Space Nuansamatik: Ayreon

Budi Putra

image

Di tengah perayaan progrock dan sekte-sektenya yang belum usai saya coba berpaling sejenak ke album/single Come Back To Me, Ayreon. Pilihan pada album ini bukan tanpa sebab karena saya rindu akan alunan melodik nan indah pada intro Come Back To Me—-bukan meremehkan harmoni melodi dus easy listening ala IQ,loh—-Apalagi ditutup dengan list menyentak ala house music, Back 2 Me. Dus bersanding dengan iringan merdu vokal Heather Finlay dan James LaBrie yang khas Dream Theater itu. Selain Come Back To Me, yang a la, la,la….ditambah list August Fire yang bernuansa folk, sedangkan list When I’m Sixty Four dibawakan versi live dengan lirik jenaka membuat kita melamun dalam senyum (?). Album singkat yang hanya terdapat empat lagu ini seolah menjadi pengulangan yang tidak jenuh didengar dan didendangkan.

Saya tertarik dengan kemasan album Come Back To Me yang unik dan beda bila dibanding album Ayreon yang lain dimana konsep petualangan luar angkasa-nya terlihat kasat. Dengan konsep musik easy listening dan beat menyentak pada nomor penutup Back 2 Me, Arjen seolah mengajak penikmat Ayreon untuk jeda sejenak dari konsep album Ayreon lain yang cukup membuat dahi berkenyit sejenak—saya ibaratkan seperti tamasya luar angkasa yang tak berkesudahan…lost in space! Sebut saja project Arjen kedua setelah Into Electric Castle—yang terbilang sukses besar dipasaran, namun untuk Universal Migrator yang load materi lagu itu malah terasa monoton dan seolah jadi kehilangan greget neo space-metal ala Ayreon. Merujuk Come Back To Me yang merupakan single kelima yang dibuat Arjen Lucassen, dirilis pada tahun 2005. Single ini diambil dari album keenam Ayreon, The Human Equation, dimana lagu ini diistilahkan sebagai “Hari Tujuh: Harapan”—istilah cerita ala quot. Untuk album ini selain James LaBrie pada vokal, nama Heather Finlay dari Mostly Autumn juga terlibat dalam penulisan teks dan track vokal serta epilog.

Secara spesifik Ayreon adalah project personal dari Arjen yang dalam prosesnya banyak dibantu oleh musisi terkenal yang kebanyakan dari genre progrock. Sedangkan dari sisi musik bisa dikatakan sebagai genre neo-space-metal-prog yang nuansamatik space. Maka dalam konsep album atau lagu-lagunya bisa kebayang bila nuansa ruang angksa melekat erat pada album-album Ayreon lainnya seperti Into Electric Castle, Ayreonauts Only, Actual Fantasy. Dan yang pasti mendengarkan Ayreon bak menyimak adegan seperti dalam film-film Monster Inc., Star Trek, Lost In Space—model Holliwood movie.

Salam,

Budi Putra

6 Responses to “Space Nuansamatik: Ayreon”

  1. andria Says:

    pak budi, saya pernah mbaca wawancara dgn arjen utk album Human Equqtion ini. dia bilang kl kali ini tak ada “little greenmen” dan yg berhubungan dgn luar angkasa. kemarin saya sandingkan Come Back To Me dgn 4 minutes to live dari Steve Morse karena isinya hampir sama tapi dari sudut pandang beda. di lagu Come Back To Me si aku membagi cerita dgn rekannya yg sekarat & coma utk mengembalikan ingatannya (kl tak salah). dia bercerita ttg masa muda penuh gairah mereka .

    “Let me take you back
    to the time when we were chasing all the girls
    Two maniacs
    indulging in the pleasures of this world
    So much to see, so much to live for
    Questions to answer, places to go
    So much to be, so much to care for”

    saat budhe saya meninggal di rumah sakit tahun lalu, saya tak bisa menunggui beliau krn jauh, saya pun teringat lagu tadi.

    video utk lagu come back to me ada di yutub, lucu🙂 sound organnya benar2 bagus

    • Budi Putra Says:

      Iya mas Andria, selain harmoni soundnya lagu ini bikin kt semangat…sy blm liat videonya, nanti mau liat.

    • Gatot Widayanto Says:

      Human Equation adalah album keren yang unik. Saya sempat terkecoh pertama kali saat melihat disc 2 track nya bergerak cepat dan saya pikir cd nya rusak. Ah …. ternyata buat memulai cd 2 dengan hari ke berapa (kalau gk salah 16) aja. Semprul tenan.

  2. cosmic_eargasm Says:

    Mas Budi, thanks postingannya tentang Ayreon yg sdh lama sekali sy nggak menyimak. Arjen memang bnyk menggandeng Proggers2 lain utk mengisi setiap album Ayreon. Termsk Fish jg. Yg istimewa dari tatanan musiknya yg membawakan tradisional ProgMet adalah memasukkan unsur2 Rock Opera dan lirik yg tematik dan selain musiknya beraroma ‘space’ jg mengandung unsur kecanggihan futuristik. Hal tsb jg nampak sekali pada proyek musikalnya, yaitu Star One’s Project & Ambeon. Album Ayreon yg sy ingat ada “The Final Experiment”, “Into the Electric Castle” yg seperti disebutkan oleh mas Budi. Dan kalo tdk salah, Arjen Lucassen adalah pemilik situs Prog paling populer, ProgArchives. Sy kira dgn postingan mas Budi ini, mas Andria pasti sangat senang sekali🙂

    ::: Grab the Prog without Borders! :::

  3. Apec Says:

    Saya mengenal Ayreon ya yg ada versi kasetnya saja,Flight of migrator dan dream sequencer..Flight migrator lebih kenceng tapi terasa membosankan..namun justru yg flight migrator awalnya males dengar,tapi lama2 malah asyik..lagu pertama yg klik di telings saya adalah One small step

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya kenal Ayreon ya saat Fish ikut di Electric Castle … Karena ada Fish aja.
      Musiknya memang enak tapi njelehi pancen ….beda sana IQ …enak tapi bikin ketagihan ….ha ha ha …. IQ maneh!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: