Paladin

Hendrik Worotikan

Seminggu terakhir ini, kalo dihitung-hitung barangkali sudah lima kali saya memutar plat grup Paladin, yang cover albumnya didominasi dengan warna hitam.

Inilah album pertama dari band asal UK, yang digawangi oleh Keith Webb (drums, percussion), Peter Solley (organ, piano, violin, vocals), Pete Beckett (bass, guitar, vocals), Lou Stonebridge (piano, vocals) dan Derek Foley (guitar, vocals).

Dari kamar 204 hotel Loews Midtown, New York, cerita tentang Paladin dimulai. Keith dan Peter bersama penyanyi Terry Reid saat itu tengah mendampingi kelompok Rolling Stones dalam lawatan turnya di Amerika.
Kembali ke hotel setelah konser, merekapun lantas membahas rencana ke depan mereka. Diskusi yang panjang itu sampai pada kesepakatan kalo mereka akan melepaskan diri sebagai musisi pendukung.

Merekapun memutuskan kembali ke Inggris dan kemudian menyewa sebuah rumah besar disebuah desa kecil di Arlingham, Gloucestershire.
Berbulan-bulan lamanya mereka habiskan waktu untuk menemukan musisi yang tepat, menulis lagu dan berlatih musik.
Dan sampailah dipenghujung tahun 70, mereka tampil untuk pertama kali disebuah tempat bernama ‘Revolution’, London.

paladin

paladinphotos
Tujuh lagu yang direkam secara live distudio ini, dimulai pada pukul 10 malam, Jumat, 8 Januari 1971…

Lagu pembuka di side A plat ini adalah ‘Bad Times’. Sentuhan irama samba langsung terasa ketika perkusi, petikan bas gitar yang disambut bebunyian organ bersatu padu menghasilkan untaian harmoni yang asyik.
Walaupun tidak bisa dipungkiri ada rasa Santana (karena latinnya) dan sound organ ala The Doors yang menyeruak dalam pikiran saya.

Berbeda dengan lagu pertama, ‘Carry Me Home’ diurutan berikutnya bermain di tempo yang slow. Adanya petikan gitar yang melengking kian menambah syahdunya lagu ini.

‘Dance of the Cobra’. Dari judulnya saja kita sudah bisa menebak kalo lagu ini sedikit banyak akan membuat badan ikut bergoyang.
Ini terbukti manakala di intro, petikan bas gitar Pete dimainkan dengan sangat mantap.
Seolah tidak mau kalah dengan para personil lainnya, lewat lagu ini Keith mendemokan kepiawaiannya berdemo drum dengan durasi yang lumayan panjang. Setelah sebelumnya organ dan gitar mengisi bagian dari komposisi instrumental ini.

Sekarang 4 lagu menghiasi pada side B. Dimulai dengan ‘Third World’ yang lagi-lagi irama latin samba melekat pada lagu ini. Hanya bedanya sang vokalis tidak bernyanyi seperti biasanya, melainkan lirik lagu disampaikan dengan cara bertutur.

Kalau disimak lebih lanjut warna musik yang dimainkan Paladin tidak terbatas pada satu aliran musik saja. Tapi juga banyak bersinggungan dengan elemen-elemen genre musik lainnya. Sebut saja irama latin, rock, jazz, soul yang kerap pula menjadi bagian musik Paladin.

‘Fill Up Your Heart’, kental terasa dengan aroma jazz rock. Dan setelah itu kesyahduan kembali terasa di nomor ‘Flying High’.
Saya sebut syahdu karena aransemen musiknya dibaluti bebunyian organ ala band-band era seventies.

Sebagai lagu pamungkas di side B, kembali ditampilkan sebuah komposisi instrumental. ‘The Fakir’.
Kali ini Paladin mengkedepankan warna musik ala Timur Tengah, yang ditimbulkan dari hasil gesekan biola.
Menjadi menarik aransemennya, karena ada sesuatu yang beda disana.

8 Responses to “Paladin”

  1. Hendrik Worotikan Says:

    Tengkyu sdh ditayangkan Mas G. Grup Paladin barangkali terasa asing ditelinga. Bisa juga dibilang ‘Underated’. Tapi nggak masuk dalam kategori ‘One Shoot Band’, karena mereka sdh merilis 2 album.
    Salam.

  2. hippienov Says:

    Aku baru tahu band ini, kayaknya aku belum pernah ngeliat cd nya. menarik juga untuk dicari nih… Matursuwun mas Hendrik untuk pencerahannya.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Sejauh ini sy pun belum pernah ngeliat CD apalagi kasetnya. Juga belum menemukan kaset kompilasi yang ada lagu Paladin.

  3. prasetyoindro Says:

    mas hendrik..salam kenal…thanks review album pertamanya, sy justru baru denger album ke-2 Charge-1972..waktu itu sudah mau nyari file yg album pertama, tp keburu tertimpa dgn keinginan utk mendengarkan band2 lain hehehe..sekali thanks sekaligus mengingatkan saya utk jg dengerin album pertama…

    • Hendrik Worotikan Says:

      Salam kenal juga Mas Indro yg ngganteng (sy sdh liat fotonya bareng mas G soalnya. Hihihi).
      Wah…sy malah belum pernah dengar tuh yg album keduanya. Coba nanti sy cari cari juga deh, apakah warna musiknya msh sama dgn album pertamanya ini.
      Tengkyu Mas…

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya malah blas belum pernah denger nama band ini apalagi musiknya …. Tapi bersyukur mas Hendrik sdh mengupasnya …. Dahzyat!

  4. Budi Putra Says:

    Paladin, sesuatu yg baru bagi saya tp menjadi menarik krn diulas mas Hendrik begitu detail lagu per lagu. Kalo byk ragam genre yg diramu utk lagu2 di album ini tentunya menarik utk disimak album Paladin ini.

    Mungkin krn covernya yg apa adanya ini menjadi nilai minus dr band ini. Bisa saja org akan terkecoh; apakah ini sebuah band atau episode lain dr film Aladin…hehehe.

    Trims mas Hendrik atas ulasannya, tentu akan menambah referensi bagi kita semua.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Budi jadi ingat film Aladin rupanya… Sy juga nggak paham kenapa nama bandnya Paladin.
      Lucu jg sih. Cuma nggak ngerti apakah ada arti dibalik nama Paladin ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: