New Song = NO … Old Song = YES

Herwinto

He he he ini tret saya buat karena terpancing tretnya mas Wahyu tempo hari tentang New Song Old Song Genesis. Saya sempat merenungi tret itu beberapa saat dan saya cocokkan dengan live live nya Genesis di era Phill Collins, benar juga… Genesis ini memang hebat bisa merangkul semua kalangan baik muda maupun tua, lama maupun baru. Ingatan saya segera melayang ke masa 20 tahun yang lalu saat untuk pertama kalinya saya dikenalkan dengan Genesis oleh abang tengah saya, seorang penggemar fanatik Genesis, beliau lah sosok orang yang paling bertanggungjawab menjerumuskan saya ke musik prog, saat itu hampir tiap hari saya diputerin Genesis dan abang saya ini dengan berapi api -layaknya bung Tomo berpidato membakar semangat arek Suroboyo untuk melawan tentara Inggris-menceritakan dengan dongeng dongengnya tentang keluarnya Peter Gabriel dari Genesis yang kata abang saya adalah ‘awal bencana terbesar di ranah musik prog’. Namun yang saya salut abang saya ini adalah orang yang setia dengan Genesis, beliau juga bercerita tentang kesetiaan dan kecintaannya terhadap Phil Collins walau oleh kebanyakan orang dianggap sebagai sosok yang paling bertanggungjawab atas runtuhnya dinasti dari salah satu band yang paling dihormati sepanjang masa ini, dimana Genesis yang kala itu terkenal dengan karya karya megah nan artistik seketika bertransformasi menjadi sebuah band pop lembek yang menghamba pada industri. Tak pernah sekalipun abang saya ini menghujat atau mencela Phil Collins.

Kemudian fikiran saya mulai beralih ke band favorit saya YES, apakah pada Yes juga terjadi demikian, lalu saya membuat perbandingan dengan referensi live live Genesis dan Yes selama kurun 1980-2013, bagaimana susunan track list yang dibawakan kemudian saya analisa, hasilnya sungguh mengejutkan! susunan komposisi lagu Genesis pada konser didominasi lagu lagu era Collins sedangkan Yes didominasi old song. Saya akhirnya menyimpulkan bahwa sudah takdir nya atau lebih tepatnya ‘Titah’ nya bahwa Musik Yes = Nguweng-nguweng. Artinya Yes dinikmati adalah karena nguweng nguwengnya itu, jika Yes tidak nguweng nguweng lagi dia justru ditinggalkan, mending dengerin band lain lebih bagus kalau Yes juga bikin lagu yang enak enak juga, begitu mungkin takdirnya. Ketika Yes merilis Big Generator dia sudah hampir dilupakan saking banyaknya band band baru yang mengusung musik dengan warna yang sama dengan Yes saat itu, malahan lebih bagus ketimbang Yes, contoh saya lebih suka dengerin Forever Young nya Alphavile ketimbang Shot High Aim Low nya Yes. Tadi malam saya iseng iseng pasang Union Tour lalu saya lanjutkan dengan Evening Yes Musik (ABWH Tour) isinya sama hanya beda tipis, didominasi old song, malah lagu dari album Union cuma satu Saving My Heart, sedang EYM new song nya cuma Brother of Mine dan Order The Universe lainnya biasa! lagu nguweng nguweng semua!! Yes pernah diwawancarai ketika konser di Montreux Jazz Festival yang sebelumnya King Crimson juga konser disitu, isi wawancara tersebut kenapa Yes membawakan lagu lagu lama sementara Robert Frip dari KC membawakan materi baru, maka jawaban Steve Howe, ‘ Ini adalah sebuah pilihan dan kami suka membawakan lagu lagu yang membuat kami dikenal dan terkenal ‘. Sebagai pengagum Yes sayapun merasakan bahwa kenikmatan mendengarkan Yes terletak di nguweng nguwengnya itu, contoh gampang adalah mendengar ‘ rusak ‘ nya ketukan drum Bill Bruford adalah sebuah kenikmatan ha ha ha….inilah rumus track list konser Yes….

Overture (Firebird Suite) Siberian Khatru / Yours Is No Disgrace South Side Of The Sky Sweet Dream / Astral Traveller /Every Little Thing And You And I Close To The Edge / Ritual / Gates of Delirium Heart Of The Sunrise I’ve Seen All Good People Going For The One Turn Of The Century / Wonderous Stories Awaken Dont Kill The Whale / Onward Tempus Fugit (Hanya Ketika Tanpa Jon Anderson) Long Distance Runaround Fish Clap / Mood For A Day Owner Of A Lonely Heart / Rhytm Of Love Starship Trooper / Roundabout Ditambah beberapa lagu baru jika promo album. Tanda garis miring berarti salah satu darinya.

Dari track list konser Yes diatas nampak lagu era 90125 maupun Big Generator hanya muncul satu dua lagu, rumus ini berlaku sampai sekarang di semua line up Yes manapun, bahkan di tahun 2013 Yes khusus tour dengan tiga album klasik yang mematikan Close To The Edge, Yes Album, Going For The One. Inilah Takdirnya Yes….Nguweng nguweng….!!!! Long Live Yes!!!

5 Responses to “New Song = NO … Old Song = YES”

  1. cosmic_eargasm Says:

    sip mas Herwinto.. long live Yes!

    btw, gmn menurut mas Herwinto dgn album solo Steve Howe “The Haunted Melody” ?

    https://gwmusic.wordpress.com/2014/02/02/the-great-guitar-album-2-steve-howe-trio-the-haunted-melody-by-howesound

    thanks..

    ::: Stay Prog! :::

    “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  2. hippienov Says:

    Matursuwun mas Herwinto untuk tret nya. Seperti biasa tulisan beliau apalagi kalo sudah bawa nama Yes dipastikan akan sangat enak dibaca. Apa yang dikatakan mas dalam tret ini terus terang aku gak pernah “ngeh” sebelumnya bahwa Yes lebih banyak membawakan lagu-lagu lama mereka yang “nguweng-nguweng” ketimbang materi baru. Apa mungkin ini juga disebabkan materi-materi baru Yes “sedikit kalah” bagus/keren/komersil dibanding materi baru Genesis? Gak terlalu benar juga sih karena ambil contoh materi baru Yes di album “magnification” atau “talk” sekalipun menurutku bagus dan harus diakui gak kalah dengan materi lama Yes. Coba bandingkan dengan materi di album “terakhir” Genesis “calling all station” yang menurutku jauh kurang greget dengan album-album materi baru Genesis lainnya. Aku pribadi lebih asik dengerin “abacab” dibanding “sation”.
    Jadi tepat apa yang dibilang Steve Howe kalo ini adalah pilihan dan Yes lebih memilih look back to their top of the world sedangkan Genesis mungkin karena faktor Collins lebih memilih materi saat dia jadi frontman tanpa melupakan pula materi-materi saat Gabriel masih ada.
    Suwun

  3. Budi Putra Says:

    Kalo gak nguweng-nguweng bukan Yes namanya…itulah hebatnya band2 prog, walaupun digempur kiri kanan dg brbagai genre dan paksaan industri tetapi mrk ttp memiliki pilihan dlm bermusik. Apalagi prog semenjak lahir dan era kekinian sdh memilki segmen penggemarnya yg fanatik—spt mas win ini.

    Tabik,

  4. andria Says:

    pak Herwin, Forever Young-nya Alphavile mmg hebat kok. saya masih mendengarkan saat nyopir ( mp3-nya). sound keyboardnya juga tak tampak kuno wl itu sdh thn 80-an.

    • cosmic_eargasm Says:

      Benar mas Andria, ‘Forever Young’ memang sangat nuansamatique sekali dgn permainan kibord yg nggak asal2 an, pas saat bagian arpeggio nya itu sy suka bgt, selain itu soundnya jg up to date. Dulu sy sempat punya kasetnya rekaman Billboard. Lagu ini jg sempat dibawakan ulang dan diaransemen menjadi slow rock oleh Axel Rudi Pell (kalo nggak salah).

      Dan benar sekali kata mas Budi, kalo nggak “nguweng-nguweng” bukan Yes namanya🙂

      ::: Viva Old-School Life! :::

      “Powerful Secrets are revealed through Intensity and Extremes of experience” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: