Marty Friedman “Dragon’s Kiss”

Andria Sonhedi

gw_marty dragon 

sebelum memegang jabatan sebagai gitaris Megadeth (1990-1999) Marty Friedman pernah mengeluarkan sebuah solo album total instrumental. Dragon’s Kiss adalah debut albumnya di Shrapnell Record dan berlanjut hingga 4 album. Marty, yg baru 24 tahun, memainkan semua instrumen kecuali drum diisi oleh Deen Castronovo (cukup legendaris juga karena dipakai oleh Ozzy hingga Journey). Deen sepertinya dikenal Marty sehabis membuat album Go Off!-nya Cacophony.

Rekannya di Cacophony: Jason Becker ikut bermain di 2 lagu : Saturation Point dan Jewel.
kesukaan Marty, atau ciri awalnya, akan pengaruh budaya Timur Tengah dapat didengar di lagu Dragon Mistress.
Forbidden City adalah lagu terpanjang, walau cuma 8 menit tapi mungkin bisa dianggap progressive🙂
album yang selesai dalam 36 menit ini ditutup dengan Thunder March yang sepertinya tak pernah puas diotak-atik Marty karena berubah jadi lebih slow di album Scenes dengan judul  Triumph dan ada satu lagi di album True Obessions-nya. saya sendiri merasa lagu ini yg paling saya suka.
bila anda menginginkan mendengar gitaran Marty saat dia masih penuh inspirasi hard rock/metal cobalah album ini

18 Responses to “Marty Friedman “Dragon’s Kiss””

  1. hippienov Says:

    Mas, jadi ini album Marty jauh sebelum album intorduction ya?
    Terus terang aku suka permaian Marty di Megadeth mulai dari Rust In Peace. Megadeth jadi gak melulu metal, musiknya mulai variatif. Gimana menurut pendapat mas Andria?

  2. andria Says:

    ini justru sebelum Scenes kemarin pak, dan jauh lebih agresif (biasanya istilahnya gitu). alasan Marty keluar dari Megadeth menurutnya karena ingin membuat yg pop oriented bukan thrash metal. tapi ada yg bilang karena Dave Mustaine mengedit solo gitarnya di lagu album Risk tanpa permisi ke dia. album Risk memang album yang paling mudah saya nikmati dibanding lagu2 di album awal Megadeth, contoh: ecstacy & breadline.

  3. Budi Putra Says:

    Saya juga suka permainan Marty di Megadeth…jd koleksi kaset Megadeth yg sy punya hanya yg ada Marty nya saja…sy seneng sekali permainan Marty di album rust in peace, hangar 18, keren!

  4. hippienov Says:

    Woaw… Mas Budi kita sama, Hangar 18 itu keren banget, holy wars di pembukan album juga keren. All in all album rust in peace aku suka. Sound nya lebih clear ketimbang “so far, so good, so what…”
    Tapi yang lebih asik menurutku ada di album countdown to extinction dan cryptic writings, aku suka style musiknya yang gak totally headbanging… Album youthanasia lebih kerasa unsur musik selain metalnya, ambil contoh di lagu train of consequences Megadeth menggunakan harmonica untuk menirukan suara kereta, so bluesy man!…
    Sayang setelah album cryptic, I think my time is up with Megadeth.. Album Risk aku gak suka banget, dan setelah tahu Marty serta Nick Menza hengkang dari Megadeth ditambah kemudian bassist David Ellefson aku jadi malas mengikuti album-album Megadeth lagi. Buatku Megadeth itu dari “Killing is my business sampai Cryptic Writings”, hehehe….

  5. hippienov Says:

    Mas Andria, aku justru kebalikan dari mas. Sejak album Risk aku malah mulai gak bisa menikmati Megadeth lagi… Setelah suka banget dengan album Countdown dan Cryptic, aku berharap yang tinggi dengan album Risk tapi menurutku kok malah dibawah 2 album tersebut, jadinya aku mulai stop mengikuti Megadeth… Plus Friedman, Menza, Ellefson kemudian hengkang (meski Menza sempat sebentar balik lagi dan Ellefson sekarang gabung lagi) tapi kucukupkan Megadeth sampai Cryptic.
    Menurutku Megadet secara keseluruhan paling keren saat Friedman gabung jadi gitaris, setuju gak mas Andria dan mas Budi?

  6. andria Says:

    benar pak Hippie, kl sekarang saya beli cd Megadeth karena adanya di toko ya cuma yg baru2 (dan harga Indonesia)

  7. hippienov Says:

    Iya mas… album-album Megadeth yang lama kalopun ada di toko cd pasti harganya tinggi banget, paling harus hunting ke lapak loak atau order lewat amazon mas… punya album killing is my business mas? aku belum pernah punya album itu…

  8. andria Says:

    saya berhasil dapat cd-nya pak, produksi Combat records. dulu malah dapat harga murah di Yogya

  9. hippienov Says:

    Wah…beruntung banget mas Andria, album itu relatif langka, jarang muncul di toko cd, harganyapun sama dengan harga cd impor. bener mas rilisan combat records. mau dilepas gak mas cd nya? wakakakak….
    O ya, kalo ndak salah ada lagu di album itu yang musiknya mirip banget dengan salah satu lagu Metallica dari album “kill ’em all” tapi aku lupa lagunya apa… bener gak mas?

  10. hippienov Says:

    Postingan mas Andria yang sering ngebahas metal bikin aku inget lagi sama album-album metal yang pernah/masih aku punya.bisa-bisa aku balik jadi headbanger nih,hahaha…
    Sekali tempo dibahas tentang Megadeth mas, special request nih…

  11. hippienov Says:

    Walah boleh d mas… aku terima tawaran mulia dari mas Yuddi… from killing to cryptic…hehehe… suwun yo mas….

  12. yuddi_01 Says:

    Mechanix (Megadeth) = The Four Horseman (MetallicA)

    • hippienov Says:

      Nah betul mas Yuddi, itu yg aku maksud. Matursuwun mas u/ pencerahannya.

    • cosmic_eargasm Says:

      Mantap sekali, mas Yuddi ternyata mengikuti jg dunia per-metal-an.

      Tpsy yakin, pasti nggak mengikuti, apalagi menyukai metal aliran ngorok ya mas hahahaha.. Thanks infonya mas Yuddi.

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  13. cosmic_eargasm Says:

    Wah sy dulu sempat punya kaset ini sampai 4x mas. Kebnykn dulu buat barter, yg terakhir diangkut salah satu teman lama saya bersama kaset Roadrunner seri gitaris yg lainnya. Oya jd ingat, kaset seri gitaris yg ada di Kota Mas dulu yg blm sempat sy punyai adalah Brend Steidl dgn nama bandnya(lupa). Debut Marty ini memang dahsyat sekali. ‘Jewel’ dan ‘Thunder March’ yg sy suka. Deen Castronovo adalah salah satu drummer hebat jg. Album Marty yg sy ikuti terakhir “Loudspeaker”. Tp album baru2nya jg sempat dengar, menurut sy nggak sebagus album2 awal. Marty jg dikenal bnyk mengeksploitasi nada2 musik tradisional Jepang, hingga Kitaro mau bekerjasama di “Scenes”. “Introduction” jg msh beraroma “Scenes”. Tentang Megadeth, dari awal sy suka, karena konsep Dave Mustaine memang dahsyat, jg memainkan gitar dgn vokal yg tdk sejalan dgn nada rhytm gitarnya. Sy menyimak Megadeth sampai “Youthanasia” saja. Namun album2 barunya jg dahsyat walo tanpa Marty.

    Menurut sy musik Megadeth lebih berkelas dibanding Metallica (maaf bagi penggemar Metallica, walopun sy jg ter=
    masuk penggemarnya \m/), meskipun faktanya Metallica lbh bnyk disukai oleh semua penggemar metal dgn riff2 catchy, komposisi yg mudah dicerna, melodi vokal yg earable dll yg berbanding terbalik dgn Megadeth dgn style Mustaine yg khas, riff2 yg sedikit rumit, melodi yg panjang(paling keren era Marty), juga rhytm gitar yg tdk berjalan searah dgn melodi vokalnya (yg paling jelas ada pada ‘Architecture of Aggression’). Selain ‘Hangar 18’ yg disukai mas Budi dgn lead gitar yg menawan, ada jg ‘Holy War’ yg keren dgn clean guitar Marty dgn hiasan nada timur tengahnya. ‘Anarchy in the UK’ nya Sex Pistols jadi keren dgn semangat Thrash Metal. ‘Peace Sells’ jg keren dgn Chris Polland yg skrng menekuni Fusion dgn Ohm nya. Jd ingat lg, ‘Thunder March’ juga dibawakan lg dgn aransemen lain di album solo Marty “My True Obsession”. Yg cover gambar Marty dgn wajah diberi masker bendera itu menurut sy nggak asyik lg. Namun “Music for Speeding” msh asyik. Tentang Megadeth, dulu sy sempat memiliki kasetnya “Peace Sells… But Who’s Buying” rekaman Hins Collections Rock Shots dan “So Far, so Good, so What” rekaman Team Rock Line, yg “Killing is My Business and Business is Good” sempat ngrekam kaset dr cd punya teman yg wkt itu susah sekali mendptkan cd nya. Ada pun jg tdk bs terjangkau, tp memang pas booming cd di Jogja dulu, album tsb sempat sy liat. “Rust in Peace” ke atas sdh rekaman lisensi. “Cryptic Writing” & “Risk” entah kenapa sy nggak sempat dan malas utk menyimak wkt itu, mungkin pas lg tertarik dgn band lain dgn genre lain jg. Sy sempat dengar musiknya “A World Need a Hero” keren jg walo tanpa Marty.

    Thanks mas Andria sdh menarik memori sy tentang kaset “Dragon’s Kiss” dan juga 2 kaset album Cacophony “Speed Metal Symphony” & “Go Off” dan nggak lupa, thanks jg sdh melanjutkan tret sy tentang album2 terbaik dari gitaris2 dunia berbagai genre🙂

    ::: Six String Rules & Metal Rules! :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: