Suffocation “Effigy of the Forgotten”

Andria Sonhedi

image

image

ini album yg pernah disebut-sebut pak cosmic kemarin, saya bawa juga nyetir mobil magetan-blora. sebelum mendengarkan saya sempat geli melihat foto personilnya seperti kl orang foto bersama mempelai di pernikahan. kl tidak melihat kaosnya tentu tak ada yg menganggap ini adalah grup brutal death metal.

sayangnya saya mmg tak bisa menangkap geraman sang vokalis atau mendapatkan riff yg melodik di album ini. malah sepertinya yg bisa dinikmati adalah gebukan drumnya.

tapi kali ini mungkin pak cosmic malah bisa menjelentrehkan lebih lanjut🙂

teman saya bilang kl Suffocation pernah mampir ke Indonesia di tahun 2005-an atau setelah itu. –evil has no boundaries

13 Responses to “Suffocation “Effigy of the Forgotten””

  1. Gatot Widayanto Says:

    Saya nonton konsernya yang di Jakarta dan blasssss ….ora mudeng sama musiknya ….semuanya muntah kolak dan gak ada beda dari satu lagu ke lainnya.

    Gitu juga penonton tepuk tangan …ha ha ha ….

  2. hippienov Says:

    Keren mas, blog yahud ini makin yahud dengan posting-posting metal seperti treat ini. Aku pernah denger musiknya tapi gak tau kenapa kurang antusias padahal death metal juga, makanya aku gak punya kasetnya. Ada band yang hampir bareng Suffocation dirilis lokal, Benediction kalo gak salah mas.

  3. hardi.dokken Says:

    Dari dulu saya lebih suka thrash metal yang bening macam overkill, anthrax, sabbat
    Personil bandnya aja mungkin juga gak tahu syair yg lg digrowl, lead vocalnya aja yg mudeng

    • hippienov Says:

      Mas Hardi, overkill dan anthrax itu favoritku. Mereka gak melulu ngomongin soal blasphemy dan hal2 serem lainnya. Salah satu alasan lama2 aku meninggalkan death metal karena jenuh dengan lirik2 yg serem begitu.

      • Budi Putra Says:

        Overkill yg sy sukai cuma album Under Influence yg lainnya sm sekali gak ngikutin. Nuclear Assault juga keren tp lagi2 yg bening2 kalah pamor ya…bahkan Coroner yg muntah kolaknya nanggung msh krg digemari jg. Byk yg lainnya selain Benediction spt Entombed, Deicide, Sodom…wah, pokoke ngomongin yg ini gak ada matinye deh…tentu yg fenomenal adlh Kreator…Extreme Agression!

    • Gatot Widayanto Says:

      Berarti mas Hardi berangkat ke Tenggarong dong …nonton konser Testament

    • cosmic_eargasm Says:

      Thrash Metal adalah Old-School Metal yg sy suka, dan sy jg yakin pasti metalhead 80-90an bnyk yg suka. Sblm Death Metal ada, Thrash Metal bs disebut sbg musik metal yg extreme dan bersamaan dgn itu muncullah Napalm Death dgn Grindcore nya yg inovatif dan membuka jalan bagi Death Metal utk terus berkreasi hingga terciptalah sub-genre Brutal Death Metal dan Hyperblast. Sy dulu sempat kagum dgn Kreator “Extreme Aggresion” & Necrodeath yg sy rasa sdh paling keras dan cepat, namun stlh muncul Obituary sempat heran jg dgn style growl vokalnya dan musiknya lbh gelap. Jd penasaran dgn sub-genre baru ini dan puncaknya adalah dirilisnya “Effigy of the Forgotten” oleh Suffocation yg cemerlang dgn ide2 barunya dlm memainkan Death Metal menjadi semakin inovatif lg. Dulu sy menganggap Suffocation sdh paling ekstrim sblm muncul Cryptopsy, Dying Fetus, Deeds of Flesh, Necrophagist dll yg membuat dunia death metal semakin maju dan eksklusif (karena cuma disukai oleh segelintir org saja).
      Anthrax dan Testament dr dulu sy suka, walo sdh lama nggak mengikuti perkembangan album2nya. Anthrax sy dulu sempat nyimpan yg “I’m the Man” dan satunya lg lupa yg gambar org ditengah org bnyk itu. Ke 2 nya rekaman Team Rock Line. Kalo “Spreading the Disease” rekaman Hins Rock Shots, terakhir sy ngikuti sampai album “Persistence of Time”. Testament pastinya “The Legacy”, “Practice What You Preach” dan “Souls of Black” saja. “The Gathering” dan album2 lainnya cuma sempat dengar dan nggak terlalu menyimak. Overkill kok “Years of Decay” dan s/t saja yg sempat sy punya. Power Mad, Benediction, Entombed, Malevolent Creation, Coroner dll sempat punya bbrp albumnya saja, tp kok skrng nggak menancap di ingatan ya. Inilah resikonya kalo semua genre disuka, jadi kelabakan sendiri hahahaha.. Namun yg pasti yg sy suka sampai skrng adalah era 70 an yg jg merupakan era keemasan musik🙂

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  4. andria Says:

    kl Benediction masih bisa diterima sih pak Hippie

  5. cosmic_eargasm Says:

    Ini dia album yg paling bersejarah dlm dunia Death Metal.

    Sy suka Suffocation cuma album ini dan “Pierced from Within” saja. Karena memang secara sound, komposisi dan aransemen serta growl vokalnya menurut sy cuma 2 album itu yg hebat. Karena di besut oleh Scott Burn, sound engineering ternama dlm dunia metal. Sbnrnya tentang Suffocation ini sdkt bnyk sdh sy jelenterehkan pada tret sy yg Deeds of Flesh tempo hari. Menurut sy, style mereka msh kental dgn pattern2 Old-School Metal nya, cuma ditambahkan dgn growl vokal cara baru yg sbnrnya dimulai oleh Lee Dorian saat di ND, namun Frank Mullen melakukannya dgn lbh tdk jelas lg (walopun menurut sy msh terdengar jelas) dan grinding snare 1/16 spt bunyi senapan yg menandakan pakem Death metal era baru, ritmis mereka jg cukup nge-Prog kok, dgn adanya pergantian yg dinamis dr tempo cepat ke pelan dan sebaliknya(namun hal ini bagi kebnykn org yg tdk suka dianggap asal ngebut saja dan tiap lagu terasa sama, karena memang rata2 dr mereka tdk bs menerima style growl vokalnya yg bbrp menganggap teknik tsb gampang yg pd dasarnya malah sulit menurut pandangan subjektif sy). Dari hal tsb maka lahirlah sub-genre baru dr Death Metal yg populer dinamakan dgn Brutal Death Metal atau Technical Death Metal. Kalo dlm dunia Prog populer disebut dgn Progressive Death Metal. Dan stlh itu cukup bnyk band2 era baru yg memainkan Brutal Death/Tech/Prog Death Metal dgn lbh agresif, cepat, teknikal dan growl vokal yg lbh tdk jelas lg. Jenisnya jg bermacam2 ada death growl, guttural growl dll yg lbh bnyk disebut sbg deep low growling(karena jg ada teknik scream vokal pada Death Metal). Msh jg dgn pukulan grinding snare dgn tempo 1/32 yg terasa agresif dan bersemangat. Utk temanya sbnrnya tdk selalu berkutat pd hal2 yg berbau gore, pembunuhan, sadistis dll. Karena memang msh ada 2 pilihan tema lg yakni Blasphemy dan Science Fiction yg tdk mengumbar darah(sy sbnrnya jg tdk suka dgn hal2 yg berbau gore).

    Foto pose personil Suffocation di atas menunjukkan bahwa: musik boleh sangar dan beringas, namun tingkah laku dan kebiasaan sehari-hari tetap sopan hahahahaha.. Benar nggak mas? Terbukti, tiap show even musik extreme metal dimanapun pasti aman dan nggak ada yg nerobos masuk, semua kaum metal support dan sopan kok🙂

    Mas GW sdh mendpt pengalaman langsung pas jadi MC, pd wkt itu adzan Maghrib, begitu diperintahkan mas GW bhw istirahat sholat maghrib dulu, mereka (metalhead) pada nurut dan nggak ada yg protes🙂 dan pasti nggak ada kekisruhan di atas dan dibawah panggung walo musiknya spt mesin gerinda kerasnya.

    \m/

    ::: Metal Rules! :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  6. hippienov Says:

    Alo Mas Cosmic, Testament “the legacy” keren mas, tapi aku paling suka album setelahnya “the new order” yang ada lagu nobody’s fault nya Aerosmith.
    Anthrax I’m The Man itu yang rap-metal, ada satu lagi mas lagu rap metal Anthrax bareng Run DMC kalo gak salah, bring the noise judulnya. Walau aku bukan fans musik rap tapi lagu ini aku suka banget, rap tapi metal dan komposisi musiknya ciamik tenan. Menurutku lebih bagus bring the noise daripada i’m the man.

    • cosmic_eargasm Says:

      Nah iya ada “New Order” juga yg dulu saya sempat punya kasetnya masHippie..

      BTW, Yg “Bring the Noise” sy blm pernah punya mas Hippie. Tp sempat tau, jg blm dengar. Kalo memang lbh bgs dr pd “I’m the Man” mungkin dikarenakan lebih baru secara sound dan sdh lbh pengalaman🙂

      sy jg nggak suka rap, tp yg dibawakan Anthrax ini cukup asyik. Namun kok sy suka (tp nggak bgt) dgn bbrp lagu dr Linkin Park ya mas? Hehehe

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: