The 40-year ProgGraphy (1 of 40)

Gatot Widayanto

Preambul

Selamat sore menjelang malam. Sudah Maghriban belum? Saya belum nih … Soalnya abis gowes trus gemobyosh basah kuyub keringat, terus adzan berkumandang …hadewwww ….Mana baju dan celana basah semua…. Ini baru mau mandi, dikit lagi keringat menguap kering. Ngendikane ibu saya dulu kalau mandi gak boleh selagi keringetan, jadi yo kudu sabar….

Setiap gowes selalu aja ada pikiran mboten-mboten seperti tadi saat pulang. Awalnya saya memikirkan tentang rencana nilai-muka dengan mas Khalil besok – ndak tahu kok saya semangat. Mungkin dengan ber Wish-You-Were-Here dengan mas Khalil besok saya juga ketimpaan proyek ….Aaamiin Ya Rabb! Terus kemudian pikiran melayang ke blog gemblung ini. Bukan blog nya yang saya bayangkan tapi gemblungers nya …wajah temen2 penghuni blog ini tiba-tiba menerawang di kepala saya meski kadang tak jelas ekspresinya … Tapi setidaknya satu hal pasti, wajahnya berseri karena kata mas Aan kalau nggemblung itu pasti anti stress…ha ha ha ha ..

Kemudian ujug-ujug mak gendhandhut saya kok inget tahun kritikal dimana saya mulai “ngeh” dengan musik yang kemudian dikatakan orang dengan julukan progresif rock atau progrock. Kalau bicara ini, jangkar ingatan saya langsung flashback ke tahun 1974 yaitu ketika saya masih sekolah pake celana pendek, duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Madiun, Jawa Timur. Lebih tepatnya lagi saat saya tertohok untuk pertama kalinya dengan “Roundabout” nya Yes. Lebih tepatnya…saya kagum di awal lagu ini kok ada bunyi nguweng sebelum gitar akustik dawainya terpetik oleh jari lentik Steve Howe (yang kali itu saya belum tahu nama ini …lha wong kasetnya aja rekaman dari PH Radio Geronimo Yogya, rekaman kakak saya: mas Henky). Wuiks! Uwediyan …baru pembukaan aja udah ngguweblak! Pow maneh kalau lagu masuk …. He he …. Meski kasetnya hanyalah Maxell Low Noise versi awal tanpa ada label seperti Perina dst, namun ini jelas luar biasa musiknya. Sejak itulah saya meneguhkan diri menyukai musik jenis ini. Bukan berarti saya ndak suka musik jenis lain lho … Lha jaman segitu musik disko aja saya suka pol kok….

Di kayuhan pedal sepeda keberapa gitu, kemudian jangkar memori saya tiba2 terlempar ke masa kini dan … Masya Allah … Ini kok ya tahun 2014 …terus saya ngitung sambil gowes; cukup lama juga mgitungnya …maklum saya bukan engineer lagi jadi otak ini lemot buat urusan angka…dan keluarlah angka 40. WOAUUUWWW!!! Cuwantik tenan! Kok ya pas banget angkanya. Trus pikiran saya menjadi liar: Kok selama ini dunia musik cenderung membahas artis nya saja tapi jarang membahas the other side of the business yang membuat artis hidup: customer. Dunia musik kok ndak adil ya …mosok yang dibahas dari segi supply alias supply side of the business, gak pernah dari the demand side. Padahal tanpa kita sebagai penikmat atau customer mana mungkin artis bisa hidup; ya nggak 3 x (sambil alis mata naik turun 3 x juga pertanda keseriusan mengenai hal ini). Nggak juga sih …dari dulu kita sukanya beli yang bajakan to .. ha ha ha ha ha ha …..

INI JELAS TAK ADIL! It has been so many years the music industry talking about the musician and NEVER talk about the customer. Lihat aja istilah DISCOGRAPHY…pasti isinya tahun sekian musisi X keluarin album A, tahun sekian album B. Kenapa tak pernah dari segi demand (customer): Selama tahun 2014 ini berapa banyak album telah dilahap seorang customer? Jadi ..kita selalu sebagai obyek …bukan “subyek”. It’s time to change!!! It must starts from here at this guwemblung blog! Only sane people recognize that they are gemblung….he he he … Coba juga liat “the best of” selalu dari sisi musisi atau band. Sudah saatnya kita bikin “The Best of Khalil”, “The Best of Hippienov”, “The Best of Andria”, The Best of Budi Putra” …dan semuanya lahh ….termasuk “The Best of GW”. Makanya timbul lagi pikiran liar membuat istilah baru ProgGraphy (akan didaftarkan di Badan Hak Cipta bahwa ini istilah ditemukan di blog gemblung pada tanggal 28 Januari 2014 pada jam gowes pulang ke rumah … ha ha ha …di sekitar Jl. Thamrin, Jakarta). Kita juga harus berani beda …masak “Close to The Edge” kok masuk DISCOgraphy …dimana disconya jal???? Makanya hari ini kita pake istilah ProgGraphy …OK??

The 40-Year ProgGraphy

Nah …

Saya akan membuat tulisan tentang semua nuansa dan pernak-pernik perjalanan “saya” dalam menikmati musik selama empat puluh tahun utamanya musik PROG …istilah kerennya …40 years of prog nonsense …kayak IQ aja .. ha ha ha ha ha . Mumpung ini masih Januari, saya akan membuat 40 tulisan berseri yang sambung-menyambung menjadi satu kayak Jaka Sembung lagi nGgemblung, sambil nyebul plembungan .. Wis ..jiyan ora nyambung blas! Gemblung kok suruh nyambung! Tulisan ini merupakan preambul alias pendahuluan saja. Di bawah ini ada rencana penulisan semua empat puluh (40) bab tersebut:

  1. Preambul
  2. Periode Lima Tahun Pra-Prog
  3. Satria Bergitar Sapu Ijuk
  4. Aktuil dan Nursery Cryme: Ora Mudeng Blas
  5. Dekade I: “Mak Jedhandhut” Njumbul nGgumun Jumpa Musik Prog
  6. Dekade I : Berdoa Agar Ada Yang Mondhok
  7. Dekade I : Kaset Kompilasi Made-in Mas Henky
  8. Dekade I : Ribut Ritchie Blackmore Keluar
  9. Dekade I : Study Tour Ke Yogya Bawa Tape Mono
  10. Dekade I : Break Dance dan Cockpit
  11. Dekade I : “So Here I Am Once More THENG!”
  12. Dekade I : Sepeda dan Ikat Kepala Marillion
  13. Dekade I : Skripsi Yang Menyenangkan
  14. Dekade II : Heart of Lothian
  15. Dekade II : Sing Penting Numpak Montor Mabur …
  16. Dekade II : Ngeprog Abis di Tujuhbelasan McDermott
  17. Dekade II : T-Shirt Marillion Original dari Dodrecht
  18. Dekade II : Nyurati Marillion Lewat Kantor Pos Batam
  19. Dekade II : Marillion Live – Team Records dan Daihatsu Charade
  20. Dekade II : Ngeprog di Batam House
  21. Dekade II : Zoo FM di Batam
  22. Dekade II : Incommunicado di Lucky Plaza
  23. Dekade II : The Wake dan Don’t Give Up di Deriick Barge 17
  24. Dekade II : Duluan Dapet Clutching At Straws
  25. Dekade II : Berita Buruk di The Straits Time
  26. Dekade II : The Thieving Magpie … Perasaan Yang Berbeda
  27. Dekade II : Kantata Takwa, Blind Melon dan Skid Row
  28. Dekade III : Can You Tell Me Where my Country Lies?
  29. Dekade III : Bakmi Theresa dan In The Cage
  30. Dekade III : Muram Prog
  31. Dekade III : Laser Disc Konser Rock
  32. Dekade III : Refugee by Apple
  33. Dekade III : Kaget IQ Ever dan Sinkadus
  34. Dekade III : Cyclops, M-97, M-Claro, Andy Julias
  35. Dekade IV : Citizen Cain, Darius, Cast …
  36. Dekade IV : Sabtu Spesial bersama Fish, ProgArchives
  37. Dekade IV : i-Rock!, Metal dan Prog Concert
  38. Dekade IV : Music for Life
  39. Dekade IV : “The Best of Prog” – Gatot Widayanto
  40. Dekade IV : Adakah Periode Paska Prog?

Demikian saya laporkan … Mohon doanya agar saya bisa menuliskan hingga bab 40 di akhir tahun 2014 nanti, bila masih ada umur …karena semua jiwa-raga saya ada di genggaman-Nya.

Salam

G

41 Responses to “The 40-year ProgGraphy (1 of 40)”

  1. khalil logomotif Says:

    Ini saya catet sebagai asal muasal lahirnya progpedia didunia……amiiin…croudsource of progrock

  2. Budi Putra Says:

    Mas Gatot,

    Saya kok jadi terharu ya…saya turut mendoakan semoga keinginan itu tergapai…Amin.

    Semoga saya akan terus ber-ikhtiar membuat ulasan2 utk blog gemblug nan dahsyat ini, agar selalu ramai dg perbincangan hangat ttg musik tanpa merasa lbh tinggi namun saling melengkapi.

    The 40-year ProgGraphy…semoga.

  3. Gatot Widayanto Says:

    Mas Khalil,

    Besok kita matangkan konsep crowdsourcing ya … Maap gaptek ..he he he …

    Mas Budi,

    saya suka sekali saat menulis semuanya dan selalu teringat kata mas Aan bahwa blog ini anti-stress … Itu pula makanya saya menulis judul empat puluh bab dengan riang gembira – bungah gedruk-gedruk – dan semua memori begitu mudah mencuat …

    Ayo mas Budi … Bikin juga ProgGraphy atau apapun .. RockGraphy .. MetalGraphy juga boleh … Sing penting blog ini seru. Tak harus mengupas musik sebagai ulasan utama, bisa aja seperti cerita mas Aan saat mendengarkan SQUONK …

    Saya tunggu ya … Ini tulisan saya buat mancing aja .. Mancing di air keruh ..biar bening lagi … ha ha ha ha …

    # sambil menikmati Twillight Zone versi LIVE dari Golden Earring ….dinikmati dari Media Drug #

    • Budi Putra Says:

      InsyaAlloh mas, terimakasih bbrp ulasan sy sdh diposting…bangga saya bisa meramaikan blog gemblung ini.

      Td sore sy sempetin servis speaker di pinangsia, glodok. Speaker yg sdh 1 tahun sy beli dan rusak tak terurus. Alhamdulilah, hanya menunggu setengah jam speaker sdh ok lg.. Sampe rumah jam 5-an lgsg sy test dg nomer Darkest Hour, IQ…mantap bgt, jernih suaranya…

      Malamnya lg gerimis menghujan sy panteng lagunya Benny Soebardja, Apatis…syahdu bgt…musik beriringan dg rintik hujan malam ini. Sayangnya keindahan itu tertunda kemudian karena anak saya yg baru berumur 6 tahun minta diputerin lagu soundtrack film Ultraman….

      • Gatot Widayanto Says:

        Mantab mas Budi … Darkest Hour memang pembuka yang nonjok …dentuman bass guitar dan rofel drums membuat lagu ini terasa gagah mengalir ….apalagi diselipi petikan gitar Hackettian …. kumplit dah mantabnya musik neo prog mengalun ….

        Gak masalah mas diganggu anak … Ketika anak saya kecil juga dia minta saya muter kaset Satria Baja Hitam ….

      • Hendrik Worotikan Says:

        mas Budi yg baik, mohon info alamat dan telp tempat service speakernya. Salah satu speaker yg sy miliki mesti kudu diperbaiki nih. Cuma belum tau mesti dibawa kemana.

        Semoga info dari mas Budi bisa membantu.

        Salam.

  4. wahyu Says:

    salut buat Pak Gatot sekaligus referensi buat saya..dan saya akui ini adalah obat stresssss Pak..saya tunggu ulasannya Pak..kata The Who LONG LIVE ROCK..

  5. Edi Apple Santoso Says:

    tidak sabar menunggu tulisan berikutnya …..

  6. Gatot Widayanto Says:

    Mas Wahyu, Suwun sanget …

    Mas Edi, leren dhisik mas … Jik setahun kok … ha ha ha …

  7. andria Says:

    saya juga dulunya mengira tulisan “discography” di majalah lawas itu ttg musik disco🙂
    setahu saya saat itu plat piringan hitam disebut vinyl atau LP
    harusnya dulu ditulis kasetography baru saya mudeng

    • Gatot Widayanto Says:

      Kita liat ya mas Andria … Siapa tahu istilah ProgGraphy menjadi tipping point dan seantero jagat ikut menggunakan istilah ini … Ha ha …

  8. hippienov Says:

    Aku sangat tertarik dengan rancangan tulisan Mas G ini, penuh harap mengunggu… Jika sudah rampung semua mungkin akan menarik jika dijadikan format buku.

  9. Aan Chudori Says:

    Subkhanallah….Dahsyat memori mas G ini.
    Saya mau urunan kalo mau dibikin buku, sekarang boleh kok cuma cetak 100 eksemplar. Harga terjangaku. Gak usah dijual tapi dibagikan aja.
    Walaupun sekarang era paperless, tapi bentuk fisik buku menurut saya masih terasa anggun dilihat, setelah dibaca dan dijejer di rak. Kalau gak ada listrik juga gak repot. Saya juga masih langganan kompas karena orang akan tahu kalau saya sedang baca koran. Kalau saya pegang ipad dikira main game…Selain itu fungsi sosialnya kita gak memutus rejeki loper koran dan pemulung kertas.
    Anggap aja bukunya mas G disertasi populer untuk jenjang S7.
    Gimana mas mas sekalian?

    Tentang kenapa sisi penikmat musik selalu menjadi obyek, mungin karena takdir kita apabila konteksnya berhubungan dengan kapitalisme hehehe…segala sesuatu diukur dengan revenue, benefit atau istilah apapun yg berhubungan dengan apa yg pernah dinyanyikan pink floyd: money.
    Sebenarnya sih gak selalu jadi obyek, kadang juga dilibatkan juga seperti masih banyak di program radio, top chart atau apalah walaupun ujung-2nya jualan juga.

    Tapi balik lagi ke prography….monggo mas bikin buku.
    MY PROGRAPHY not YOUR DISCOGRAPHY

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Aan,

      Suwun sanget komentar dan semangat ngomporin saya dengan sumbu 32 …like a chamber of 32 doors ….wakakakakakak ….
      Jadi malu saya … lha wong iseng2 kok dadi serius nggawe buku barang ….ha ha ha ….Tapi idenya mas Aan dan temen2 memang brilian …. Jadi semangat juga buat nulis…. Kalau perlu prakata nya oleh Jon Anderson ….ha ha ha ….

      Suwun suwun …

  10. herman Says:

    Mas Aan, kalo saya salut sama cepetnya nulis Mas G…..wuzz …wuuuzz….gak seperti saya nguweng – nguweng dulu kalau nulis….hahahaha…..kalau diperlukan saya bantu dari sisi fotonya sebagai ilustrasi juga siap…
    tapi komen Mas Aan yang singkat ini asik juga dibacanya….

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya selalu menikmati komen temen2 gemblunger … Anti stress karena kalau baca sambil mesam mesem ….ha ha ha ….kadang ngguyu nguwakak ….ngguyu dewe …

  11. Aan Chudori Says:

    Yang baik, Mas Herman.
    Mas G ini kastanya sudah sufi banget apabila menulis, karena gak takut salah maka apa yang “mbundhel” di otak langsung nyetrum ke jari-jari dan pencet keyboard nya langsung lancar banget. Istilahnya mungkin kalo lagi on-fire bisa gak terasa lebih dari 100 halaman satu setengah spasi…sekali lagi ini membuktikan Mas G sehat wal afiat karena aliran darah ke otak lancar sekali…semoga semua sodara di blog ini juga tetap sehat.
    Selain itu, mungkin, 40 tahun yang lalu Mas G kalau nulis masih butuh pensil dan karet penghapus. Kalau salah nulis “dibusek” dulu, lha sekarang begitu mudahnya…jadi saya bayangkan, Mas G sambil merem melek tapi jari-jarinya terus bekerja merangkai kata demi kata (dengan alunan the best of GW) dan voila! Jadilah out line 40 bab itu…
    Semoga lancar ya mas….

    • Gatot Widayanto Says:

      Hua ha ha ha …. Mas Aan iki iso wae …. Dadi isin … Malu saya …apalagi kemarin ditanya sama mas Khalil: “Buat apa bikin blog? Yang bikin blog itu orang gak punya kerjaan.”

      Ah bener juga ya … Saya ini kurang kerjaan …ha ha ha ….makanya bikin blog ….

      Mas Aan,

      Gak bener juga … andaikan cepet pun karena memang sudah ada di otak ya …. Apalagi memang kurang kerjaan gak sibuk kayak mss Khalil, mas Herman, mas Aan ….he he ….

      Oh ya …

      Mas Kristanto kemana ya?
      Mas Cosmic juga keluar kota belum balik ya?

      Semoga semuanya sehat …

      • khalil logomotif Says:

        Lho…bersukur dong kita yg ngga punya atau kurang kerjaan. Bearti kita berkarir, ditugasin langsung oleh Big Boss (bos dari segala bos), menjalankan pelayanan berdasarkan skenario langung dari Big Boss, memerintah dan diperintah diri sendiri, tidak bergantung pada orang, tidak mengejar ngejar uang sampe kelubang semut..pake ngliwatin macet sgala, setiap hari pulak, menomer spatukan anak anak dan istri, tidak terjerumus tergila gila mencapai finansial fridom..ngga mikir klw mau beli apa aja (tetapi malah kita mengejar bisa giving fridom…ngga mikir klw mau ngasih)…..kita malah hanya tinggal tekan tombol download aja untuk menerima upload tan rejeki finansial yang slalu diharap smakin besar setiap transaksinya, spy juga semakin besar jumlahnya bila dlm skala 2,5% nya. Bersukurlah tidak harus terjebak dalam bisnis orang lain, dengan skenario orang lain…..dan bisa bikin blog! Gemblung pulak!

      • Gatot Widayanto Says:

        Udah gemblung, ngajak orang lain gemblung pulak ya? Ha ha ha … Kadang saya juga heran kalau kerja di rumah sambil sarungan, mertua yg tinggal di rumah saya nanyain “Kok tiga hari ini di rumah terus, gak kerja” ….saya jawabnya ringan saja “lagi cuti ….”. Kalau dijawab bahwa sedang kerja ntar dia pikir kok di rumah, sarungan pulak….sambil siul2 nyetel TFK (padahal nyetel IQ juga ….biar gak dihina sama yang gak suka IQ karena katanya gak sekelas sama TFK …qiqiqiqiqi. padahal saya sudah biasa di enyèk sama orang yang bilang Marillion itu gak ada apa2nya dibandingkan Genesis. Saya diam dan dalam hati bilang bahwa hanya orang berwawasan sempit yang punya waktu membandingkan dua band dahzyat tersebut. Lha buat apa dibandingin …. Kalau gak suka Marillion ya udah gak usah didengerin. Selesai to? Kok malah dibandingin …. Opo tumon??? Malah bikin Marillion naik kelas tuh ….qiqiqiqiqi …. Tapi aneh juga kalau orang bilang gitu. Kenapa? Yess aja ngakuin Marillion hebat tanpa harus membandingkan dengan Genesis! Yess gitu loh! So is the case with IQ yang keluar dua kaset Yess nya tanpa harus ada embel2 bagaimana band ini dibandingkan dengan Genesis atau apa gitu …he he …). Laah…ini baru gemblung tenan ….mosok kata2 di dalam kurung lebih banyak dibandingkan yang di luar kurung! Yang menjelaskan lebih panjang lebar dibandingkan dengan yang dijelaskan …ha ha ..sampe lupa sebenernya lagi ngomongin apa …ha ha … Yo wis …yang penting selamat pagi dan selamat menikmati libur panjang ….. Aku tak leyeh2 sambil baca majalah Tarbawi #313 yang topiknya keren ” Menegur itu Menggerakkan”. Ada yg belum tahu majalah Tarbawi? Rugi besar! Engkau kemanakan umurmu selama ini! Seperti halnya bila Anda belum pernah tahu musik prog (IQ termasuk, demikian juga TFK) sampai usia sekarang ini. Maka …. segeralah brosing dan cari tahu apa itu majalah Tarbawi! Mosok Aktuil tahu tapi Tarbawi ndak tahu! Kuwi ngono jenenge kebangetan to the bone! Wakakakakakak …..

      • Gatot Widayanto Says:

        Baca komen mas Khalil tentang ‘financial freedom’ saya ngakak sendiri karena tiba2 mak gendhandhut ingwt orang yang namanya Robert Kaoskaki yang kondang dengan bukunya berjudul Rich Dad, Poor Me …ha ha ha …. Jadul pol buku itu …wakakakakak … Sementara itu dua hari lalu saya bekerja di rumah ibu saya (alhamdulillah ada Bolt) sambil baca UU Desa …. saya masygul sekali … Kalau yang ada di UU itu bener2 terlaksana …saya mau hidup di desa ajah …. Jadi Strategic Adviser nya Pak Kades ….biar lebih syahdu menikmati Headlong di suasana pedesaan nan asri …. biyuh2 ….ndak usah mikir financial freedom segala wis hepi aku … sumpah! Ada yang tahu tentang UU Desa yang baru disyahkan DPR bulan lalu? Dahzyat man!!! Kesempatan balik kampung …tinggal di Desa mBagi, Madiun, Jatim ….cari rumah gedhèg yang berjarak sekitar 500 meter dari masjid mBagi …biyuh …. what a life!!! Sambil ngrungokno kaset Uriah Heep “Demons and Wizards” rekaman Starlite menggunakan tape mono National! Jiyaaaannnn ….nuansamatik kemlitik kemethak tenan …karena bisa nyaingin Koh Win yang di Klaten. Progring nya di Balai Desa mBagi sambil makan sego pecel lawuh tempe kripik kambek paru ….wisssss ….kenikmatan paripurna tenan .. Kalau Genesis punya lagu Back in NYC…. saya akan bikin lagu Back in Madiun City …..the best progressive city ….!!! Ha ha ha ha …

      • Herwinto Says:

        Ha ha ha ha ngguyu puol aku…IQ vs The Flower Kings…..

      • Herwinto Says:

        Wah saya belum dapat Tarbawi mas…mungkin siang nanti ya….

      • prasetyoindro Says:

        Mas G, UU Desa memang nuansamatik sekaligus ancamanmatik. Nuansamatik sudah dipaparkan mas G dengan contohnya menikmati Headlong di suasana pedesaan nan asri. Ancamanmatiknya karena memang besarnya duit yg dibagi per desa ditakutkan akan membuat banyak kades2 yg masuk bui mengingat hal ini relatif baru dan bisa2 salah kelola bahkan penyimpangan. Karena itu perlu dikembangkan jabatan Strategic Adviser sbg pendampingan Pak Kades di seluruh nusantara..sebagai contoh pertama mungkin bisa dicoba di desa mBagi, Madiun, Jatim hehehe

  12. Aan Chudori Says:

    Hahahaha aku yo isin lho mas…
    Tp kok dekade 1-2-3 gak terselip grupnya pakdhe rogerwoters mas?…(hus! Gak oleh protes an…ra ilok hahahhaa)

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Aan,

      Itu kan cumak judul … Yang seru nanti ya cerita di dalamnya mas …Kalau judul itu menandakan periode aja kok .. santai aja. Kadang gak penting mas … kayak ada Daihatsu Charade segala … padahal hanya pernik nuansa aja itu kok …he he he …

      *Gatot Widayanto*

      *”Don’t manage – lead change before you have to.* *” Jack Welch*

  13. Aan Chudori Says:

    Hahahaha inggih inggih…sendiko dawuh kang….

  14. ricky Says:

    hek…..hek….no 33-34.dekade lll…racun siapa yah

    • Gatot Widayanto Says:

      Racun nya Ricky di kamar Ricky di Bandung tahun 1998 …ha ha ha …. Sejak itu saya sadar bahwa prog masih hidup …. Saat itulah saya kenal Malcolm via Ricky … Saat itu pula saya kenal band yang namanya Sinkadus dan langsung beli 3 albumnya dalam format CD.

      Gara2 itu juga saya membabi buta beli CD2 baru …. tuoobzzz!!

      Damang? Gimana papa? Ajakin main di sini Rick. Bilang namanya sering dibahas di blog gemblung ini ….

  15. Hendrik Worotikan Says:

    Mas G…keren banget tulisannya. Koq bisa sih nginget sama yg dulu dulu. Apa punya diary nya ya ?
    Soalnya kalo sy suka lupa dgn kejadian yg sudah sudah.

    Ditunggu tuh item 16-22. Ini pasti menarik, karena menyinggung Batam Island yg selama 7 thn sy pernah hidup disana ( 87-94).
    Ingat Batu Ampar, Bukit Senyum, Sekupang, Nongsa, dan lain lain.
    Ditunggu sangat pokoknya.

    Salam.

  16. Herwinto Says:

    Tapi tulisan yang juga saya tunggu tunggu jangan lupa ya mas….Rick Wakeman Bagi Saya….

  17. cosmic_eargasm Says:

    Waaah beberapa hari nggak nengok blog super gemblunk, komen2 cerdas sudah sangat bernas ya. Mantap sekali. Selain sy nikmati membaca tret mas GW, komen2 dari para sahabat gemblungers sangat asyik sekali utk dibaca juga. Ada mas Ricky juga yg nggak pernah muncul, skrng baru muncul. Mas Hendrik jg nih, lama nggak kelihatan. Nah iya, mas Kristanto kemana ya?

    Setelah IQ nya mas Herwinto, tret ini memang sudah menjadi “The most Hot Top Trending Topic Part 2: ProgGraphy!” yg memang top dari rancangan rencana kisah perjalanan ProgGraphy nya mas GW! membaca judul nya per dekade saja sudah terasa mantap sekali. Saya dukung dgn doa semoga lancar menulis sampai sekuel ke 40. Tentang angka 40 ini memang spesial, karena bnyk yg bilang “Life is began in 40”. Sip mas! The History Began!

    ::: Stay Prog & Vote for Avant :::

    hahahahaha

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Cosmic …selamat datang kembali … Senang mas Cosmic kembali berkomentar, tentunya baru balik dari luar kota ya mas … Sempat papasan dengan mas Khalil gak mas? sama2 ke luar kota soalnya … ha ha ha ha …
      Iya mas ..saya lagi mengais ngais kenangan PRA PROG dimana ternyata banyak lagu2 jadul yang dicekoki kakak saya lewat kompilasi lagu jaman dulu. Trus dengan ingatan di kepala, saya trace kembali lagu2 tersebut di MEDIA DRUG .. Eh dapet hampir semua lho … Ini saya sambil mendengarkan lagu2 jadul non prog bahkan non rock berduaan sama my better-half sambil nyeruput setabaks yang tadi sempat dibeli di BP, sekarang di rumah berdua aja … sambil menikmati lagu2 ini (jangan diketawain ya …maklum dulu belum kenal rock dan prog …):

      Nutbush City Limits – Ike & Tina Turner
      Smiling Faces Sometimes – Rare Earth (lucu banget lagu ini …ketawanya renyah)
      Keys to The Rhyme – Lake (enak banget lagu ini …sealiran sama Celebrate)
      Hold Your Head Up – Argent (dibawakan juga oleh Fish)
      Woman – Barrabas
      Woman To Woman – Joe Cocker
      Warm Ride – Rare Earth (kalau ini udah jaman disko ketika saya SMA di Madiun)
      Hold The Line – Toto (dari Radio Australia)
      I’m A Man – Chicago Transit Authority

      Jadul rules!!

  18. ricky Says:

    ya mas g kalo lagi di bandung sih biasa saya buka blog ini bapa saya pernah baca baca juga…yang saya ingat benar ketika ada bahasan kaset yess seri 801…..(glass hammer…kalo enggak salah)bapa saya sama ihok(adiknya) sempet garuk…garuk kepala…..taunya itu kerjaan blog ini….sekarang lagi di medan jadi komunikasi hanya lewat telepon…sulit banget kalo harus ngajarin internet/komputer….kepada ahli analog tecnology recording.
    ya salam juga buat mas cosmic…saya cuman banyak baca baca di blog ini….pernah juga kasih komentar taunya bahasan 2 tahun yang lalu…ha…ha….

    • Gatot Widayanto Says:

      Halo Ricky!

      Wah sekarang di Medan ya? berapa lama ya? Kapan balik Bandung? Kasih kabar ya …

      Ha ha ha … Glasshammer versi Yess? Bikin pusing papa ya Rick .. ha ha ha ….kena tipu sama blog gemblung ya ….

      Gak papa Ricky kasih komentar tret yang udah 2 tahun karena memang blog gemblung ini kan timeless … ha ha ha ha …

      Ayo kasih tulisan dong Rick …Tentang Yess atau apa aja … Sejarah Yess dari kacamata anaknya Ian Arliandy .. ha ha ha .. Keren tuh!

      Salam buat nyonya dan si Kembar ya…

  19. ricky Says:

    baru 1 tahun di medan…nanti di asih kabar alo ke ibandung….tulisan tentang yess…..takut salah juga yah kalo tokohnya engga di sini…..tapi kalo nanti ke bandung ricy tanya mau nulis apa di blo gemblung ini

    • cosmic_eargasm Says:

      Salam kenal buat mas Ricky..

      ::: Stay Prog! ::::

      “Powerful Secret are revealed through Intensity and Extremes of experience.” John Zorn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: