Terrorizer “World Downfall”

Hippienov

Selamat pagi Mas G dan rekan-rekan sekalian, iseng-iseng aku mau coba sedikit ngomongin tentang album “World Downfall” dari band grindcore Terrorizer. Aku gak ngerti kenapa belakangan ini selera musikku sedikit bergeser dari progresif ke agresif, mungkin terkena dampak beberapa postingan metal yang dimotori oleh Mas Andria, jadi inget masa-masa waktu ngaku-ngaku sebagai “headbanger and metalhead”,hehehehe…
Semoga tulisan ringan ini berkenan dan bisa menghibur.
terrorizer-front2Album ini termasuk salah satu album “wajib” yang harus dimiliki metalhead dan seingatku dulu gak gampang nyari album ini karena gak dirilis lokal dan mau gak mau  beli rilisan VSP Malaysia, itupun gak selalu ada jadi harus berebutan dan “blitzkrieg” gerak cepat langsung samber tanpa pikir lagi kalo pas ketemu kasetnya.
Aku dan temen-temen SMA ku harus menanti temen yang punya kasetnya untuk kita pinjam terus terrorizer-innerdi-kopi, itupun kalo ada yang rela minjemin karena biasanya kalo yang minjem rame-rame pasti endingnya kaset masternya lenyap, rusak parah pas dikembalikan atau yang lebih menyakitkan pita aslinya diganti dengan rekaman, waduh… miris tenan…
Akhirnya aku gak sanggup lagi nunggu dan nekat dengan sisa uang jajan yang aku saving beberapa waktu aku beli Terrorizer – World Downfall di Duta Suara Sabang rilisan VSP. Puas… dan gak aku beritakan ke temen-temen lain biar gak ada yang minjem, hehehe…
Terrorizer adalah band aliran grindcore yang cikal bakalnya dari band Nausea di dekade 80an. Band ini terdiri dari:
Jesse Pintado (RIP) – guitars
David Vincent – bass
Oscar Garcia – growls (vocals)
Pete Sandoval – drums
Band ini terkenal dengan vokal yang diisi dengan growls yang kasar, riff guitar yang crunchy heavily distorted serta bass yang grinding didukung dengan drumming yang sangat super cepat dengan double bass nya. Berbeda dengan umumnya band metal/grindcore lain yang sering membahas topik tentang satanisme, sadisme, kanibalisme atau hedonisme, Terrorizer seperti halnya Napalm Death liriknya sangat sarat dengan isu-isu sosial, perang, terorisme serta anti kapitalisme.
terrorizer-backSebenarnya materi untuk album “world downfall” merupakan  materi yang sudah ada dan dibawa oleh Oscar Garcia saat di Nausea. Karena Nausea belum juga berhasil merilis album akhirnya materi lirik/lagunya dipakai oleh Oscar untuk album debut Terrorizer.
World Downfall dirilis tahun 1989 dibawah bendera label rekaman Earache/Relativity yang sudah jadi seperti “rumah besar” untuk group-group beraliran thrash/death metal/grindcore, etc. Aku gak pernh ketemu Earache merilis labum artis bergenre pop atau hip-hop, hehehe…
Sayangnya “supergroup” ini tidak berumur panjang, bahkan album “world downfall” dirilis pada saat Terrorizer sudah bubar. Tapi meski sudah bubar begitu dirilis album ini malah jadi album yang sangat berpengaruh di genre musik grindcore bahkan jadi acuan dan seperti aku bilang diatas jadi album wajib yang harus punya.
Setelah bubar masing-masing ex-Terrorizer tetap berkarya di musik metal dan gabung dengan group-group besar lainnya.
Oscar Garcia kembali re-grouping Nausea,
Pete Sandoval dan David Vincent ditarik gabung ke Morbid Angel, sebuah band death metal yang juga sangat berpengaruh di genrenya.
Jesse Pintado masuk Napalm Death saat album mereka “harmony corruption” sedang diproduksi tapi kemudian Pintado bersama Napalm Death berhasil merilis album-album yang ciamik dan jauh berbeda dengan album awal Napalm Death: Scum.
Pertengahan 2004 Pintado keluar dari Napalm Death dengan niat membangkitkan kembali Terrorizer dan menghasilkan album kedua Terrorizer “Darker Days Ahead”. Album kedua ini tidak sebegitu dahsyat deperti “world downfall”, terlalu lama di Napalm Death membuat Pintado terpengaruh death metal dan “darker days ahead”  juga bernuansa death metal dibanding murni grindcore.
Malang di tahun 2006 Pintado wafat karena sakit gagal hati yang dipicu oleh penyakit diabetes yang dia idap. Akibatnya Terrorizer sekali lagi vakum sampai tahun 2012/2013 Pete Sandoval dan David Vincent membangkitkan kembali Terrorizer dan merilis album “Horde of Zombies”, Oscar Garcia tidak diajak untuk proyek ini. Namun album ini pun tidak bisa murni seperti “world downfall”, warna death metal nya tetap kental.
Kaset world downfall VSP ku sudah lama gak ada, terpaksa aku jual beserta kaset-kaset metal lainnya saat aku sedang persiapan skripsi dan butuh biaya. Dan akupun mulai melupakan Terrorizer seiring dengan ketertarikan aku dengan musik lain (baca: progrock) tapi entah gimana mulainya sekitar setahun lalu aku mulai kembali kangen dan ingat dengan masa-masa headbang/metalhead ku masa SMA dan rasa sedih harus kehilangan kaset-kaset metalku dulu muncul kembali termasuk dengan Terrorizer saat aku liat cd nya di Musik+ Sarinah yang sekarang harganya minta ampun muahal. Kaset bekasnyapun susah dicari dan kalopun ada harganya “ngeri” dengernya. Sampai akhirnya aku kenal teman-teman di MBC Medan yang bisa menyediakan cd album ini dengan harga bersahabat. Walau kopian tapi kualitasnya mantep punya…
Demikian rekan-rekan sekelumit tentang Terrorizer, band grindcore (yang sekarang berafiliasi dengan death metal) yang dalam sejarahnya bangkit-bubar-bangkit-vakum dan sekarang bangkit lagi… Kalo boleh aku analogikan, Terrorizer sama sepert IQ yang belum lama ini disebarluaskan virusnya oleh Koh Win, sekali denger dijamin jatuh hati. Terrorizer pun sama, sekali denger world downfall dijamin langung headbang, hehehe… Monggo dicoba dengarkan Terrorizer/World Downfall…
Matursuwun Mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan dan untuk rekan-rekan yang sudah meluangkan waktu membaca tulisan gemblung ini. Mohon dimaafkan jika ada yang kurang berkenan.
After World Obliteration…
hippienov

19 Responses to “Terrorizer “World Downfall””

  1. andria Says:

    saya tak punya kaset ini pak Hippie, mungkin sdh mulai jenuh atau tak punya dana😀

  2. hippienov Says:

    Hahaha…aku pun dulu gitu mas, ngerasa jenuh sama metal tapi entah kenapa belakangan jadi demen lagi.. Mungkin karena faktor memori nya ya atau bisa juga gara-gara postingan mas Andria yang banyak ngebahas soal album-album metal ya?hahaha…
    Suwun mas

  3. hippienov Says:

    Matursuwun mas G tulisan gemblungku sudah muncul di blog, semoga bisa ikut meramaikan. Suwun mas…

  4. Budi Putra Says:

    Saya sempet punya kasetnya nih, seingat sy beli versi copian bareng dg Misfits (walk among us), Accused, Sacrifice, Morbid Angel…kasetnya mmg gak ada keluaran lokal (?). Musiknya keren cuma krn susah nyari kasetnya jd gak byk dikenal kalangan metalhead pd saat itu. Siip ulasannya mas hippie, jd mengenang kembali masa2 headbang yg penuh semangat.

  5. andria Says:

    yg lokal ada pak Budi. saya pernah megang dan minjam.

    • Budi Putra Says:

      Oo ada ya…saat itu mmg byk album band trash metal dan seangkatannya yg mumpuni. Kalo terrorizer grindcore mungkin sejajar dg Carcass…btw, megang juga ya band Sabbat album Dream Weaver? Keren jg tuh musiknya. Album ini dua kali sy dptkan yg pertama versi copian trus hilang dpt lg belinya di loakan taman puring keluaran VSP.

  6. andria Says:

    Sabbat dapat yg Hins Collection pak, tapi yg History of a Time to Come

  7. Didi Says:

    Weisss, jadi inget lagi jamanya ngangguk2 kepala sambil ngedengerin teriakan sang sang vokalis yg suaranya mirip orang lagi kumur2. Saya juga dulu punya kaset World Downfall ini. Sama From Beyond-nya Massacre juga keren tuh + Altar of Madness-nya Morbid Angel yg super duper acak adut musiknya.
    Mantap Mas artikelnya. Jadi inget masa2 diawal tahun 90-an.

  8. anton Says:

    mantap mas hippi, saya juga masih sering denger band ini. lanjutin sejarah grindcorenya hehe

  9. hippienov Says:

    Alo Mas Didi, iya bener mas vokal nya nyaris gak bisa didenger jelas apa yang diomongin, untung ada liriknya jadi bisa baca, hehehe…
    Wah aku juga sempet punya kaset Massacre mas, gitarisnya kalo gak salah gitarisnya Death juga ya? Tapi Massacre lebih ke death metal mas…
    Kalo Altars of Madness itu gila mas, liriknya satanic banget. Di album itu David Vincent dan Pete Sandoval sudah gabung di Morbid Angel. Ada album Morbid angel yang lebih ancur lagi mas, kalo gak salah judulnya “abominations of desolution”. Aku masih simpen kasetnya. Gila itu lebih berantakan musiknya mas.
    Dulu jamanku SMA (tahun 90an) hampir semua temen-temen di sekolah nge-fans sama band-band dan musik metal kayak gini. Pas ada class meeting setelah ulangan umum biasanya kita disuruh bersihin kelas masing-masing, nah tiap kelas pada bawa compo dan saingan setel kaset metal. Yang nyetel kaset non-metal biasanya pelan-pelan nyetelnya,hahahaha… Lucu kalo inget masa-masa itu mas.

  10. hippienov Says:

    Mas Budi, bener kata Mas Andria kaset lokal Terrorizer sempet ada tapi terlambat banget rilisnya, sebel juga pas aku sudah punya rilisan VSP eh ada lokalnya.

  11. hippienov Says:

    Siip Mas Anton, Terrorizer dulu hukumnya wajib punya kasetnya. Mungkin karena susah didapet kasetnya jadi terbentuk opini kaset ini wajib punya,hehehe…

  12. Didi Says:

    Walah Mas, ono – ono wae bersihin kelas sambil dengerin metal ! Jangan2 saking asyiknya dengerin metal yg temponya serba kuenceng, kelasnya jadi kurang bersih tuh. Serba ngebut ha..ha..ha…
    Aku gak sanggup ngikutin album2nya Morbid Angel. Lha wong Altar of Madness aja barter sama kasetnya Edane.
    Ancur banget habisnya. Menurutku musiknya Morbid Angel masih ada unsur prog-nya. Mungkin termasuk sub-genre extreme brutal prog death metal kali kalo emang ada.
    Menurut allmusic, mereka membawa musik pada tingkatan yg paling ekstrim.
    Termasuk pelopor brutal death juga.

  13. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hippienov, dulu kaset lokal nya ada kok, sy sampai sempat punya beberapa kali (biasa, buat barter hehehe), malah yg versi VSP nya sy blm pernah punya. Album ini termasuk wajib bagi metalhead. Sampai skrng pun kasetnya msh diburu oleh para metalhead. Harganya? So pasti tidak murah lah😦 Nomor yg sy suka di album ini adalah ‘Dead Shall Rise’ yg kemudian dibawakan oleh Misery Index, band Grindcore/Death Metal era baru yg sempat main di beberapa kota di Indonesia. Earache juga merilis album pertama dan ke 2 nya John Zorn’s Painkiller. Mas Andria memang top dgn postingannya yg cadas2 bisa menginspirasi kita2 dan pastinya bisa membuat blog super gemblunk ini makin seronok🙂

    Thanks postingannya mas Hippie.

    \m/

    ::: Metal Rules! :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  14. cosmic_eargasm Says:

    ini salah satu album dari MISERY INDEX mas.. silakan:

  15. cosmic_eargasm Says:

    Kalo yg ini salah satu album NASUM yg saya suka.. sayang band ini sudah bubar😦

    \m/

    ::: Metal Rules! :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  16. andria Says:

    pak Cosmic, rekan saya yg dulu nanya ttg tipe vokal death metal (tinggal di Pare-pare, Sulawesi) adalah penggemar berat Nasum.

  17. cosmic_eargasm Says:

    Oh gitu ya mas. Memang sy liat jarang sekali ada band2 metal era baru yg mengusung Grindcore. Kbnykn Death Core atau Metal Core yg lebih fashionable. Scream pd Metal Core sy tdk suka. Nasum ini trmsk band keren, tp sayang salah satu personilnya meninggal kena tsunami di Thailand, maka mereka lantas membubarkan diri.

    Oya, temannya diajak meramaikan blog super gemblunk mas, dgn adanya mas Andria, kesan Music for Life yg selama ini mungkin dikira hanya blognya bapak2 yg hanya suka membahas kaset djadoel, musik Prog djadoel dll jadi lebih open-minded lg dgn bnyknya postingan mas Andria tentang metal, hair-rock/metal dll yg menepis anggapan blog ini seperti yg sy katakan di atas.

    ::: Vote for Avant! :::

    \m/

    ::: Metal Rules! :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: