Sekilas Tentang Neo Prog (2)

Herwinto

Selanjutnya siapakah band band yang tergolong neo prog? banyak terjadi perbedaan pendapat di titik ini, namun ada kesepakatan bahwa mereka yang lahir di awal 80 an lah yang disebut neo prog jika secara musikalitas menyerap pengaruh prog 70an terutama sekali Genesis, sehingga ada beberapa nama yang cukup populer yaitu Marillion, IQ, Pallas, Arena, Pendragon disebut sebagai pengibar bendera neo prog. Namun ada juga sebagian kecil yang berpendapat bahwa semua band yang lahir setelah era 70an dan membawa bendera kekuasaan Yes dan Genesis adalah neo prog, konsekuensinya The Flower Kings, Steven Wilson, Porcupine Tree, Dream Theatre masuk sebagai neo prog, namun pendapat lain menyatakan bahwa nama nama terakhir ini bukan neo prog melainkan generasi ke tiga dari prog. Wawasan saya tentang band band neo prog ini masih minim sekali namun setidaknya ada beberapa yang sempat saya dengarkan diantaranya Arena dan Marillion, sedangkan IQ baru saya pelajari saat ini. Album album dari neo prog ini banyak yang kemudian menjadi masterpiece, bahkan band band ini sering membuat album konsep dan yang mencengangkan album konsep ini benar benar digarap dengan amat baik sehingga menjadi album yang benar benar sempurna untuk dinikmati. Mari kita simak album konsep Misplaced Chilhood nya Marillion, setiap proghead harus mengakui bahwa inilah salah satu album paling terkenal dan paling bersejarah dalam khazanah prog rock, album ini setara dengan album spektakuler The Dark Side of The Moon nya Pink Floyd karena sama sama mampu menembus pasar diluar pasar prog rock. Belum lagi kalau kita dengarkan IQ Ever, ini benar benar album perfect yang membuat emosi kita teraduk aduk, juga Arena dengan The Visitor nya yang membuat kita menggelepar menderita kepuasan paripurna, dan saat ini saya sedang memulai menikmati album konsepnya IQ Subterranea yang terdiri dari 2 keping CD, Wooaaaaaahhh….ini benar benar dahsyat….bahkan saya merasa dobel album Subterranea ini lebih dahsyat dari dobel album konsep nya Genesis The Lamb Lies Down On Broadway…..aduuh biyuuuuung…..perasaan saya teraduk aduk tidak karuan…..arep semapuuuut……maaf mas Gatot aku dah gak kuat untuk tidak menginjak album lainnya IQ…..Pliiiiiisss yo masss…..Tentu ini hanya pandangan saya pribadi loh….saya sarankan pada pembaca untuk menikmati album album diatas agar merasakan bagaimana rasanya terapi hati ala neo prog…..salam!!!!

24 Responses to “Sekilas Tentang Neo Prog (2)”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Buat Koh Win yang mabuk The Darkest Hour dan belum komentar tentang lagu sunngeblak-jaya bertajuk Further Away yang menurut saya menohok ulu ati paling dalam:

    Terima kasih banyak atas kelanjutan kisah neo prog nya. Saya pernah posting tret ini di tahun 2011:

    https://gwmusic.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=8926&action=edit&message=6&postpost=v2

    Akan saya sundul lagi aja biar di atas yah .. Silakan juga komentar …

    Suwun

    Np. Transatlantic “Kaleidoscope” (2014)

  2. Budi Putra Says:

    Setuju mas win, sptnya tdk tahan utk tdk trgoda mendengarkan album IQ yg lainnya—apalagi sy bukan tipe fanatik pd satu “keindahan”. Sy coba menyelami nuansa keindahan pd album The Wake, dan terpikat dg list Headlong. Sy coba beranjak ke album Dark Matter dan “terbentur enak” dg list Harvest of Souls yg durasinya nyaris 25 menitan. Blm tau stlhnya apkh msh akan mencicipi kelezatan album2 IQ lainnya…msh byk pilihan yg perlu disandingkan antara IQ dg Purcopine Tree, misalkan.

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Budi,

      Jangaaaaaan…..!!! Tetaplah istiqomah di The Wake dulu … Title track nya juga keren. Belum lagi ada Widow’s Peak yang bikin njungkel. Trus yang Dan (bahasa Prancis) juga OK ….

      Please enjoy The Wake first …to the fullest. Jangan keburu napsu pindah dulu …. He he … Sekedar saran aja.

      • Budi Putra Says:

        Mas Gatot,

        Memang yahud IQ, gak kebayang bila era 80an bs ktemu ini band…saran dijalankan, setelahnya The Wake perlu dijelajahi lagi…

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Budi,

        Kalau era 80an liat kaset IQ pastinya gak tertarik karena bukan thrash metal ….he he he … Saya malahan di era itu sempat hopeless karena Yes dan Genesis mulai melenceng dari akar utamanya. Untung 83 ada “So here I am once more ” THENG!!!

        Sejak itu menikmati musik menjadi sungguh menggairahkan ….sampai 88 ketika saya baca di koran singapura The Starits Times dengan tajuk “Marillion Disbanded” ….luluh lah hatiku …..hancur berantakan …

  3. hippienov Says:

    Saat beli album Iq “dark matter” aku sama sekali gak punya informasi seperti apa musik Iq dalam album ini. Satu-satunya referensiku hanya album “nomzano”. Pikirku paling musiknya mirip di nomzano dan mudah-mudahan gak berubah jauh. Nothing to lose aku tetap beli (di Aquarius PI kalo gak salah) dan gubrak!!! kaget aku dibuat saat masuk di lagu pertama, uedyan… maknyus tenan… makin penasaran aku denger lagu berikutnya dan seterusnya dan seterusnya… Woaw… album ini dahsyat banget. Iq malah lebih keren dibanding mereka saat di nomzano. Gak ada istilahnya aku denger Iq kedodoran main prog meski personilnya sudah cukup berumur. Menurutku album ini so full speed, high octane.. Sejak saat itu aku mulai berniat untuk track back hunting album-album lawas Iq tapi memang gak berjalan lancar karena so far baru ada tambahan album “tales from the lush attic” dan “the wake” saja.

  4. haris fauzi Says:

    musik prog itu mainstreamnya memang bercabang2 sakkarepe dewe sbgmn musisinya yg main musik sakpenakedewe… hahahaha
    dan prog versi saya (yg jg bingung – kebingungan adalah) sbb :

    Ada tiga kelompok besar genre musik rock progresif yang cukup subur. Yakni Progresif Metal, Neo Progresif (Modern Progresif), dan Rock Progresif itu sendiri sebagai biangnya.
    Rock Progresif sebagai cikal – bakal diawali oleh The Beatles dan terus berkembang di tahun 60-70-an. Genre ini nampak jelas dalam karya – karya Yes, Genesis, Peter Gabriel, ELP, King Crimson, dan Pink Floyd.

    http://kenisah.blogspot.com/2008/11/musik-progresif-dan-kita.html

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Haris, apa kabar?

      Suka juga membahas neo? He he he …. ayo …ditunggu ulasannya mas ….

    • HERWINTO Says:

      Maturnuwun mas Haris sudah mampir….mas Haris ini adalah senior saya dalam menyukai Yes..kata beliau Yes itu adalah para malaikat yang turun dari langit untuk main musik….hadeeeeh…..

  5. yuddi_01 Says:

    mas Herwin, pelengkapnya hrs simak juga album “For Ever Live”, yah semacam Yessong lah kalau di YesπŸ™‚

    • Gatot Widayanto Says:

      IQ merilis album Ever dengan menggelar konser. Jadi, pada waktu konser banyak yang bengong gak tahu lagunya karena memang dirilis hari itu juga. Makanya nama konser nya ForEVER Live ….

      Betul seperti kata mas Yuddi, ini adalah Yessongs nya IQ ….

      Kalau Koh Win mulai pengen beranjak ….. sebaiknya ke live ini …sekalian biar kenal Headlong.

      Tapi rasanya sayang pindah dari Ever sekarang …. Kurang lama ….

    • Gatot Widayanto Says:

      IQ ini band yang “jujur”. Di CD sleeve album ForEVER Live ditulis panjang lebar bahwa pada saat rehearsal konser ini, mereka sering gagal menirukan Further Away sampe mereka stress. Akhirnya mereka memutuskan Further Away tak masuk dalam setlist. Setelah keputusan ini, ketegangan hilang dan mereka rehearsal lebih santai.

      Hebat ya … Lagu sendiri aja mereka stress … Tapi toh mereka mainkan juga.

      Dulunya Further Away sebelum jadi seperti di album, adalah seperti ini:

      Asik juga …

  6. Wahyu Says:

    Nek gae ayas musik prog yo musik prog ker..kadit ono batase..nek pengen ngrungokno prog yo setelen genesis jes..sory ayas gae asahab kilapan..

  7. prasetyoindro Says:

    salam mas herwinto…postingan mas herwinto ttg IQ dan #mendadakprogring dgn mas G kmrn membuat sy semangat utk membongkar kembali file2 band neo utk sy dengarkan kembali di antaranya kesukaan sy clepsydra…dan khusus IQ saat nulis reply ini sy sembari mndgarkan lagu CLOSER dr album IQ-Frequency (2009)..waduh sukma rasanya tersembur kenikmatan yang tiada tara…

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Indro KUDU BIN WAJIB menyukai Ryker Skies di album Frequency !!!! Iku lagu guwendheng ndiyancuki tenan!!! Aku kalau nyetel sampe berulangkali 3 atau empat kali …padahal durasinya lama … Memang IQ iki isine wong gemblung kabeh!!!

      Ayo …kapan kita progring menikmati DVD IQ??? Dijamin ngguweblak tigaratusenampuluhderajat!!!!

      # lha ini Further Away masuk menit 7:20 dimana si Martin nguwamuk dengan kibornya …Sik yo …aku tak mengheningkan cipta sejenak …. Iki segmen doawahzyaaaaatttt!!!!! #

    • Gatot Widayanto Says:

      # MENGHENINGKAN CIPTA SELESAI #

      Sekarang khusyu menikmati Ryker Skies via MacBook dengan volume lirih namun suara keluar mantap ….Biyuh baru pembukaan aja udah membik-membik mau mbrebes mili ….apalagi kalau nanti sayatan gitar Mike Holmes mulai kurang ajar mencabik-cabik ulu ati sambil kakinya nginjek sukma …

      Welcome hero to Ryker Skies …

      Aduuuuuuhhhhh … I love you very much IQ!!!!!

      Vokal Nicholls ini gembeng namun gagah yo … Piye to??? Gembeng kok gagah? Lha ya begituah musik PROG …semuanya serba kontradiktif:

      Melodik namun kompleks
      Lembut namun keras
      Berliku-liku namun manis
      Gembeng namun gagah
      Nuansamatik namun modern (lha tahun 1993 kok …)
      Ruwet namun harmonis

      Lha …opo ora kontradiktif kuwi???

      Edaaaaaaaaaannn RYKER SKIES ini bener2 nunjek menghunjam sukma tenan …!!! bajindul tenan!!!!

      # Wis ah …tak sholat dhuha dulu ….semoga ini ajakan, bukan riya ….semoga yang baca juga mau shalat dhuha juga saat ini ….he he he …#

      • Herwinto Says:

        Wah repot iki….rasane mung arep misuh terus iki…..ha ha ha….belum tuntas Further Away wis ono meneh Ryker Skies…haduuuh….

      • lutfi Says:

        Dari Ryker skies yang 9 menitan luwih papat lima meluncur hening petikan gitar Mike Holmes ala Cinema Show masuk ke ‘The Province’, sepertinya IQ gak mau ilang momen muncrat adrenalin mainnya di dua lagu, Ryker Skies yang dilanjut The Province yang tiga belas menitan lebih. Ini benar2 lagu pamungkas mereka sepertinya di album Frequency.

        Perang petikan gitar Mike Holmes, suara Hammond dan piano Mark Westworth terasa gagah bertenaga. Padat dan empuk. Keren banget!!! Gebugan Andy Edwards yang ganas dan ritmik harmonik di menit ke tujuh mengantar Mark Westworth melakukan aksi stunning keyboard solonya cukup panjang dan enerjik, terasa darah old Genesis mengalir di lagu ini. Di sesi Mark Westworth ini saya sedikit tambah volume sekedar untuk menikmati kepuasan paripurna lagu pamungkas nan ciamik ini. Setelah di tengah wis pada tawuran skills berkelas, ditutup dengan petikan old sound-nya Mike Holmes dan piano si Mark yang bernuansa Tony Banks banget alunannya.

        Panteslah, IQ memang bergemuruh di blogemblunkeren ini utk tetap menarik diulas sampe dobolan hahaha …

        IQ baca blogemblunkeren ini ga ya kalo mereka lagi diulas rame-rame?

  8. hippienov Says:

    Iya mas G, IQ bikin aku kagum terutama pada kesetiaan mereka tetap bermain prog. Kayaknya mereka gak terlalu peduli musik mereka gak “laku secara komersil” atau gak ada yang jadi hit single atau masuk top airplay. Mungkin karena dari awalnya IQ gak pernah masuk di bawah major label ya mas? Kalo gak salah mereka dari album debutnya yang cuma dirilis dalam bentuk kaset (aku lupa judulnya) selalu di bawah indie label jadi bebas berkreasi tanpa banyak tuntutan label untuk jadi komersil.

    Tapi sebenarnya IQ juga pernah mencoba jadi lebih komersil lewat album nomzano dan are you sitting comfortably? Mungkin karena vokalisnya ganti waktu itu…
    dan album Ever adalah album “return” nya IQ back to their prog roots yang ditandai juga dengan kembali gabungnya vokalis original mereka sampai sekarang.

  9. Gatot Widayanto Says:

    Lagu ini juga tergolong neo prog … Indah sekali. Melodi nunjek namun ada bagian nan kompleks dan berisik juga:

  10. cosmic_eargasm Says:

    Mas Herwinto, Neo-Prog memang cukup bisa memabukkan. Apalagi pas bagian rally-rallynya yg pasti bisa menggugah telinga dan hati utk menikmati alunan nada2 dan ritmisnya yg dinamis. Band Neo-Prog era baru yg asyik menurut ingatan sy ada JADIS, FROST, GALLEON, RPWL, IZZ. QUIDAM..

    Yg lain lupa. Sdh sangat lama sy nggak mendengarkan band2 Neo-Prog. Dan dgn adanya postingan mas Herwinto tentang IQ dan mas GW tentang CAST, sy jd ingin menyimak lg band2 Neo-Prog yg asyik2. Thanks.

    ::: Stay Prog! :::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: