The Beatles di Masa Psikedelik

Herwinto

indiaBagi kebanyakan orang hanya mengenal The Beatles sebatas band rock and roll dengan lagu lagu hit radio semacam Love Me Do, I Want To Hold Your Hand, Let It Be dan semisalnya sehingga menganggap The Beatles sebagaimana band Koes Plus yang enak buat santai dan musiknya pun terlalu ringan, namun bagi kolektor sejati yang mengikuti perkembangan album albumnya tentu akan mengenal bahwa band ini memiliki tiga fase, fase rock and roll di era Beatle mania kemudian fase tengah yakni fase psikedelik dan fase akhir yakni fase pop rock, dan pembicaraan paling menarik dan tak akan ada habisnya adalah fase psikedelik, sayapun sempat terkejut dahulu ketika mendengarkan album album era psikedelik yang sangat jauh berbeda dengan album album sebelumnya yang terkesan ringan dengan tema seputar ”Love” dan “Yeah”. Masa psikedelik sebenarnya hanya singkat yakni tahun 1966-1968 namun pengaruhnya luar biasa hebat sehingga Beatles pun tak luput dari terpaan masa ini. Eksperimentasi dengan narkotika dan agama oriental tidak hanya mengubah arah musik mereka namun juga personalitas keempat anggotanya, bahkan pengalaman psikedelik tersebut menjadikan Beatles sebagai pembuka pintu sebuah era baru.

Sampai dengan paruh terakhir dekade 60 an banyak penggemar musik beranggapan bahwa Beatles sudah tidak tertandingi oleh siapapun, mereka bagaikan dewa dewa yang tak terjangkau tangan tangan siapapun. Sebenarnya india2mengamati perkembangan sosial politik saat itu Beatles bukanlah penyebab terjadinya perubahan perubahan sosial dan psikologis, namun mereka cerdik mengambil potongan potongan gagasan lebih cepat dari para kompetitor mereka, didukung dengan kesuksesan penjualan album, Beatles berhasil memukau dan menyebarkan gagasan gagasan musikal nya dengan cara cara intelektual. Contohnya adalah ketika mereka mempelajari agama oriental yang saat itu tidak populer dengan segera menjadi obyek diskusi masyarakat barat. Beatles bukanlah penemu agama oriental ini yang sudah dikenal sejak abad ke 18, namun ketertarikan barat terhadap kultur timur ini tidak akan pernah terjadi jika Beatles tidak menggalinya. Mereka mendalami agama Hindu-India yang menjadi pemicu kebangkitan spiritual di akhir dasawarsa 60 an, dan merekalah yang mencetuskan musik Avant-Garde yang tercermin secara sempurna lewat nomor keren Revolution-9 dalam White Album 1968. Bruce Springsteen mengatakan Beatles melakukan lebih dari yang dilakukan Dylan dan Presley lewat sukses mereka yang mengglobal. Dylan tidak tertarik dengan gagasan ”masyarakat alternative” yang diusulkan gerakan kontra kultur di akhir dasawarsa 60 an, sementara Beatles menggali inspirasi inspirasi dari gerakan ini, konsep ”Summer Of Love” bukanlah Beatles penemunya namun mereka ikut mempersiapkannya lewat album Revolver.

The Beatles tidak diragukan lagi telah menyebabkan gerakan kontra kultur menjadi lebih massal dan membantu berubahnya dunia pada tahun tahun era psikedelik. Beatles mengenal ganja dari Dylan di tahun 1964, namun dengan LSD mereka menjadi lebih cepat mengalami proses ”mind ekspanding” sehingga lahir karya karya ”acid-influenced” seperti Tommorow Never Knows. Mc Cartney dan Lennon gemar menambah wawasan dengan menghadiri acara acara kebudayaan psikedelik (Underground) di London yang subur dengan warna warni likuid ala Pink Floyd. Bahkan Mc Cartney termasuk rajin melihat pertunjukan pertunjukan Pink Floyd era awal yang sarat dengan psikedelik, pengalaman berharga itulah yang memicu lahirnya album album kaya gizi psikedelik macam Sgt Pepper dan Magical Mysteri Tour. Akibat acid influenced ini pula kolaborasi Lennon-Mc Cartney makin solid, namun Mc Cartney ini masih lebih maju dalam hal eksplorasi musik ketimbang Lennon terbukti dialah sang penggagas lahirnya album masterpiece Sgt Pepper dan Magical tersebut, namun Lennon menjaga originalitas musik Beatles tetap klasik lewat nomor nomor Lucy In The Sky, Strawberry Field dan A Day In The Life. Jika Mc Cartney mengambil makna musikal dari kunjungannya ke acara acara pertunjukan psikedelik, Lennon memanfaatkannya untuk mematangkan sikap politiknya yang anti kemapanan dan Harisson menjadikannya sebagai wahana untuk mendalami kebudayaan timur yang mulai meracuninya.

Era psikedelik Beatles dimulai dari album Revolver hingga White Album, kali ini akan saya ulas mengenai White # 1 cover_2512113082011_rAlbum terlebih dahulu, pada bulan Mei 1968 mereka berkumpul di rumah George Harrison di Esher untuk membicarakan produksi album studio mereka ke-9 yang awalnya berjudul Dolls House kelak bernama The Beatles dan populer dengan nama White Album, berdurasi 93,5 menit album ini terdiri dua keping cakram yang berisi 30 lagu yang diperas dari 100 an lagu, sebagian besar lagu lagu itu dibuat ketika mereka memiliki waktu luang saat sedang berguru bersama Maharishi Yogi di Rishikesh India. Saat masuk studio Lennon telah membawa 14 lagu, Mc Cartney 7 lagu dan Harrison 5 lagu. Mc Cartney mengakui saat di Rishikesh itulah mereka mengalami pengalaman yang membawa ingatan mereka ke masa kecil mereka. Selama di Rishikesh mereka dan artis lain hanya melakukan semedi, mendengarkan khotbah Maharishi dan bermain musik bersama musisi lain seperti Donovan dan Mike Love dari BeachBoys. Itulah mengapa lagu lagu White Album kebanyakan berisi kenangan masa kecil seperti Rocky Racoon tentang film koboi kegemaran Mc Cartney kecil, Piggies, Cry Baby Cry, Dear Prudence, The Continuing Story Of Bungalow Bill semua tentang masa kanak kanak juga Blackbird dan Mother’s #2 cover_2298972009Nature Son. Bagi saya pribadi album ini justru lebih sempurna dari yang lain, Tony Palmer mengatakan bahwa album ini adalah ”Lanskap yang gagal ditemui musisi musisi” karena album itu adalah ”sebuah keindahan proses pembuatan musik yang bening dan teduh”. Menikmati White Album seperti menikmati keindahan burung burung hitam yang beterbangan. Dari sisi politiknya White Album sarat dengan muatan politik anti perang Vietnam, lewat lagu Lennon Revolution 1 dan 9. Sedang Mc Cartney berpolitik lewat Back In The USSR yang menyindir hipokrisi dua negara adi daya Amerika yang menginvasi Vietnam dan Uni Soviet yang mengincar Cekoslovakia. Barangkali satu satunya karya yang masih menjadi pembicaraan para ahli filsafat politik yang mendalam adalah nomor Happiness Is A Wurm Gun, Lennon hanya mengatakan bahwa lagu ini hanyalah sejarah singkat rock #3 cover_2532113082011_rand roll yang merupakan paduan musik rakyat dan rock yang dimainkan dalam 5 tempo dan butuh lebih dari 100 take, namun menurut tafsir ulang para filsuf politik Happiness merupakan observasi sosial yang ganjil, sinis, kasar namun brilian. Sedangkan Sexy Sadie adalah sindiran untuk Maharishi, dan While My Guitar Gently Weep adalah satu satunya lagu yang diisi solo gitar oleh Eric Clapton sahabat Harrison sekaligus musuhnya. (Bersambung)#4 cover_512192132010

9 Responses to “The Beatles di Masa Psikedelik”

  1. HERWINTO Says:

    Terimakasih Om G…..tulisan ini saya persembahkan khusus untuk senior saya mas Yudi yang begitu banyak memiliki kenangan indah terhadap The Beatles….

  2. Wahyu Says:

    Kalo ngulas the Beatles ga ada habisnya mas..mulai istilah beatlemania, memutuskan stop konser karena terlalu banyak penonton yang histeris teriak2 hingga membuat personil the Beatles ga dengar lagi musik yang mereka mainkan, pake lsd, benci dengan negara piliphina, isu Paul meninggal dunia sampai misteri bubarnya the Beatles..memang fenomena banget..

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas Herwinto, luar biasa dahsyat sekali ulasannya.

    Memang The Beatles adalah band yg cerdas. Mau easy listening ada, avant ada, pop ada, rock ok, rock n roll pasti.

    Oya, tentang Avant, menurut saya sudah dimulai oleh Frank ZAppa pada tahun 1966 dgn album “Freak Out” dgn band nya The Mothers of Invention..

    Thanks mas.

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  4. apec Says:

    Dulu sebelum mengenal dunia prog ,album Sgt Pepper,dan Revolver memang terasa aneh bagi saya. Sebab bagi saya saat itu,yg namanya Beatles kuwi ya Yesterday , Let it Be dan Imagine (saat itu Imagine saya anggap sebagai lagu Beatles )

  5. yuddi_01 Says:

    waah mas Herwin kalau sdh bikin tulisan bener-bener dan ‘paling-paling’.
    yah . . . tanpa sengaja akhir ’60an kita sering mendengar lagu2 macam Don’t Let Me Down, Hey Jude, Obladi O Blada, kalau saya ingat ada tetangga depan rumah yg selalu putar ‘Ballad John and Yoko’ dari plaat single nya.
    Kematian John Lennon 8 Des. 1980 merangsang industri rekaman kaset utk menerbitkan kaset2 serial ‘back Catalog’ nya the Beatles macam ‘Complete the Beatles’ dll.
    Sukses dgn Beatles, industri membuat utk Rolling Stones, Deep Purple, Genesis dsb – ini menjadi khas industri kaset awal ’80an.

    Kembali ke The Beatles , saya pribadi mengangap ada album2 transisi antara era ‘Love and Yeah’ dan era ‘Acid’ , yaitu “Rubber Soul” dan bisa juga “Help” dan single di era itu macam Day Tripper.
    Perkembangan (pendewasaan musik dan teknik rekamannya kali tepatnya yahh) sangat terasa di Rubber Soul.

    • Gatot Widayanto Says:

      Kolaborasi mas Yuddi dan Koh Win asik nih membahas The Beatles ….

    • cosmic_eargasm Says:

      Thanks sedikit pencerahannya mas Yuddi. Dari dulu sy nggak terlalu menyimak detailnya band yg paling berpengaruh di planet ini.

      Ayo mas Yuddi, ditunggu ulasannya mengenai selukbeluk dan detail perjalanan The Beatles ini, atau Led Zeppelin, Deep Purple jg boleh mas, sy jg bnyk yg terlewatkan tentang detailnya, apalagi Uriah Heep🙂

      Thanks mas Yuddi!

      ::: You Rules! :::
      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  6. Budi Putra Says:

    Bagus jg nih kalo disinggung “masa paceklik” The Beatles saat jamuan di kalangan jet set dan invansi ke Amerika…

  7. hippienov Says:

    Betul banget kalo sudah membahas The Beatles, 1 buku isi 100 halaman pun terasa kurang. Entah mengapa selalu saja asik untuk membahas “supergroup” ini beserta anggota-anggotanya. Aku sendiri sudah mengenal dan jadi fans Beatles sejak kelas 2 SD (sekitar tahun 1982), dan satu-satunya band yang aku lengkap aku koleksi studia albumnya dalam bentuk kaset dan cd ya cuma Beatles. Walau bisa dibilang semua lagu mereka sudah aku kenal tapi tetap saja tiap ada album kompilasi mereka yang dirilis walaupn berisi materi lagu-lagu yang pernah rilis, pasti akan aku beli. I never get bored listening to them…
    Aku setuju album Revolver adalah tonggak perubahan Betales jadi psikedelik tapi aku pikir di album Rubber Soul hal ini mulai terjadi. Lagu drive my car and norwegian wood (lagu pertama Beatles yang memakai alat musik sitar) mungkin bisa dijadikan dasar alasannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: