Rick Wakeman Bagi Saya (8 of 38)

Merindukan Kaset Rekaman Pop Discotic “No earthly Connection”

Seperti saya pernah uraikan di tulisan ke 7 yang lalu, pertama kali denger album No Earthly Connection ya melalui kaset milik kakak saya saat dia bawa pulang liburan dari kuliah di Yogya. Saya coba nikmati lagu-lagu yang ada di dalamnya namun saya rasanya gak dapet “feel” nya sama sekali karena justru yang saya sering dengar adalah pengulangan kata-kata “Music of my soul …” yang bener-bener njelehi karena berulangkali.  Ini semua terjadi ternyata karena kreatifitas perekam kaset yang membolak-balik urutan lagu sehingga urutan tak sesuai aslinya, atau memang saat itu saya belum bisa sepenuhnya mencerna music dari album ini. Padahal …saya ternyata menyukainya sekali terustama setelah mendapatkan kaset TDK telanjang milik teman saya kuliah: Ilham Loekito Putranto. Saya sendiri herana mengapa “klik”nya setelah itu .. Mungkin karena penasaran dengan kaset telanjang TDK tersebut da nada rasa penasaran saat memutarnya: Ini lagunya siapa? Apa judulnya?

Padahal album ini telah dirancang oleh Rick wakeman dengan penuh kehati-hatian dan terdiri dari satu epic dan dua lagu. Epic nya yang bertajuk “Music Reincarnate” sendiri terdiri dari lima track / movement. Struktur dari album ini adalah:

Music Reincarnate: 28:08 (tracks 1-5)

1. The Warning (8:19)

2. The Maker (3:34)

3. The Spaceman (4:03)

4. The Realisation (4:17)

5. The Reaper (7:55)

 

6. The Prisoner (7:01)

7. The Lost Cycle (7:02)

Pembuatan struktur seperti ini jelas merupakan pengejewantahan dari apa yang ada di otak composer (Rick wakeman) tentang visinya mengenai reikarnasi music yang dimulai dengan komposisi indah “The Warning” dibuka dengan besutan keyboard gaduh berdurasi panjang khas Rick Wakeman. Kemudian koor menarik ini menyeruak mengawali alunan music dinamis berbasis keyboard:

Taste of fruitful inhibitions of a human

Incapable of future seeing

Beyond his thoughts of music.

Terus drums menghentak membawa musik bergerak lincah. Bener2 asik lagu pembuka ini. Kemudian nyambung dengan The Maker dengan lirik yang sederhana:

Knowing,

Gift of music showing.

Gift of love to show me the way

To the little man.

Teaching the way for the little man.

Show the way the music stems from love.

Music of my soul.

Nyambung lagi ke movement ketiga dengan The Spaceman yang dinamis dengan kombinasi drums yang menawan dan juga koor indah, dan tentunya keyboard Rick.  The Realisation memiliki melodi dan aransemen yang indah diawali dengan lirik “it’s too late now to help yourself. Time for the Maker to help himself.” Whooooaaaa…nunsamatik banget lirik pembuka yang ini. Rasanya pas banget lirik ini buat dipake sebagai salam pertemuan antara dua teman prog yang jarang bertemu seperti dulu kalau saya bertemu dengan temen saya Tata (sesame penggemar Genesis) saat kami sebagai konsultan di Price Waterhouse: “Can you tell me where my country lies?”. Sayangnya yang The Realisation ini saya belum pernah melakukannya dengan teman. Mungkin kalau pas progring dating telat bilang gitu aja ya :”It’s too late now …” tapi dengan melodi lagu The Realisation ini. Pasti dijamin prog dah! Ha ha ha ha …

The Reaper menutup epic dengan indah melalui permainan keyboard ambient dan kemudian diikuti dengan vocal yang melodinya indah banget ….” Senses dead, the time has come. To stop and dwell on ruined time.” ….wooooadouuuwww ngguweblaaaaaaak!! Huwenak tenan itu nyanyinya  Ashley Holt di bagian ini … bener2 nunjek ulu ati! Yang tak kalah indahnya adalah bagian dimana bass gitar disentil dan diberi background keyboard trus bagian dari lagu2 sebelumnya ditampilkan dalam bentuk rekaman, terkesan seperti reprise dari  semuanya … Kerrreeen abis …!!

Bener-bener album ini transformational sekali ….!! Saya pernah menulis khusus tentang lagu kesukaan saya The Prisoner disini.

Pokoke Rick Wakeman pancen oye! Bagi yang nyimpen kaset Pop Discotic album ini, mohon kebaikan hatinya untuk menghibahkan ke saya …karena nuansamatik pol itu kaset!

13 Responses to “Rick Wakeman Bagi Saya (8 of 38)”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Setelah saya posting ini, saya nonton youtube di atas sampe berkali-kali di bagian The Prisoner. Ini mentrigger saya buat menulis Merajut makna melalui Prog seri selanjutnya. Liriknya sungguh menggugah mengingatkan bahwa kita hidup di dunia ini ya seperti tahanan …tak boleh ini dan itu ..banyak larangan ..meski banyak yang halal juga ….

    You shall hang!

    Coba ditonton dah youtube tersebut terutama di bagian The Prisoner …

    One man’s life has cost another
    You shall not lie in sacred ground
    The time has come to meet your Maker
    Down on earth, they heard no sound

    Wah saya bener2 mbrebes mili (beneran) …

  2. apec Says:

    Membaca judul album tersebut , sedikit membuat format mak deg hati saya..apa pasal ? Disuatu tempat saat saya berada ssekarang ini,dimana semua orang seolah (dan seharusnya) melupakan smua yg bersifat earthly connection untuk memikirkan yg bersifat Going for The One..suatu kondisi dimana seseorang mul.ai menangggalkan apa2 yg melekat di dirinya..melupakan status dirinya saat dinegara asal. Semua sama berada dibalutan dua lmbar lain putih sebagaimana kelak Jika ruh ini sdh tidak bersinergi lg dengan tubuh ini yg hanya berbalut kain putih juga ..disini smua jd berpikir Close to the edge ..
    Matur tengkyu sentilannya .om G

  3. Gatot Widayanto Says:

    Aku juga menyentil diriku sendiri kok Bro Apec … Oh ya mohon didoakan agar iman dan taqwaku makin kuat ya …hari ini saya tak shalat Isya di masjid …Duh ….mulai kendor ..musti disemangati lagi …

    Judul albumnya saja sudah jelas menggambarkan kehidupan selanjutnya, apalagi dipertegas dengan lirik: The time has come to meet your Maker. Inilah panggilan terakhir yang tak bisa ditunda lagi yang setiap orang harus memenuhi dan tak ada kekuatan menolak meski sembunyi di dalam bunker sekalipun. Malaikat maut tetap datang menjemput ruh kita dan “Down on earth they heard no sound” … Konon menurut kisah, sakaratul maut itu sakitnya bukan kepalang dan kita menjerit kesakitan namun tak ada yang bisa mendengar di dunia ini … Down on earth …they heard no sound.

    Your evil is forever …You shall hang …You shall hang …

    Aduh biyung … Opo ora nangis!!!\

  4. apec Says:

    Tenang ,wis kudoakan..berarti rick wakeman iki sejiwa Kalo Rhoma Irama yo..sering mengingatkan akhirat

    • Gatot Widayanto Says:

      Matur nuwun yo …

      Pada saat membuat album ini RW sedang dalam anjuran dokter utk berhenti bermusik karena sakitnya … Bagus dia ingat akhirat …
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  5. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, jd ingat kaset Yess dan Mona Lisa sy dulu nih. Mantap sekali ulasannya mas. Membaca tulisan demi tulisan di atas jd pingin mutar lg salah satu album terdahsyatnya Rick Wakeman nih.
    Sepertinya sy msh nyimpan vinyl nya, nanti kalo ada waktu sy bongkar2 lg.

    Mantap sekali komen dari mas Apec.

    Thanks link youtube nya mas GW.

    ::: Stay Prog! :::

    “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  6. andria Says:

    agak heran juga dgn Lik Wagiman ini, menurut Ozzy Osbourne di buku biografinya dari semua personil Yes yang suka hura-hura bareng Ozzy (tahun 70-an) cuma Lik Wagiman ini. Lainnya kalem walau pakai ganja juga sedikit🙂 kl pas mabuk Lik Wagiman juga sering diomeli teman2 satu grup, untung dia kibordis jempolan shg mungkin sulit dicarikan gantinya shg tdk ditendang keluar.
    beberapa karyanya di tahun 80-an menampakkan bahwa Lik Wagiman jadi lebih relijius, kemungkinan krn sdh bisa tobat.

    • Gatot Widayanto Says:

      memang di album Ozmoziz kentara sekali sentuhan Wakeman di lagu pembuka nan dahzyat Perry Mason. Gak tahu gimana jadinya lagu ini tanpa Wakeman …

  7. andria Says:

    setelah saya lihat kaset saya ternyata terbitan Nirwana bukan Pop Discotic, jadi bukan termasuk dalam himbauan pak gatot🙂

    • Gatot Widayanto Says:

      Berkat mas Pri dari radio Dji Sam Soe ….saya juga punya rekaman Nirwana yag LP Series ini mas. Sudah saya bahas juga di blog gemblung ….

      Kalau nenu Pop Discotic ya … Nuansamatic banget tuh kaset.

  8. paket tour bali Says:

    hello!,I really like your writing very much! share we keep up a correspondence
    extra approximately your article on AOL? I require an expert in this space to solve my
    problem. May be that is you! Looking ahead
    to see you.

  9. bali tour paket Says:

    Similarly, for the one who wants to access the holidays with many different entertainment might pick the luxury hotels Bali which
    you ll find are also contained in lots of abundance. Check out
    the Classroom Resources section for 10 pages
    of printables, including mazes, word searches and coloring sheets in PDF format.
    A rice-based cuisine, no Indonesian would think of sitting down to
    a meal without nasi putih (white rice), though noodles can be found in many
    dishes. Of course, every family wants to spend their precious
    vacations in luxurious hotels with excellent services.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: