The Great Live Album #2: Dream Theater “The Number of the Beast” by YtseJam

By: cosmic_eargasm

Iron Maiden Goes Prog!

Inilah kata yang tepat untuk mendeskripsikan album live dari Dream Theater yang membawakan lagu-lagu dari salah satu band Heavy Metal terkemuka dari Inggris tersebut. Meskipun begitu, sebenarnya unsur-unsur Prog juga bisa dirasakan pada beberapa nomor dari Iron Maiden, terlebih nomor yang berdurasi cukup panjang yang beberapa terdapat pada banyak album yang dirilisnya.

image

image

Seperti yang kita tahu, album ke 3 dari Iron Maiden yang aslinya dirilis pada tahun 1982 ini merupakan debut Bruce Dickinson sebagai vokalis utamanya dan sekaligus album terakhir dari Clive Burr yang kemudian digantikan oleh Nico Mc Brain pada album berikutnya dan bertahan hingga sekarang. 8 nomor klasik metal yang terasa canggih pada jamannya terasa dahsyat dan istimewa sekali dibawakan oleh Dream Theater dengan formasi line-up yang terhitung paling lama bertahan sebelum bongkar pasang pemain lagi. Selain itu line-up yang terdiri dari:
*James La Brie: lead vocal
*John Petrucci: guitars
*Jordan Rudess: keyboards
*John Myung: bass
*Mike Portnoy: drums and vocals

termasuk cukup banyak merilis album studio dan album live. Album bootleg yang direkam secara live show di La Mutualite Paris, Perancis pada tanggal 24 Oktober 2002 ini dirilis oleh YtseJam Records, label milik Mike Portnoy semasa aktif di Dream Theater. Nomor-nomor klasik semacam ‘The Number of the Beast’, ‘Run to the Hills’, ‘Hallowed Be Thy Name’ dibawakan secara enerjik dan dengan semangat Prog yang terasa kental, terlebih permainan keyboard Rudess yang terselip pada beberapa part. Yang terdengar menonjol ada pada ‘Gangland’ yang semakin apik oleh permainan gitar akustik dari Petrucci. Tidak ketinggalan ‘Children of the Damned’ yang bertempo lambat terasa makin spesial diinterpretasikan oleh quintet ini. 3 nomor lainnya juga tetap asyik sekali dibawakan melengkapi keseluruhan track yang berada pada album sangat laris ini. Dream Theater pun dengan cerdas bisa sekaligus merangkul penggemarnya dan para fans Iron Maiden yang menyatu terdengar hiruk-pikuk menikmati panggung ini.

Up the Irons

\m/

Thanks mas GW yang tidak menutup mata dan telinga pada musik metal juga🙂

::: Stay Prog:::

35 Responses to “The Great Live Album #2: Dream Theater “The Number of the Beast” by YtseJam”

  1. Yoshi Says:

    Ini album yang wajib saya koleksi, karena saya penggemar Iron Maiden dan Dream Theater sekaligus.

    BTW, dengar-dengar banyak juga yang mengkritisi album ini.

    • Gatot Widayanto Says:

      Bro Yoshi …

      Ditunggu ulasan iron Maiden Live After Death ….. bener ya ….saya tunggu besok dan langsung saya upload

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • Yoshi Says:

        He he . . saya gak jago mereview album musik om.

      • Gatot Widayanto Says:

        Di sini tak ada hubungan antara jago atau tidak …. yang penting menulis ….

        Gatot Widayanto

        “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • Yoshi Says:

        walah . . . mekso tenan iki😀

      • Gatot Widayanto Says:

        Ora mekso …mung “memohon” separah atau dua patah kata …

        Gatot Widayanto

        “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah iya mas, “Live After Death” itu album keren dan jg salah satu ‘The Great Live Album’ jg. Pada saat baru dirilis dulu, album ini begitu teramat sangat laris sekali. Pendengar dibuat begitu puas dgn live yg dahsyat dan berpita C-90 lagi. Sy dulu sempat punya kasetnya sampai berkali-kali, dari rekaman Billboard, Aquarius sampai Hins Rock Shots. Tp ya sdh bablas semua😦

        Sepertinya mas GW sempat meminta mas Andria utk mengulas album klasik-live ini. Tp tdk menjadi masalah apabila mas Yoshi maupun mas Andria sama2 mengulas “Live After Death” ini, pasti sudut pandangnya lain, seperti kata mas GW \m/

      • cosmic_eargasm Says:

        Benar kata mas GW, nggak ada hubungannya jago nulis apa tdk, yg penting menulis mas Yoshi. Sy dulu awalnya jg bingung mau nulis seperti apa dan membahas apa, soalnya sempat merasa minder karena koleksi kaset, cd, vinyl, dvd andalan sy bnyk yg sudah lama bablas dan nggak menyimpan lagi. Tp sedikit demi sedikit bbrp kardus sy bongkar lg, nemu jg beberapa sisa2 kaset koleksi sy dl, walaupun kbnykn bukan andalan.

        Eh nggak taunya malah keterusan hehehehe..

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Yoshi, salam kenal ya. Kelihatannya baru pertama kali ini kita ketemu disini. Mantap juga selera mas Yoshi ini, dari Janis Joplin, Iron Maiden sampai Dream Theater. Tentang album ini, sy malah blm sempat baca2 kalo ternyata malah bnyk dikritisi. Pastinya kritik yg bersifat positif ya mas.

      ::: You Rock :::

  2. danangsuryono2112 Says:

    Puluhan album-album official bootleg YTSEJAM memang layak koleksi, terutama 3 album full cover DT, The Number of the Beast (Iron Maiden), Master of Puppets (Metallica) dan Dark Side of the Moon (Pink Floyd). Dari 3 album full cover tersebut TNotB, dan MoP rasanya ngaduk-ngaduk improvisasi atas album aslinya, sementara DSotM lebih kalem dan mirip PF. Sayang TNotB dan MoP gak nemu versi DVD nya. Versi DSoTM pernah diputer dan didiskusiin dengan komunitas I-rock!, dan mas Gatot yg jadi narsum nya…:)

    • Gatot Widayanto Says:

      Bukan narsum mas DananG …tapi provokator agar anak2 metal suka Pink Floyd melalui DT ….ha ha …. Memorable event ya mas saat itu di Gedung Phillips ….

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • cosmic_eargasm Says:

        Hahahaha provokasi yg hebat pastinya mas. Memang generasi muda perlu paling tdk mengetahui roots nya Prog. Setau sy, biasanya generasi muda yg suka DT jadi bnyk mencari info tentang band2 Prog lawas yg lagu2nya bnyk dimainkan oleh DT. Selain DT yg melestarikan roots Prog Rock, ada Steve Vai yg dianggap paling sangat ‘fashionable’ mengenalkan Frank Zappa dlm karya2nya dibandingkan dgn lulusan FZ-School lainnya macam Mike Keneally dan Warren Cucurullo (walopun ngetop dgn Duran-Duran, tp sayangnya bukan era DD lg jd bnyk yg nggak melirik DD tsb).

    • cosmic_eargasm Says:

      Benar sekali mas DananG, karena baik Metallca dan Iron Maiden tdk menggunakan kibord dan secara otomatis berpengaruh pada aransemen yg dibawakan oleh DT dgn menggunakan kibord, walaupun pada beberapa part, sound kibord Rudess mirip gitar(secara selera sy lebih suka Kevin Moore utk semua player kibord DT). Selain “DSotM” nya PF, “Made in Japan”nya Deep Purple jg dibawakan dgn aransemen dan urutan lagu yg sama persis, sampai2 kover album “Machine Head” didisain ulang dgn menampilkan personil DT berpose persis seperti aslinya. Utk “Master of Puppets” sy dulu pernah nonton live bootleg nya di teman sy yg fans berat DT. Kualitas gambar dan suaranya jelek, tp dia merasa puas bs dpt videonya. Begitu jg dgn live bootleg nya Liquid Tension Experiment (menampilkan permainan Petrucci yg salah hehehe JP jg bisa salah lho mainnya). Mantap juga kalo dvd DTSotM by DT pernah diulas oleh mas GW sebagai narasumbernya.

      Oya, apa i-Rock! skrng masih mas? Dari dulu sy kok nggak pernah mampir kesitu.

    • cosmic_eargasm Says:

      Oya, jadi ingat, ada lg DT yg mentribute “Lark’s Tongue in Aspic” nya King Crimson yg dari dulu cuma sempat liat rekaman live nya 1 lagu tsb. Penasaran jg apa DT membawakan full 1 album tsb apa cuma 1 lagu saja.

      Mungkin mas DananG atau mas GW sdh pernah dengar atau bahkan sdh punya?

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas DananG …
      Ternyata saya posting juga saat itu …:
      https://gwmusic.wordpress.com/2007/06/29/mbrebes-mili-di-i-rock-thursday-watching-party/

      Ha ha ha …. Memorable yo mas …

      • danangsuryono2112 Says:

        kalo gak salah, jaburannya pastel mak Cik…hahahahaha betul mas Gatot, sungguh terlalu manis untuk dilupakan..:)

      • Gatot Widayanto Says:

        Yang seru …ada anak metal yang sulit banget menerima dark Side of the Moon. Katanya terlalu berat. Mosok to?

        Gatot Widayanto

        “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • cosmic_eargasm Says:

        Waaah ternyata sudah diprovokasi pada 2007 yang silam ya mas.

        Memang kebnykn generasi muda penyuka metal dan musik kekinian beberapa(banyak) yg nggak bs menerima musik Prog karena alasannya terlalu bertele-tele, nggak langsung hajar gitu hehehe.. Apalagi PF, dibutuhkan kesabaran penuh utk menikmati komposisinya🙂

        itu pengalaman sy sendiri yg sempat bertanya kepada beberapa penggemar metal.

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, thanks tulisan sy sdh tayang diantara padatnya workshop mas GW. Terus terang, sy menulis tret ini karena kesetrum dgn “When Kiss Goes Prog” nya mas Nelwin😀 Menurut sy, album Iron Maiden yg paling nge-Prog ya “Seventh Son of a Seventh Son” (dulu kaset sy Rockshots)

    Tentang live DT ini, kualitas sound, mixing dan masteringnya lumayan bagus dan balance walaupun bootleg. Dan memang benar sekali apa kata mas GW, apa sih yg nggak ditribute oleh Portnoy? Hehehe. Kalo memang tau Koes Plus bisa jadi ditribute jg ya mas hahahaha. Tp sy suka yg tribute to Rush(ber-empat dgn Jason McAllister, lainnya lupa) dan Led Zeppelin (dgn Daniel Gildenlow, Dave La Rue dan Paul Gilbert) yg persis bgt dandanan, style dan aransemennya, sampai2 pada bagian salahnya pun ditiru persis hahaha, gaya Gildenlow jg kemayu dan pake celana cut-bray serta kemeja yg tdk dikancing seperti Robert Plant. Seingat sy judulnya “Hammer of the God” dgn kover LZ album pertama dibingkai dgn background LZ IV.

  4. hippienov Says:

    Wah album ini sering aku lihat cd nya di Music+ Sarinah tapi entah kenapa gak pernah bisa aku bungkus. Pasti unik karena Maiden aslinya di album ini masih belum pakai kibor tapi DT adalah band yang dari awalnya sudah pakai kibor.
    Album Maiden “live after death” kalo menurutku adalah album live terbaik yang pernah Maiden rilis.. Aku suka sepenggal pidato PM Inggris nuansamatik Winston Churchill yang dijadikan intro.

    • cosmic_eargasm Says:

      Iya mas dulu juga saya sempat liat di Music Plus..

      hahahaha.. masih ingat juga mas Hippie dgn pidato Churcill tsb

      \m/

  5. yuddi_01 Says:

    Mas Danang, kalau yg DT cover Queen apa judul albumnya??

    • cosmic_eargasm Says:

      “Killer DT” dong.. ;-D

    • danangsuryono2112 Says:

      mas Yuddi, DT lom pernah cover full album dari Queen. Kalo lagu yang udah part of Bohemian Rhapsody (muncul di album A Change of Seasons ), trilogi Tenement Funster-Flick of The wrist-Lily of the Valey yang muncul di album Black Clouds and Silver Linings CD2. James LaBrie vocalis DT juga pernah cover One Vision . Saya sih berharap DT bisa cover salah satu album Queen. IMHO album yg layak di cover Queen II, Sheer Heart Attack, A day at the Races atau A Night at the Opera. Gak kebayang kalo DT cover Hot Space..:)

      • cosmic_eargasm Says:

        Waaah ternyata ada trilogi tsb di “Blackcloud and Silver Lining” ya mas DananG. Sy malah blm dengar album itu. Album DT lain yg blm sempat sy dengar/simak “Train of Thought” dan “Systematic Chaos”. 2 album terakhirnya malah baru sebulan yg lalu sy dengar dan ternyata Mike Mangini mantap sekali permainannya. Dulu pas dgn Extreme dan Steve Vai jg sangat asyik sekali, sayang album2 solo dan kerjasamanya dgn musisi lain blm sempat sy ikuti. Tentang DT mentribute album Queen sy amat sangat setuju sekali yg direkomendasikan oleh mas DananG🙂

      • yuddi_01 Says:

        thanks mas Danang, si mbah tpb ternyata punya album ini, ada lagunya KC juga – Larks Tongues In Aspic🙂

      • cosmic_eargasm Says:

        Mas DananG, sy lama sekali nggak ngikuti dan nonton dvd IrMa. Selain Rush dan Queen, ternyata mas DananG jg Iron Maiden freaks sekaligus metalhead juga ya🙂 Dlm perilisan cd nya, IrMa termasuk banyak jg dirilis cd boxed-set nya dgn kemasan yg mantap2 semua. Thanks infonya mas, yg pasti dvd IrMa keren2 semua livenya.

        \m/

      • cosmic_eargasm Says:

        Mas Yuddi, Mbah tpb itu situs apa? semacam pirate?

  6. hippienov Says:

    Hahaha…wah inget banget mas Cosmic,
    …we will never surrender!…terus disambung aces high ya mas? aku agak lupa, hehehe….

    • danangsuryono2112 Says:

      Betul..langsung sambung Aces High. Sampai konser sebelum The Final Frontiers Tour, Churchill’s Speech ini masih jadi pembuka konser Maiden (di DVD Flight 666 masih jadi pembuka).
      Baru saat The Final Frontiers Tour yang juga menyinggahi Jakarta dan Bali (http://danangsuryono.blogspot.com/search/label/Iron%20Maiden), openingnya berubah jadi Satelite 15.

      • cosmic_eargasm Says:

        Berhubung saya nggak nonton IrMa yg di Indonesia, maka saya puaskan baca gigs-reportnya mas DananG saja yg bisa mewakilinya..

        thanks mas DananG info link nya..

      • danangsuryono2112 Says:

        sama sama mas Cosmic, sayang DVD/BDR En Vivo!!! yang meliput Final Frontiers tour untuk konsernya dalam multi angle, jadi rada pusing nontonnya. Tapi untuk bonus Behind the Beast nya sungguh keren…Layak koleksi En Vivo!!! ini

    • cosmic_eargasm Says:

      Betul sekali mas Hippie seperti apa yg telah dikatakan jg oleh mas DananG

      jd ingat dulu nonton video clip nya ‘Aces High’ yg keren ditengah medan pertempuran pesawat perang dunia II

    • yuddi_01 Says:

      kalimat Churcill tsb juga ada di pembuka lagu Supertramp, album yg gambar piano bersalju – lupa album apaan –

      • cosmic_eargasm Says:

        Supertramp album “Even in the Quietest Moment” mas Yuddi, dulu kasetnya rekaman Private Collection edisi foto. Pidato nya yg lagu apa ya mas? Saya lupa dan dulu jg nggak memperhatikan, selain itu kaset sy jg sdh tdk ada lg. Yg sy ingat ada 1 lagu yg sy suka dr album tsb ‘From Now On’.

        Jd ingat album “Crisis? What a Crisis?” yg bnyk disebut sebagai album terbaiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: