GodBless “Raksasa”: Sebuah Ajang Pembuktian Anak Baru

Kukuh “The Madman” Tawanggono

Raksasa CD1

Raksasa CD2

Inilah album keempat Godbless, yang memperkenalkan sosok baru yang menggantikan Sam Lan. Eet Syahranie dipercaya melakukan tugas berat untuk mengisi departemen gitar pada sebuah grup legendaries Indonesia. Saya akui sosok baru ini telah sukses menjalankan tugas berat tersebut. Dengarkanlah bagaimana disepanjang album, seorang Eet Syahranie begitu bebas bermain. Tanpa terpengaruh oleh bayang-bayang yang ditinggalkan oleh Sam Lan, dia membawa warnanya sendiri penuh dengan percaya diri. Distorsi gitar yang begitu tebal ciri khas Eddie Van Halen dia masukkan tanpa sungkan. Dikawinkan dengan permainan hardrock ala Godbless jadilah sebuah karya yang begitu dahsyat. Jika anda ingin bukti omongan saya tentang kepercayaan diri seorang Eet Syahranie, dengarkanlah juga album Godbless ”Apa Kabar”. Disitu akan terlihat betapa seorang Eet Syahranie menolak untuk tenggelam dalam permainan Sam Lan. Baiklah akan saya kupas satu-persatu nomor yang ada di album tersebut.

 

1 Maret 1989

Lagu pembuka yang penuh dengan emosi. Sebuah emosi yang ingin menunjukkan bahwa sang legenda telah datang lagi. Permainan gitar Eet Syahranie membelit seluruh lagu, membawanya lari bagai mustang cobra yang dipacu dengan gila-gilaan. Permainan drum Tedy Sujaya menghentak-hentak, menjelajahi ketukan –ketukan yang selama ini tidak pernah dijelajahinya. Power pukulan yang dia tunjukkan membuat telinga seakan lupa bahwa variasi pukulannya benar-benar miskin. Permainan seorang Dony Fattah disini benar-benar mampu mengimbangi kegilaan teman-temannya dalam menunjukkan aksi. Pada akhirnya sosok Jockie Suryoprayogo saya anggap sebagai pahlawan di lagu ini. Permainan keyboardnya mengerem kecepatan personel-personel lainnya sehingga Ahmad Albar tidak sampai terengah-engah dalam menjalankan tugasnya pada departemen vocal.

Tema yg diangkat lagu ini pun amat mewakili pesan gugat yang ingin ditawarkan, novel penuh omong kosong si Salman Rushdie.

 

2 Menjilat Matahari

Lagu ini benar-benar telah menipu telinga saya. Dengarlah alunan permainan keyboard Jockie Suryoprayogo. Dengan mendaki nada-nada, yang biasanya muncul pada saat seorang tokoh utama pertunjukkan opera akan melakukan tindakan yang bersifat heroik. Dengan entengnya tiba-tiba musik bergemuruh dengan keras dan cepat, menjungkir balikkan tatanan yang sudah tertanam dalam hati saya.

 

3 Mistery

Sebuah lagu balada, seakan oase ditengah gurun pasir setelah dikejar perampok-perampok gurun yg biadab. Disini mereka sengaja menurunkan tempo. Bukan hanya si Albar saja yang membutuhkan jeda, akan tetapi juga telinga kita. Setelah dua nomor yg menyita segala kemampuan, saatnya sebuah nomor sebagai rileksasi. Tema yang diangkat dalam lagu ini masihlah terjadi hingga kini. Sebuah ciptaan Allah SWT yg tercampak, sementara kita yang mengaku sebagai pemujaNya asyik tenggelam dalam lautan teori dan berlagak seakan-akan kita ini juga mempunyai kemampuan seperti-Nya.

 

 

 

 

 

4 Emosi

Ketukan drum Tedy Sujaya dan permainan gitar penuh distorsi Eet Syahranie saling melengkapi pada lagu ini. Saatnya dua personel untuk saling unjuk kebolehan ditimpali permainan personel yg lain. Ya…ya…ya…memang bau permainan Van Halen saya akui tercium begitu pekat. Anehnya justru inilah letak kelebihan lagu ini. Dari dulu Godbless selalu mengambil nada-nada, style bahkan soul dari musisi lain untuk mereka jadikan sebagai inspirasi. Namun selalu diwujudkan dalam persepsi mereka sendiri.

 

5 Cendawan Kuning

Lagu yg menurut saya terasa mentok ditengah jalan.Andaikan saja speednya lebih bisa dipercepat dan vocal si Albar powernya lebih diperkuat  lagi,saya yakin lagu ini akan menjadi sebuah nomor yg dahsyat.Akan tetapi ajaibnya teriakkan khas si Albar ditengah lagu,menjadikannya sebuah karya yg klasik.Ini pernah saya saksikan sendiri,bagaimana band-band yg coba memainkan lagu ini dengan  sang vokalis meniru style si Albar pasti  mengalami kegagalan.

 

6 2002

Giliran om Dony Fattah yg beraksi. Permainan bassnya terasa mirip-mirip dengan permainan Bill Wyman kala masih aktif di Rolling Stone dulu. Rasakan soul lagu ini lantas bandingkan dengan lagu Honky TONK Woman………..saya melihat kejeniusan seorang Donny Fattah yang coba mewujudkan persepsi liarnya tanpa harus terjebak dalam kekonyolan. Saya pernah mendengar sebuah karya musik anak negeri yg coba mengambil soul dari The Rolling Stone. Karena mereka menghalangi persepsi, berakibat sangat fatal sekali. Saya jadi mendengar sekelompok plagiat yg berkhayal sebagai The Rolling Stone……..ha ha ha ha benar-benar menggelikan.

 

7 Pemburu Ilusi

Distorsi lagi ……..distorsi lagi, tapi bener-bener asyik he he he. Eet syahranie gila-gila’an di lagu ini. Permainan drum mas Tedy Sujaya bagai detak jantung yang berdebar-debar kencang kala kita menerabas lampu lalu lintas. Tempo permainan di lagu ini mengingatkan kita pada saat pertama kali baru bisa mengendarai mobil. Injak gas……injak rem……injak gas……..melajulah…………Sepertinya lagu ini diciptakan sebagai lagu pengiring kala menjelajahi malam berteman mustang tahun 1973. Alhamdullilah njih gusti Allah atas segala nikmat ini.

 

8 Sang Jagoan

Inilah yang menjadi kekhawatiran saya selama menikmati album ini. Di track nomor 8 bener-bener terjadi. Permainan yang cepat tanpa kompromi berakibat fatal. Vokal si Albar menjadi keteteran disepanjang lagu. Memang mulai di album pertama Godbless tak pernah bermain begitu keras dan cepat seperti ini. Saya menjadi bertanya-tanya mengapa mas Jockie Suryoprayogo kok ikut-ikutan bermain cepat. Sungguh amat disayangkan sekali.

 

9 Anak Kehidupan

Setelah lima track kita diajak untuk berlari-lari sampai terseok-seok, kini saatnya untuk berhenti sejenak. Dengarlah alunan permainan gitar akustik Eet Syahranie begitu lembut sehingga memadamkan api didalam tubuh yg terbakar oleh permainan yg dahsyat. Sebuah lagu yang nada demi nadanya disusun sebagai bahan perenungan hidup dan kehidupan. Jujur di lagu ini saya seperti merasakan kegundahan seorang Ahmad Albar. Entah apa itu hingga kini saya masih termangu oleh seribu penafsiran yang membentang dihadapan saya.

 

10 Raksasa

Lagu penutup yang begitu megah. Persembahan sebuah band legendaris Indonesia. Personel-personel lama band telah menemukan cara bagaimana mengatasi keliaran si anak baru. Justru yang menjadi perhatian saya disini adalah kejeniusan seorang Jockie Suryoprayogo. Dengarlah permainan-permainan keyboard model para musisi Chicago blues yang disisipkan diantara irama yang mengalir. Sebuah langkah yang jenius dalam rangka memperkaya suasana kemegahan lagu ini.

 

Akhirnya itulah lagu-lagu yang terdapat di album keempat Godbless ”Raksasa”. Memang banyak yang mengatakan bahwa Godbless kehilangan idialismenya dalam album ini. Akan tetapi bagi saya sendiri, album ini teramat….amat…….spesial. Karena album ini bagi saya sesungguhnya adalah blue print sebuah band yang bernama Edane. Dalam hati, saat itu saya merasakan bahwa Godbless ini hanya akan menjadi batu pijakan bagi Eet Syahranie. Setiap permainan yang dia tunjukkan di album ini seakan memperlihatkan sebuah ide yang perlu penjabaran lagi. Penjabaran yang takkan bisa diperoleh jika dia tetap bermain bersama Godbless. Sebuah peristiwa yang dimasa silam pernah terjadi kala Jimmy Page masih bermain pada sebuah band yang bernama Yardbird. Karena visinya dianggap perlu dipertegas lagi, maka keluarlah dia membentuk Led Zeppelin. Kelak band ini akan tercatat, sebagai  salah satu band yang mempengaruhi perkembangan music rock.

Ada sisi unik dari sosok yg bernama  Eet Syahranie. Dia adalah seseorang yang amat tidak suka pada lagu balada. Hal ini jadi mengingatkan saya pada sebuah band yang bernama AC/DC. Sebuah band yang seperti tidak mengetahui bahwa lagu balada itu ada.

14 Responses to “GodBless “Raksasa”: Sebuah Ajang Pembuktian Anak Baru”

  1. wahyu Says:

    Sam Kukuh EET adalah idola saya sejak dia kolaborasi dengan faris rm di album barcelona..dengarkan gitaran eet di lagu barcelona..jan joss tenan..ngerock dicampur ala Al Di Meola..salam gae kera ngalam sam..ayas halokes sd sampe haliuk nang ngalam sam..

    • kukuh tawanggono Says:

      Terima kasih sam Wahyu tulisan komentar njenengan menghibur saya.
      Waktu penggarapan lagu Barcelona,mas Eet Syahranie sempat misuh-misuh ke Faris Rm.Soale begitu datang disuruh main gitar ala latin dengan gitar akustik yg menurut dia ndak begitu sip kalo dipakai seperti itu.Akibatnya harus mengalami berkali-kali take.
      Rupanya sam Wahyu ini penggemar jazz ya,kalo saya suka Django Reinhardt.

  2. Budi Putra Says:

    Mas Kukuh,

    Utk yg pertama komen saya: DAHSYAT!!!.
    Nanti sy komen lg, skrg sdg istirahat dulu stlh pulang dr kantor…hehehe.

    • kukuh tawanggono Says:

      Dahsyatnya untuk gusti Allah
      Klo ada kekeliruan di tulisan itu adalah Kukuh.
      Terima kasih mas Budi

  3. kukuh tawanggono Says:

    Mas Gatot matur suwon sanget.
    Puji syukur Alhamdulilah kepada gusti Allah SWT atas tuntunan-Nya.
    Karya ini saya persembahkan untuk alm ibu…………….
    Beliau pernah berpesan supaya menepati janji,walau apapun beratnya.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Kukuh,

      Rasanya baru beberapa saat lalu njenengan bercanda dengan ibu yang akhirnya ditawari makan nasi goreng … Tak lama setelah itu ibu pergi ke alam lain dan tak akan kembali ke alam dunia lagi. Insya Allah mas Kukuh bertemu kembali dengan ibu di alam akhirat nantinya …di surga firdaus. Aamiin.

      Matur nuwun ulasannya mas. Mohon maaf uploadnya gak instan karena kebetulan kemarin saya rapat nonstop sampe jam 4 sore dan setelah itu pulang gowes kehujanan ngantek kebloh bloh …

      Maaf juga formatnya sulit saya perbaiki karena dokumen aslinya dalam format Words. Satan saya, tulisan selanjutnya langsung di batang tubuh email saja mas dan fotonya dilampirkan di email sehingga saya bisa upload INSTAN tanpa banyak prosedur. Kalau lampiran Words saya musti buka pake lapotop. Kalau di batang tubuh email, saya bisa segera copas dan upload ke blog gemblung.

      Terima kasih ulasannya mas. Saya merindhink kalau pegang kaset album ini karena saat itu saya sedang hidup di Pulau Batam saat album ini muncul. Saya beli kasetnya juga di Nagoya (bukan Jepang, tapi Batam) dengan rasa dag dig dug mengingan Ian Antono tak ada lagi. Ternyata lagu pertama saja sudah menghentak seperti Kill The King nya Rainbow cepetnya. Eet juga yahud banget mainnya. Penampilan di foto nya juga keren. Saya kenal Eet di kaset jadul bernama CYNOMADEUS. Lagu pertama ini sungguh dahzyat dari segi musik dan liriknya. Luar biasa ya kepekaan GodBless sampe kritik pedas terhadap Satanic Verses dia umpatin di lagu ini. SubhanAllah …

      Selamat berkarya!

      * Sedang ngopi Aceh Gayo di Anomali Senopati …sambil kerja dan nunggu rapat nanti jam 11 ….he he he…

      • kukuh tawanggono Says:

        Terima kasih banyak mas Gatot
        Waktu saya mengerjakan ini ibu dlm kondisi sakit dan beliau masih tanya kabar njenengan(beliau sering saya bacakan tulisan-tulisan njenengan terutama masalah agama).
        Mohon maaf kalo ngerepoti

      • Gatot Widayanto Says:

        SubhanAllah…dalam keadaan sakit beiau masih bisa menanyakan saya yang secara fisik tak dikenal beliau. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan tempat istimewa di sisiNya untuk ibunda mas Kukuh. Aamiin.

        Tidak ngrepoti mas … Ditunggu ulasan album Semut Hitam nya mas …

  4. andria Says:

    hebat mas Kukuh🙂
    saya nggak punya kaset ini soalnya kakak saya nggak beli😀
    dulu belinya yg ada lagu semut hitam

    • kukuh tawanggono Says:

      Kalo ndak salah itu album Semut Hitam. Hebatnya biar untuk gusti Allah saja.
      Kalo ada kekeliruan di tulisan ini untuk Kukuh saja.
      Terima kasih mas Andria

  5. diansyah Says:

    Ulasan god bless yang menarik dan asyik. Saat itu sy baru duduk di bangku smp kelas dua. Klip video menjilat matahari wara2 di tvri dan radio. Lagu misteri termasuk yang saya suka karena temanya khas godbless memotret kondisi sosial. Ohya, Sebagai tambahan, mas eet sedikit berbalada di album perdana edane. Bisa disimak pada lagu “masihkah ada senyuman” dan “liarkan rasa”. Tapi di album edane berikutnya mas eet bener2 tancap gas… Viva rock indonesia…smoga tetap berkarya

    • kukuh tawanggono Says:

      Mas di lagu itu si eet ini ndak begitu suka.Untuk lebih jelasnya njenengan baca majalah rolling stone edisi waktu dia diwawancarai sama personel siksa kubur.
      Disitu dengan gamblang dia memuji-muji AC/DC yg asing dengan lagu balada.
      Klo secara pribadi Eet itu kayak terdampar di pelabuhan yg salah.Andai mendarat pada pelabuhan musik ekstrim,saya benar-benar ndak bisa omong.

  6. wahyu Says:

    sudah waktunya membahas mas EET nih..kayaknya sam kukuh tau banyak tentang beliau..saya tunggu ulasan tentang EET sam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: