Mengenang Murry dan Koes Plus

Wahyu Triantono

Bangsa Indonesia telah kehilangan musisi hebat (Bapak Murry)..dengan Koes Plus nya Pak Murry telah mempengaruhi dinamika musik pop tanah air sejak awal tahun 70 an..saya mengenal Koes Plus sejak TK dari Bapak yang sangat ngefans banget dengan KP..mulai dari PH hingga kaset beliau punya (sayang PH nya hilang semua) saya masih ingat ketika kelas 2 SD diajak nonton KP di Gelora Pancasila Surabaya sama Bapak, penontonnya jangan ditanya berapa jumlahnya..saya aja sampai digendong Bapak untuk bisa masuk gedung..penampilan KP memang sederhana tapi bisa membuat penonton histeris..20 tahun kemudian Tahun 1994 (kalo ga salah) saya nonton KP lagi tapi dengan Formasi Yok, Yon, Murry dan Abadi Susman di WTC Surabaya ketika melihat penampilan KP hati saya trenyuh karena teringat ketika nonton KP sama Bapak..penampilan di WTC banyak membuat orang terharu meski sudah sepuh tapi mereka masih energik terutama Yok Koeswoyo..selama ini ya baru 2 kali itu saya nonton KP..Koes Plus adalah The Beatles Indonesia karena dengan lagu dan lirik yang sederhana tapi disukai banyak orang..Selamat jalan Bapak Murry karyamu tetap abadi dan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia..

9 Responses to “Mengenang Murry dan Koes Plus”

  1. Hendrik Worotikan Says:

    Selamat jalan mas Murry.

    Selain jago menggebuk drum, beliau juga ikut bernyanyi di KP dgn suaranya yg khas, selain berperan juga utk mencipta lagu.
    Beberapa karyanya adalah : Djandjimu ( vol. 2 ), Bertemu dan berpisah ( Vol. 4 ), Musik disekelilingku & Hari ini dan nanti ( Vol. 5 ), Hidup tanpa cinta ( Vol. 6 ), Seminggu yang lalu ( Vol. 7 ), Desember, Buat apa susah, Semanis rayuanmu ( Vol. 8 ), Kau bina hidup baru ( Vol. 9 ), Ayah & Ibu, Bujangan ( Vol. 10 ), Cobaan hidup ( Vol. 12 ), Penyanyi muda, Kapan lagi ( Vol. 14 ), Masa muda ( KP Hard Beat ), Mobil tua ( KP Hard Beat 2 ), Ojo ngono ( KP Pop Jawa Irama Melayu ), Mari berjoget ( Pop Melayu 1 ), Dunia, Jangan cemburu ( Pop Melayu 2 ), Keroncong asli ( Keroncong Pop vol. 2 ) dan masih banyak lagi yg lainnya.

    Ditahun 2010, dua lagu yg diciptakan Murry “Pantun Lama” dan “Mobil Tua” masuk dalam list dan direkam dalam album ‘Those Shocking, Shaking Days. Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock And Funk : 1970-1978’, yg dirilis oleh Now-Again Records.

    Salam.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Hendrik …terima kasih banyak pencerahannya … Ayo dong mas bikin tulisan Koes Plus berseri …

      • Budi Putra Says:

        Jaman kuliah sy sering bawain lagu “Pelangi” versi punk rock…seru!

        Beruntung, bbrp hari lalu nonton KP di music everywhere di net tv….”Why do you love me” so sweet.

      • cosmic_eargasm Says:

        iya nih mas Hendrik mbok ya bikikin tret KP berseri.. sdh sangat lama jg mas Hendrix nggak posting tret nih..

      • Hendrik Worotikan Says:

        Mas G…sy cuma sebatas menjadi pendengar dan penikmat musik aja.
        Kalo nulis apalagi sampai berseri rasanya belum mumpuni aaahhh. Hihihi…

        Sekalian ralat, judul lagu yg diatas bukan “Pantun Lama” melainkan “Papiku Mamiku”, yg diambil dari Murry’s Grup album Sweet Melody rekaman Thn 1977.
        Pada vinyl terjadi kesalahan cetak judul lagunya.

        Salam.

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Hendrik,

        Menurut hemat saya…. Mas Hendrik tulis aja yang mas tahu dan bukan harus sejarah Koes Plus secara utuh, bisa aja sepenggal kenangan thd Kes Plus atau apapun yang nuansamatik ttg Koes Plus dan / atau Koes Bersaudara ….

        Gitu mas. Monggo ….kita tunggu …

  2. wahyu Says:

    wah baru tahu ada album itu Pak…trims.

  3. cosmic.eargasm Says:

    Innalilahi Wa Innailaihi Roji’un.. Semoga arwah alm. beserta segala amal dan ibadahnya diterima disisi Allah SWT. Amin! Pukulan drum mu sungguh sangat dahsyat dan memperkaya sejarah musik negeri ini.

    Dalam waktu berdekatan kita telah kehilangan 3 musisi hebat. Semoga para seniman musik kita yg masih ada diberi kesehatan selalu. Amin!

    Thanks infonya buat mas Wahyu dan mas mas GW.

    ::: Indonesia Berduka :::

  4. herman Says:

    saya lupa sumbernya tapi pernah dengar cerita tentang awal bergabungnya Murry di Koes Plus begini : …..Murry dipilih bergabung di Koes Plus karena gebukan drumnya yang mantap … ketika masuk studio rekaman dengan kondisi perlengkapan studio yang ada kala itu, saking kerasnya pukulan drum Murry maka hasil rekaman hanya suara drum yang menonjol….terpaksa rekaman harus diulang dan posisi drum agak dijauhkan dari mikrofon…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: