King Diamond “The Eye”

Hippienov

 

Halo Mas G dan rekan-rekan semua, sepertinya ini postingan aku pertama di tahun 2014, dan aku buka dengan review sederhana mengenai album “The Eye” dari King Diamond yang dirilis tahun 1990.
Semestinya dan pasti Bro Qodri dan Mas Cosmic lebih paham tentang band serta album ini pula tapi biarlah aku tetap mencoba untuk review sedikit dan nanti bisa ditambahkan atau dikoreksi oleh 2 rekan seniorku tersebut atau rekan-rekan lainnya.
Semasa SMA aku pernah mempunyai album “The Eye” ini (sayang sudah rusak dan lenyap sekarang) tapi saat pertama beli jujur aku sangat kecewa karena menurutku King Diamond (khususnya album The Eye) tidak seperti band Metal yang umum aku tahu dan dengarkan masa itu. Metal bagiku saat itu identik dengan aliran thrash, death metal, grindcore, black metal, speed metal yang umum dikenal dengan musik yang cepat dengan permainan double bass drum bergemuruh, guitar yang cepat dengan suara seperti menyayat kuping serta vokalis yang bertipe vokal “kumur-kumur” atau seperti istilah Mas G “muntah kolak”. Dan satu hal yang pasti “no keyboard!”.. Dulu semasa aku ngaku-ngaku sebagai metalhead aku tidak menyukai suara kibor, piano, organ atau synth yang ada di lagu-lagu atau album metal.
Nah King Diamond di album The Eye malah sarat dengan suara kibor… walah… waktu itu kesel buanget rasanya tapi mau dijual lagi kok sayang… (ternyata rasa eman-eman menjual kaset King Diamond ku waktu itu sebenarnya tanda kalo suatu saat in the very near future aku malah akan jadi penggila suara kibor, organ, piano, synth gara-gara “keracunan” kaset Genesis “selling england by the pound” (Yess) milik kakak teman kuliahku dan makin jatuh cinta sejak kenal Album Rick Wakeman “the six wives”, hahaha….)
DSC02238
DSC02236 (1)
Album The Eye kalo gak salah adalah album ke-3 atau 4 King Diamond (mohon dikoreksi jika salah) yang dirilis tahun 1990. King Diamond sendiri sebenarnya merupakan vokalis Mercyful Fate yang kemudian punya sampingan proyek solo dengan nama King Diamond. King Diamond yang aku kenal adalah vokalis yang selalu menggunakan make-up seperti KISS atau malah mengingatkanku pada gaya panggung Peter Gabriel, mungkin dia terinspirasi oleh Gabriel dan KISS ya? hehehe…
Make-up inilah yang membuat King Diamond unik ditambah dengan range vokalnya yang tinggi, dimana dia dalam satu lagu bisa bernyanyi dengan suara rendah dan dengan tiba-tiba merubah suaranya melengking tinggi kemudian turun datar lagi dan begitu berulang…
Tapi entah apa King Diamond sekarang masih mempunyai kekuatan vokal seperti dulu yang aku kenal? To be honest, I have no idea karena aku gak pernah sungguh-sungguh mengikuti perjalanan karir King Diamond.
Kalo diperhatikan album The Eye mempunyai storyline berdasarkan peristiwa yang terjadi sekitar tahun 1600an di Eropa. Cerita yang diangkat mengenai usaha otoritas Gereja di Eropa untuk menumpas praktek sihir yang dianggap sesat masa itu. Dari lagu pertama sampai lagu terakhir semuanya mempunyai keterkaitan dengan main theme ini.
Album ini dibuka dengan lagu “eye of the witch” dengan intro kibor yang sangat aku suka meski terdengar spooky.
Lagu berikutnya adalah “the trial” yang unik dengan dialog antara tersangka penyihir bernama Jean dengan pihak berwenang. Disini King Diamond memaikan peran sebagai sang penyihir (wanita), sang pendakwa sekaligus juga narator. Kng Diamond menggunakan suara sedikit berat dan rendah saat berperan sebagai pendakwa kemudian naik ke nada tinggi dengan suara melengking saat memainkan peran penyihir wanita. Unik sekali…
Lagu-lagu yang lain juga cukup menarik untuk disimak termasuk komposisi instrumental (guitar oriented) bertajuk “insanity” dan lagu pendek “two little girls” yang hanya diiringi suara kibor yang haunting. Lagu bertema dua orang gadis kecil yang tanpa sengaja dan tanpa sadar bermain diatas tanah yang masih terdapat abu sisa pembakaran sang penyihir yang dibakar hidup-hidup. Di tempat itu dua anak gadis tadi menemukan kalung “the eye” yang sebelumnya dipakai oleh sang penyihir…
Kesimpulan yang bisa aku tarik adalah album ini unik untuk ukuran album dari band metal dengan storyline yang bisa membuatku penasaran mengetahui cerita di lagu-lagu selanjutnya sampai lagu terakhir.
Sayang kasetku (lisensi) sudah lama rusak dan akhirnya hilang dan tahun lalu aku membeli cd kopiannya dari teman-teman di Metal Bleeding Corp. Lumayan daripada beli cd ori nya yang pasti beyond my budget. Kalo ketemu kasetnya pasti akan aku beli lagi…
Matursuwun mas G untuk waktu dan kesempatan yang diberikan dan atas kesudian meluangkan waktu untuk mem-posting tulisan asal-asalan ini. Untuk rekan-rekan semua terimakasih telah meluangkan waktu membaca postingan ku ini.
It’s the eye of the witch…
hippienov

13 Responses to “King Diamond “The Eye””

  1. danangsuryono2112 Says:

    meskipun cukup seneng metal, sampai saat in belum nyimak KD ini. Hari ini seharian malah muter Havok yang rencana konser tgl 18 Januari di Senayan. Mas hippienov hadirkah?

  2. hippienov Says:

    Pagi mas Danang,apik kabare mas?
    Wah aku malah baru denger nama band Hovak mas, mereka main thrash,death,black metal atau apa mas? Sepertinya ak “skip” lg mas,biasa terkendala budget,he3.
    Boleh dicoba mas king diamond album the eye.band ini mungkin bisa dibilang mirip2 (nyerempet) judas priest dan iron maiden.album mereka lainnya yg menurutku lumayan a.l. “them”, “abigail” dan “conspiracy”.
    Suwun mas..

    • danangsuryono2112 Says:

      Alhamdulillah baik mas Hippie. Havok yang mau datang ini yang dari Amerika (ada juga Havok yang Swedia). Alirannya oldschool thrash metal mas.
      Ok nanti tak nyobain KD. terima kasih mas Hippienov

  3. hippienov Says:

    Walah maaf mas aku salah tulis nama, bukan hovak tapi harusnya Havok, mohon dipersori ya mas…slip of the jempol,hehehe…
    Wuih aku suka old-school thrash mas, Havok ini mirip Exodus, Sepultura atau Slayer ya mas?
    Dulu aku sempet ngambek dan emoh denger metal sejak aliran nu-metal naik daun mas, Sepultura di album “chaos a.d.” mulai ganti haluan ke nu-metal dan mixed with brazillian ethnic music. Beda banget dengan musik mereka di album “arise”. Gak lama kemudian Korn berkibar, tambah males aku… Tapi sekarang pelan-pelan mulai seneng metal lagi dan ngumpulin album-album lawas band metal terutama yang old-school thrash atau grindcore, disamping hunting album2 prog juga mas.

  4. Noor Qodri Says:

    The Eye ini bukan album favorit saya dari King Diamond. Bahkan yang dibilang kritikus sebagai album terbaik King, Abigail, juga bukan favorit saya.Favorit saya adalah dwilogi Them dan Conspiracy, karena dua album ini lebih melodik. Serta dua album terakhirnya The Puppet Master dan Give Me Your Soul…Please.

    Yang membedakan antara Mercyful Fate dan King Diamond adalah di King Diamond lebih melodik oriented. Makanya dimasukkan unsur keyboard yang mana merupakan keharusan di adegan horor.

    King saat ini semakin jarang naik panggung, karena masalah kesehatan. Tahun lalu sempat diberitakan King masuk ruang operasi untuk menyelamatkan nyawanya.

    Koreksi sedikit: Havok tgl 28 Januari di Parkir Kolam Renang Senayan. Dan kalau suka post hardcore kesukaan anak muda sekarang, bisa nonton The Devil Wears Prada 30 Jan di tempat yang sama.

  5. hippienov Says:

    Nah begawan Metal sudah berkomen, thanks Bro Qodri… Dulu sempat pernah sepintas denger album “them” hasil pinjeman tapi cuma sebentar jadi sudah lupa gimana musiknya. Kalo gak salah ada lagu “tea” ya bro di album “them’?

    • andria Says:

      saya tidak suka King Dhemit eh Diamond semata-mata karena suaranya yg melengking🙂 tak cocok dgn suasana thrash metal/seath metal waktu itu. baru beberapa bulan lalu saya mencoba mendengarkan album Conspiracy setelah membaca review cd-nya

  6. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hippienov, maaf sekali baru bisa komen sekarang nih.. keren sekali postingannya. Kelihatannya baru mas Hippie yg mengulas salah satu album dari King Diamond ya.

    KD (bukan Kris Dayanti lho :-P) memang band yg unik. Cuma vokalisnya yg pakai masker ala Black Metal, tapi musiknya jauh dari Black Metal. Makin asyik lg permainan gitar Andy La Roque yg keren banget. Kalo band lokal ada Alucard yg dandanannya mirip KD. Kabarnya kasetnya jg msh bnyk yg nyari.

    Album “The Eye” seingat sy msh bagus (lupa sama lagu2nya).
    Tapi secara selera sy msh suka “Fatal Portrait” dan “Abigail”. Jd ingat kaset Hins Collections Rockshots sy dulu nih. Beberapa kaset album KD dan Mercyful Fate jg sempat diterbitkan oleh Roadrunner Malaysia. Wah sy jg baru tau band Havok ini. Beberapa tahun terakhir, Indonesia memang menjadi salah satu negara invansi band2 metal, baik band besar maupun band kecil, konon dikarenakan bnyk metalheadnya.

    Thanks infonya tentang Havok yg mau main di Senayan mas DananG.

    Mas Qodri, sdh sangat lama sy nggak mutar KD ini. Jd ingat jg, dulu sempat punya kaset album “Them”(rekaman lisensi) dan “Conspiracy” (rekaman Roadrunner Malaysia)jg. Tp kok benar2 blank skrng, lupa lagu2nya=

    Dan memang benar apa yg dikatakan mas Qodri, KD lbh fokus pada pemakaian kibord utk mewakili nuansa horornya, tp lead gitar Andy tetap keren dan berkarakter jg. Thanks infonya tentang band Post-Hardcore yg sy jg baru tau skrng ini. Menyebut HC jd ingat dgn salah satu band nHardcore ber-sub genre Power Violence, Charles Bronson. Thanks info tentang KD nya jg mas Qodri. \m/ mas Andria, memang vokal KD melengking dan khas, malah justru menambah khasanah dunia permetalan pd era tsb menjadi kaya, tp mslh selera memang tdk bs dipaksakan jg ya mas. m

    mas Hippie thanks juga postingannya yg mengingatkan era tsb. Old-School Metal memang selalu asyik utk dinikmati memang, walau sy sdh cukup lama sy nggak nyetel.

    \m/

  7. Noor Qodri Says:

    oooo Charles Bronson ini band tho. Saya nggak ngeh, padahal suka lihat t-shirtnya. Saya pikir anak-anak muda bergaya retro aja pake kaos Charles Bronson.

    Kembali ke King, saya justru suka King karena keunikannya. Dalam satu lagu dia bisa mengeluarkan 3-4 macam vokal. Dari yang rendah sampai falseto. Conspiracy juga saya nilai sebagai album King yang paling nge-prog atau paling tidak symphonic karena terdapat tikungan-tikungan tajam yang melodik.

    • cosmic_eargasm Says:

      Iya mas Qodri, sy dulu awal tau band Charles Bronson ya dari salah satu teman sy yg suka HC, sekaligus ngeh dgn sub-genre Power Violence yg memang New-School HC dgn tempo yg cepat dan vokal emo seperti The Dillinger Escape Plan. Sy malah blm pernah liat ada yg pakai kaos CB tsb, soalnya nggak pernah dtg di event HC.

      Betul sekali, pendapat mas Qodri mengingatkan pikiran sy tentang style musik yg symphonic horrorkhas KD dan style vokal KD yg variatif. Nanti sy cari2 lg album2 KD, kelihatannya ada teman sy yg msh nyimpan beberapa albumnya.

      Thanks mas Qodri.

      \m/

  8. hippienov Says:

    Alo mas Cosmic, dulu waktu baru beli kaset KD the eye (yang sekarang sudah RIP) aku sama sekali gak suka seperti mas Andria karena ada kibor dan vokal KD yang gak nge-growl… Tapi setelah makin tua malah aku sering kebayang sama album the eye KD. Pernah ketemu cd ori nya tapi kok muahal dan gak kejangkau, akhirnya beli kopiannya aja lewat temen-temen di Metal Bleeding Corp. Gak masalah sampulnya cuma cover depan dan back cover aja tanpa “inlay cards”, yang penting isinya, hehehe…
    O ya, sempet denger 1-2 lagu KD yang rilisan tergolong baru, sepertinya vokal KD sudah sedikit berubah gak terlau melengking lagi.
    Ayo mas diulas album “them” nya KD, pasti tuobz kalo mas Cosmic yang bahas. Suwun…

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Hippie, sy benar2 blank masalah KD dan koleksi kaset KD sy jg sdh ludes tanpa sisa. Mungkin mas Qodri yg lebih mantap mengulasnya, atau mas Hippie sendiri jg boleh. Sebagai penggantinya, insya Allah besok2 sy akan mereview band metal lainnya deh. Nggak apa2 kan mas🙂

  9. Budi Putra Says:

    Yang ciamik dr album KD–kata sy–di album Them dan Conspiracy…mungkin krn sy terobsesi dg cover album Them yg keliatan magis gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: