Jimi Hendrix Experience dan M 97

Hippienov

Tulisan ini diangkat dari flashback

image

memoriku tentang sebuah stasiun radio swasta yang sangat berpengaruh mengenalkan musik prog-rock pada diriku dan kemudian terhadap keputusanku untuk menyukai, mencintai dan berusaha mendalami genre musik ini, dan bahkan secara tidak langsung membawa diriku bertemu, berkenalan serta bersahabat dengan senior-senior di blog ini. Radio swasta yang aku maksud adalah M97 FM (RIP).
image

Tadi pagi sebelum berangkat ngantor aku memutar cd kompilasi lagu-lagu Jimi Hendrix Experience dengan tujuan awal memacu adrenalin supaya gak ngantuk selama perjalanan menuju kantor dan selama di kantor. Alih-alih jadi semangat aku malah termenung dan pikiran ini melayang mengingat saat awal aku kenal The Jimi Hendrix Experience. Sebenarnya sudah sejak lama aku sering dengar nama Jimi Hendrix disebut-sebut dan jadi bahan obrolan pamanku atau teman-temanku. Posternya pun aku suka lihat tapi hanya sejauh itu: Jimi Hendrix adalah seorang pemain gitar rock era 60an, ada yang bilang beliau adalah dewa gitar, but that was it.. no further information… Aku gak pernah tahu/dengar seperti apa lagu-lagu Jimi Hendrix dan gimana permainan gitarnya, pun tidak ada niat yang menggebu untuk mencari tahu lebih dalam lagi.

Bertahun-tahun berlalu tapi tidak ada perkembangan sama sekali, sampai aku dikenalkan Radio M97 FM oleh teman kuliahku, Oka namanya. Dia juga yang termasuk bertanggung jawab membuatku kecanduan prog-rock dengan meminjamkan Yess Genesis-Selling England By The Pound saat aku sedang kehilangan arah setelah merasa jenuh dengan aliran-aliran musik yang sebelumnya aku gemari. Sebenarnya Oka mengenalkan M97 agar aku punya banyak referensi musik prog dan it really worked tapi gak hanya referensi musik prog yang aku dapat di M97 melainkan genre musik rock lainnya. Setiap pulang ke Depok dari kuliah di Semarang selalu M97 FM yang aku panteng dan suatu hari aku dengar sebuah lagu rock yang sangat enerjik permainan drums nya bertalu-talu tanpa henti dari awal sampai lagu itu selesai dengan permainan gitar serta solo nya yang blistering… dahsyat. Buset dah…. lagu apa ini tanyaku dalam hati waktu itu.. Beruntung sang penyiar menyebut judul lagunya setelah selesai dan ternyata itu “Manic Depression” by Jimi Hendrix Experience. Walah! Uedyan!… Jadi seperti ini Jimi Hendrix? Gila banget pikirku…

Singkat cerita akupun hunting kaset Jimi Hendrix yang ada lagu “manic depression” nya dan kebetulan saat itu album-album JHE sedang dirilis ulang, ada beberapa album seingatku yang sering aku temui di toko-toko kaset. Tapi pikiranku sudah ter-mindset ke “manic” dan yang aku beli adalah kaset The Jimi Hendrix Experience “Are You Experienced?”. Padahal belakangan aku temui album-album JHE yang lainnya pun bagus. Sampai hari ini kasetnya masih aku simpan dan rawat dengan baik.

Suatu waktu di M97 ada semacam program song request. Ada 3 lagu yang diajukan dan kita dipersilahkan menelpon serta memilih lagu yang ingin diputar, lagu yang terbanyak dipilih akan di-on air kan. dari 3 lagu yang ditawarkan manic depression termasuk diantaranya. Kemudian lagu “pemenang” on-air di putaran pertama akan dimasukkan lagi ke putaran kedua dan putaran ketiga. Karena lagi tersengat “kegilaan” manic, maka aku pilih “manic” dan ternyata lagu ini terpilih untuk di-on air-kan. Seneng banget rasanya… Selesai putaran pertama aku telpon lagi dan pilih lagi manic untuk putaran kedua dan terpilih lagi, on air lagi… Habis itu telpon lagi dan pilih manic lagi untuk ketiga kalinya dan seingatku lagi-lagi “manic” terpilih untuk ketiga kalinya. Sampai bosen si penyiar pas aku sebut nama dan lagu yang aku pilih, maklum mas baru kenal sama Mbah Jimi jadinya norak, hehehe… Setelah itu Manic Depression gak boleh dipilih lagi, mungkin bosen muter manic bolak-balik… Lucu kalo inget kala itu…

Masih tentang M97 FM, beberapa tahun setelah M97 berhenti mengudara dan akupun sudah gak norak lagi sama Manic Depression, di kantor dulu selagi jadi purchasing di Priamanaya Kelola aku punya vendor alat-alat safety untuk wall climbing dimana kami sering membeli peralatan untuk keperluan operator gondola. Suatu hari (sudah sore seingatku) setelah mengantar barang-barang pesenanku kita ngobrol di pelataran parkir sambil menikmati nikotin dan tar bersama. Obrolan mengalir santai dan lepas sampai pada satu moment ketika beliau (Pak Alex Patty namanya) bercerita kalo dulu sempat gabung di Radio Prambors kemudian pindah ke M97 FM sebagai operator dan pernah sekali-kali jadi penyiar pengganti saat penyiar utama off atau libur. Woaw!… Balik lagi semua memoriku tentang radio nuansamatik ini… Jadilah kita berbagi cerita seputar kenangan masing-masing tentang M97 FM yang sudah gak mengudara lagi. Ngobrol sana-sini sampai lupa balik ke ruangan, lebih asik ngobrolin musik daripada gawe, hehehe… Moment itu selalu aku ingat sampai sekarang walau setelah resign dari Priamanaya antara Pak Alex dan aku sudah jarang saling kontak.

Demikian sekelumit cerita masa lalu tentang Jimi Hendrix dan M97 FM. Maaf jika kurang berkenan dan tidak menarik. Seperti biasa matursuwun Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan serta untuk rekan-rekan yang telah mampir membaca tulisan gemblung ini.

Manic Depression is catching my soul… hippienov

17 Responses to “Jimi Hendrix Experience dan M 97”

  1. eddy irawan Says:

    Mas Hippie, saya paling suka acara di M97 yg ngebahas satu grup musik tertentu ‘collector’s item’. kalo gk salah disiarin jam 10 tiap malam kamis.

  2. Budi Putra Says:

    Wah keren mas hippie, sy jd inget box set jimi hendrix the experience yg sy dapatkan di jogya. Lagu pertama yg sy denger little wings, keren abis intro gitarannya. Selalu sy puter bahkan utk ringtone sekalian. M97 radio favorit, krn sy kuliah di luar jakarta maka kalo pulang kerumah sy panteng ini radio dan sy rekam lagu2 yg diputer pake kaset dan sy bw balik ke tmpt kuliah…bahkan stlh lulus kuliah sy sempet jg ngirim lamaran ke radio tsb…biar jd staffnya dan bisa tau M97 lbh dkt…sayang tak kunjung dtg panggilan interview…hahhaa.

  3. hippienov Says:

    Halo Mas Eddy, apa kabar?
    Iya mas aku juga inget acara itu, salah satu yang aku inget saat Alan Parsons Project dibahas. Wah keren banget M97, sayang harus stop mengudara, mungkin pangsa pasarnya yang segmented jadi pemasukan dari iklan minim sekali dan gak cukup untuk menutup biaya operasional mereka.

  4. hippienov Says:

    Halo Mas Budi, sampai niat direkam lagu-lagu dari M97, kan ada jeda iklannya mas, kerekam juga dong? kayak siaran ulang ya mas, hehehe…
    Aku dulu sempat punya niat mau ngerekam juga mas tapi iklannya gak mau direkam, akhirnya malah repot harus mantengin radio berjam-jam…capek juga lama-lama dan akhirnya niat mulia ini gak abandoned alias batal.
    Kalo mas sempet kirim surlam ke M97, aku malah kirim ke Prambors mas dan beberapa stasiun radio lainnya dan senasib dengan mas Budi, panggilan interview gak pernah kunjung datang, hahaha…

  5. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hippienov, mantap sekalcerita pengalaman bersama sang dewa gitar dan M97 yg legendaris . Dulu sy sempat tergila2 dgn Jimi Hendrix, karena memang permainan gitarnya sangat revolusioner sekali pd era pertengahan 60an. Msh diback up oleh permainan yg dahsya dari bas nya Noel Redding dan gebukan drums Mitch Michell yg sangat variatif dan rapat. Dgn Band of Gypsy jg keren oleh Billy Cox dan Buddy Miles. Tp koleksi kaset, cd, dvd, vcd JH sy sdh bablas semua, termsk boxset spt punya mas Budi tsb😦 dulu album2 JH bnyk diterbitkan oleh Mona Lisa, yg live ada 1 rekaman Team yg sy sempat punya, dan the best Billboard. Jaman kst lisensi memang lumayan bnyk album studio dan live JH yg diterbitkan. Yg keren “Blues” dan “Woodstock” jg “Voodoo Soup”.

    Thanks mas Hippie, postingannya menarik memori sy dulu ttg JH. “Are You Experienced?”🙂

    ::: Salam Djadoel :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  6. hippienov Says:

    Lebih luar biasa postingan mas Cosmic tentang band-band super seventies. Semuanya merupakan pencerahan buatku. Kayaknya baru Pazzop yang aku dapet fisik (cd) nya, yang lainnya banyak yang gak ada.tuobz mas

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau gak mas Cosmic, siapa lagi yg bisa nencerahkan kita ya mas Hippie … Makanya selalu ditunggu ulasannya mas …

      • cosmic_eargasm Says:

        Hahahaha kompornya sdh mulai dinyalakan lg nih🙂

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  7. kukuh tawanggono Says:

    Salam kenal n minta izin sumbang tulisan mas.saya kukuh dari bumi arema.membaca tulisan njenengan saya jadi mewek(nangis terisak-isak),soalnya jimmy hendrix itu yg ngenalin ke telinga saya alm bapak saya.dulu ketika masih hidup,beliau membelikan saya poster mick jegger(karena mulut saya kata alm bapak saya seperti mulut mick jegger jadi dapat panggilan kesayangan gujir bahasa pelesetan beliau untuk jegger).lantas apa hubungannya,nah mulai sejak itu saya rajin mendengar lagu-lagu the rolling stone(walau melalui radio senaputra).dari rolling stonelah saya kenal jimmy hendrix,jujur saya akui jimmy permainannya benar-benar hebat kebat kliwat kaya thathit.cuma dia lemah di lyrik dan orang -orang disekelilingnya ndak bisa ngimbangi permainannya.itu kalau menurut saya .terimakasih atas izin menulisnya dan mohon maaf kalau nulisnya kacau maklum masih tahap belajar.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Kukuh,
      Saya suka komen yang apa adanya seperti ini …ha ha ha …gojir …
      Jimi Hendrix memang edhan. Saya paling suka lagu bertajuk Machine Gun. Asik tenan ….panjang durasinya, sekitar 12 menitan.

      Top!

      • kukuh tawanggono Says:

        Kalo saya suka yg hey joe mas,saya akui durasinya pendek tapi disitu dia bisa ngeluarin soul lagu tersebut.niki lo mas kenapa band-band jaman dulu itu begitu hebat kliwat(itu kalo menurut saya lo he he eh),mereka menghadapi keterbatasan peralatan tapi tidak menghalangi usaha mereka dalam mewujudkan visi-visinya.setiap lagu yg dimainkan begitu terasa jujur, cermin diri para pemainnya.kalo jaman sekarang kayaknya sulit mas,teknologi begitu canggih membuat musisi banyak yg terlena sehingga saya seperti melihat pertunjukkan tubuh-tubuh tanpa nyawa diatas panggung.ada sih yg saya lihat beberapa musisi yg mempunyai komitmen seperti musisi jaman dulu tapi ya itu jumlahnya semakin sedikit(eeh saya kok jadi ngglambyar malahan he he he )sepuntene ingkang kathah mas gatot , matur suwun.

      • cosmic_eargasm Says:

        Benar mas Kukuh, sampean nggak ngglambyar kok. Sbnrnya msh bnyk band2 era skrng yg msh mengutamakan soul dlm permainannya, namun prosentasenya msh kalah dibanding yg cuma mengandalkan teknologi. Memang era 70 an itu adalah era keemasan musik. Puncaknya ada di sana.

        ::: Salam Gemblunk :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” Joh

  8. hippienov Says:

    Iya mas G, tulisan mas Cosmic dan rekan-rekan lainnya di blog yahud ini selalu memberikan pencerahan soal musik dan group-group band yang selama ini gak pernah aku tahu. Tapi bukan sekedar musik loh mas G, blog ini sering juga memberikan pencerahan tentang hal-hal lain dalam hidup ini. Tuobz pokoke…

    • cosmic_eargasm Says:

      Sama juga kok mas Hippie, sy jg bnyk sekali mendptkan info tentang musik yg dulu sy nggak tau dan bnyk yg terlewatkan di blog super gemblunk ini.

      Thanks mas GW.

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  9. hippienov Says:

    Halo mas Kukuh… saat baca nama mas aku langsung teringat dengan teman kuliahku dulu mas, nama depannya sama dengan mas, Kukuh… Entah bagaimana kabar temanku ini yang dulu sangat dekat dan akrab denganku. Kita suka berangkat bareng ke kampus, gantian kadang aku numpang motornya dan kadang dia yang numpang motorku. Kadang malah kita suka jalan-jalan bareng ke Mall Ciputra di Simpang Lima karena kebetulan kos-an ku dan rumah dia satu wilayah dan cedak karo Simpang Lima. Walah dadi nostalgia…hehehe…
    Anyway, selamat gabung mas Kukuh… welcome to the blog that never ends…

    • kukuh tawanggono Says:

      Matur sembah nuwun mas

      • cosmic_eargasm Says:

        Mas Kukuh, salam kenal. Selamat datang di blog super gemblunk yg berisikan manusia2 yg tdk konvensional ini🙂 Memang benar dari era 70 an Malang, walaupun kota kecil namun sangat signifikan sekali penggemar musik rock nya. Dan sempat menjadi barometer musik Rock di Indonesia dan Ovan Tobing jg top sekali sbg penyiar radio dan MC pd even2 rock. Perkembangan musik underground di Mlg jg sangat maju sampai skrng

        Sekelumit cerita mas Kukuh pada bbrp komen sangat asyik sekali dan yg membaca jd hanyut seakan ikut mengalami🙂

        ::: Salam Gemblunk :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: