Only Physical Records Are Real!

DananG Suryono

Slogan itulah yang tertulis pada sebuah lapak kaset/CD/PH milik Budi DeepRock di Blok M Square, saat saya dan mas Eddy Irawan seorang predator kaset kelas berat ketemu di lapak itu. Sedikit tertegun, namun rasanya ini menjadi penyemangat setelah 2 toko CD/Kaset besar di kawasan Blok M rontok. Aquarius telah runtuh benteng terakhirnya di kawasan Mahakam, sementara Musik + di Blok M Plaza pun mengikutinya.

01 Di Depan Slogan Only Physical Records Are Real! (Lapak Deep Rock)

Ya era kejayaan rekaman fisik telah memudar disebagian tempat, Di Jakarta satu persatu toko CD rontok ditengah sepinya orang datang berkunjung ke toko. Setelah Aquarius resmi menutup seluruh tokonya, maka tinggal Musik + (Sarinah, Kelapa Gading, MTA), Duta Suara dan DiscTarra yang mungkin masih mencoba bertahan. Demikian juga di kota-kota lain.
02-Artefak di Lapak Bang Oman

Namun apakah era rekaman fisik akan berakhir?, jawabannya mungkin tidak. Di suatu oase kota bernama Blok M Square, denyut perburuan fisik ini masih kencang. Saat progring awal yang saya ikuti hanya ada 4 lapak disana (Udinesse, Bang Oman, Ridwan Djadoel dan Agus WM), Namun saat ini sudah berkembang menjadi 12 dengan lapak baru dengan tambahan Deep Rock (Budi), Bakrie Music (Agus Sukabumi), Legend (Feri), Mul, Kims Varia (Gunawan), Andrie, Kuclux Music Corner (Ariyanto), Arman & Johny Bardiansyah melengkapi 4 lapak terdahulu.

03-Artefak di Lapak Legend (Feri)

Tempat ini menyediakan berbagai kaset/CD/PH lama yang penuh kenangan. Mungkin sebagian kita dulu pingin punya kaset/CD/PH, namun karena berbagai faktor menjadi tidak terealisasi. Nah dengan perkembangan kondisi yang ada kita pingin mendapatkan kembali. Di tempat ini sungguh bagaikan kita berada di lorong waktu yang mengembalikan ke kenangan masa silam.
Disamping itu di tempat ini juga menjadi tempat silaturahmi dengan pengunjung yang se iman. Obrolan santai dan akrab kerap terjadi dengan teman baru. Yang menarik statement salah satu teman yang baru saya kenal, bahwa sebenarnya kita-kita ini bukan sekedar konsumen barang bekas, namun kita ini adalah penyelamat artefak. Dan insya Allah Sabtu ini rekan-rekan penghuni blog Gemblung akan bersilaturahmi dan tentunya dengan semangat Only Physical Records Are Real! akan sekuat tenaga menyelamatkan artefak yang teronggok di 12 lapak di Blok M Square.

17 Responses to “Only Physical Records Are Real!”

  1. Budi Putra Says:

    Nampaknya ini adlh edisi pemanasan utk mengamankan artefak yg ada di Blok M Square bsk…mas DananG, harga kaset seken terkini di lapak tsb brp toh mas pasarannya? Sy pernah nanya Genesis edisi Yess: 35 ribu di kios Ary…

    • danangsuryono2112 Says:

      Memang ini dilema dengan seringnya Blok M Square muncul di pembahasan dunia Maya. Semakin sering kaset YESS dibahas maka harganya akan naik. Teman teman seller juga mempunyai target market pada pengguna FB yang secara fisik tidak punya akses ke Blok M Square, yang nota bene melihat masalah kelangkaan sebagai peluang.
      Setahun lalu rasanya kaset YESS masih berkisar di 15-20 an mas Budi. Sekarang ya di kisaran yang ditawarkan ke mas Budi.

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Danang,

        Nampaknya mereka sering ngintip di sini mas … Bentar lagi harga Lolita juga meroket kalau sering dibahas … ha ha ha …

        Oh ya …saya pernah liat lapak di sebelah DeepRock, gak tahu siapa punya, kaset Yess udah bulukan dihargain 35 ribu. Gak saya tawar, langsung pergi aja saya … Lha wong kaset wis mbeladhuz gitu dijual 35 ribu … Ogah ah!

  2. Gatot Widayanto Says:

    Mas Budi,

    Mengenai harga sepertinya kagak ada patokan. Namun gitulah penjual ya … Dulu saat Ari di Tampur, saya sering mborong dan dihargai Rp. 12.500 saja per kaset. Saat itu memang beli ada 10 kaset sih. Namun gak pernah lebih dari 15 ribu pukul rata (Yess sekalipun). Bang Oman juga harganya sama dengan ARi.

    Namun Ari yang sekarang beda dengan ARi Tampur …. Karena Yess sekarang di situ dihargain 30 ribu. Namun kemarin terakhir saya beli kaset Yess harganya 25 ribuan. Di Feri saya bisa dapet 20 ribuan.

    Yang heran saat saya iseng pernah mampir di lapak Udinesse, saya menemukan kaset idaman namun bukan Yess yakni AKtuil BLUES CIRCLE. Wah edan kaset ini sungguh penuh kenangan bagi saya selain juga ada lagu ZZ Top kesukaan Tuan Khalil: Blue Jean Blues. Saya suka kaset ini dan udah bertahun-tahun llamanya saya cari. Lha kok suatu sore saya liat tergeletak begitu saja di Udinesse tanpa ada yang bergairah memungutnya … Trus saya juga liat kaset ini sambil gaya gak niat beli. Akhirnya ….kaset tersebut dihargain Rp. 10 ribu aja karena saya juga ada kaset lain,alias 2 kaset Rp. 20 ribu.

    Mungkin …mereka ini sebenrnya beli dari penjual dengan harga kiloan yang bisa aja per kaset cuman Rp 2 ribu atau Rp 3 ribuan ya? Buktinya gak ada standar nya ….

    Itulah seninya hunting kaset …. ha ha ha ha …. Kalau bang Oman stabil harganya, Rp 15 ribuan lah. Cuman koleksi gak banyak …

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Gatot kalo di Malang kaset rekaman yes itu rata mas 15000,kecuali kalo artisnya seperti Genesis,PF,dan sedulur-sedulure itu bisa lain ceritanya.
      Ngomong-ngomong barusan saya kemarin kena jalune kaset rekaman lolita 40000 tapi tetap saya tabrak(akibat propaganda di blog ini).Entah njih mas saya ini kalo urusan kaset selalu apes he he he he he he

    • danangsuryono2112 Says:

      suwun mas Gatot udah diposting.
      Memang faktor bejo lebih berperan disini disamping negotiation skill tentunya…
      Untuk harga pokok mungkin juga ada yang kulakan kiloan, Tapi rasanya sekarang harga kulakan memang sudah tinggi, (akibat baca blog ini juga mungkin…:).
      Saya pernah mborong ratusan kaset tanpa melihat isi disebuah toko buku (bukan toko kaset) di lokasi yang sama seharga Rp 2.000/kaset yang isinya banyak kaset gak jelas. Saya beli untuk ambil cashing dan sebagai sparepart kanibalisasi cangkang kaset. Namun terselip juga sekitar 25% yang layak koleksi.

      Oh ya tadi malam pas pra gala progring dengan mas Eddy Irawan, di lapak Kims Varia ada setumpuk kaset dalam kardus besar dari perekam antik seperti Sinar Djaja, Lolita serta Aquarius, Banyak kaset Deep Purple, Genesis, Led Zeppelin antik yang dihargai Rp 5000/kaset. Sayang kondisi covernya sudah seperti kebanjiran, pada lengket dan mbleber fotonya. Lumayan juga saya dapat 5 kaset Genesis dan 4 Pink Floyd, namun harus menebus 2 kaset Queen antik dengan kisaran harga yang disebut mas Budi.

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas DananG,

        Apa mas Eddy Irawan sudi kiranya besok mampir mengunjungi kita2 di Corelli?

        Suwun

      • danangsuryono2112 Says:

        mas Gatot, beliau sedang ada raker di Denpasar, tadi malam sempat terucap seandainya acara selesai sabtu pagi, beliau akan berusaha dari Denpasar ke Blok M Square. Semoga beliau bisa hadir sehingga jadi Mega Gala Progring

    • Budi Putra Says:

      Bener mas Gatot, Ary skrg beda dg yg dulu…pdhl sy coba buka komunikasi dg menyebut namanya siapa tau dia msh ingat sy mantan alumni Tampur. Sy kan biasanya nongkrong di lapaknya Enjun, nah biasanya sering ktemu Ary disitu. Namun rupanya roda terus berputar alias si Ary sdh gak ngeh lg sms sy…hehehe…

  3. kukuh tawanggono Says:

    Waduh mas DananG melihat ph Rolling Stone kok air saya jadi netes he he he he he.Gitu itu hargae mahal mas njih,maklum kalo dinegara saya ini boemi Ngalam kalo mau beli ph harus order dulu.

    • danangsuryono2112 Says:

      hehehe lihat aja mas Kukuh deretan di rak atas itu, PH Steel Wheel, Dirty Works, Tattoo You dan it’s Only Rock N Roll saya tanya sekitar 150 rb belum ditawar. Yang mahal Sticky Fingers yang antik itu pernah saya tanya dibandrol Rp 550 rb. Untungnya meski seneng Stones saya cukup berhenti di CD, nggak ngejar kaset/PH. Stones yang saya kejar hanya Sticky Fingers yang untungnya dapat di lapak online dengan harga yang sangat bersahabat.

  4. herman Says:

    Mas Danang, lihat foto kios2 di Blok M Square yang tampilannya makin oke ….

  5. apec Says:

    Padahal dahulu saya sempat berpikir, bahwa untuk mimpi tinggal di jakarta saja sudah males..itu cuma bermimpi lho…tapi seiring semaraknya Blok M Ssquire, wuihhh, jakarta jadi seperti kota impian…

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha ….mulane …jangan suka mengumpat Jakarta macet. Macetnyapun gara2 banyak kaset di jalan …ha ha ha …

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Apec jangan patah semangat.Didaerahpun sebenarnya cari kaset itu ya ndak-ndak sulit amat,yg penting kita lincah dan banyak menjalin seduluran he he he he he(kadang harganyapun bisa lebih murah disini daripada di batavia sana).
      Asal jangan meniru saya.Gara-gara dulu sering hutang kalo waktu beli kaset atau beli dengan cara dicicil(jaman ekonomi masih memasuki zaman revolusi) sekarang kalo beli kaset mesti dimintai berbagai pungli ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha.Tapi ndak apa-apa toh waktu jaman sulit dulu sedulur-sedulur juga sering mbantu saya.

    • danangsuryono2112 Says:

      hahahahaha, mungkin ada baiknya mas Apec beli 4 kios berjejer, terus harta karunnya di display disana dan ditulis “not for sale”, pasti bikin orang makin bermimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: