Underrated Bands from Super Seventies #13: MARIANI

By: cosmic_eargasm

image

image

Di kalangan penggemar musik Rock yang berstyle guitar-oriented mungkin tidak asing lagi dengan Eric Johnson, yang pertama kali mendukung proyek G3 bersama Joe Satriani dan Steve Vai pada tahun 1996 yang lalu. Akan tetapi, siapa yang menyangka kalau gitaris yang ngetop lewat album “Ah Via Musicom” dan “Venus Isle” itu sudah punya album di tahun 1970? Yups! Mariani adalah band Eric Johnson yang pertama dan konon, waktu itu umurnya masih 15 tahun. Adalah Vince Mariani, seorang drummer veteran yang ingin membentuk sebuah band rock setelah sempat ikut audisi untuk Jimi Hendrix. Selang beberapa saat, Vince bertemu dengan Eric Johnson untuk bermain gitar dan vokal dan belakangan mengajak Jay Podolnick untuk mengisi bas dan vokal yang menghasilkan album bertajuk “Perpetuum Mobile” yang dirilis pada tahun 1970 oleh Sonobeat Records dan merupakan album satu-satunya dari band yang mengusung ‘Psychedelic Acid Hard/Heavy Blues-Rock’ yang memang banyak dibawakan oleh band-band pada masa itu. Album dari ‘One-Shoot Band’ ini berisikan 8 nomor keren plus ada tambahan 2 lagu sebagai bonusnya. Permainan wah-wah pedal yang dipopulerkan oleh dewa gitar Jimi Hendrix asyik terdengar di nomor pembuka “Searching for a New Dimension”. Energi semangat heavy rock khas 70 an terasa di “Re-birth Day” dan “Memories” yang ke 2 lagu tersebut dipilih sebagai single hits nya. Sementara “Re-birth Day” yang versi demo juga dimasukkan sebagai bonus. Walaupun terasa raw, tetapi tetap asyik terdengar. Tidak ketinggalan irama mid-tempo/slow berbalut blues ada pada “Lord, I Just Can’t Help Myself” yang diadaptasi dari lagu tradisional. Album ini juga menyuguhka 4 nomor instrumental yang apik. “The Unknown Path” yang menarik dengan Hendrix style, “Euphoria” yang sangat cadas di era nya. Entah kebetulan atau tidak, permainan riff gitar Eric Johnson mengingatkan pada “Searh and Destroy” nya Metallica yang sekarang termasuk lagu ‘klasik’ nya band metal tersebut. “Messgae” dçcdan “Windy Planet” menampilkan solo drum yang menawan dari Vince Mariani. Beberapa bagian dihiasi dengan efek flanger hingga makin terkesan menonjol sisi psychedelic nya. Pada beberapa lagu, Eric Johnson juga sudah menggunakan ‘Echoplex Tape Delay Machine’ yang tetap digunakan sampai sekarang dan menjadi salah satu trademark nya. Vokal dan permainan bas Jay Podolnick juga tidak kalah menariknya. Memang, untuk ukuran sebuah band dengan format Power Trio rata-rata menarik dan pasti memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Selain pengaruh style musik Jimi Hendrix, rock ala Cream pun cukup mendominasi beberapa lagu di album yang termasuk rare-items ini dan sangat layak sekali untuk dinikmati, bahkan dimiliki. Khususnya buat para penggemar Eric Johnson, album bersejarah ini sungguh sangat perlu untuk disimak lebih lanjut.

Thanks Mas GW yang cukup nge-rock juga..

::: Keep Rockin’ :::

7 Responses to “Underrated Bands from Super Seventies #13: MARIANI”

  1. andria Says:

    br tahu kl Eric Johnson pernah ikut grup sbl jadi pemimpin grup atas dirinya. kebetulan saya kenal Eric dari album Ah! via Musicom, sepertinya baca infonya di GuitarWorld. trims pak Cosmic, nanti coba saya cari mp3nya

    • cosmic_eargasm Says:

      Lho kok sama mas, awal tau Eric Johnson dulu ya lewat majalah Guitar Player. Selang beberapa saat “Ah! Via Musicom” sdh terpajang di rak toko kaset. Albumnya yg paling memorable bagi sy adalah “Venus Isle”. Kalo “Tone” pernah dpt cd nya. Selain ngeband atas nama dirinya, Eric jg sempat membuat proyek musikal, “Alien Love Child” yg juga keren.

  2. Budi Putra Says:

    Wah keren nih infonya, baru tau kalo Eric Johnson di tahun 70 an udh nge-band. Nama bandnya unik pula…

    • cosmic_eargasm Says:

      Sip mas Budi, salam kenal ya. Permainan gitar Eric Johnson di album ini sudah sangat asyik sekali dan untungnya Vince Mariani nggak diterima pas audisi drums untuk The Jimi Hendrix Experience, jadi bs menemukan Eric Johnson yg kita kenal skrng ini🙂 Btw selera mas Budi mantap juga ya, dari metal ke gitaris. Wah mas Budi juga eks eksplorer Jogja ya? Lapakers pojok yg dimaksud mas Budi benar mas Gunadi yg memang koleksi lapaknya paling kumplit cd boxed-set nya wkt itu. Di rumahnyapun layaknya seperti seorg kolektor gaek saja😀 Mas Gunadi ini jg bnyk belajar, sehingga paham betul mana band2 bgs mana yg biasa, sehingga berefek pada harga yg susah utk ditawar, walopun termasuk standart🙂

      Jogja memang istimewa ya mas. Sayang skrng semua lapakers tinggal kenangan.

      Terus, yg dimaksud mas Budi tempat buku murah adalah shooping centre, dulu sy jg sempat dpt majalah musik luar seperti Guitar Player, Circus, Hits Parader dll, kemungkinan besar mas Andria jg sering dtp majalah2 tsb disana.

      Oya mas Budi, temannya mas yg di Tampur itu mas Bram atau mas Ary yg skrng pindah di Blok M “Prog” Square itu? Atau mas Budi Deep Rock yg lapaknya didominasi oleh metal? Thanks!

  3. prasetyoindro Says:

    makasih mas cosmic tambahan ilmunya..gak nyangka gitaris ini mainnya cukup galak, soalnya dulu waktu nonton G3 dia mainnya yg paling kalem dibanding 2 virtuoso lainnya…

    • cosmic_eargasm Says:

      Sama2 mas Indro. Di album ini memang permainan Eric Johnson terdengar galaknya dgn sound yg raw khas 70 an. Yg istimewa, penggunaan Tape Echoplex Multiple Delay nya sangat asyik sekali dan msh dipakai hingga skrng dgn pembaharuan sound mengikuti jaman. Pada solo albumnya permainan Eric memang terkenal halus sekali dgn bumbu chord2 miring ala jazz yg menjadikan permainannya begitu khas. Walaupun kalem tapi kalo diperhatikan lg, cukup galak juga, terasa dibeberapa nomor macam ‘SRV’, ‘Cliff Dover’ dll, cuma memang terbalut dgn efek chorus yg tebal sehingga kesannya jd halus🙂

  4. cosmic_eargasm Says:

    Thanks mas GW, tret sy sdh terposting menyela jadwal workshop mas GW yg lg padat. Maaf baru respon..

    Btw, kalo workshopnya di Bandung keatin lusa berarti kemungkinan bs mampir ke DU68 dan rumah Pak Ian Arliandy dong mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: