The Incredible Tech/Extreme Progressive Metal #3: DEEDS OF FLESH


By: cosmic_eargasm

Thread ini saya dedikasikan buat para metalhead dimanapun berada. Tapi
yang utama tetap saya persembahkan buat blog super gemblunk bersama
sahabat-sahabat gemblungers yang budiman. Yup! thread kali ini memang
mungkin terasa lain dengan share saya tentang band yang dikenal
mengusung sub-genre ‘Technical Brutal Death Metal’ ini.

‘Sekilas tentang Progressive Death Metal’

Salah satu sub-genre dari musik Prog yang termasuk relatif baru ini
berakar dari pengembangan musik Thrash Metal yang dimulai pada era
80an. Beberapa band mengembangkan style ini dengan menambahkan unsur
Prog ke dalam musik mereka, diantaranya ada CYNIC, ATHEIST, PESTILENCE
dan ada DEATH yang paling populer disebut-sebut sebagai pelopor Death
Metal. Terutama di album “Symbolic” dan “Individual Though Patterns”
yang memang sudah sangat tehnikal di era nya. Pada era awal 90an dunia metal cukup dikejutkan dengan kemunculan
SUFFOCATION dengan debut albumnya yang fenomenal “Effigy of the
Forgotten”. Band dari Amrik ini memainkan musik Death Metal dengan
tehnik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Musik yang sangat
agresif, sound gitar yang low dan tebal, melodi panjang, blast beat
pada pukulan grinding pada snare dan gemuruhnya dobel bass drums.
Semua terbungkus dalam kecepatan akurasi permainan semua instrumen,
kompleksitas aransemen, banyak dan seringnya pergantian tempo dan
tehnik menyanyi growling dengan cara baru. Dan terciptalah sub-genre
baru dengan apa yang disebut dengan ‘Brutal Death Metal’ dan
Suffocation menjadi pelopor sub-genre baru tersebut. Dikarenakan
banyak teknik yang dimainkan, maka sekaligus dijuluki dengan
‘Technical Death Metal’ yang secara otomatis dikategorikan sebagai
tonggak ‘New-School Death Metal’ juga.
Pada era setelahnya banyak bermunculan band-band baru yang banyak mengembangkan style permainan dari Suffocation. Diantaranya ada
CRYPTOPSY (Kanada), PSYCROPTIC (Astralia), NECROPHAGIST (Jerman),
SPAWN OF POSSESSION (Swedia), DEEDS OF FLESH dan DYING FETUS (Amerika)
, DISAVOWED (Belanda) dan lain-lain.

“Of What’s to Come” & “Portals to Canaan” by DEEDS OF FLESH

Kali ini yang saya share adalah Deeds of Flesh. Namun, hanya 2 album
terakhirnya saja yang saya share, karena di 2 album ini, style musik
Deeds of Flesh sudah berubah menjadi lebih sangat kental teknikalnya
(walaupun di album-album awalnya sudah terasa teknikal) dengan
menambahkan seorang pemain gitar untuk bermain lead/melodi di tiap
komposisi lagunya. Di 2 album tersebut, formasi Deeds of Flesh menjadi
kuartet, yang diawal kemunculannya lebih dikenal dengan formasi ‘PowerTrio’.
Band yang dibentuk di California, Amrik pada tahun 1993 ini sudah
menghasilkan 1 mini album (EP), 8 album studio (Full-length album) dan 1 official live mereka yang dirilis dalam format dvd.
Album yang paling populer dan banyak disukai di kalangan metalhead
adalah “Trading Pieces” dan “Inbreeding The Anthropophagi” yang
merupakan album pertama dan ke dua mereka. Setelah beberapa kali
gonta-ganti record label dalam perilisan albumnya, mereka kemudian
berinisiatif untuk membuat label sendiri. Dan di tahun 1999,
bertepatan dengan dirilisnya album ke 3 mereka yang bertajuk “Path of
the Weakening” yang berformat kuartet, band pimpinan Erik Lidmdmark ini sudah mempunyai label sendiri, Unique Leader Recs yang fokus pada perilisan band-band technical/brutal death saja.

#DEEDS OF FLESH Of What's to Come (front)#

#DEEDS OF FLESH Of What´s To Come (back)#
Seperti kebanyakan band lainnya, Deeds of Flesh juga termasuk sering
bongkar pasang line-up. Formasi yang cukup awet ada di album ke 4
sampai dengan ke 6 yang populer dengan format ‘Power Trio’ nya.
Dikarenakan perbedaan visi musikal, Jacoby Kingston pemain bass dan
vokal yang termasuk pendiri band menyatakan banyak yang menyayangkan dengan hal tersebut.
Memang kalau dirasakan, album ke 7 mereka yang bertajuk “Of What’s to
Come” sangat lain sekali dengan 6 album sebelumnya. Di album yang
dirilis pada tahun 2008 ini, mereka sudah mulai membuat ‘konsep album’
dan tema yang diangkat sangat berbeda dengan album sebelumnya yang
banyak membicarakan pembunuhan, gore dan lain-lain. Sekarang mereka
mulai mengangkat tema ‘Post-apocalyptic Science Fiction’ yang
dituangkan dalam 9 komposisi yang terasa kental sekali unsur
Progressive nya:
01. “Water of Space”(04:12)
02. “Eradication Pods”(03:33)
03. “Unearthly Infent”(03:31)
04. “Of What’s to Come”(05:56)
05. “Virvum”(03:16)
06. “Century of the Vital”(05:00)
07. “Harvest Temple”(04:05)
08. “Dawn of the Next”(04:04)
09. “Infecting Them with Falsehood”(04:26)

Yang dimainkan dengan apik oleh:
*Erik Linmark: guitar, lead vocal
*Mike Hamilton: drums
*Sean Southern: guitar
*Erlend Caspersen: bass 

Sean dan Erlend merupakan personil baru yang permainannya sangat
dahsyat di album ini. Nada-nada disonan yang terasa keluar dari tema
lagu dan tetap berpatokan pada standart lead gitar ala old-school
metal dimainkan dengan indah dari gitarnya Sean.
Permainan bass yang kaya akan teknik juga dihidangkan dengan sempurna
oleh Erlend, yang belakangan bergabung dengan band Technical/Prog
Death Metal dari Swedia, Spawn of Possession.
Favorit saya ada di track 02, 04 dan 05. Track 09 diambil dari album
ke 2 yang diaransemen ulang menjadi lebih Prog.
Sayang, sound gitar terlalu kering di album ini.
Selang 5 tahun, album “Portals to Canaan” yang masih melanjutkan tema
dari album sebelumnya dirilis pada Juni 2013 kemarin. Untuk line-up
nya diperkuat oleh:
*Erik Lindmark: guitar, lead vocal
*Mike Hamilton: drums
*Ivan Munglia: bass
*Craig Peters: lead guitars

#DEEDS OF FLESH Portals to Canaan (front)#

#DEEDS OF FLESH Portals to Canaan (back)#
Permainan Ivan dan Craig tidak kalah dahsyat dari 2 personil pendahulunya. Album terbaru ini terasa jauh lebih matang dari segi komposisi dan
aransemennya. Untuk mixing dan masteringnya juga terasa sempurna.
Sound gitar lebih low dan terkesan basah jadi lebih matching dan pas
untuk dinikmati, yang terrangkum dalam:
01. “Amidst The Ruins”(04:31)
02. “Entranced in Decades of Psychedelic Sleep”(06:38)
03. “Rise of the Virvum Juggernaut”(04:12)
04. “Celestial Serpents”(05:35)
05. “Caelum Hirundines Terra/The Sky Swallows The Earth”(01:47)
06. “Xeno-Virus”(05:29)
07. “Hollow Human Husks”(04:08)
08. “Portals to Canaan”(04:34)
09. “Orphans of Sickness”(05:25)

Urutan per lagu begitu pas dan ada urutan ceritanya, sesuai dengan
konsep albumnya. Memang terasa enak didengar secara berurutan dari
track awal sampai akhir. Pemakaian loop dan programming serta
efek-efek juga terdapat di beberapa lagu yang menjadikan album ini
menjadi terasa lebih modern. Bahkan ada nomor instrumental yang
ambient terdapat pada track 05.Permainan drums yang sangat dahsyat sekali dari Mike Hamilton yang
mulai bergabung sejak di album ke 4 ini memang terasa menonjol dan
bersih sekali walaupun sound bass drums terasa middle. Walaupun
pukulan ‘grinding snare‘ yang bertempo 1/32 tidak secepat Flo Mounier
nya Cryptopsy, tetapi gempuran dobel bass drums nya begitu super
dahsyat, kesannya jadi bertempo 1/64. Untuk musik ekstrem New-school Death Metal memang teknik grinding snare tidak mutlak dipakai, akan tetapi harus tetap ada, walau jarang. Toh, blasbeat juga tidak melulu berasal dari grinding snare saja. Yang paling istimewa dari band ini,
mereka benar-benar punya style untuk permaiman musiknya yang walaupun blastbeat tetapi tetap menonjolkan kompleksnya struktur lagu, gagahnya riff rhytm gitar, perubahan tempo yang mendadak lambat dan cepat tanpa terprediksi, atonal rhytm dan lead yang kadang disonan.

Demikian ulasan saya tentang salah satu band era baru yang mengusung Technical Death Metal atau biasa disebut Progressive Death Metal

Thanks mas GW yang sangat musical-open minded sekali..

::: Feed The Music without Border :::

72 Responses to “The Incredible Tech/Extreme Progressive Metal #3: DEEDS OF FLESH”

  1. cosmic_eargasm Says:

    wuihhh seperti biasa supercepat seperti grinding snare nya Flo Mounier of Cryptopsy postingnya mas GW..

    Thanks mas.. kali ini saya persembahkan buat para metalhead ataupun penggemar musik yg penasaran dgn aliran metal terbaru ini..😉

    \m/

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas GW, kelihatannya Deeds of Flesh ini blm masuk ke dalam list Prog Archives, padahal menurut sy band ini sangatlah layak utk msk dlm katalog PA. Malah bbrp tahun yg lalu sy lihat Psycroptic (pernah main di bbrp kota di Indonesia kalo nggak salah tahun 2010)sdh msk di PA. Ada salah satu album dr Psycroptic yg dirilis oleh Unique Leaders Recs. label nya Erik Lindmark, pendiri Deeds of Flesh jg. Thanks!

      \m/

      ::: Stay Prog! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  2. hippienov Says:

    Top markotop ulasan mas Cosmic, as usual ulasannya dalam n very technical. Matursuwun mas u/ pencerahannya, aku belum pernah tau band ini sebelumnya. tuobz! Metal rules!

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Hippienov, akhirnya sy selesaikan jg tulisan sy tentang metal hehehe.. Yg lainnya bersambung menyusul ya mas.

      Sy tau band ini juga terlambat kok mas, seingat sy waktu mereka terakhir merilis “Path of the Weakening” album ke 3 mereka. Setelah itu, lama sy nggak menyimak rilisan album2 mereka lbh dalam (karena asyik dgn band New-School Death Metal lainnya yg waktu itu membuat sy terheran-heran, kok bs ya org membuat musik seperti ini?). Sampai akhirnya mereka merilis “Of What’s to Come” pd 2008 yg lalu yg cukup menyita perhatian sy dgn konsep musiknya yg lain dgn album2 sblm nya dan kental dgn unsur Prog dan sedikit style Old-School Death Metal sehingga sy mulai tertarik lg menyimak band ini dan pd 2013 kmrn surprise jg dgn “Portal to Canaan” yg berkonsep lbh matang dan modern. Ada 1 nomor lawas dr Gorguts, band Old-School Death Metal yg dibawakan ulang oleh DoF pd ‘Orphans of Sickness’ yg kalo tdk salah dr album “Obscura”(yg sdh berubah jg style musiknya).

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  3. andria Says:

    saya termasuk tak pernah pesen cd kopian atau donlot mp3-nya karena sdh ketakutan dgn namanya😀
    saya kira tadinya benar2 brutal shg cuma ada bunyi drum yg rapat & gitar yg monoton🙂

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Andria, memang band2 New-School Death Metal/Brutal Death/Hyperblast nggak ada yg diterbitkan format kasetnya oleh label kita. Namun progress nya sangat dahsyat spt genre extreme metal lainnya. Seingat sy yg sempat ada kaset lisensinya Cradle of Filth, Dimmu Borgir dll. Dibanding dgn sub-genre ekstrim metal lain, yg paling sy suka ya Death Metal ini(walo sy tdk sempat mengikuti semuanya). Dulu sy heran jg dgn teknik vokal growling yg lain dgn growl ala Old-School Death Metal. Menurut sy teknik tsb sangat susah dilakukan dan tdk semua vokalis bs melakukannya, demikian jg dgn teknik grinding snare bertempo 1/32 yg membuat sy terkagum2. Dan nggak semua drummer bs memainkan teknik ini. Tentang logo, art work kover yg mengerikan sy kira hal tsb utk merefleksikan esensi sisi extremnya. Utk riff gitar nya sy kira lebih terasa monoton band2 Old-School Death Metal mas(tp sy tetap suka, salut dan tabik thd semua pendahulu Death Metal). Menurut pandangan sy, para penggemar Old-School Death Metal macam Deicide, Morbid Angel, Carcass, Obituary, Napalm Death dll tdk semuanya bisa menerima dan mengikuti New-School Death Metal. Dan diantara mereka bnyk yg mengatakan musik band2 Death Metal era baru terasa ampang dan mungkin monoton. Padahal menurut sy, style mereka sangat inovatif sekali dan sangat bs mengangkat derajat dunia Death Metal menjadi jauh lebih bergengsi dan eksklusif. Dan tanpa bermaksud mengecilkan genre ekstrim metal era baru, menurut pandangan subyektif sy yg paling susah utk ditiru dan dimainkan ya Brutal Death Metal/Hyperblast ini, walaupun ada The Dillinger Escape Plan yg sangat hebat memainkan Math Metal dgn style vokal Screamo ala New-School Hard Core. Yg istimewa dr Deeds of Flesh adalah 2 style range vokal Deep Low Growling & Scream ala Death Metal yg skrng dilakukan oleh Erik stlh Jacoby sang bassist (dan vokal scream) mengundurkan diri.

      Menurut sy, Deeds of Flesh sangat layak disimak mas.

      Thanks!

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Oya, utk teknik vokal Scream ala Death Metal jg sangat lain sekali dgn teknik Scream ala New-School Hard Core atau yg lebih casual, Metal Core maupun Black Metal. Utk tema dlm lirik, artwork, font logo band (yg kbnykn tdk bs lgs terbaca dgn jelas) dlm dunia New-School Death Metal memang tdk ada bnyk pilihan mas, rata2 adalah tema “gore” yg biasanya dibawakan oleh band2 Brutal Death Metal/Extreme Brutal Death & “Blasphemy” yg biasanya ada pd band2 beraliran Hyperblast. Namun sesuai perkembangan jaman, bbrp band membawa tema konsep “Science Fiction” jg yg sdh ada sejak era Old-School Death/Thrash Metal (Nocturnus, Suffocation dll), termsk Deeds of Flesh ini yg ingin menaikkan derajat mereka utk masuk dlm jajaran band metal papan atas dgn konsep baru mereka. 2 album mereka memang mengandung harmoni yg bgs seperti pd kbnykn band2 Old-School Death Metal.

      *Yang lama dilestarikan, yang baru disayang*

      Thanks!

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  4. Edi Apple Santoso Says:

    mas cosmic sudah dengar cranial incisored, band menarik yang mengusung genre ini …… wong yogya ho ….. rock mbeling
    yogya memang isterimewa ……

    • cosmic_eargasm Says:

      Sudah mas Edi, 2 album mereka memang sangat istimewa dan lain dr pd yg lain. yg pertama judulnya panjang sampai lupa sy😀 seingat sy ada “Irrational Behaviour” nya. Format CD nya dirilis oleh label USA (lupa jg nama labelnya), yg ke 2 “Lipan’s Kinetic” jg mantap. Mereka menggabungkan Extreme Death Metal dgn Math Metal ala The Dillinger Escape Plan dan Avant-Hard Core ala Naked City yg kadang jg terselip note2 Jazz. Vokal Screamo yg tdk se-casual Metal Core ala Cranial Incisored ini memang sangat bs mewakili style musiknya dgn tempo dan ritmis yg tdk bs diprediksi sblm dan sesudahnya. Mengingatkan pd style Yamatsuka Eye nya John Zorn’s Naked City.
      Drummernya CI ini jg drummer dr ZOO, salah satu band Rock Mbeling yg jg dr Jogja. Sdh punya cd nya mas? Kemasannya keren, dari kayu berisi kalo tdk salah 3 disc. Thanks info link nya mas Edi.
      Salah 1 lagu CI jg masuk dlm kaset kompilasi “Metalik Klinik Asia” terbitan Musica, (lupa judul lagunya).

      Kalo kata mas DananG, style musik Cranial Incisored ini serasa Chick Corea memainkan Death Metal🙂

      ::: Vote for Avant! :::

      • Edi Apple Santoso Says:

        trilogi peradaban mas edisi limited cuma 100 copies …. yang prasasti juga bagus mas ……
        hidup rock mbeling …..

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah iya “Trilogi Peradaban” judulnya. Benar sekali limited edition dibuat 100 copy ya mas. Yg “Prasasti” sy blm pernah dengar mas Edi. Gitarisnya mendisain dan membuat custom guitar sendiri dan dinamakan dgn ‘Bambu Runcing’.
        Sip mas Edi.

        Majulah Rock Mbeling!🙂

        *Lestarikan Avant!*

        ::: Vote for Avant! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Edi Apple Santoso Says:

        itu gitarnya wukir suryadi yang terbuat dari bambu, ini lagunya bambu runcing yang pernah takposting di fb

        di album kompilasi jogja istimewa 2010 ada armada racun yang pernah disebut sama mas cosmic …
        Kompilasi Jogja Istimewa (2010)

        TrackList :
        01. Ki Jarot (Jogja Hip Hop Foundation) – Jogja Istimewa (Special Jogja)
        02. Serigala Malam – For the Unbroken: Friend Stand Alliance Edition
        03. Armada Racun – The Song Finished
        04. Individual Life – Semoga Engkau Berkenan Mendengarnya Perlahan Hingga Usai (Hope that you would listen slowly ‘til it ends)
        05. Frau – Confidential
        06. Risky Summerbee & The Honeythief – Mind Game
        07. Zoo feat. Wukir – Bambu Runcing (Bamboo spears)
        08. Cranial Incisored – The Joker
        09. Dom 65 – Klub S.A.
        10. Dubyouth – Endless Night

        hidup rock mbeling ……

      • Edi Apple Santoso Says:

        avanti … moro eling albume miriodor – avanti! ……

      • cosmic_eargasm Says:

        Thanks pencerahannya tentang Wukir mas Edi. Jd ingat memang benar gitarnya unik, dibuat dr bambu.

        Tentang CD kompilasi tsb, sy pernah liat cd tsb, tp blm sempat memilikinya. Yg sy ingat adalah: Frau pianis keren, Serigala Malam band New-School Hard Core, DOM 65 band Old-School Hard Core (mungkin seangkatan dgn Something Wrong OSHC jg), Dub Youth adalah proyek dari vokalis Shaggy Dog – band Ska Jogja, Armada Racun sdh merilis 1 full-length album membawakan garage Rock dgn sentuhan kibord, Rizky Summerbee ex Next of Kind, band Prog yg sdh lama bubar. Cranial Incisored dan Zoo sdh dibicarakan diatas. Sisanya sy nggak tau.

        Thanks mas Edi!

        Lestarikan selalu Rock Mbeling!

        ::: Vote for Avant! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Wah Miriodor saya blm nyimak semua albumnya mas Edi.. menurut mas Edi apa albumnya yg terbagus?

        Thanks mas..

        Lestarikan selalu Rock Mbeling!

        ::: Vote for Avant! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Oya mas Edi, semoga situasi Jombang sudah normal kembali dan aman terkendali..

        Amin!

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Edi Apple Santoso Says:

        miriodor, th 2010 ikut rock in opposition festival di perancis, saya hanya punya cobra fakir sama avanti! …. kedua duanya menarik bagiku …. gakpopo kok mas njombang,cuma wingi ae udan awu, pagi ini matahari sudah bekerja sebagaimana mestinya …..
        td malam pas muter massare … aku berangan angan, yok opo yo rasane seumpama saya diberi kesempatan nonton fred frith live disini …. wis … koyo mari nemu emas sak kebo be’e …..
        lestarikan rock mbeling …..

      • cosmic_eargasm Says:

        Thanks infonya mengenai Miriodor mas Edi. Keren juga ya even RIO tsb, coba kalo ada disini😦 dipastikan sepi penonton hahahaha.. Jd kangen liat konser mutakhirnya maestro Rock Mbeling kita nih mas, Slamet Abdul Sjukur(Surabaya) & Tony Prabowo (Malang) yg keren sekali. Oya, di Jogja sempat ada band Rock Mbeling “Sang Guru yang Bijaksana”, pernah liat mas? Wah iya mas, kapan ya Fred Frith atau Marc Ribot bisa main disini? Keburu mereka sdh tua ya mas😀

        BTW, sy blm sempat dengar album terbarunya Fred Frith’s Massacre & John Zorn’s Painkiller nih mas. Pasti dahsyat sekali ya. Oh ya skrng yg main drums di Painkiller siapa ya mas? Terakhir yg sy tau Hamid Drake, menggantikan posisi Mick Harris yg selain sibuk dgn Napalm Death, juga sibuk dgn proyek musikal lain bentukannya. Thanks mas Edi. Lestarikan selalu Rock Mbeling!

        Oya, syukur Alhamdulillah kalo sikon disana sdh normal kembali ya mas.

        Thanks mas..

        Lestarikan selalu Rock Mbeling!

        ::: Vote for Avant! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Edi Apple Santoso Says:

        sang guru yang bijaksana … belum pernah denger, yang anane sama tepelere sdh pernah denger mas cosmic …..
        massacre – love me tender

        painkiller – the prophercy yang ngedrum tatsuya yoshida ruins yang pernah aku tonton di kedai kebun yk ….
        lha yok opo iki rek, kok sampai ngambrak nang nggone rock mbeling ….. tapi gakpopo, pembimbinge padepokan music for life sabar ……
        Majulah Prog!! ……

      • cosmic_eargasm Says:

        Oh iya, sepertinya mas Edi pernah bilang kalo yg main drums di Painkiller Tatsuya Yoshida. Pas di kedai kebun Tatsuya mainnya solo atau formasi duo mas? sy blm dengar yg Ruins “Alone” yg sempat dikatakan mas Edi kalo Tatsuya skrng sendiri. Sang Guru Yang Bijaksana sy jg pernah nonton performancenya di kedai kebun tsb yg memang sangat cocok sekali utk pertunjukan musik2 non-mainstream. Anane sy dulu sempat punya kasetnya yg dirilis oleh IPS/PRS Recs. Sayang band Mbeling ini sudah bubar😦 Kalo Tevelere sy malah blm pernah tau. Ternyata di Jogja bnyk jg band yg mengusung Rock Mbeling ya mas. Wah iya, pembimbing blog super gemblunk ini pasti bisa sabar kok menyangkut obrolan terkait dgn Rock Mbeling ini mas hehehe..

        Thanks mas..

        Lestarikan selalu Rock Mbeling!

        ::: Vote for Avant! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      BTW, mas Edi mantap juga ya mengikuti band2 keren dari Jogja, termsk I Know You Well Miss Clara yg keren itu.
      Oya, ada 1 lg band unik dr Jogja yg memakai format 2 bass (yg kata mas GW memang jarang sekali format spt KC double-trio ini), Armada Racun. Sdh lama rilis album jg seingat sy. Ada lg Rizky and the Summer Bee yg membawakan Modern Psychedelic tp lain dgn Seek Sick Six. Bicara Rock Mbeling, jd ingat dgn Kelompok Kampungan yg jg berasal dr Jogja. Oya ada lg band Prog 70/80 an dr Jogja, Christmas Camel yg bbrp tahun yg lalu album nya dirilis oleh IPS/PRS Recs.

      Hidup Rock Mbeling!

      *Lestarikan Avant!*

      ::: Vote for Avant! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  5. prasetyoindro Says:

    mas cosmic yg budiman..sebenarnya gak perlu ragu2 utk mengupas genre Tech/Extreme Progressive Metal yg campur2 antara prog dan metal ini..menurut pendapat saya, klo seseorang menyukai musik era 70’s dan bisa denger metalnya Black Sabbath atau Iron Butterfly, pasti telinganya jg terbuka untuk sub-sub genre metal lainnya..

    • cosmic_eargasm Says:

      Thanks bgt support nya mas Indro🙂

      Namun menurut sy, penikmat Black Sabbath, Iron Maiden sy kira nggak semua bs menerima New-School Metal kok. Seringnya mereka tdk suka dgn style Growling vokalnya yg biasa disebut vokal ngorok yg tdk jelas melafalkan apa. Sy dulu awalnya jg gitu, namun stlh sy pikir, musiknya sdh ekstrim tp kalo vokalnya biasa saja ya jelas nggak matching. Growling pada Grindcore, Thrash Metal, Death Metal, Brutal Death sangat jelas sekali perbedaan teknik menyanyinya. Termasuk font logo nya, semakin susah dibaca, semakin berhasil esensi ke-extrem-annya hahahaha.. Kalo secara teknik, jelas mereka memainkan skill tingkat tinggi, mungkin bisa jadi sekelas dgn band2 Prog Rock, Jazz dll.. Beberapa pendapat menyatakan band era skrng cuma menonjolkan skill dan teknik saja, namun menurut sy band2 extreme metal era baru ini tetap mengutamakan “soul” maupun “penjiwaan” yg bgs jg. Memang sound nya beda dgn era 70 an yg full analog.

      ::: Salam Musikal :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Maaf mas Indro, maksud sy Iron Butterfly, bukan Iron Maiden spt di atas. Saat ngetik, jari sdh mau ngeklik Iron Butterfly, eh tau2 yg nongol malah Iron Maiden hehehe.. BTW, memang keren dan cadas IB tsb ya mas. Dulu sempat ada kaset the best nya gambar bunga era kaset lisensi. Yg rekaman Monalisa “In-A-Gadda-Da-Vida” dr dulu sy nggak sempat punya. Salah satu nomor kerennya yg sy suka ada ‘Butterfly Bleue’ dgn durasi yg cukup panjang🙂

      ::: Salam Musikal :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Gara2 mas Indro menyebut Iron Maiden .. eh, Iron Butterfly, sy jd otomatis lgs teringat pd salah satu nomor kerennya. Di youtube jg ternyata ada mas. Gila banget ini lagu.

      ::: Salam Musikal :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  6. Budi Putra Says:

    Dahsyat luar biasa ulasannya mas cosmic, selain band2 di atas sy suka jg dg Opeth, Obscure, kalo yg lama so pasti Death, Atheist, dan Rigor Mortis…inget jaman trash melanda ya. Biasanya kalo sy beli kaset/dvd selain pilih band2 progclaro jadul sy pastkan jg pilih band2 dr genre yg lain…spt progmet, trash, death, biar tau prkmbngan, dan nyatanya prmainan band2 ini dahsyat jg. Utk Deeds of Flesh sptnya patut jg utk disimak.

    Thanks mas cosmic, mantap!

    • cosmic_eargasm Says:

      Sy rasa ulasan sy ini kurang komplit & nggak se-dalam apa yg dikatakan mas Hippie mas, soalnya yg album Deeds of Flesh setelah “Path of Weakening” sy nggak menyimak, cuma dengar sekilas2 saja. Wah iya mas, Rigor Mortis sy dulu sempat punya kaset rekaman lisensinya, ada jg S.D.I, yg lain lupa yg rekaman Sabotage kalo tdk salah. Opeth dan Obscura itu band keren mas. Vokalisnya Opeth (lupa namanya) pernah mengisi 1 lagu pd nomor manisnya Porcupine Tree. Atheist dan Cynic memang teknikal sekali style thrash nya.
      Ah, band2 Thrash Metal memang asyik2 kok. Kaset VSP sy dulu lumayan jg, nggak bnyk bgt, tp cukup mewakili, ada Voivod, Death Angel, Dark Angel, Coroner dll. Tapi memang benar sekali, Deeds of Flesh ini memang amat patut sekali utk disimak. Mslh suka atau tidak urusan belakangan🙂

      Sub-genre Death Metal yg paling puncak menurut sy ya “Hyperblast” yg dikenal diusung oleh band2 dr Kanada semacam Cryptopsy dan Kataklysm. Namun tdk semua album mereka bagus dan blastbeat menurut sy.

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Budi Putra Says:

        Wah iya tuh S.D.I dan satu lg yg sempet punya Stormwitch…selain Venom dan Raven tentunya.

        Siip mas, smkn keren blog gemblung dg ulasan mutakhirnya!

      • cosmic_eargasm Says:

        Kalo Stormwitch sy malah blm pernah punya dan bahkan baru tau dari mas Budi. Venom dan Raven dulu sy awal taunya dari kaset rekaman Team Rock Line. Sayang sdh lama lenyap😦 Pada era skrng, Venom bnyk disebut sebagai dewa nya sub-genre Black Metal. Ada lg Possessed. Kalo Black Metal era skrng sy suka Immortal dan Marduk mas.. soalnya mereka memainkan blasbeat dlm komposisi2nya.

        Oya, yg era lama ada Blaspherion dan Samael yg lumayan asyik. Dulu ada kaset lisensinya jg yg lumayan bnyk menerbitkan band2 Metal yg cukup aneh2 Ada Disastrous Murmur, Pungent Stench, apa lg ya mas? Bnyk yg lupa. Malevolent Creation jg sempat ada yg “Stillborn”. Sayang album2 Deicide nggak bnyk dirilis disini. Yg sy paling suka pas kaset lisensi tsb merilis Suffocation “Effigy of the Forgotten” dan “Pierced from Whitin” yg sampai skrng msh menjadi incaran para metalhead.

        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • andria Says:

        pak cosmic, saya punya Suffocation “Effigy of the Forgotten”. sampai sekarang saya msh sering geli kl ingat cara nyanyinya yg mirip mau buang riak 😀
        album satunya saya tak punya, sdh mulai bosan saat itu 🙂

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Andria, itu namanya nyanyi muntah kolak ….wekekekekek

      • cosmic_eargasm Says:

        Hehehehe beruntung sekali mas Andria msh menyimpan album tsb. Growlingnya Frank Mullen menurut sy msh termsk jelas walaupun sdh dlm kategori ekstrim. Mungkin mas Andria malah bisa ketawa kalo dengar growling nya Disgorge (USA) era Matty Way. Low sekali sampai nggak jelas melafalkan apa. Growling nya Erik Lindmark DoF ini jg termsk low dan ekstrim, pas dgn musiknya.

        Amat sangat2 jarang sekali memang penikmat musik apapun yg bs menerima style vokal growling ini🙂

        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Mas GW nemu saja istilahnya hahahaha..

        Btw, Opeth juga style vokalnya nge-growl pd part tertentu.

        Tp jujur mas, dibanding dgn Power Metal, kok sy lbh suka New-School Death Metal ya? Nggak tau kenapa. Tapi band2 Power Metal tertentu sy pasti ada yg suka, walau nggak bnyk.

        Oya, di Solo ada Lord Symphony yg membawakan sub-genre tsb, kalo Jakarta ada Umbra Mortis.

        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  7. hippienov Says:

    Aku gak tau blas tentang band ini mas Cosmic… aku masih bolak-balik diseputar “metal purba” alias band-band metal yang aku kenal dulu jadi ketinggalan info soal band metal baru,hehehe…
    Coba diulas tentang band metal tekno Godflesh mas, band lama juga sih tapi kayaknya masih ada sekarang. Suwun…

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Hippie, maaf banget.. sy bener2 blank soal Godflesh tsb, dulu jg nggak terlalu menyimak soalnya. Ada lg band Death Metal 90 an dgn balutan techno, seingat sy kalo nggak salah namanya Repudiate. Tp sy jg nggak terlalu menyimak. Justru band2 “Metal Purba” tsb fundamental dan akar nya mas, buktinya, sy sendiri jg msh bnyk yg blm tau dan terlewatkan. Walopun jg nggak semua bagus. Hal ini seperti band2 underrated 70 an yg ternyata di awal era cd dulu bnyk yg kita nggak tau dan dirilis dlm bentuk remastered🙂 Mungkin buat next, band metal lainnya saja yg coba sy ulas mas..

      Mungkin mas Noor Qodri hapal dgn Godflesh tsb. Atau mungkin juga mas Anton yg suka jg dgn metal tapi jarang kelihatan🙂

      Hails..

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  8. hippienov Says:

    O ya, back to old prog nih… aku tanya temenku di MBC Medan soal Kravetz, ternyata mereka gak punya katalog band ini. Padahal kalo ada aku mau beli soalnya penasaran sama musiknya.

    • cosmic_eargasm Says:

      Saya malah baru tau “Kravetz” tsb dr mas GW tempo hari. Setau sy selama ini ya “8 Days in April” nama band nya. Pihak label begitu cerdik dgn mengemas ulang 8 Days in April menjadi Kravetz ya mas. Style musiknya hampir mirip2 dgn Frumpy maupun Atlantis kok mas. 2 band ini ada di kaset kompilasi kerennya Yess “Special Slow #2”. Kalo Frumpy ada kasetnya, yg pernah sy punya “All We be Changed” yg gambar bunglon itu, rekaman Bootleg, kalo “Live” nya rekaman Ego Records. Seingat sy mas GW jg punya the best nya rekaman Apple. Kalo Atlantis sy blm pernah liat album nya dlm format kaset mas. Kpn2 sy bawa copyan/file nya buat mas Hippienov. Jg T.P. Smoke dll yg mas Hippie suka. Sementara diintip di youtube dl mas, ada semua kok.

      Thanks!

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      ini di youtube ada 8 days in April full 1 album mas Hippie.. silakan:

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Kalo ini nomor dari Frumpy favorit saya sampai skrng:

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Kalo yg ini dari Atlantis yg merupakan favorit saya juga sampai detik ini dan nggak bosan memutarnya. vokalnya Inga Rumpf memang benbar2 sexyyyyyy.. hmmm..

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Cosmic … Luar biasa nih tretnya mas Cosmic sudah mencapai 53 comments … Edan!!! Sori ya saya gak ikut nimbrung soalnya banyak yang gak kenal termasuk Deed of Flesh ini mas. Tapi gak pa pa …keep writing mas! Biar makin seronok nih gemblung nya … ha ha ha ha …

        Terima kasih link youtube nya Atlantis di atas mas. Keren memang suara Inga Rumpf.

        Tempo hari saya pernah cerita bahwa masa remaja saya suka sekali sama Atlantis dengan lagu “Friends” melalui kaset Prambors Disco 2 yang kasetnya saya beli di Pasar Tebet Barat di dekat rumah tante saya di Tebet Timur Dalam IVD alias Ganefo ….

        Saking kangennya lagu tersebut, siang ini saya browse di youtube … Eh ..ada lho lagu ini. Memang lagu disko sih …tapi suara Inga Rumpf itu loh ….uwediyaaaannn!!!

        Monggo di KLIK:


      • Gatot Widayanto Says:

        Ada versi live nya meski audio gak bagus:

      • cosmic_eargasm Says:

        Wah nggak kerasa ya mas kalo sudah keasyikan ngobrol, iya nih sdh 50 ke atas komennya. Utk metalhead disini, Deeds of Flesh termasuk daftar tunggu mereka utk bisa show di Indonesia, selain Necrophagist (Marco Minnemann pernah menjadi line-up nya). Bicara Inga Rumpf memang selalu asyik ya mas. Tekniknya sbnrnya nggak tinggi2 amat, namun timbre dan penjiwaan saat nyanyi itu lho yg bs bikin klepek2🙂 wah thanks sdh posting link nya via youtube mas, pdhl dr kmrn2 sy penasaran dgn =nomor yg satu ini.

        Dari kmrn2 sy jg lupa mau browsing Inga Rumpf skrng seperti apa ya penampilannya? Kalo Grace Slick sempat liat, walo sdh kelihatan keriputnya, tp msh cantik🙂

        Tentang Ganefo dan memori di rmh tantenya mas GW sepertinya sy sempat baca di tret mas GW yg dulu2, lupa yg apa. BTW, lha ini sudah nimbrung mas hehehe.

        Thanks!

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Ini dari Deeds of Flesh mas. .

        Siap2 tutup telinga hahahaha..

        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Nomor Atlantis yg lain yg menjadi favorit sy sampai skrng selain ‘Maybe it’s Useless’ ada ‘Let Me Stay for a While’ yg sy jg nggak bosan2 sampai skrng. Pertama kali tau nomor nuansamatique ini ya dari mana lg kalo bukan dari kaset kompilasi Yess “Heavy Slow #1” yg ada ‘Visionary Mountain’ nya MMEB yg nge-Prog habis itu dan ‘One Wild Duck’ nya Jethro Tull yg walopun didominasi genjrengan gitar tp kok keren ya mas? Ah, sy kira semua lagu sangat mematikan di kaset ini. Ada Babe Ruth ‘We People Darker Than Blue’ dgn tarikan vokal Janita Haan yg luar biasa dan sangat menjiwai. Bagi sy nomor ini sekaliber dgn ‘Road to Cairo’ nya Jullie Driscoll hmmmm. Mantap sekali itu lagu ya mas.

        di youtube nggak ada ma yg ‘Let Me Stay for a While’ . tapi yg Babe Ruth ‘We People Darker Than Blue’ ternyata ada.. waaah senengnya saya.. silakan mas:

        ::: Female Rules :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Kalo yg ini dari Stone The Crows nomor favorit saya.. dijamin ngguweeblak mas ..

        ::: Female Rules :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  9. anton Says:

    metal, mas Cosmic. Cynic susah ya cari kaset/cd-nya pestilence cuma punya satu Consuming Impulse, yang muka dirubungin semut keluaran VSP.

    • cosmic_eargasm Says:

      Nah ini dia .. baru dimongin sudah muncul..🙂

      Halo mas Anton, jd ingat, sy jg sempat punya album tsb. Seingat sy ini jg album terbaiknya Pestilence selain “Testimony of the Ancient” karena sound engineer nya adalah Scott Burn, yg punya nama besar di dunia metal. Dan bbrp album dari bbrp band yg dibesutnya pasti semuanya dahsyat. Termasuk Suffocation “Effigy of the Forgotten” dan “Pierce from Within”, kalo Deicide yg “Legion”, Obituary “Cause of Death”, Sepultura “Beneath the Remains”, Gorguts “Consider of Death” dll bnyk yg lupa.

      Iya mas, Cynyc memang susah dapatnya, tp kalo kata mas Andria dulu di Jogja sempat nggak laku ya sayang bgt jadinya. Andai skrng ada pasti jg nggak bertahan lama di lapakers2.

      Artwork kover Pestilence tsb mengingatkan pada artwork kover album pertama Naked City (back cover nya), tapi dikerubuti kepiting yg juga keluar dr dlm mulut. Garapan Matsuo Suehiro, extreme artworker dr Jepang.

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  10. andria Says:

    pak Anton, dulu di Yogya Cynic pernah ada tapi malah tak ada yg beli🙂
    kl Pestilence saya punya Testimony of the Ancient. bassis Tony Choy ditulis di inlay card sbg ex Cynic. saya pernah baca wawancara lama dgn anggota Cynic yg menyangkal kl Tony Choy pernah benar2 main di Cynic. Tony bahkan sblumnya akan digaet Atheist setelah ditinggal mati bassisnya namun keduluan Pestilence. Kelly dari Atheist sampai menganggap Pestilence bukan prog death metal & tak perlu pemain bass yg berkemampuan baik seperti Tony. mungkin juga ini taktik label-nya Pestilence supaya dianggap grup sealiran dgn Cynic.

    • cosmic_eargasm Says:

      Nah sy jg sempat punya kaset Pestilence “Testimony of the Ancient” tsb mas Andria. Rekaman lisensi. Wah, sangat mencerahkan sekali info tentang Atheist dan Pestilence nya mas🙂 Menurut sy musik Pestilence memang kental unsur Prog nya. Tapi tdk semua album nya bagus. Tp sy jg blm dengar semua dan album tsb sy jg benar2 blank alias lupa lagu2nya.

      Thanks banget atas pencerahannya mas Andria.

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  11. apec Says:

    Mas cosmic ,band2 semacam ini saya bener2 buta , .tp sempat menikmati dimmu borgir ,yg albumnya berwarna Dasar ijo ,suka dengar melody nya. Reagan VSP banyak yg nyari , bahkan Kalo ada festival musik ngorok , ditawarkan dgn harga mahal melebihi kaset Yess

    • cosmic_eargasm Says:

      Pengetahuan sy juga nggak dalam2 amat kok mas Apec dan bnyk sekali yg terlewatkan. Cuma band2 tertentu dan nggak semua albumnya yg sy simak. Kalo pengetahuan tentang Old-School Metal malah mas Andria yg mendalam(jd ingat dgn kata mas GW kalo disarankan meninggalkan IQ hahahaha karena memang ranah mas Andria ini di metal. Mantap mas Andria!).

      Wah, Reagan kaset VSP sy malah nggak tau dan baru tau dari mas Apec skrng ini. Tentang dunia metal sebenarnya sama jg dgn dunia Prog. Ada band tertentu yg rare-items dan jd buruan para kolektor. Terlebih band2 Old-School Metal bbrp versi kasetnya memang setara dgn harga kaset Yess, Monalisa, Apple dan Bootleg. Bbrp CD yg OOP juga dihargai tinggi, bahkan yg tdk masuk akal merchandise berupa kaos jg bs mencapai seharga sepeda motor bekas biyuh2..

      Dimmu Borgir sy ada yg suka albumnya tp lupa yg apa, dari dulu jg nggak terlalu menyimak. Yg dimaksud mas Apec kelihatannya yg ada kaset lisensinya.

      Thanks infonya tentang Reagan mas Apec..🙂

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  12. Noor Qodri Says:

    wuih ternyata diskusi permetalan di sini bisa seru juga hehehehe. terus terang untuk genre ultra brutal death metal ini (hehehe ini istilah saya yang parabolis) untuk kuping saya kurang bersahabat. Saya bisa menikmati (terutama di waktu live), tapi musiknya gak bisa masuk ke kepala dan diingat. Seperti Cryptopsy yang di kuping ini terdengar nggak punya struktur verse dan chorus. Saya perhatiin sepertinya tidak ada yang berulang.

    • cosmic_eargasm Says:

      Halo mas Qodri, gmn kbr nih baru muncul. Memang seperti apa yg sy katakan di atas, penikmat musik apapun, bahkan metal jarang ada yg suka/menerima sub-genre ini mas. Kalo didengar sekilas memang kesannya ngasal dan pokoknya ngebut, namun kalo disimak lbh detail, part2 gitarnya sangat bervariatif, bahkan menurut sy, Deeds of Flesh ini pada era sblm 2 album ini nggak pakai melodi, namun part2 rhytm gitarnya sangatlah kompleks dan kesannya seperti melodi, itupun msh dgn bernyanyi, eh mengorok🙂

      Tentang Cryptopsy, coba mas Qodri simak yg album “None so Vile”, semua lagu ada pengulangan part, chorus, verse dll seperti lagu umumnya. Memangnya mas Qodri dengar yg album apa? Sy suka musik Cryptopsy, tp nggak suka vokalnya(baik dgn Lord Worm maupun Mike Di Salvo atau yg baru – lupa namanya), kesannya nanggung dan kurang matching gitu. Tp Flo Mounier memang benar2 ganas sekali permainan drum nya. Dan memang benar kata mas Qodri, musik jenis ini enaknya dinikmati secara live🙂

      Terus terang, sy sendiri jarang sekali mutar musik metal mas. Apalagi yg Brutal Death/Hyperblast. BTW, sepertinya mas Qodri nonton Disgorge(USA) – karena ada band dgn nama dan sub-genre yg sama dari Mexico.

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Noor Qodri Says:

        Saya nonton beberapa band seperti ini waktu Hammersonic. Cryptopsy yang saya punya kasetnya And Then You’ll Beg, itupun karena ada yang berbaik hati kasih kaset cetakan luar.

      • andria Says:

        And Then You’ll Beg itu saya cuma suka lihat sampualnya doang😀 sepertinya saya punya kopian DVD Criptopsy tapi msh belum sempat nonton. di rumah dimarahi isteri, di tempat kos sdh kehabisan waktu + dvd player rusak🙂

      • cosmic_eargasm Says:

        Mas Qodri, memang era album tsb style musik Cryptopsy sudah berubah menjadi technical dgn bnyknya unsur2 Prog yg sangat rumit dan seperti kata mas Qodri yg tdk ada pengulangan dan jauh lebih kompleks. Sbnrnya sdh dimulai pada album “Whisper Supremacy”, album ke 3 sblm “And Then You’ll Beg”. Nggak semua lagu2nya sy suka, yg dulu sering sy putar cuma: ‘… And Then it Passes’, ‘We Bleed’, ‘My Prodigal Sun’. 2 album di atas menampilkan vokal Mike Di Salvo dgn style yg sdkt Hard Core yg menurut sy nggak matching dgn style musiknya. Kalo nuansa Old-School Death Metal terasa sekali pada 2 album pertamanya “Blasphemy Made Flesh” & “None so Vile”, msh kental dgn struktur lagu mainstream dgn pengulangan verse & chorus. Riff gitarnya dgn tremolo picking yg cepat ditambah grinding snare 1/32 menunjukkan style New-School nya. Namun sy jg tetap tdk suka dgn style vokal Lord Worm (maaf bagi penggemar Cryptopsy).

        Thanks!
        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        Wah iya Hammersonic Fest yg 2 hari itu ya mas. Sayang wkt itu sy nggak sempat nonton. Kalo nggak salah ada Cannibal Corpse, Cradle of Filth ya mas. Kalo Disgorge (USA) dulu 2x main di Bandung. Sempat juga band Grind Core/Death Metal, Misery Index main di bbrp kota di Indonesia.

        Bicara Grind Core, jd ingat Nasum, sayang sdh bubar karena salah satu personilnya meninggal kena tsunami di Thailand yg bareng dgn ganasnya tsunami Aceh. Ah jd ingat dgn Terrorizer “World Down Fall” yg kasetnya msh saja menjadi incaran para metalhead disini.

        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  13. hippienov Says:

    Walah matursuwun mas Cosmuic untuk tawarannya, jelas aku terima dengan tangan terbuka dan suka ria. Lah wong mau diberi pencerahan oleh salah satu seniorku mosok ditolak, hukumnya wajib (diterima) itu…
    Boleh mas, sekiranya mas ada waktu luang dan kesempatan di weekend monggo kontak aku, kalo ndak ada halangan aku pasti jalani.
    Ini no. hape ku: 0818-082-33033
    Suwun

    • cosmic_eargasm Says:

      Sip mas Hippienov, kalau ada waktu dan kesempatan pasti sy hubungi. Nomernya sy save ya mas. Mau ke Corelli saja dr tahun kmrn blm sempat2 jg mas.

      Thanks!
      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  14. Noor Qodri Says:

    Nah kalo ngomongin jebolan kelas Napalm Death menarik nih. Ada yang jadi pionir doom metal, ada yang jadi pionir gore metal sekaligus pionir melodic death metal, dan Justin Broadrick memberi jalan untuk industrial melalui bandnya Godflesh. Karena saya punya latar belakang seneng elektronik (sekarang lagi seneng sama Zedd, Daft Punk) jadi masuknya gampang banget. denger-denger sebentar langsung suka. Denger distorsi sepotong-sepotong di antara bebunyian mesin jadi pengalaman baru yang mengasyikkan. Sekarang Justin punya proyek baru, Jesu. Mengarah ke post-metal, musik ngawang-ngawang jaman sekarang, dengan gitaran yang tebal.

    • cosmic_eargasm Says:

      waaaaah thanks pencerahannya mas Qodri, sy nggak mengikuti sama sekali sub-genre ini… boleh dicoba nih..
      kalo elektronik saya masih berusaha mengikuti Bill Laswell, yg juga personil dari band “gila” nya John Zorn, Painkiller dgn Mick Harris nya Napalm Death juga.. eh ada Ikue Mori juga yg membawakan elektronik avant ini mas.. biasanya bekerjasama dgn Zorn juga..

      Zedd, Daft Punk saya pernah baca dan dengar namanya tapi blm pernah dengar musiknya mas..

      Ayo diulas Godflesh nya mas.. ditunggu mas Hippie tuh.. saya juga🙂

      Thanks Again..

      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      BTW, menyebut Jesu, saya jd ingat jaman 80 an ada band dgn nama Yazzoo.. (kira2 artinya sama ya mas?) band duo nya Alisopn Moyet (bukan monyet lho hehehe). Mereka membawakan musik new wave tapi dgn style unik dan lain dr yg lain dgn ada unsur elektronika jg tp casual.. dulu semp[at ada kaset rekaman Yess nya juga..

      Justin Broadrick ini akhir2 ini memang banyak dibicarakan oleh metalhead..

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • Noor Qodri Says:

        Jesu diambil dari trek terakhir di album terakhir Godflesh, Hymns yg kayaknya saya punya nih (mode gak yakin: on). Kalo elektronik saya mah sukanya yang mainstream aja gak usaha ubek-ubek lainnya.

      • andria Says:

        kata penggemar elektronik metal Hymns adalah album terbaik Godflesh. saya pernah donlot juga cuma akhirnya berakhir di arsip cd mp3 saya🙂

      • cosmic_eargasm Says:

        Hahahaha sy malah geli baca komen mas Andria yg kebelet nonton dvd Cryptopsy malah dimarahi istri. Pakai headset saja nontonnya mas🙂 Apa dvd tsb yg live di Perancis mas? Keren yg itu, ada solo drums Flo Mounier yg mantap.

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Qodri, sy jd penasaran sekali dgn pionir2 yg mas sebut. “Gore Metal” setau sy ada Cannibal Corpse yg menonjol, “Industrial” ada Fear Factory nya Dino Cazares, “Melodic Death Metal” sy tau cuma In Flames. Kalo “Doom Metal” apa mas? BTW, “Electronic Metal” ini sebutan lainnya apa yg populer mas? Thanks banget mas Qodri.

      Thanks jg mas Andria yg ternyata punya “Hymn” juga yg kata mas Andria bnyk disebut sbg album terbaik Godflesh.

      Thanks!
      \m/

      ::: Metal Rules! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  15. Prettyh8 Says:

    sebenarnya kl hanya punya format mp3 itu bisa disebut “tidak punya” 🙂

    • andria Says:

      sori, yg di atas itu punya saya, cuma lupa ganti nama😀

      • cosmic_eargasm Says:

        Oh ternyata yg memakai nickname tsb mas Andria ya🙂 jadi ingat dgn Pretty Things nih, band 60/70 an yg keren. ‘It’s Been so Long’ adalah salah satu nomor favorit sy.

        Tentang MP3 memang bermacam2 anggapan org. Ada yg suka, ada yg merasa terbantu, tp ada yg mencibirnya, dan salah satunya adalah anggapan mas Andria yg merasa nggak memiliki fisik nya walaupun punya MP3 nya🙂

        \m/

        ::: Metal Rules! :::

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • Gatot Widayanto Says:

      Setuju mas Andria …. Minimum kasetnya …. Atau, punya temen yang punya kasetnya …berarti kita bisa bilang “punya” … Ha ha ha …

      # Np. Gandalf’s First #
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      • cosmic_eargasm Says:

        wah Gandalf ityu kren mas GW.. ada kaset the best nya dulu rekaman Yess era baru..

        “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: