru Inggris yang datang membawa pekerjaannya.  Sambil menunggu, dia mengeluarkan kertas kertas yang ternyata adalah hasil karangan murid-muridnya untuk diperiksa.  Diantara para pengunjung tersebut, terlihat beberapa orang saya kenal sebagai penggemar setia Eddie (dikenal sebagai Zealots) yang hampir selalu menonton konsernya dimana saja.

UK2

Gambar 1: Grand Central – Day and Night View

Sekitar jam enam tiga puluh, akhirnya waktu yang ditunggu tiba dan pintu masuk pun dibuka.  Meskipun lega akhirnya bisa masuk, yang sempat menjadi pikiran saya adalah menjadi pendeknya waktu Meet and Greet karena keterlambatan tersebut.  Berdasarkan jadwal di tiket, konser akan dimulai jam tujuh, jadi waktu pertemuan ini hanya akan berlangsung tiga puluh menit saja.

UK3

Gambar 2: Keyboard and Drums Set Up

Memasuki ruangan tersebut, langsung terlihat pemandangan John dan Terry sedang warm up sekaligus berlatih diatas panggung dengan alat musiknya masing-masing.  Suara bass John terdengar mantap dan sangat sesuai untuk jenis musik rock, sementara Terry menampilkan groove yang enak didengar.

 

Tidak lama kemudian Eddie dan Alex bergabung dengan mereka dan berlatih bersama, memainkan potongan dari beberapa lagu, antara lain In The Dead of Night, Caesar’s Palace Blues dan Carrying No Cross.  Seperti konser reuni tahun sebelumnya, peralatan keyboard Eddie terlihat sederhana, hanya berupa dua keyboard yang didukung dengan tiga komputer Apple.  Sementara Terry menggunakan set drum yang hampir memenuhi panggung karena terdapat empat bass drums dan cymbal yang banyak serta gong besar.  Perlu dicatat bahwa set-up drum ini tergolong kecil dibandingkan yang biasa digunakan untuk solo konsernya.

 

Setelah latihan, keseluruhan musisi UK, kecuali Terry yang masuk ke dressing room, turun panggung menghampiri dan menyapa para pengunjung yang menyambut mereka dengan penuh antusias. Suasana pertemuan ini terasa akrab, mereka memberikan kesempatan kepada para pengemarnya untuk berfoto, mendapatkan tanda tangan, dan berbincang-bincang.  Eddie  terlihat yang paling bersemangat berdiskusi dan meladeni satu persatu pertanyaan yang diajukan.  Dia juga sering berkelakar, seperti ketika melihat beberapa orang menangis terharu ketika menonton pertunjukan UK di kapal pesiar, Eddie bilang bahwa sebenarnya mereka menangis lebih karena harga tiket yang mahal, ditambah cuaca panas dan makanan yang mungkin tidak sesuai. Dia juga berkelakar bahwa dirinya sering dianggap sebagai spesialis pemain pengganti, seperti kita dia ditawari menggantikan posisi Jean Luc Ponty di band Frank Zappa, Brian Eno di Roxy Music dan juga posisi Rick Wakeman dan Tony Kaye di YES.

 

Acara meet and greet ternyata berlangsung lumayan lama, tidak terasa waktupun sudah jauh melewati jadwal konser semula.  Sekitar jam delapan kurang, para musisi masuk ke dressing room, dan para penonton kembali ke kursi masing-masing, menunggu sambil berharap persiapan di dressing room tersebut tidak akan berlangsung lama.  Saya dan istri beruntung mendapat tempat duduk paling depan dan diposisi tengah.

 

Part 2 – Opening and the longs

Jam delapan lewat, sebagian lampu padam dan langsung disambut dengan sorakan penonton yang meriah. Mulai terdengar suara dentuman berulang-ulang mirip suara bass yang sepertinya dihasilkan dari komputer/keyboard. Dengan iringan suara tersebut, terlihat keempat musisi yang semuanya berpakaian warna hitam naik ke atas panggung secara bergilir  dari samping kanan dan kemudian menempati posisinya masing-masing.  Suara dentuman tersebut menjadi semakin jelas dan tidak lama beralih ke suara bass yang ternyata merupakan intro dari lagu In the Dead of Night.  Berbeda dengan konser tahun sebelumnya yang memakai lagu Alaska sebagai lagu pembuka, lagu ini dipilih mungkin karena ingin langsung menampilkan permainan Alex Machacek.  Lagu ini dimainkan dengan penuh energi dan langsung menghentak membuka suasana malam tersebut.  Keempat musisi terlihat sangat gagah dengan masing-masing instrumentnya.

 

Seperti di albumnya, lagu ini langsung disambung dengan lagu By the light of Day yang dimainkan secara bertiga (Alex menghilang ke balik panggung) dan menampilkan solo Eddie dengan biola berwarna biru (Eddie memiliki beberapa biola dengan warna yang berbeda dan ditampilkan secara bergantian di konser ini). Masih bagian dari In the Dead of Night, lagu berikutnya, Presto Vivace Reprise, kembali dimainkan secara berempat.

 

Selanjutnya adalah lagu Nevermore.  Lagu ini termasuk lagu yang paling saya tunggu, karena selain duet solo gitar dan keyboard yang memang menjadi highlight dari lagu tersebut, saya tertarik sekali mendengar bagaimana lagu ini akan dibawakan oleh Terry. Sepengetahuan saya, lagu ini belum pernah dimainkan Terry. Saya sangat suka bagaimana Terry dapat membuat lagu lagu yang dulu dimainkan oleh Bill Bruford menjadi lebih menarik dan mantap didengar – apalagi ditambah dengan beberapa ciri khasnya seperti penggunaan double bass drums dan permainan cymbal yang lebih bervariasi.

 

Sesuai harapan,  duet  solo keyboard dan gitar dibawakan secara mempesona oleh Eddie dan Alex. Seolah olah mereka sedang berperang dengan solo yang saling sahut menyahut.  Penampilan dan gaya permainan Alex mirip dengan Alan Holdsworth – bermain tenang namun solonya memukau dan terasa pas sekali untuk  lagu ini.  Dari sisi permainan drum, Terry membawa lagu ini menjadi  terasa lebih rock – tetap enak dan tidak berlebihan.

 

Lagu berikutnya adalah Thirty Years yang seperti dua lagu sebelumnya berasal dari album pertama. Dimulai dengan John bernyanyi secara pelan diiringi suara keyboard dan gitar yang sayup-sayup serta bunyi bell dari Terry. Melodi lagu ini terasa mencekam  dibagian awal, dan kemudian berlanjut menjadi lebih keras dan kompleks.  Disini, suara bass John sangat terasa seperti dentuman.  Pada bagian-bagian tertentu terutama yang tidak ada bagian gitarnya, Alex terlihat lucu karena sempat-sempatnya dia jongkok sambil menunggu bagiannya muncul.

 

Carrying No Cross menjadi pilihan lagu berikutnya. Lagu ini sebenarnya sudah dibuat sebelum album ke dua sebagai tambahan lagu ketika UK mengadakan konser masih dengan formasi Allan Holdsworth dan Bill Bruford (versi ini  dapat didengar maaf di beberapa rekaman bootleg).  Dengan melody yang juga mencekam dibagian awal, lagu ini dimainkan secara bertiga sesuai versi di album Danger Money – Alex kembali menghilang ke balik panggung.  Lagu ini mempunya durasi paling panjang dan saya rasa menjadi favorit banyak penggemar musik progressive karena menampilkan solo keyboard tingkat tinggi disertai dengan permainan drum yang aggressive dan mendukung.

 

Part 3 – The solos, the shorts and the surprise

Setelah mendengar lagu-lagu UK yang masing-masing berdurasi lebih dari delapan menit, tiba saatnya untuk mendengarkan pertunjukan solo dari Terry dan Eddie. Dimulai dengan solo drum Terry yang berdurasi selama kurang lebih sepuluh menit. Terry mempunyai solo yang berbeda dengan drummer lain karena berbentuk seperti suatu komposisi lagu yang utuh dan menampilkan banyak teknik ostinato serta dimainkan pada hampir semua bagian dari set-drumnya yang besar tersebut.

 

Selanjutnya giliran Eddie, pertama dia memainkan lagu Nostalgia (dari album Zinc – Green Album) dengan biola. Suasana ruangan dibuat gelap hanya bersinar lampu dari bawah yang menerangi dan menimbulkan warna terang hijau pada biola yang dimainkannya. Kemudian Eddie berimprovisasi menampilkan berbagai cara bermain biola, yaitu mengesek dan memetik senar, serta mengetok badan biola, yang semuanya menimbulkan beberapa suara yang unik. Setelah biola, Eddie menyambung dengan bermain beberapa lagu di keyboard, diantaranya yang saya ingat adalah lagu dari album solonya Theme of Secret. Solo spot Eddie juga berlangsung sekitar sepuluh menit.

 

Lagu Alaska membuka set lagu-lagu pendek. Mirip dengan konser tahun sebelumnya, lagu ini kemudian disambung dengan lagu Night After Night (bukan dengan Time to Kill seperti pada rekaman di albumnya).

 

Lagu berikutnya adalah Caesar’s Palace Blues yang bertempo cepat dan sekali lagi menampilkan kemahiran Eddie bermain biola.

 

UK mengakhiri set ini dengan lagu Forever Until Sunday yang merupakan salah satu lagu dari album One of a kind milik Bruford.  Saya pernah baca di media dulu bahwa lagu tersebut sebenarnya merupakan lagu yang dibuat semasa Bill Bruford masih bersama UK dan bahkan pernah dimainkan sebagai lagu tambahan ketika konser promosi album pertama UK. Saya tidak menyangka kalau lagu tersebut yang dipilih sebagai lagu surprise. Dibagian awal lagu ini, Eddie tampil dengan biola berwarna biru dan memainkan melody yang menawan dan sungguh enak didengar.  Pada bagian keras lagu ini, John bermain dengan gaya slap diiringi dengan solo menarik dari Alex. Benar-benar lagu yang indah dan kini menjadi favorit istri saya.

 

Part 4 – The Encore

Sambutan penonton sangat luar biasa. Disuasana lampu gelap, terdengar teriakan “encore” dan “UK” dari penonton yang semakin lama semakin keras (mirip dengan teriakan pada pembukaan album Night After Night). Akhirnya munculah Eddie, John dan Terry yang kemudian memainkan lagu Rendez-vous 6:02. Suara John terasa indah sekali dan mirip sekali dengan suaranya di album Danger Money.

 

Lagu The Only Thing She Needs menjadi lagu terakhir malam ini, dimulai dengan intro drum yang khas dari Terry dan dilanjutkan dengan vokal dan permainan instrumen lainnya yang membuat penonton semakin kagum. Walaupun John, Eddie dan Terry sudah berusia diatas enam puluh, mereka terlihat masih gagah dan dapat bermain dengan energi yang luar biasa. Lagu ini menjadi tambah asik karena Alex ikut bermain.

Tidak terasa waktu sekitar dua jam telah berlangsung. Penonton benar-benar bergembira dan pada akhir lagu terakhir memberikan standing ovation yang meriah. Tampak juga wajah gembira dari keempat musisi UK ketika mereka kedepan panggung dan menyampaikan terima kasih serta pamit kepada penonton. Suasana akhir konser terasa masih akrab dan meriah antara sesama penonton, dan kegembiraan saya kian bertambah ketika salah seorang kru memberikan salah satu bekas drums stick yang dimainkan Terry … Sungguh suatu pertunjukan yang sangat berkesan buat saya.

UK4

Gambar 3: UK 2013 memorabilia

CLOSING

UK is surely one of the best progressive bands of all times. Short lived, but heavy impact, memorable and full of surprises!

Note:

Daftar lagu yang dimainkan dapat juga dilihat di:

http://www.setlist.fm/setlist/uk/2013/grand-central-miami-fl-1bd885fc.html

45 Responses to “The Only Thing I Need …”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Mas Rizki:

    1.) Maaf baru bisa tayang soalnya saya musti proses dua kali dan kudu pake laptop. Alhamdulillah setelah berjuang akhirnya bisa juga. Ini posting sambil menikmati Avocado Capuccino nya Corelli …

    2.) Tret ini menimbukan iri luar biasa bagi saya sampek dengkulku coplok PLOK PLOK ….koplak kaplok … ha ha ha ha …

    3.) Komentar cukup satu kata saja:
    TUOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOBBBBBZZZZ …………………………..!!!!!

    Salam

  2. Gatot Widayanto Says:

    Gambar 3 membuat iri dan dengki …wakakakakakakakak ….

  3. Rizki Says:

    Thank you Mas sdh diposting.
    Slmt menikmati Avocado capuccinnonya, wish I was there too🙂

    • Gatot Widayanto Says:

      Ini juga sebagai transit aja mas … Ntar jam 5 kurang musti gowes ke Sabang, ke Saudagar Kopi … Udah pernah belum ke situ? Lucu namanya dan saya nyoba kemarin. Lihat di sini aja ya ….
      http://gatotwid.wordpress.com/2014/04/01/nyaudagar-kopi/#comment-4211

      Eanak nuansanya … Sayang gak ada penjual kaset ..adanya Duta Suara ….kurang nuansamatik … Tetep Corelli Prog Cafe is the best! Ha ha ha …

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Rizki … Saya dan temen2 gemblung sangat berterima kasih banyak atas tulisan sangat nunjek ini mas. Edan blog gemblung ini …meski gemblung tapi ulasannya ngalahin magazine manapun di seantero jagad ini! Classic Rock in PROG pun kalah lho mas. Edan nih blog …gilaaaaaa….!!!

      Oh ya … Ada temen saya penggemar IQ yang kebetulan tanggal 20 Apr sd 15 Mei bakalan ke UK, London. Trus aku bilang bahwa IQ sedang tour. Langsung dah dia booking yang konser tanggal 3 Mei di Islington Assembly. Ntar aku suruh tulis review nya di blog gemblung ….
      ha ha ha ha … Blog gini aja ulasannya global ya … ck ck ck ck ….

      • Rizki Says:

        Terima kasih juga udah diberi kesempatan utk menulis dan berkontribusi

        M4L memang top dan mendunia. Mudah2an jaya selalu

      • Gatot Widayanto Says:

        Aamiin mas Rizki …. Yang membuat top kan penghuninya mas ….ulasannya tajam dan dahzyat

  4. Alfie Says:

    Wuih tulisan Bro Rizky ini sangat super sampai ga berkedip membacanya. U.K. adalah Super Progressive Group yg memang luar biasa terutama keberadaan Eddie Jobson yg memang sangat berperan dlm memberi warna pada U.K.

  5. hippienov Says:

    Bagai langsung kesetrum aku saat liat tret top markotop dari mas Rizki ini, padahal baru liat belum ngebaca. Soalnya aku baru kepincut sama UK khususnya “the only thing she needs” dan “carrying no cross” yang ada di cd mp3 pemberian mas Yuddi.
    Wah keren mas Rizki, yang bikin ngiri sesi foto barengnya itu loh…jangan-jangan mas Rizki lagi me-lobby UK untuk konser di Jakarta,hehehe…
    Salute mas Rizki, tuobz!

    • Rizki Says:

      Thank u Mas Hippie dan welcome to UK fan club🙂 Semoga band ini selalu menjadi salah satu favorit Mas Hippie.

  6. gt Says:

    Mantap Mas Rizki artikel nya…Top habis..

  7. kukuh tawanggono Says:

    Mas Rizki sedulur lanang sing tak tresnani(saudara lelakiku tercinta)

    Mas mohon maaf apabila ada kata-kata saya yg tidak sopan.Ketika njenengan menulis kata Miami saya langsung nggeblak.Njenengan bejo tenan mas,bisa ada di tempat klub basket pujaan saya ”Miami Heats”(mohon maaf kalo saya kasih komen ndak ada hubungannya)he he he.Mas gitu itu apa posternya King James bertebaran diseluruh kota njih mas he he he.

    • Rizki Says:

      Hi Mas Kukuh,
      Saya juga penggemar basket, namun sayangnya ketika berada dikota tsb, Miami Head sedang bermain diluar kota. Beruntung saya masih sempat menonton Bulls lawan Nets dikota lain ketika perjalan pulang.

      • kukuh tawanggono Says:

        Aaaaaaaaaaaampuuuuuuuun tenan mas ha ha ha ha ha begitu njenengan ngomong niku saya golong koming ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha
        Mas amit sewu(permisi)bagaimana perasaan njenengan mirsani(melihat) NBA secara langsung,terus komentar njenengan waktu lihat permainane Jason Tery plus Paul Pierce.Soalnya saya bener-bener ngambek sampai saat ini gara-gara Nets merekrut trioe Boston itu.Jujur njih mas bagi saya itu mereka kok ya sudah melewati masa emasnya.Ini terbukti beberapa kekalahan yg mereka terima,dan yg paling mencolok waktu melawan Pacers.

        Mas Gatot guru kulo
        Sepuntene ingkang kathah(mohon maaf) apabila saya ngelantur membicarakan basket he he he.Hari ini saya bangga ada sedulur lanang(saudara laki-laki)saya yg bisa menyaksikan NBA secara langsung di negara asalnya he he he

      • Rizki Says:

        Wah seru sekali Mas – permainan berlangsung ketat diakhiri dgn kemenangan Bulls. Waktu itu Jason dan Paul belum join. Yg saya ingat bermain cemerkang Boozer dan Noah, sementara dari Nets: Deron

        Maaf Mas Gatot diskusinya jadi Basket 4 Life, hehehe

  8. Edi Apple Santoso Says:

    sungguh sangat beruntung mas rizki, njenengan bisa nonton pertunjukan yang sangat mewah dan tulisan diatas membuat saya terpesona. terima kasih …
    Majulah Prog!! …..

  9. khalil logomotif Says:

    Mas Rizki

    Like always, tulisan mas Riski ngga ada duanya…kumplit dan selalu berhasil bikin ngiri.!!
    Tapi yg menarik perhatian saya (yg sebelumnya ditunjukkan oleh mas DananG) adalah menkeu mas Rizki jg ikut barengan nonton konser…wuaaaah pasti sangat sangat mengasikkan dan mengesankan ya, bisa merasakan setiap minit dari event yg ditunggu tunggu bareng bareng nyonya besar. Enak banget itu. Setelah mas DananG, sekarang mas Rizki yg bikin saya jadi kepincut untuk juga nonton konser…
    Cuma masalahnya…konser apa ya yg bisa di setujui (tanpa sarat begani begini) oleh bu menkeu? Jangan jangan konser bang haji lagi….

    • Rizki Says:

      Thank u Mas Khalil. Alhamdullilah istri waktu itu bisa ikut, Menkeu sekaligus juru foto, hehehe

      • Gatot Widayanto Says:

        Saya senang sekali membaca komen mas Rizki ini. Kenapa? Ternyata MenKeu gemblungers semuanya baik hati dan bijaksana sekali, mau menemani suaminya workshop dan photoshop …. Salut saya! Giliran Ny. Rizki diajak ngorelli ….mrogring dengan menkeu lainnya….

        Perlu ada Summit of Finance Ministers nih …he he …

      • khalil logomotif Says:

        Kalau para menkeu ngorelli, bisa dipastikan mereka bakal bikin arisan….

        Tapi saya akan mendukung, asalkan plang namanya order ke saya.

      • Gatot Widayanto Says:

        Dan saya jadi fasilitator perubahannya …

      • khalil logomotif Says:

        Mudah mudahan besok pagi mas Riski baca tret ini…sbab penyandang dananya…mas Riski!! Heheh

      • Rizki Says:

        Wah pada belum tidur….. yang bahaya kalau para MenKeu tsb arisan+shop hehehe

      • Gatot Widayanto Says:

        Kan penyandang dananya mas Rizki … Jadi mau shop shop an sepanjang hari hingga esoknya, ya gak masalah to? He he he ….

        Selamat pagi gemblungers! Selamat berkarya! Jangan lewatkan sepersekian nano detik pun buat bermalas-malasan … Life is too short. Do something … Add value ….create impact!

        (Lha kok kayak Mario Teguh jadinya ….wakakakakakak ….)

        Powered by Telkomsel BlackBerry®

  10. Budi Putra Says:

    Blog ini sungguh memanjakan pembacanya…walaupun selevel blog liputan dan ulasannya dahsyat tenan! Setelah liputan mas DananG konser Stones kini mas Rizki dg UK-nya. Mas Rizki, wlaupun sy msh blank ttg UK, membaca tulsan mas Rizki sptnya sy hrs mencoba UK…kira2 utk pemula spt sy baiknya album apa nih mas?…thanks mas Rizki, touubbs abis!

    • Rizki Says:

      Hi Mas Budi, thank u ud baca tulisannya. Utk nyoba dengerin album yg mana, mudah Mas … Krn cuma ada dua, hehehe. Yg menarik, masing2 album mempunyai ciri khas. Yg pertama – ada elemen jazznya, yg kedua lebih rock. Smg membantu ….

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Budi harus mulai dari album debut UK. Di situlah cikal bakal musik progressive metal. Pasti suks debut albumnya mss. Kerreeennn …!!!

      • yuddi_01 Says:

        “Danger Money” maksudnya mas, itu album kedua tanpa Allan Holdsworth dan tanpa Bill Bruford.

      • Gatot Widayanto Says:

        Salah satu alasan saya rada males dengan album kedua ya karena tak ada lagi Bruford dan Holdsworth. Tapi tetep UK gitu loh ….! He he he ….

      • Budi Putra Says:

        Ok mas Yuddi-mas Gatot akan sy coba dengerin UK.

      • Gatot Widayanto Says:

        Dijamin ngguweblak blak blak!

        Boleh ngintip dari album Yngwie “Inspiration”

      • yuddi_01 Says:

        mas G ttp kan masih ada John Wetton dgn bass yg di’stem’ kendor🙂

      • Rully Says:

        Wah ngga setuju dengan Om Gatot! Karena saya pribadi kebih seneng album danger money drpd yg pertama. Hehehea Lebih asyik lagi sambil sepedaan atau diatas motor, lagunya bikin semangat! (Walopun sedikit galau di Rendezvous 6:02 hehe)

  11. papa_haidar Says:

    saya semakin iri kalau membaca tret di blog ini, tulisan2 pandangan mata maupun pandangan hati tentang hal yang menjadi passionnya yaitu musik apalagi rock dll yang juga saya suka sungguh menarik hati dan termasuk menjadi makanan rohani saya, apalagi pertemanan di blog gemblung ini. walaupun saya jarang sumbang saran tapi cukup senang dan menikmati tulisan2 maupun ulasan2nya, mohon maaf kalau jarang saran atau tdk pernah ikut prog ring mengingat waktu yg kadang tdk bersahabat bg saya. Blog inilah yang membangkitkan lg kenangan saya di masa remaja. yang tadinya koleksi2 kaset2 saya berhenti di tahun 2006 dan hanya menjadi artefak utk bahan cerita tentang kesenangan papa thdp anaknya, akhirnya ikut jg mengumpulkan artefak2 itu kembali. Di balik album/kaset di suatu masa terbuka memori qt di masa tersebut. Dan saya termasuk bersyukur hidup di masa tsb, karena generasi saya adalah jembatan untuk teknologi analog to digital, anak2 sekarang mgkin sdh tidak tahu teknologi analog, tapi saya msh bisa merasakan teknologi di jaman mereka skrg. How lucky I am. Om Gatot saya punya usul, semoga blog ini kedepannya bisa menjadi/membuat majalah udara (e – magazine) seperti majalah detik.com atau male magazinenya. Tp contentnya ya tentang musik claro, rock prog, pokoke yang ada semua di blog ini, artikelnya yang mengisi ya penghuni blog gemblung ini tapi kemasannya sprti majalah.Demikian om GW Salam rock bergema di udara.

    • yuddi_01 Says:

      ya pak Haidar blog ini salah satu nya utk klangenan kenangan2 masa lalu terhadap musik (kebanyakan sih rock) shg kadang satu album dianggap salah satu teman biasa2 saja tetapi utk teman yg lain menjadi sangat istimewa krn kenangan yg melekat.
      Utk album UK “Danger Money” saya ingat sekali dari salemba naik bis tingkat Leyland warna merah ke blok M utk membeli album ini bersama album “The Game” nya Queen. Saat itu di toko masih dijual PH yg sy ingat adalah PH nya Yes “Drama” yg dipajang di etalase toko kaset tsb.
      Oh ya saya tahu ada album UK “Danger Money” dari radionya bro Hendrik, radio amatir yg populer akhir ’70an.

  12. Gatot Widayanto Says:

    Halo mas Papa Haidar … salam kenal! Seneng sekali tambah temen di blog ini meski belum pernah kopdar alias nilai-muka ya mas .. gak papa … Jakarta ini dimensi waktu dan tempat begitu mahal sekali. Yang penting kita guyub ya mas …

    Saya sendiri kalau stress tinggal buka blog ini …kadang kalau gak sempet baca, ya liat foto2 nya aja udah seneng …foto progring maupun foto kaset jadul yang sungguh sexy …

    OK mas ..suatu hari kita bikin majalah ya … he he …Logonya sudah disapkan oleh Tuan LogoMotif …

  13. danangsuryono2112 Says:

    Sungguh luar biasa pengalaman mas Rizki bisa menonton band yang paling disukai. selamat mas Rizki.
    Saya sendiri meski sudah ratusan kali nonton konser namun belum pernah nonton Band yang paling saya sukai Queen & Rush. Semuanya masih mimpi…
    Queen tahun ini mampir di Jepang dan Korea, namun dengan Adam Lambert sebagai vocalis dan tanpa John Deacon, belum memancing keinginan untuk memaksakan diri mengejarnya…

    • Rizki Says:

      Thank u Mas Danang for the nice comments. Mudah2an suatu saat Mas dpt nonton Queen dan Rush yg diinginkan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: