Model Sampul Kaset

DananG Suryono

Sampul Kaset

Saat jaman merdekanya kaset bajakan resmi eksis di Indonesia, satu album rekaman bisa dirilis oleh banyak label di Indonesia tanpa tedeng aling-aling. Seperti contoh kaset Queen Hot Space yang dirilis oleh Aquarius, Team Records, ABC Records, Hins Rockshot, Perina, Billboard dan banyak label lain lagi

01-Kaset Queen Hot Space

01-Kaset Queen Hot Space

Saat itu berbagai pertimbangan bisa dipakai penggemar musik saat memutuskan akan membeli kaset sesuai selera pribadi nya. Mungkin pertimbangan pita kaset yang dipakai, perekam, kemasan, ada lyrics atau tidak hingga sampul kaset.
Saat perekam kaset Indonesia memulai, terasa masih sangat sederhana, seperti kaset Queen A Night at the Opera rilisan Perina. Sampul hanya warna hitam putih dengan susunan lagu berada pada sisi luar kaset, tanpa ada informasi rilis tahun berapa?, Siapa Musisi pendukungnya, apa lagi Lyrics nya. Sungguh sederhana sekali.

02-Kaset Queen A Night at the Opera Hitam Putih

02-Kaset Queen A Night at the Opera Hitam Putih

Seiiring kemajuan tekhnologi, sampul kaset pun mengalami perubahan dimana label perekam menggunakan sampul yang sudah ada template/master yang sudah berlogo perekamnya namun masih dalam kondisi kosong (blangko). Barulah kemudian nama artis/band, Judul Album, No Seri Kaset, Musisi pendukung, Daftar Lagu dicetak / distensil dengan alat tertentu. Untuk urusan cover digunakan foto ( memotongnya terkadang gak sinkron) yang ditempel dengan lem. Model ini hasilnya kurang rapi dan tekanan mesin stensil menimbulkan huruf yang cekung / menekan kertas kedalam,
Banyak perekam menggunakan tekhnologi ini seperti YESS (yang akhirnya malah menjadi trademark), Aquarius, Saturn, Contessa, ABC, AR (Private Music edisi garis-garis), Alpine. Kaset dimasa ini rata-rata tidak menyertakan lyrics karena terbayang bagaimana harus mengetiknya.
Sebagai contoh berikut beberapa kaset yang menggunakan model sampul seperti ini.

03-Model Sampul Kaset lama

03-Model Sampul Kaset lama

Menginjak awal 80 an, sampul kaset berkembang lagi, dimana tekhnologi percetakan semakin bagus, sampul kaset menjadi lebih rapi dan menarik. Cover bukan lagi foto yang ditempel dengan lem, tetapi sudah langsung dicetak secara rapi. Perekam besar seperti Billboard, AR, GL, Contessa, Team, Audio Master, Aquarius, Pan Audio, Connoisseur bahkan perekam Divisi II seperti ABC, Scorpio dan lain-lain sudah menggunakan model ini. Kaset terasa rapi dan rata-rata sudah diberi bonus yang dituliskan di sampul depan “Incl. Lyrics”. Sebagai contoh kaset rilisan Aquarius

04-Model Kaset 80 an

04-Model Kaset 80 an

Bagaimana dengan YESS, rasanya di awal 80 an YESS masih setia menggunakan model stensilan yang menjadi trademarknya. Namun saat berada di akhir hayat seperti ditulis mas Eddy Irawan pada https://gwmusic.wordpress.com/2012/11/24/yess-reformasi/ ternyata YESS juga mengikuti tekhnologi itu, termasuk menyertakan Lyrics pada kasetnya. Sebagai contoh kaset Genesis dengan nomer seri 683.

05-Kaset Genesis rilisan YESS reformasi

05-Kaset Genesis rilisan YESS reformasi

Hingga kini dijaman kaset lisensi, rasanya tekhnologi nya masih sama, yang berbeda hanyalah tidak ada lagi satu album yang bisa di rilis oleh banyak perekam saenak udel le lagi. Kalopun ada perbedaan paling hanya pada edisi remaster. Tapi jaman sekarang siapa yang mau meremaster kaset?

06-Kaset Lisensi

06-Kaset Lisensi

Waktu telah berlalu, dan rasanya kita sama sama tahu kaset model mana yang akhirnya menjadi incaran para penggemar kaset. Ditengah harga kaset yang memicu inflasi beberapa rumah tangga, beberapa kaset langka yang menjadi incaran penggemar kaset pun (contoh serial Team Records) muncul produk palsunya. Tekhnologi cetak saat ini memungkinkan untuk memalsukan secara nyaris sempurna untuk sampul albumnya.
Sempat ngobrol dengan mas Gatot tentang kenapa kaset YESS tidak dicetak ulang?, mungkin kaset rilisan YESS / Monalisa meskipun menjadi incaran mungkin malah menjadi susah untuk di palsukan/dicetak ulang. Dengan model stensilan yang menimbulkan cekungan pada huruf dan tidak rapi itu rasanya susah disamai oleh percetakan modern yang serba digital. Jadi bisa dimengerti jika harga kaset YESS pun semakin melambung tinggi.

20 Responses to “Model Sampul Kaset”

  1. andria h8 Says:

    mas danang, kotak mika kaset ada yg jual tidak ya skrg? kl CD kan ada yg jual.

    • danangsuryono2112 Says:

      Kotak kaset banyak dijual oleh seller di FB. Terakhir saya beli harganya Rp 1000/per jewel case. Ada 2 pilihan yang pakai kaki dan yang tidak. Di Blok M Square beberapa pelapak juga menjualnya mas Andria

  2. gt Says:

    Mas Danang…sy naksir Rush yg monalisa ” Fly By Night “…kalau ada dobel boleh juga tuh….hehehe…

  3. Budi Putra Says:

    Mas DananG dulu sy suka sekali kaset keluaran Team Record krn menurut sy desain covernya ngepop jd enak dipandang. Tp record2 yg lain keren2 pula desainnya, msg2 punya ciri khas trsendiri dan itu yg membedakan antara kaset jadul dan lisensi atau cd. Mknya saat ini kaset jd begitu bernilai krn nuansa seni yg tercover didlmnya. Mas DananG pas progring sabtu diobrolin ttg ulasan ini (sampul kaset) sambil dijejerin kaset-kaset dr msg2 record berdasarkan tahun beredarnya…hmmmm, keren buanget ya!

    • danangsuryono2112 Says:

      mas Budi, saya juga suka dengan kaset rilisan Team, pertama karena kebanyakan menggunakan pita maxell, yang kedua sesuai pendapat mas Budi, Team desainnya keren..serial Rockline! dan JazzSpot memang keren dan rapi. Dan selalu menggunakan cover PH sebagai sampulnya

  4. kukuh tawanggono Says:

    Mas DananG seribu jempol
    Apa yg njenengan tulis itulah yg membuat saya menetapkan hati,biar teknologi telah berkembang pesat saya tetap mendengarkan/mengkoleksi kaset,cd,ph saja..Ketika saya memandang sampul-sampul album itu sepertinya jerih payah saya untuk mendapatkannya terbayar lunas.Melalui sampul album itu ,saya juga memandang sebentuk karya seni lain yg coba dituangkan seorang musisi dalam menambah arti sebuah kerja yg dia garap di album tersebut.
    Sudah ada sebulanan ini saya melakukan sesuatu yg radikal.Saya kini hanya mau mendengar musik hanya bila ada bentuk fisiknya saja(bukan mp3).Ini sebagai gugat saya terhadap industri musik yg telah merampas keindahan yg pernah saya rasakan.Masa dimana mendengar musik sambil memandang sampul album yg membangkitkan seribu tafsir.Bukan melalui wajah angkuh dan kaku teknologi mp3 beserta anak turunannya(mohon maaf apabila kata-kata saya terlalu tajam).

    • danangsuryono2112 Says:

      mas Kukuh, bagi kita yang mengalami memegang sleeve (kaset/CD) sambil mendengar musik rasanya memang membangkitkan imajinasi. Rasanya bagi generasi yang mengalami hal seperti ini, pasti juga akan merasakan perasaan luar biasa saat keluar dari toko dengan menenteng kaset/CD yang diinginkan. Rasanya buru-buru segera sampai rumah melakukan ritual buka segel dan memutarnya di player sambil membaca sleeve nya, saat itulah rasanya multi orgasme terjadi.
      Tapi apakah geberasi ipod akan mengalami hal itu?, entahlah…mereka tidak merasakan apa yang kita rasakan…yang ada adalah sekumpulan manusia yang tenggelam dalam keasyikan mendengarkan musik via earphone memutar MP3 dari player ataupun HP.
      seribu jempol untuk tekadnya. Selamat mendengarkan music dari fisik (kaset/CD/PH), saya ikut menemani juga dengan hal yang sama…

  5. andria h8 Says:

    jangan khwatir mas Kukuh, menurut saya tidak menusuk kok opini sampeyan. saya pun menganggap koleksi mp3 saya cuma sbg batu loncatan utk mendapat kaset/cd aslinya. bahkan cd kopian yg banyak saya dapat di Siola/Tunjungan Center Surabaya dulu juga tdk bisa saya katakan koleksi berharga bagi saya, krn dijual juga tak ada yg mau beli🙂

  6. Gatot Widayanto Says:

    Mas DananG,

    Ini artikel yang luar biasa…. Bener2 markotop karena memang era kaset bajakan bener2 bikin hati sumringah melihat kaset nan indah dan cantik dan sekaligus kecut karena kantong cekak … wakakakak…

    • danangsuryono2112 Says:

      Suwun mas Gatot untuk posting disela kesibukannya. Hahahaha saya jadi ingat saat kantong cekak, mendatangi toko kaset sambil memandang kaset saja sudah sangat puas, dari puluhan yang dicoba cuman beli 1 karena keterbatasan kantong, strategi yang dilakukan adalah ngumpetin kaset rock yang diincar di tempat lagu dangdut, dengan harapan pas sudah ada uang kaset tersebut belum diambil orang lain…

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas DananG saya jadi ingat jaman perekonomian saya kala masih labil dulu. Kalo ada kaset bagus saya hutang dulu,ntar kalo habis gajian dibayar.Bayarnyapun kadang dicicil kaya abang kredit he he he he(inilah asal-muasal nama clan saya dari kata wut…wut…utang…utang maneh ngana,biar lebih keren akhirnya anak-anak kartel menyebutnya Wutang clan alias perguruan senang hutang he he he he)

  7. Budi Putra Says:

    Mas DananG, modusnya sm dg sy tuh cm sy pernah ketaun dan ditegur: ” ms tolong dibalikin lg ketempatnya, itu rak khusus lagu pop…hehehe.

  8. Budi Putra Says:

    Duhhh, indahnya kaset jaman normal. Yg sy sedihkan pas ada informasi kaset2 akan ditarik dr toko2 dan kbrnya diberikan waktu sekian mnggu utk di jual hbs tp sy saat itu (kelas 1 SMP 185, Jaksel) sdg tidak punya uang samasekali hingga kaset2 tsb hilang diperedaran. Kaset terakhir yg sy beli sebelum penarikan album The Beatles 2 kaset keluaran AR dan da bonus bookletnya…itu jg patungan sm temen sekelas yg wajahnya mirip (dimiripin) George Harrison, Ramdhani namanya, entah dimana dia skrg, mudah2an baca blog ini ya…wah jg ngelantur ke romantisme…hehehe.

  9. herman Says:

    Mas Danag, tret nya seperti studi tentang cover kaset…..ditambah komen teman2 jadi asik sekali suasananya….karena musik memang tidak berwujud sehingga media ( kaset, CDdan PH ) dan coveri merupakan fisik penanda sebuah karya dengan karya lain atau karya berikutnya…..jaman normal dulu musik itu ya fisik dan non fisiknya…rupanya denger musik sambil ngelus2 covernya itu merupakan budaya juga….buktinya semua pada melakukan hal tersebut…..lebih parah lagi saya beli cover PH ( covernya doang) karena isinya memang nggak ada dan rasanya sudah terhibur sekali walaupun hanya punya covernya…..hahaha…..

  10. diansyah Says:

    setuju sekali bahwa sampul kaset seharga dengan kaset itu sendiri. dengan kata lain tidak bisa dipisahkan baik untuk masa jaman normal maupun jaman lisensi. di jaman lisensi memiliki kelebihan bahwa informasi apa saja ada di selembar sampul itu. selain lirik lagu dan nama personil serta ‘personil uses’ saya juga suka baca-baca ‘thanks to’ nya. musisi-musisi ternyata saling ‘thanks to’ dengan musisi lain. walaupun hurufnya kecil2 tapi kita niat sekali membacanya hehe…

  11. Herry Rukhimat Says:

    Numpang nih mas danangsuryono2112, saya punya koleksi kaset pita lama kurang lebih 350 kaset, capur barat, indonesia, tapi kebanyakan barat lama. barangkali ada yang minat untuk koleksi atau mau borong semua, bisa invite PIN 516985E7. thanks

  12. danangsuryono2112 Says:

    monggo di list aja pak Herry, barangkali teman teman disini bisa cocok.

  13. andria Says:

    ya pak Hery, atau kirim listnya ke pak gatot aja di gatotprog@gmail.com sebagai pepundhen blog ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: