Child in Time: Anak-anak Dalam Pusaran Waktu

Budi Putra

Terenyuh hati ini melihat nasib anak-anak di negeri ini yang tak kunjung mendapatkan images(1)perlakuan layak baik di keluarga, sekolah dan lingkungan bermainnya. Menjadi pemandangan biasa sehari di jalan-jalan anak-anak yang dieksploitasi oleh orang tua, kerabat, dan teman-temannya untuk menjadi pengamen serta mengemis di lampu-lampu merah sekedar mendapatkan sekeping dua keping rupiah. Kehidupan dimasa kanak-kanak yang riang gembira, penuh tawa dan canda harus terampas oleh keganasan ibu kota.

Belum usai pelbagai masalah yang menimpa anak-anak kini kita dipertontokan pada kekerasan yang dialami bocah berumur 3,5 tahun bernama Iqbal yang dianiaya mantan kekasih ibunya. Saat ini Iqbal terbaring tak sadarkan diri akibat aniaya yang dideritanya. Di Medan seorang anak berusia sekolah dasar, Aisyah, harus rela merawat ayahnya yang terkulai lemas di becak dorongnya akibat sakit paru-paru yang dideritanya. Sehari-hari Aisyah merawat dan mengayuh becak untuk merawat sang ayah yang sakit. Di belahan wilayah lain tepatnya di Gorontalo, karena dituduh mencuri celengan sekolah dua anak sekolah dasar ditelanjangi oknum kepala sekolah di halaman sekolah. Yang ikut disaksikan dan disoraki murid-murid lainnya. Tragisnya, di Surabaya, demi ingin mempunyai handphone baru seorang anak usia sekolah dasar kelas enam nekat mencuri sepeda motor. Berbagai rangkaian peristiwa ini mengusik batin saya yang paling dalam. Saya merenung bagaimana kalo itu terjadi pada
anak-anak saya? Dan tentu masih banyak peristiwa-peristiwa lainnya yang dialami dan dilakukan oleh anak-anak di negeri ini ditengah hiruk pikuk para elit politik di negeri ini yang sedang “berpesta demokrasi” dalam pemilu April nanti.

Entah mengapa sudah sekian presiden/pejabat/penguasa, yang datang silih berganti nyatanya kondisi kehidupan berbangsa belum juga menemukan sisi baiknya bagi masyarakat kecil (rakyat) di negeri ini, terlebih kepada anak-anak. Sungguh memperihatinkan dan menitik air mata ini ketika terdengar lantunan Mike Tramp (White Lion) menyanyikan tembang “When The Children Cry”….

Little child
Dry your crying eyes
How can I explain
The fear you feel inside?

‘Cause you were born
Into this evil world
Where man is killing man
And no one knows just why
What have we become?
Just look what we have done
All that we destroyed
You must build again

When the children cry
Let them know we tried
‘Cause when the children sing
Then the new world begins
………………..

Selain White Lion yang menyampaikan pesan lewat lagu tersebut, Deep Purple sebelumnya juga menyampaikan pesan lewat tembang “Child in Time” yang dibawakan Gillan dengan penuh rasa dan menyayat hati. Apalagi bila kita dengarkan “Come Away Melinda” dari Uriah Heep yang mengisahkan anak-anak dalam jeratan perang dunia kedua dari negara-negara adikuasa kala itu. Kini anak-anak pun masih mengalami derita perang di belahan negeri lain seperti yang terjadi di Suriah, Palestina, dan negeri-negeri lainnya. Begitu sendu “Come Away Melinda” dilantunkan:

Daddy, daddy, come and look
See what I have found
A little ways away from here
While digging in the ground

Come away melinda
Come in and close the door
Its nothing, just a picture-book
They had before the war

Daddy, daddy, come and see
Daddy, come and look
Why, there’s four or five
Little melinda girls
Inside my picture book

Come away melinda
Come in and close the door
There were lots of little girls like you
Before they had the war

Oh daddy, daddy, come and see
Daddy, hurry do
Why, there’s someone
In a pretty dress
Shes all grown up like you
Wont you tell me why

Come away melinda
Come in and close the door
That someone is your mummy
You had before the war

Daddy, daddy, tell me if you can
Why can’t things be
The way they were
Before the war began

Come away melinda
Come in and close the door
The answer lies in yesterday
Before they had the war

Semoga ulasan ini yang bertepatan dengan renungan Jum’at suci akan lebih bermakna bagi saya pribadi dan rekan-rekan semua di bog gemblung ini atas nasib anak-anak di negeri tercinta, Indonesia.

Child-In-Time-LP

10 Responses to “Child in Time: Anak-anak Dalam Pusaran Waktu”

  1. Budi Putra Says:

    Mas Gatot,

    Matur suwun sdh diposting ulasan ini yg brgkt dr rasa keprihatinan atas nasib anak2 di negeri ini dan belahan dunia lain. Semoga dimasa depan akan lbh baik…amin.

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama- sama mas Budi. Terima kasih atas kepekaannya terhadap masalah sosial apalagi terkait dengan anak2 yang pada akhirnya akan meneruskan negara Kita ini .

      • kukuh tawanggono Says:

        Mas Gatot guru kulo(saya),terima kasih atas amalan yg diberikan kepada saya.
        Dulu mas Gatot pernah memberikan amalan tentang memberi makanan pada orang lain.Ternyata hasilnya barusan saya panen mas.El Chino tadi datang memberi kabar transaksi yg amat menguntungkan(cd Slayer 10 keping senilai 500 ribu).Langsung mas saya terima transaksi itu.
        Matur Suwon(terima kasih banyak)semoga mas Gatot selalu dirahmati gusti Allah Ingkang Maha Agung.

  2. kukuh tawanggono Says:

    Mas Budi setiap kali saya membaca tulisan njenengan,saya ini kok seperti mendengarkan album-album Napalm Death.Sebuah band grindcore pujaan saya.Penuh dengan kritik terhadap keadaan disekitar kita,realistis,jujur,berani,berapi-api,tidak terkesan naif.Andai njenengan mau terjun dalam dunia musik ekstrim,saya yakin njenengan akan menjadi sosok yg amat disegani.
    Saya berdoa agar api keberanian didalam diri njenengan tidak akan padam,mencairkan kebekuan-kebekuan jiwa-jiwa yg terbuai oleh teori dan keakuan.
    Mas Budi,seribu jempol

  3. diansyah Says:

    Ulasan yang mengetuk hati…berbagai lembaga pemerhati anak banyak dibentuk tapi masih banyak anak2 yang hidupnya memprihatinkan…. Astagfirullahaladzim… Ya اَللّهُ lindungilah kami dan keluarga kami. Amin

  4. andria Says:

    kl the Who punya lagu “the Kids are allright”, yg sayangnya sdh mulai tak berlaku saat ini.

  5. Budi Putra Says:

    Mas Kukuh,

    Belakangan ini di tv tersiar kabar berita2 tsb kok malah tambah parah kondisinya. Anak2 yg tak berdosa selalu menjadi korban. Soal ini mmg bukan perkara sederhana krn saling terkait dg masalah2 lainnya: sosial juga ekonomi.

    Makanya mas saya betah di blog ini krn selain review musik yg disajikan disini byk juga ulasan kontemplatif (apalagi komen2nya mas Kukuh) yg mengingatkan kita akan arti hidup ini…maklum mas umur sdh gak muda lagi…hahaha…

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas Budi sedulurku sing tak tresnani
      Andai saya ini dapat berdekatan dengan njenengan alangkah bahagianya hati ini.Jarang-jarang mas orang mengangkat masalah disekitar kita seperti njenengan.Biasanya selalu dari satu sisi,ketika ada satu sisi yg bertentangan dengan sisi kita langsung saja dihakimi.Seakan-akan kita ini udah paling bener(bukankah diatas langit masih ada langit).Kalo njenengan itu kompleks,jadinya kita ndak jadi berwawasan sempit.

  6. danangsuryono2112 Says:

    tulisan mas Budi yang nunjek ini juga mengingatkan saya dengan realita pada lagu-lagu Iwan Fals, salah satunya “sore tugu pancoran”
    …………….
    Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
    Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
    Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
    Dipasa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal
    ……………………..

  7. Budi Putra Says:

    Mas DananG, Iwan mmg kampiunnya menuliskan lirik sosial dgn bahasa jurnalis yg membuat pendengarnya spt ikut merasakan penderitaan org lain.

    Mas Kukuh, berbahagialah krn kita trmsk org2 yg diberi hidayah utk masuk ke blog ini…walau tak bernilai muka tp terasa akrab jalinan komunikasi kita…semoga pengelola dan penghuni blog gemblung ini slalu dilimpahkan rahmatNYA…Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: