IQ “Ever” Bagi Saya

Herwinto

IQ cover

Studio Album, released in 1993

Songs / Tracks Listing
1. The Darkest Hour (10:52)
2. Fading Senses (6:36)
i. After All
ii. Fading Senses
3. Out Of Nowhere (5:10)
4. Further Away (14:30)
5. Leap Of Faith (7:22)
6. Came Down (5:57)

Total Time: 50:27

Line-up / Musicians
– Peter Nicholls / lead and back vocals
– Martin Orford / keyboards, flute, backing vocals
– Mike Holmes / guitars
– John Jowitt / bass, backing vocals
– Paul Cook / drums

Releases information
CD Giant Electric Pea GEPCD 1006 (1993)

 

Tibalah saatnya kini saya menorehkan perasaan yang saya alami ketika mendengarkan IQ album Ever ini kedalam tulisan di blog tercinta ini, semata mata agar kebahagiaan ini terekam abadi dan bisa dibaca oleh generasi penerus…ha ha ha….Merupakan kewajiban saya untuk terus membentangkan panji panji prog ini setinggi tingginya…dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada senior saya mas Khalil yang gigih juga mengkader saya menjadi pengagum The Flower Kings tentunya….ha ha ha.

Saya adalah pengagum prog 70 an, Yes, Genesis, ELP dan Pink Floyd telah sukses membuat karya yang akhirnya menjadi senyawa anti racun terhadap telinga dan hati saya sehingga saya susah sekali menyukai grup grup band lain apalagi yang datang belakangan macam neo prog, praktis saya sangat minim koleksi neo prog, hanya Marillion yang pernah saya ikuti itupun hanya di era Fish, semata mata karena saya melihat unsur unsur Genesis Gabriel yang kental, Dream Theatre saya udah dengar bahkan album Octavarium yang saya sukai karena unsur ELP dan Yes yang terpadu di dalamnya namun semua itu biasa saja tidak ada yang istimewa di hati saya. Belakangan saya mulai mengenal The Flower Kings dari mas Gatot dan mas Khalil yang aktif meracuni saya, tapi saya tidak tahu kenapa saya tiba tiba ingin mencoba IQ yang sering disinggung mas Gatot, sejauh mana kedahsyatan band ini? Atas kebaikan hati mas Yudi saya mendapat album IQ dan TFK lengkap berupa file yang kemudian saya fisikkan dalam format CD, berhubung saya hidup hanya 24 jam maka saya harus atur waktu sehingga saya pilih IQ dahulu, secara acak saya pilih Ever tanpa ada tekanan dari pihak manapun, asli pilihan saya sendiri.

Pertama kali saya putar The Darkest Hour yang berdurasi 10 : 52 saya benar benar tertohok, jantung saya serasa berhenti…saya mendengar derap rentetan bunyi drum yang indah sekali disusul dentam bass yang halus namun rapat, dan suara petikan gitar yang indah pun menyusul bergabung…creng…creng… creng…woooaaaahhhh….sesek dodoku ngrungokno iki…dan di menit 1:24 vokal Nicholls mulai mengumandang dengan indah…langsung mengalir begitu saja dengan tempo yang cepat bersemangat, sejak menit ke 1 : 24 sampai menit ke 6 : 10 adalah bagian yang amat saya sukai benar benar dahsyat, terutama cengkokan vokal di menit ke 02 : 31 hadeeeeh matek tenan aku…bagian ini disusul dengan suara keyboard yang nunjek…uwediyaaan band ini… pada menit ke 6 : 10 tempo mulai berubah menjadi lebih tenang dan santai sampai akhir lagu.

Masuk track kedua Fading Senses 6 : 36 diawali suara keyboard dan gitar yang syahdu menerawang….lalu vokal Nicholls masuk dengan halus di menit ke 00 : 14….sampai titik ini saya tidak kuat lagi..vokalnya benar benar mengaduk emosi saya, nangis sesenggukan saya mendengar tuturan Nicholls ini…belum lagi iringan keyboard nya benar benar merontokkan hati saya…di sinilah saya mengirim sms ke mas G yang belakangan menjadi tret…”IQ Ever bikin ngguweblag…”. Selanjutnya di menit ke 02 : 30 tempo berubah menjadi hentakan drum yang membahana disini terdengar juga keyboard ala Tony Bank di Fountain of Salmacis yang magis itu….disusul sayatan gitar Holmes yang melemparkan saya ke alam antah berantah….jiancuuuk benar band ini….Track ketiga di buka dengan drum serta balutan keyboard yang kenceng dengan tempo yang bersemangat judulnya Out Of Nowhere 5 : 10.

Nah sekarang masuk track keempat Further Away 14 : 30 hadeeeeeeh baru dengar intro keyboard nya yang masuk sayup sayup ditumpangi alunan flute di menit ke 00 : 17 sudah klepek klepek saya…matek tenan aku….uwediyaaan tenan IQ ini bisa mempermainkan perasaan saya sak karepe udele dewe….menghujam sampai ke ulu hati…vokal yang penuh penjiwaan….diiringi alunan flute yang tipis dan bas yang nunjek….pada bagian vokal pembuka ini saya nikmati benar benar dengan penghayatan dengan perasaan yang berkecamuk….aduuuh Gusti Allah…sesaat kemudian berubah menghentak dengan drum yang menggemuruh namun tetap dalam balutan keyboard yang mengalun magis…tempo menjadi cepat dan pada menit ke 06 : 45 gitar Holmes ambil bagian menjerit menembus cakrawala tanpa batas….disusul keyboard Martin yang mengejar dengan rapat…tiba tiba di menit ke 08 : 20 menjadi senyap…di titik ini masuklah keyboard Martin yang nadanya nunjek abis, dan klimaks dari lagu ini di menit ke 10 : 41 sayatan gitar dipadu keyboard nan nunjek sukma bikin saya nangis sesenggukan….teriakan vokal Nicholls seperti mengakhiri drama lagu ini…woaaaahhhh…kalau dengar lagu ini sampai gak bercucuran air mata wis kebangeten banget….ojo ngaku progger sejati lah….

Track kelima dibuka dengan alunan keyboard yang indah dan vokal yang jernih Leap of Faith, di menit ke 03 : 24 terdengar alunan keyboard yang Genesis banget, disertai lengkingan gitar yang indah, lagu ini dari awal sudah beraroma Cinema Show, dan pada menit ke 04 : 38 terasa banget melodi dari Cinema Show, track ini menyambung ke track ke enam seperti masuknya Afterglow dari ….In That Quiet Earth di Wind And Wuthering coba rasakan baik baik….langsung menikmati gebukan drum dipadu petikan gitar yang uenaak banget masih dihiasi vokal yang mantab….saya sudah ngguweblag duluan dari menit menit awal menikmati Came Down ini…..salut buat IQ yang sukses mencuri hati saya ini…..ha ha ha…

32 Responses to “IQ “Ever” Bagi Saya”

  1. Gatot Widayanto Says:

    WHOOOOAAAAAA….. Muwantabz jaya ulasan ini!!! Salut buat Koh Win yang berhasil mengaduk-aduk perasaan saya ….Huwebat!!! Sebelum saya post, saya perkosa dulu …tak nikmati kata demi kata …sambil membayangkan musiknya ….Idah tenan …. Baru setelah itu saya posting …

    # Mas Indro ntar apa ke workshop lagi? Saya sudah di sini … Ternyata dimulai jam 9:30 ya? Ha ha ha …kesuken aku ….#

    • prasetyoindro Says:

      sy pikir udah dikabarin pak david hehehe…berarti msh ada waktu menikmati ulasan koh win, klo msh blm mulai jg acaranya menikmatinya jangan data demi kata, tapi huruf demi huruf biar gak bete nunggu hihihi

  2. Gatot Widayanto Says:

    Saat ini saya sedang sendirian di ruang Ballroom yang besar, menulis komen ini sambil menikmati alunan kibor Martin Orford di intro Further Away diikuti alunan vokal Peter Nicholls …. WHOAAAAAAAAAAA…..!!!! Super duper ngguweblag!!! Aduh biyuuuuunnnng …!!! Seneng tuh denger dentuman bass di saat musik masih sepi bagian intro. John Jowitt pancen manteb!!! Walking bass nan nunjek!

    Are they the one to take me down?????

    Biyuh biyuh …… ….siap2 dengan dentuman musik dahzyat yang sebentar lagi menukik …. Dentuman dahzyat! Nah ….INI DIA ….JRENG JRENG DUNG JRENG JRENG!!!

  3. HERWINTO Says:

    Huwa ha ha ha ha ha…..wis Om lali nyambut gawe ki……

    • Gatot Widayanto Says:

      Koh Win, maaf SMS njenengan saya posting ya … Soalnya menohok sekali:

      “Ini saya lagi nyetel sambil makan pagi sama istri..kayake ever ini punya senyawa anti racun ya mas..semakin lama diputer semakin terasa kayak ga perlu denger yg lain lagi….jiancuuuk..kok ono band koyo ngene..”

  4. hippienov Says:

    Peter Nicholls punya karakter vokal yang mirip Peter Gabriel dan aksi panggungnya pun mirip terutama wajah yang sering di “make-up” dengan cat walau gak se-ekstrim KISS. Nicholls juga selalu jadi pemberi ide dan ilustrator cover depan album-album IQ kecuali di nomzano dan are sitting comfortably?.
    Martin Orford juga suka disebut punya kemiripan permainan kibor nya dengan Tony Banks.
    Boleh dibilang IQ mirip Genesis era Gabriel dulu sebelum mereka banting stir mengikuti selera pasar dan jadi lebih ngepop.
    Jadi kalo aku tiba-tiba ngebayangin Genesis modern tetap bermain prog, aku spin IQ (disamping Marillion tentunya),hehehe…

  5. hippienov Says:

    O ya, karena gempuran koh Win dan mas G tentang IQ-Ever, akhirnya aku tergoda untuk hunting album ini juga. Ini lagi tanya temen-temen di MBC Medan punya apa gak album Ever. Kalo punya mau tak pesen cd kopiannya. Beli cd kopian aja ben irit, hehehe…

  6. Budi Putra Says:

    Hadeuuhhh mas win, sy lg concern di The Wake ini jgn digoda-goda dg Ever dong…hehehe. Sy blm tuntas menjelajahi The Wake, walau kmrn sempat mampir di Dark Matter. Mas Gatot blg jangan keburu nafsu pindah ke album lainnya…dg ulasan detail ini siapa yg tdk tergoda utk tdk menikmati Ever…istiqomahnya bs melenceng nih, hahaha.

    IQ, bikin sumringah!

    • Herwinto Says:

      Jangan goyah dulu mas nanti malah mrucut….wis istiqomqh dulu aja….aku ini juga diiming imingi Ryker Skies….hadeeeeh….

  7. yuddi_01 Says:

    yg saya nggak ngerti kenapa cover albumya gambar ibu kita Kartini-

  8. Herwinto Says:

    Dan kenapa semakin enak bila sambil nyokot kue moho….

    • yuddi_01 Says:

      Di cokot terus ya mas tdk perlu dikunyah apalagi ditelan – ini sih spy mulut tdk ternganga saking herannya ada band spt IQ๐Ÿ˜‰

      • Gatot Widayanto Says:

        Ha ha ha … bener mas Yuddi. Sebenernya ada dua hal terkait mencokot ini:

        1.) Saya membayangkan Koh Win mencokot kue moho warna putih mangkak dan pink tanpa mengunyahnya lantaran kalau dikunyah perlu satu botol aqua untuk mengusir seret di leher dan ngethak (gak tahu bahasa indonesianya apa) di langit2 mulut. Ha ha ha ha…

        2.) Saking nggumunnya Koh Win kepada IQ kok bisa bikin musik kayak gini brilian nya ( seperti kata mas Yuddi)…. kalo orang Jowo nyebutnya cukup sstu kata penuh makna nan nunjek: ” ndelongop” atau “ngowoh” ….saking kagumnya. Kalau bahasa indonesianya saya kurang tahu apa …. Tspi justru bahasa Inggrisnya malah ada namun tidak satu kata: “In the Court of the Crimson King”…

        Wuehehehehehe ….

  9. andria Says:

    pak Win, saya mulai senin beberapa kali mendengarkan Ever, tapi hati saya blm tercuri๐Ÿ˜ฆ

    • Gatot Widayanto Says:

      Tinggalkan IQ mas Andria …. Maqom njenengan di pure metal …. Ojok dipekso …. he he …

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

  10. Budi Putra Says:

    Mas Andria, sy jg awalnya asing bgt dg IQ…sy tau IQ ketika dengerin lagu Promises—krn lagunya masuk di list The Best Symprock, kaset yg dulu sy punya. Dus gempuran dahsyat mas win dan mas Gatot, hehehe.

    Lagunya, Promises, memang renyah dus easy listening, bersanding dg Heat of Moment nya Asia….pas. Kalo utk album lainnya sy coba dg materi album The Wake dan Dark Matter, dan trnyt musiknya lbh berkualitas, warna prog-nya msh terdengar.

    Memang sulit bg kt yg sdh terlalu jauh nyemplung di jalur metal—sy awalnya rock klasik ala DP/LZ, dan kemudian nyemplung di jalur metal dan come back lg di rock klasik. Dengerin hentakan ala prog/neo terasa gk sabaran…ibaratnya dengerin prog itu belajar mengasah kesabaran…hehehe. Tp begitu dengerin IQ di album The Wake dan Dark Matter sy kok jd terpincut dg konsep dan musikalitas mrk…blm tau utk Ever spt apa. Krn msh menjelajahi kedahsyatan The Wake.

    • Gatot Widayanto Says:

      Dus ….Ternyata di youtube ada cover version nya IQ “Promises” dan sempurna sekali mainnya …

      Mas Budi, monggo dipirsani njih …. (ini saya sedang test mobile wifi BOLT yang ternyata memang mak joszzzz!!!):

      Don’t make false promises
      As the years go by …

      • Gatot Widayanto Says:

        Edhhhhaaaaaaaaaaaannnn …Band satu ini kuwereeeeen banget meng cover Promises … Ini saya sudah ulang 2 kali …. Semuanya persis PLEG …

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Budi wajib tonton nih cover version Promises yang ini. Flawless mas! Hebat!!!

  11. Gatot Widayanto Says:

    Mungkin sebelum menikmati IQ, mas Andria perlu dengerin Kamelot “Karma” dan Symphony X album “V”…. Dua-duanya ada unsur neo-prog nya meski band power metal

  12. Gatot Widayanto Says:

    Monggo dinikmati The Darkest Hour:

  13. cosmic_eargasm Says:

    Congratulation buat mas Herwinto yg dgn kemampuan intelektualitas “musical open-minded”nya akhirnya bs menerima IQ di hati๐Ÿ™‚ Memang, menurut sy semua band2 Prog 70an sudah memborong semua ide musikal dan non-musikalnya. Rata2 jg memang penggemar fanatik “The Sound of Super Seventies” kurang/tdk bs menerima style musik dari band2/musisi setelahnya. Di luar hal tsb, musik Prog itu memang sangatlah luas, bahkan sy sendiri blm bnyk yg sempat tau dan menyimak band2 70 an.

    Kalo sdh qatam dgn IQ, coba CAST mas. Seperti yg pernah direview dan diposting oleh mas GW. Semoga bs menjadi the next trending topic setelah The Flower Kings dan IQ, karena band ini sangat dahsyat mantapjayaraya sekali(walaupun sy blm menyimak semua album2nya yg lumayan bnyk itu) dan teramat sayang sekali utk dilewatkan begitu saja. Dan bagi yg suka Genesis era Gabriel, bs menyimak THE WATCH yg juga keren dan pernah diposting oleh mas GW, tp juga tdk ada respon wkt itu.
    Dan, lewat tangan dingin mas Herwinto inilah selain IQ menjadi the hot trending topic, juga ternyata cukup bs memancing bnyk komen dr para gemblungers yg selama ini jarang sekali komen (termasuk jg memancing “the Watcher” utk komen). Selain itu jg bs membuat penasaran bagi yg blm pernah menikmati untaian keindahan musiknya IQ. Termsk sy yg sdh cukup lama nggak menyimak album2 IQ yg lama sekali tdk merilis album setelah “Frequency”. Komen mas Hippienov mengingatkan sy yg pernah nonton dvd IQ 20th anniversary double disc beberapa tahun yg lalu. Nicholls bergaya teatrikal dan pakai make up tipis pd live tsb.

    Dan, mungkin seharusnya lewat tangan dingin mas Herwinto lah, CAST, THE WATCH maupun band2 Neo-Prog/Symphonic Prog era baru lainnya bisa menjadi “The Next Hot Trending Prog Topics”๐Ÿ™‚

    Mas GW, thanks banget link IQ live nya via youtube..

    ::: Grab the Prog without Borders! :::

  14. Budi Putra Says:

    Inilah blog gemblung nan dahsyat…sdh dikupas tuntas lagu2nya olh mas win, kemudian ditambah postingan videonya via ms Gatot lengkap dus….keren abisss dah!

  15. Didi Says:

    Pagi ini, ditengah padat merayapnya penumpang kereta commuter line, saya putar Harvest of Souls 2X. Disambung the Darkest Hour. Memang benar2 mantap IQ ini. Bikin ngejeblak & merinding !!

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Didi …

      Harvest of Souls memang nyamleng suromenggolo tenan … ada bagian lembut dan juga ada bagian keras kemudian juga ada bagian acrobatic staccato ala IQ dan tak ada bau progmet ala DT. Memang hebat IQ ini bisa bikin staccato yg gak mirip UK atau DT … a class of their own! Salut dah.

      Maaf tadi pagi di suasana mendung Jakarta saya ditemani oleh Steven Wilson “The Raven that Refused To Sing” sambil gowes menuju TTM di Kebonsirih. Kok ya pas ya ….pas sampe di TTM itu album pas habis …. Puwas….

      • Gatot Widayanto Says:

        Ini sambil nonton tv ada grammy award … berharap Further Away yang mematikan itu bisa dapet grammy award untuk kategori “Song that makes you ngguweblak!” …. Belum diumumkan nih …. Nunggu Peter Nicholls yg jena macet …

      • Gatot Widayanto Says:

        Barusan liat Metallica sama pemain piano. Musik kenceng tak beratiran kayak eclectic prog …. Tapi keren memang Metallica ….

      • cosmic_eargasm Says:

        ada juga album piano tribute to Iron mAiden yg juga keren dgn menampilkan solo piano membawakan lagu2 nya IM

      • cosmic_eargasm Says:

        tentang ‘Harvest of Souls’ penggambaran mas GW begitu amat jitu sekali..๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: