The Great Guitar Album #2: Steve Howe Trio “The Haunted Melody” by HoweSound

By: cosmic_eargasm

Steve Howe goes to Jazz!

Inilah deskripsi yang tepat untuk menggambarkan album ini. Pernah dikatakan oleh mas Herwinto bahwa Django Reinhardt adalah gitaris yang menjadi inspirator bagi Steve Howe. Namun, ternyata Steve juga mengidolakan Kenny Burrel sebagai gitaris yang juga dijadikan inspirator nya dalam bermain gitar. Lantas apa hubungan antara Steve Howe dan Jazz? Yupz! Di album yang dirilis pada tahun 2008 secara indie lewat label miliknya, HoweSound ini Steve memang memainkan Jazz dengan sub-genre hard-bop yang notabene menonjolkan sisi virtualitas dari playernya dan dengan sangat menarik dimainkan oleh:
*Steve Howe: guitar
*Dylan Howe: drums
*Ross Stanley: hammond organ

image

image

Yang sangat istimewa Power-Trio ini memainkan 3 nomor lawas dari Yes, band Symphonic Prog yang telah membesarkan nama Steve Howe, yakni: ‘Mood for a Day’ dan ‘Siberian Khatru’ yang memang dari versi aslinya sudah terasa sekali lick-lick Jazz dari permainan gitar Steve, serta ‘Close to the Edge’ yang sangat memikat dengan aransemen jazzy, walaupun aroma Prog nya masih cukup terasa. Tidak lupa Steve memainkan 2 komposisi dari Kenny Burrell ‘Kenny’s Sound’ & ‘Travelin’ sebagai bentuk penghormatan kepada sang gitaris idolanya. Selain itu Steve juga membawakan nomor lawas dari 2 musisi gaek Roland Kirk dengan ‘The Haunted Melody’ yang sekaligus diangkat sebagai judul album ini dan ‘Blue Bash’ karya Jimmy Smith. Nomor sisanya adalah karya Steve yang sangat menarik sekali. ‘Momenta’ asyik dengan beat yang meriah, ‘Laughing with Larry’ menampilkan permainan solo gitar akustik dari Steve Howe yang nuansanya cukup mengingatkan beberapa nomor pada album-album terdahulunya, ‘Dream River’ empuk dengan dinamisnya be-bop dan ‘Sweet Thunder’ menawan sekali dengan intro permainan gitar bergaya Klasik yang dilanjutkan dengan lincahnya nada-nada be-bop. Permainan drums Dylan Howe sangat bisa mengimbangi permainan gitar bapaknya dan yang menarik sound drums yang dihasilkan sangat vintage sekali ala band-band be-bop era 1950-1960 an. Hammond sound dari Ross Stanley juga sangat pas sekali porsi permainannya dan suara yang dihasilkan semakin mewakili nuansa vintage nya. Walaupun soundnya terasa tipis karena tidak menggunakan instrumen bas, namun secara keseluruhan album instrumental ini sangatlah asyik sekali untuk dinikmati. Apalagi permainan gitar dan aransemen lagu oleh Steve tidak seperti biasanya saat pada solo album maupun pada saat di Yes. Pendeknya, Steve Howe Trio ini tidak sekedar ‘mendadak jazz’ dan para penggemar Yes saya sarankan untuk menyimak album yang sangat unik & istimewa ini.

Thanks mas GW yang mungkin bisa jadi malah “nguweng-nguweng” kalau mendengarkan album ini😀

::: Stay Prog & Six String Rules! :::

15 Responses to “The Great Guitar Album #2: Steve Howe Trio “The Haunted Melody” by HoweSound”

  1. andria Says:

    saya juga baru tahu cover album ini pak cosmic, selama ini saya cuma lihat album2 Steve Howe yang digambar indah oieh Roger Dean

    • cosmic_eargasm Says:

      Melihat disain kovernya yg sangat minimalis dan sedikit ada unsur naifisme nya memang kurang meyakinkan ya mas Andria, beda jauh dgn album2 lamanya. Bahkan font ‘Steve Howe’ nya dibikin nge-Prog oleh Roger Dean. Tp kalo mendengarkan musiknya sangat asyik sekali.

      Mungkin album ini jg bs sebagai standart utk bs sedikit menerima atau suka dgn Jazz bagi yg tdk suka. Tapi Jazz yg ini vintage sekali stylenya. Sesuai dgn selera Howe dan sebenarnya sangat terlihat pd beberapa lagu di album2 Yes lawas.

      “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  2. danangsuryono2112 Says:

    musisi prog eksplorasi jazz dan sebaliknya rasanya cukup banyak sehingga Mungkin inilah yg akhirnya muncul sebagai jazz rock ya.mas.Cosmic?. Yg surprise waktu Alex Skolnick gitaris Testament juga ngulik Jazz. Bisa diceritaiin disini mas Cosmic… monggo

    • cosmic_eargasm Says:

      Hehehe iya mas Danang, eh mas DananG🙂 walaupun secara global bs disebut Jazz Rock, namun album Steve Howe ini menurut pendengaran sy memainkan pure be-bop/hard-bop yg vintage walopun ada beberapa nmr yg nggak begitu vintage.

      Begitu jg dgn Alex Skolnick(dr dulu sy ingin menulis kok jd blm sempat, sdh sy titipkan cover albumnya ke email mas GW lama sekali padahal :-D) yg juga memainkan be-bop/hard-bop. Dan yg sangat menarik, Alex membawakan lagu2 lama dr band2 Rock, Metal sampai Prog diaransemen ulang dalam selimut hard-bop yg sangat menawan. Namun tetap ada bbrp nomor karyanya yg msh kentara style metalnya, cenderung ke style ATTENTION DEFICIT, band power trio nya yg sangat asyik sekali. Bayangkan lagu2 dari Iron Maiden, Kiss, Scorpions, Black Sabbath, Deep Purple sampai Pink Floyd, Rush diaransemen ulang dgn style Jazz. Sangat keren sekali hasilnya.

      Tp akhirnya, Alex pulang kembali ke rumahnya, Testament walo sy blm dengar album terbarunya, tp sy yakin pasti mantap!

      \m/

    • cosmic_eargasm Says:

      Nah, sy jadi ingat ada gitaris Hard Rock/Heavy Metal 80 an yg goes to Jazz juga. RONNIE LE TEKRO, gitaris dahsyat dari band mantap, TNT (bagi yg dulu mengoleksi Team Rock Line pasti tau kehebatan dr band ini). Sy taunya Ronnie ini bekerjasama dgn salah satu gitaris berkarakter, TERJE RYPDAL pada tahun 90 an yg kebnykn album2nya dirilis oleh label eksklusif, ECM Jerman.
      Awal tau dulu seakan nggak percaya dan yg punya nama unik, Ronnie Le Tekro ya cuma 1 itu saja, pasti gitarisnya TNT, dan ternyata benar adanya.

      “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • andria Says:

        kl pak Le Tekro saya blm tahu kl mendalami jazz juga, taunya mmg pernah buat solo album, gambarnya gajah.

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah sy malah belum tau album solonya yg mas Andria maksud dgn gambar gajah tsb. Pada dasarnya, dari dulu sy jg nggak pernah ngikuti si Ronnie ini, sampai pd suatu saat pas main ke rmh teman yg koleksi cd2 artis ECM sy kaget juga kok Ronnie Le Tekro bisa bekerja sama dgn Terje Rypdal? Oh ya, jd ingat, dulu kasetnya sempat ada Terje Rydal solo rekaman Apple, tp lupa album apa. Dulu nggak sempat punya soalnya, cuma pernah liat di koleksi teman sy yg maniak dgn rekaman Apple dan Mona Lisa. Thanks infonya mas Andria.

        ::: You Rock! :::

        “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  3. andria Says:

    Chris Poland ex Megadeth juga mendalami jazz fusion (dgn grup Ohm). sayangnya saya tak bisa menjelaskan bgmana musiknya. . utk saya lumayan pelan & lompat2 ritmenya. tp mungkin itu ciri jazz, tak terduga.

    • cosmic_eargasm Says:

      Nah iya, setelah merilis album “Return to Metalopolis” yg berstyle shredder metal, Chris Poland membentuk Ohm, seingat sy formatnya power trio yg berbeda 180=C2=B0 dgn “Return to Metalopolis” maupun pada saat di Megadeth. Ohm memang menonjolkan style Jazz Rock yg modern sekali. Menurut sy musiknya keren sekali. Mungkin mas Andria perlu mencoba PANZERBALLET dari Jerman yg asyik jg dgn mix Prog, Jazz dan Metal.

      \m/

      “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  4. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, thanks Steve Howe sy sudah terposting.

    Walaupun beberapa penikmat musik ada yg tdk suka Jazz, namun album persembahan Steve Howe Trio ini bisa dicoba utk sedikit ngeh dgn Jazz.

    Alex Skolnick yg metal habis saja suka dgn Jazz dan sekaligus bisa membawakan Jazz dgn sangat fasih🙂

    ::: Keep Rockin’:::

    “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama2 mas Cosmic … Ternyata saya ada CD album ini tapi believe it or not ….segel belum dibuka! Ha ha ha ha ….
      Dengan ulasan ini, saya tertarik menikmati album ini ….

      Yg saya kurang sreg dengan jazz adalah adanya satu soloist dan yang lain cuma mengiringi. Ini yang njelehi pol meski tak semus jazz seperti ini ya …. Tapi kalo jazz rock seperti Return to Forever, Al Di Meola, John McLaughlin itu dinamis pengiringnya …

      • cosmic_eargasm Says:

        Waah hehehe.. Believe kok mas. Soalnya sy dulu pas msh getol2nya koleksi jg sempat seperti mas GW. Cukup bnyk cd2 sy dulu yg dibeli temen msh dlm keadaan sealed alias msh segelan. Seingat sy ada: bbrp album King Crimson, The Soft Machine Legacy, bbrp album Henry Cow, termsk live nya, Naked City, Finnistere, Pat Metheny, Tribal Tech, bbrp album Mahavishnu Orchestra, bbrp album Bill Frisell dll, bnyk yg lupa. Jazz memang bnyk jenisnya ya mas. Mungkin yg kurang disukai oleh mas GW yg sub-genre tradisional swing, be-bop, hard-bop, cool, big band dan sejenisnya yg bersifat pure vintage jazz.
        Kalo Jazz Rock/Fusion memang masih sangat terasa unsur Prog nya. Namun Fusion pun jg msh terbagi menjadi bermacam-macam style lg. Kalo Free/Avant-Jazz sangat mendekati Avant-Prog style nya. Dan yg istimewa, setiap label rekaman dlm dunia Jazz mempunyai style sendiri2 yg sangat khas, misalnya Bluenote, bbrp rekaman ECM(yg nggak cuma melulu Jazz), Sony Columbia, HatHut dan yg baru ada Abstract Logix dll.

        “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

      • cosmic_eargasm Says:

        BTW, sebenarnya vintage Jazz yg mas GW maksud itu menurut sy seperti Blues kok mas. Mengedepankan improvisasi dari permainan solo yg cukup panjang dan mendominasi, alat musik yg lain sebagai pengiringnya saja. Kadang gantian antara gitar dan hammond. Vintage Jazz jg demikian. Memang nuansa harmoni dan nada2nya sangat lain sekali. Blues pentatonik, Jazz sangat luas dan kaya dgn chord2 yg tdk umum, pembalikan, modus dll. Kalo yg ini memang cuma masalah selera saja kok mas. Nggak semua album Vintage Jazz sy suka dan tau. Kalo Blues kok hampir semua sy suka ya?🙂

        ::: Feed the Music without Borders! :::

        “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

  5. andria Says:

    jadi ingat Janne Wirman dari grup melodic death metal Children of Bodom. Alexi Laiho (gitaris & pendiri) ingin kibordisnya berfunsi tak hanya sbg pengiring, akhirnya pilihannya jatuh pada Wirman krn sbg pianis jazz dianggap bisa mendukung musik agresif CoB.

    • cosmic_eargasm Says:

      wah mas Andria mengikuti kedahsyatan Children of Bodom juga ya.. jd ingat lagu Britney Spears di bawakan ulang oleh mereka yg “Ooops I Didnt Again”

      Thanks infonya mas.. saya nggak terlalu ngikuti detailnya soalnya..

      “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: