Yngwie J. Malmsteen “Trilogy” – Team RockLine

By: cosmic_eargasm

image

image

Walaupun saya tidak terlalu suka sekali dengan gitaris satu ini, tetapi album ini merupakan perkenalan pertama saya dengan Yngwie J. Malmsteen yang menurut saya masih sangat asyik lagu-lagunya. Belakangan, Yngwie banyak disebut sebagai pelopor gitaris yang memasukkan unsur klasik ke dalam teknik permainannya dan sekaligus banyak disebut juga sebagai penginspirasi band-band era sekarang yang mengusung genre Power Metal dan Speed Metal bahkan band-band Progressive Metal yang berorientasi pada ke 2 sub-genre di atas banyak yang menyebut Yngwie sebagai inspirator mereka dalam berkarya. Formasi ini juga kelak mengorbitkan 3 musisi pendukungnya menjadi lebih terkenal. Dunia memang sempat digemparkan dengan permainan gitar Yngwie yang super ekstra cepat, dengan menggunakan tangga nada minor harmonis dan scale diminished yang digabungkan dengan pattern-pattern klasik yang kemudian populer dengan sebutan ‘Neo Classic Guitarist’ yang menjadi trademarknya sampai sekarang. Dalam perekrutan musisi, Yngwie juga dikenal jeli dalam memilihnya dan terbukti memang dahsyat di kelasnya. Permainan Jens dan Anders Johansson sangat bisa mengimbangi kemauan Yngwie dengan tarikan gagah suara Marc Boals. Belakangan “You Don’t Remember, I’ll Never Forget” dan “Queen in Love” makin apik dan berkesan manis dilantunkan oleh Joe-Lynn Turner di album live nya pada tahun 1989. Selain 2 lagu di atas, favorit saya ada pada nomor instrumental “Crying” dan “Trilogy Suite Op: 5” dan nomor tambahan yang diambil dari album sebelumnya, “Icarus Dream Suite Op: 4” dan “Farewell”. Nomor lain juga tidak kalah menarik untuk disimak. Album ini juga membuktikan Yngwie sebagai seorang gitaris yang piawai memainkan gitar elektrik maupun akustik. Dan belakangan Fender, salah satu perusahaan gitar ternama yang bertindak sebagai peng-endorse gitar Yngwie Malmsteen Signature Series membuatkan sebuah disain khusus berupa cekungan-cekungan pada fret gitar yang didisain oleh Yngwie dan terkenal dengan sebutan ‘scalloping fret’ yang menghasilkan sound yang semakin dalam dan sustainnya menjadi semakin panjang, dan terasa sekali teknik vibration yang membuat setiap lagu menjadi semakin bertambah ‘soul’ nya.

Thanks Mas GW yang tetap nge-rawk..

::: Keep Rockin’ :::

28 Responses to “Yngwie J. Malmsteen “Trilogy” – Team RockLine”

  1. cosmic_eargasm Says:

    waw! super extra express postingnya mas GW.. thanks ya mas..

    btw, ini masih di luar kota?

    • Gatot Widayanto Says:

      Sudah di Madiun mas. Abis maghrib berjamaah di masjid Perhutani dan duduk2 sambil menikmati suara hujan di luar ….

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

  2. Wahyu Says:

    Berbicara yngwie saya tahu ketika dia masih gabung sama alcatraz..memang super cepat gitarannya tapi mboseni..saya hanya suka album inspirationnya aja..

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau suka Inspiration, mungkin karena suka UK, Kansas, DP ya mas Wahyu ….

      Tapi saya juga suka album tribut tsb.

      • cosmic_eargasm Says:

        Memang keren album tsb. ‘In the Dead of Night’ yg paling sy suka.

        Sy posting tret ini karena setruman yg dayanya lebih tinggi dari PLN oleh bang Domme yg Team RockLine Freaks! Selain itu, tret ini jg sekaligus menambahkan informasi tentang awal karir Jens dan Anders Johansson yg skrng msh aktif ber-Prog-Met-ria, dan punya proyek musikal dgn Allan Holdsworth yg jg sempat sy share beberapa wkt yg lalu.

        Anyway, selamat bernostalgia di kampung halaman masa kecil ya mas GW.

        Rumah masGW yg dulu masih ditempati ya mas?

        Oya, sy jd ingat, apa di gang Punthuk sdh tdk ada kaset2 yg nuansamatik? Dulu sekali sy pernah dapat kaset Mike Oldfield, The Rollies dll lupa mas.

    • dOmme Says:

      Aku juga kurang suka Yngwie. Karena menurutku, gitaris yang baik bukan semata-mata soal cepat, karena banyak gitaris yang cepat. Tapi yang mampu melahirkan melodi yang enak didengar, menurutku adalah gitaris hebat… Tapi meski demikian, album Trilogy ini memang masih layak dengar… Dan serupa dengan Bos Wahyu, aku juga lebih suka dengan Inspiration daripada album-album lainnya. Seperti kata Bos GW, itu karena lagu-lagu favorit dari grup-grup favorit dibawakan Yngwie dengan versi berbeda…

      • cosmic_eargasm Says:

        Benar sekali bang Domme, tapi jujur, awal keluar kaset ini dulu sy heran dan takjub dgn permainan Yngwie. Jd penasaran nyari2 album sblmnya, termasuk masih dgn Alcatrazz (dulu sempat punya kaset live nya jg, rekaman Team). Belakangan, stlh kaset seri Roadrunner terbit, sy lebih suka Vinnie Moore utk sub-genre Neo-Classic yg dibawakan sama dgn Yngwie. Tp “Maximum Security” nya Tony MacAlpine memang dahsyat sekali pd tahun 87 an seingat sy pd wkt beli kaset tsb. Belakangan terbit juga kaset versi Roadrunner Malaysianya “Freedom to Fly” dan jg beberpa albumnya rekaman lisensi.

        Dan paling tidak, bang Domme pasti menyimpan rekaman RockLine yg satu ini.

    • Kristanto Says:

      Dari album “Inspiration”, nomor paling sy suka “Sail of Charon” , versi Yngwie lebih keren dari Scorpions.

      • cosmic_eargasm Says:

        Setuju sekali mas Kris,,😉 biasanya yg suka elemen klasik dimix dgn rock adalah mas Herman (Halo mas Herman..)

        ::: Vive Le Rock :::

    • cosmic_eargasm Says:

      Memang benar kalau mas Wahyu menyebut Yngwie mboseni, karena pada setiap lagu dan album2nya selalu saja menggunakan tangga nada minor harmonis dan diminished, walaupun hal tsb menjadi trade mark nya. Utk sound yg vintage 70an dan terasa lain ada di “The Seventh Sign” dgn vokalis Rock extravaganza, Mike Vescera. Rata2 penggemar Prog 70-80an pasti suka “Inspiration” (termsk sy jg) yg memang lagu2 dari band2 Rock dan Prog lawas tsb sangat keren sekali diinterpretasikan oleh Yngwie. Duet maut Yngwie dan Al DiMeola jg bs didengar pada ‘Song of Anu’ nya Derek Sherinian album “Black Utopia”. Sy sendiri nggak mengikuti semua album2 Yngwie, tp “Odyssey” jg keren dgn vokal Joe Lynn Turner, dan kaset rekaman Yess nya msh bnyk yg memburu hingga kini. Dan menurut sy memang tdk harus semua album Yngwie yg termasuk bnyk itu dikoleksi semua.

      ::: Vive Le Rock :::

  3. andria Says:

    saya suka album Trilogy karena:
    1. covernya bagus sekali, sayangnya blm pernah dapat yg resolusinya tinggi & jelas gambarnya di Internet.
    2. ada lagu Crying & Liar yg sangat saya sukai
    album yg paling saya sukai adalah album Yngwie yg pertama : Rising Force krn banyak instrumennya. setelah saya mulai beli kaset klasik mmg ketahuan bahwa Yngwie banyak menyisipkan lagu2 klasik yg pendek ke dalam lagu-lagunya sendiri.
    berdasar wawancara GuitarWorld dgn Yngwie tujuan dia membuat scallop (dia lakukan sendiri krn sdh punya keahlian menangani kayu) di fretnya supaya bisa mudah (bagi dia) menerapkan repertoar klasik yg biasanya dimainkan biola ke gitarnya.
    secara umum lama kelamaan lagu2 Yngwie membosankan😀 terutama dalam hal lirik lagu. Saya masih mengumpulkan kaset2 Yngwie ya cuma utk seneng2 ngumpulkan saja. ada lagu instrumental dari album Magnum Opus kl tak salah yg juga saya sukai: Cantabile

    • cosmic_eargasm Says:

      Benar sekali mas Andria, dlm membeli kaset sy seperti mas Khalil jg dlm penentuan pembungkusan kaset, yaitu salah satunya adalah kovernya yg menarik di mata, walaupun blm tau seperti apa musiknya. Hal ini jg termsk dlm pembungkusan “Trilogy” ini dulu(kovernya sdh bnyk coretan tangan sy karena ekspresi suka). Dan betul jg, kelihatannya kover aslinya resolusinya jg rendah(sy blm pernah liat versi vinylnya).
      Tentang scallop, memang benar Yngwie terinspirasi dari fret biola. Dan pas diterapkan pada fret gitarnya, sound yg dihasilkan memang sangat dalam dan sustainnya bs lebih panjang dibanding dgn fret standart. Jd ingat dulu tahun 90 Yngwie pernah show di Solo, sayang sy tdk lihat. Kalo tdk salah wkt itu tour album “Eclipse”. Ballad2 nya Yngwie beberapa msh sy suka, ‘Prisoner of Your Love’ melodi vokalnya mengambil melodi dari ‘Air on G String’ nya J.S. Bach yg syahdu itu. Di album “Trilogy” ini sy jg suka dgn ‘Crying’. ‘You Don’t Remember I’ll Never Forget’ apik dibawakan Joe Lynn Turner pada album live “Trial by Fire”.

      ::: Vive Le Rock :::

  4. Noor Qodri Says:

    Masalahnya Yngwie adalah dia terlalu ingin dominan. Yang lainnya cuma jadi pendukung. Ini yang mungkin membuat musisi pendukungnya gak betah sehingga di setiap albumnya terjadi banyak perubahan pemain. Ini jauh berbeda dengan shredder dari Shrapnel yang membiarkan musisi lainnya memamerkan keahliannya.

    Jens Johansson lebih terdengar keybordsnya di band power metal kesukaan saya, Stratovarius.

    • Kristanto Says:

      Mungkin si Yngwie ini pengen niru seniornya, Ritchie Blackmorea sewaktu di Rainbow ……
      Btw, saya suka lagu2 balladnya si Yngwie ini macam : I’m my own enemy, atau juga Like an angel yg pernah saya pakai sbg ringtone hape ….

      • cosmic_eargasm Says:

        iya mas Kris.. Blackmore juga banyak yg menyebut “kaku” dan nggak luwes.. tapi memang dahsyat sekali permainannya..

        iya mas.. ballad Yngwie memang keren2 kok.. jadi pingin bikin kompilasinya nih khusus ballad nya Yngwie, walaupun sempat dirilis jg cd nya..

    • cosmic_eargasm Says:

      Betul sekali Mas Qodri, bnyk jg yg bilang kalo Yngwie memang dominan maunya menonjol sendiri. Sampai terhitung teramat sering bongkar pasang pemain pengiringnya. Tp yg termsk betah dan lama adalah Jens dan Anders Johansson. Konon, sebelum Jens gabung dgn Stratovarius, sempat audisi untuk menjadi pemain kibord Dream Theater menggantikan Kevin Moore yg keluar pd wkt itu. Tp lama ditunggu nggak ada kbr, maka Jens memutuskan utk menjadi kibordis Stratovarius dan betah sampai skrng. Sementara Anders menjadi drummer Hammerfall yg sudah bnyk menelorkan album juga, sama seperti Stratovarius. Anders jg sempat main di band ProgMet, Time Requiem, namun yg paling sy suka trio Anders, Jens & Allan Holdsworth yg memainkan fusion metal yg cukup canggih pd jamannya dan kelak dimainkan oleh Planet X, dgn sinkop2 yg lebih bervariatif lg. Btw, Shrapnell Records memang tempat bernaungnya gitaris2 tangguh yg punya style masing2 yg khas, seperti Favored Nation jg, label bentukannya Steve Vai.

      btw, Diantara banyak album Stratovarius, menurut mas Qodri apa yg paling bagus? Dari dulu sy nggak terlalu nyimak album2nya, paling yg “Infinity”, “Elements Part 1 & 2”, album gambar bola mirip “Keeper of the Seven Keys Part 2” nya Helloween, yg lain lupa. Tp dibanding Hammerfall, sy lebih suka Stratovarius dan Time Requiem. Thanks mas Qodri \m/

      • Kristanto Says:

        Mas Cosmic, album Stratovarius paling sy suka yg “Destiny”, nomor “Anthem of the world” yg berdurasi lebih dari 9 menit itu nunjek pol, intronya apalagi … Cocok buat menghangatkan siang ini yg diguyur hujan sedari dini hari tadi …..
        Juga nomor berdurasi panjang lebih dari 10 minit “Destiny”, nguajak banget, kayak numpak jaran (kuda) aja sepanjang lagu hehehe …..

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah sy jd ingat mas Kris, dulu teman sy yg asli Surabaya yg maniak dgn band2 Prog Power Metal menyebutkan “Destiny” adalah salah satu album terbaiknya Stratovarius. Dan pd awal 2000 an kaset import bajakannya “Destiny” tsb sempat sy lihat di Jatinegara bersama dgn kaset import bajakan lain, kebanyakan gitaris2 macam: Jason Becker, Greg Howe, Vinnie Moore dll.

        Tp beberapa teman ada yg menyebutkan “Vision”, “Twilight Time” dan “The Choosen One” sebagai album yg termsk bagus.

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya juga suka Stratovarius. Ayo bro Qodri, mohon dibahas tuh Stratovarius …

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah benar sekali apa kata mas GW. Monggo silakan diulas tentang Stratovarius. Mas Qodri boleh yg “Infinite”, kalo mas Kris boleh yg “Destiny” atau yg album mana saja terserah yg penting dibahas. Sy tdk paham secara mendalam tentang band ini. Thanks mas Qodri dan mas Kris

        \m/

  5. Noor Qodri Says:

    Hi Mas Cosmic & Mas Kristanto, Saya kesengsem Stratovarius sejak kaset lisensinya beredar di negeri ini. Mungkin ini sebabnya favorit saya album Infinite. Apalagi trek pertamanya, Hunting High And Low super catchy bikin langsung jatuh cinta. Album terakhirnya, Nemesis, juga enak buat disimak. Ini adalah album terbaik sejak gitarisnya Timo Tolkki keluar.

    Hammerfall ini power metal ksatria naik kuda banget. Hampir setiap lagunya bikin rasanya naik kuda di tengah hutan di Eropa di jaman kegelapan. Tapi untuk band ini saya nggak terlalu memperhatikan. Saya cuma punya satu atau dua kaset saja. Coba saya cek-cek lagi sudah sejauh apa saya ketinggalan band ini.

    • andria Says:

      utk Stratovarius sepanjang yg saya tahu pak Timo Tolkki mirip Yngwie juga, wl masih sedikit mendingan. persamaannya dia satu2nya personil awal yang tersisa shg menganggap Stratovarius adalah miliknya , di bawah kendalinya. Makanya dia tak mengijinkan kotipellto nulis lagu utk Stratovarius, cuma baiknya dia mempersilakan Kotipellto mencurahkan semua idenya utk album solonya sendiri. entah gimana perjanjiannya sekarang setelah Tolkki membuat grup baru apa msh mengontrol Stratovarius.
      kl Hammerfall yg saya sukai adalah album Legacy of Kings utk lagu heeding the Call, at the end of the Ranbow & Remember Yesterday.
      ini kita malah jadi membahas grupnya Johansson Brothers🙂

      • cosmic_eargasm Says:

        Thanks infonya tentang selukbeluk personil Stratovarius mas. Sebenarnya memang bnyk gitaris yg memilih jalur Neo-Classic sebagai sarana musikalitasnya, termsk Timmo Tolki, Chris Impelliteri, Vinnie Moore, sampai gitarisnya Necrophagist(Technical Death Metal) Mohammed Suicmez dll. Namun bnyk yg menyebutkan kalo Yngwie lah pelopornya. Tentang Hammerfall dari dulu sy tdk pernah menyimak lbh jauh, thanks rekomendasinya mas Andria. Btw, hanya di blog gemblunk memang kadang pembicaraan jd meluas kemana-mana🙂 bukan begitu mas GW?

        Oya mas, kalo pas ke Madiun, sempat mampir ke gang Punthuk apa nggak? Apa disana skrng msh ada yg jual kaset nggak ya mas?

    • cosmic_eargasm Says:

      Benar mas, “Infinity” seingat sy termasuk asyik2 dan alangkah bijaknya kaset lisensinya sempat ada. Nyebut ‘Hunting High and Low’ jd ingat lagunya A-Ha🙂
      tp beberapa menyebutkan “Destiny” adalah album terbaiknya. Sy jg nggak ngikuti Hammerfall, beberapa albumnya jg sempat ada kaset lisensinya. Sy jg ada yg suka album solonya Timmo Tolki, tp lupa judulnya. Bicara band Prog Power Metal jd ingat Rhapsody(belakangan berubah menjadi Rhapsody of Fire), Luca Turilli gitarisnya jg punya beberapa album solo. Symphony X sy suka “V – The Mythologycal Suite” dan “Odyssey”(yg sempat dirilis kaset lisensinya). Solo album Michael Romeo “Dark Chapter” dari gitaris Symphony X jg sempat ada bajakanya.

      Hahahaha mas Kris dan mas Qodri tepat juga menganalogikan musik genre ini serasa naik kuda di tengah hutan pada abad kegelapan.

      \m/

  6. Wahyu Says:

    Memang betul Pak Gatot saya suka inspirationnya yngwie karena ada UK and KANSAS..KANSAS kayaknya belum pernah diulas ya..padahal band ini prog abis..mulai nama awal protokaw sampe jadi KANSAS..(koyok merek rokok jaman biyen hehehe..)

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Wahyu, sepertinya Kansas pernah diulas kok, tp sy lupa jg di tret yg apa? Mungkin mas GW hapal. Memang menurut sy, Kansas ini band yg termsk state-of-the-art Symphonic Prog nya. Hampir semua album2nya sy suka semua, termsk “Power” menampilkan Steve Morse sbg gitarisnya.

      Sayang semua kaset2 Kansas sy sdh bablas semua😦 rekamannya campur2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: