Kejutan Di Malam Terakhir Beroperasinya Aquarius Mahakam

Didik Yandiawan

(dikirimkan oleh Andria Sonhedi)

 

Sebagai salah satu pengunjung reguler toko rekaman musik, berakhirnya operasi Aquarius Mahakam menjadi perhatian khusus. Jauh sebelum pemberitaan di berbagai media massa, cetak dan elektronik, saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko ini. Bahkan sebelum rencana penutupan toko diberitakan, saya lebih intens berkunjung ke sana. Daya tariknya adalah diskon dan promo untuk item tertentu, termasuk diskon 10% album rilisan terbaru. Hingga frekuensinya semakin meningkat di pertengahan Desember s.d. akhir Desember 2013: seminggu tiga kali.

Aquarius Mahakam seperti tempat bertamasya audio visual. Seperti toko retail album musik lainnya, ritual menjelajahi rak CD dan DVD musik di Aquarius Mahakam adalah terapi. Ada energi dan daya tarik besar yang menghisap saya ketika memandangiartwork sampul album yang terpajang di rak CD. Di Aquarius Mahakam, saya selalu mengunjungi rak favorit saya: rak rilisan album terbaru dan album terlaris setiap minggu. Dari kedua rak itu, saya memantau album musik apa saja yang telah dirilis dan laris terjual.

31 Desember 2013 menjadi hari terakhir beroperasinya Aquarius Mahakam. Sejam sebelum ditutup, saya sudah berada di sana untuk membeli album-album yang masih tersisa. Ini hal sulit, mengingat pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, beberapa album telah terbeli. Kesulitan lainnya adalah koleksi album yang dipajang semakin menyusut. Kondisi yang ada mempersempit pilihan, namun tidak menyurutkan niat untuk membeli CD musik di Aquarius Mahakam untuk terakhir kalinya.

Suasana Aquarius Mahakam menjelang penutupan nampak menyedihkan. Hanya tersisa empat deret rak pajangan yang terisi penuh. Satu deret rak untuk rilisan baru, berhadapan dengan satu deret rak berisi CD musik internasional yang tersisa. Dua deret rak lainnya masing-masing diisi dengan kaset dan campuran CD dan DVD musik Indonesia dan Asia Timur. Rilisan baru masih diberi fasilitas diskon 10%, sedangkan rilisan lainnya didiskon sebesar 70%.

Segenap kru Aquarius Mahakam hadir untuk melayani beberapa pengunjung toko. Pak Alyaw tampak melayani sesi wawancara dengan salah satu jurnalis media cetak dengan ramah. Karyawan dan karyawati masih menjalankan tugasnya. Mulai dari mengecek ketersediaan barang, melayani pertanyaan konsumen, hingga melayani transaksi. Pengunjung toko yang hadir mengabadikan beberapa momen dan sudut penting di dalam toko.

Saya baru saja menyelesaikan transaksi pembelian CD musik. Malam itu, saya membeli CD Samsons – Perihal Besar (2013), Kaset Glenn Fredly – Lovevolution (2010), CD Robert Plant – Manic Nirvana (1990), dan CD Kids In The Glass Houses – In Gold Blood (2012). Beberapa rilisan baru telah terbeli pada kunjungan sebelumnya. Setelah membayar saya tidak segera pulang, saya memotret beberapa sudut-sudut rak favorit saya. Rak yang kosong sukses memerangkap kenangan saya di sana.

Di antara hiruk pikuk kru Aquarius Mahakam melaksanakan tugasnya, jelang pukul 21.00 WIB Pak Alyaw selaku manajer toko menghampiri saya dan beberapa pembeli. “Teman-teman, jangan pulang dulu. Tunggu sebentar, kami ada kejutan malam ini,” ujar beliau dengan nada yang antusias. Kamipun turut antusias. Beberapa pembeli tengah menyelesaikan transaksinya. Sekitar lima pembeli.

aquarius mahakam1

aquarius mahakam2_sudut favorit

Sisa New Release

Sisa New Release

Pak Alyaw & Crew

Pak Alyaw & Crew

aquarius mahakam5_Robert Plant, Samsons, Kids In Glasshouses, Glenn Fredly

aquarius mahakam6-Bette Midler, Livingston Taylor, Wendy Matthews

aquarius mahakam7-foto bersama

aquarius mahakam8-pengumuman penutupan

aquarius mahakam9- iklan terakhir

Tepat pukul 21.10 WIB, kami berkumpul di ruang tengah untuk mendengarkan pernyataan resmi dari Pak Alyaw. Kami membentuk lingkaran kecil. Suasana mendadak penuh kecamuk aura haru dan sedih. “Terima kasih kami ucapkan kepada teman-teman semua yang telah menemani perjalanan Aquarius Mahakam sampai saat ini. Yang jelas kami sudah berusaha’” Pak Alyaw membuka sambutan terakhirnya dengan lantang dan menyandarkan tubuhnya pada meja kasir. Dengan tatapan nanar dan gerakan mengusap dahi sebelah kirinya, Pak Alyaw melanjutkan sambutannya. “Semua yang kita jalani adalah proses. Sekali lagi saya say thank you kepada kalian yang telah melakukan semua yang terbaik,” ujar beliau.

Sebelum menutup sambutan terakhirnya, Pak Alyaw mempersembahkan kejutan kepada lima pengunjung terakhir yang masih berada di toko. Setiap pengunjung berhak memilih sendiri tiga CD promo secara cuma-cuma. “Silahkan pilih, gift dari kami sebagai kenang-kenangan,” kata beliau sambil tersenyum kepada kami.

Tepuk tangan mengakhiri sambutan terakhir dari Pak Alyaw. Kamipun bergegas memilih beberapa CD. Beruntung, saya mendapat tiga CD, yaitu Bette Midler – Bette, Wendy Matthews – The Essential, dan Livingston Taylor – Carolina Day. Jika harus membayar, ketiga CD tersebut memiliki harga di atas Rp.300.000,- pada harga normal. Setelah mengambil kenang-kenangan, kami dipersilahkan untuk berfoto bersama Pak Alyaw dan kru Aquarius Mahakam.

Foto bersama itu menutup perjumpaan saya dengan Aquarius Mahakam. Sepenggal diskusi penutup mengenai latar belakang penutupan toko, kondisi industri musik terkini, hingga rencana toko retail Aquarius di masa depan menjadi momen penutup. Gerbang dan tirai telah ditutup. Poster raksasa bergambar promo album Luciano Pavarotti, Katy Perry, dan Neonomora di sisi toko menjadi saksi terakhir perjalanan Aquarius Mahakam di malam pergantian tahun baru.

Selamat jalan, Aquarius Mahakam.

 

Didik Yandiawan

(sebagaimana dimuat di Kompasiana & website taxundergroundcommunity.com)

10 Responses to “Kejutan Di Malam Terakhir Beroperasinya Aquarius Mahakam”

  1. Eddy Irawan Says:

    Epitaph: yes I fear tomorrow I’ll be cryin’

  2. andria Says:

    ini teman saya yg nulis kelahiran era-80 dan baru mau mencoba mendengarkan prog rock. suka mengumpulkan cd dan vinyl dan saat ini ngantor di jakarta.

  3. DananG Says:

    Gak nyangka Aquarius yg sejak jaman pra lisensi begitu kuat akhirnya roboh juga. Dunia memang terus berubah….

  4. yuddi_01 Says:

    sy tahunya toko Aquarius yg Aldiron Plaza (awal ’80an) yg mungkin tutup akhir ’80an (bersamaan dgn dilarangnya kaset bajakan resmi).
    Aquarius Aldiron Plaza ‘mungkin’ toko eceran (retail) Aquarius yg pertama. Pertengahan ’80an baru yg di Jl.Mahakam ini buka.
    Aquarius tergiur ikut masuk pasar eceran disamping usaha utamanya sbg perekam karena sangat maraknya industri rekaman kaset barat di era ’80an.

  5. apec Says:

    itu rak kaset atau CD nya apa gak dijual ya? Soalnya yg di Aquarius Surabaya, rak kasetnya pada ikut dijual, kalo gak salah seharga 200 rb per rak (Sungguh murah mengingat kalo membuat bisa seharga 700-1 juta dengan kondisi bahan yg sama)..namun sayangnya saya sendiri gak tahu waktu penjualan rak tsb, dan rak tersebut jatuh ke salah satu teman kolektor di surabaya

  6. gt Says:

    Hari ini ( 3 Jan 2014 ) koran Republika memuat tulisan tentang Tutupnya Toko Aquarius Mahakam di Halaman satu.

  7. Rizki Says:

    Mudah2an kepergian ini hanya sementara dan untuk sesuatu yang lebih baik, misalnya merubah konsep menjadi spt toko Aksara atau Good Dept yang menggabungkan berbagai jualan, termasuk musik dan film, ditambah dengan tempat makan/minum, atau konsep kreatif lainnya yang mengkini’ dalam memenuhi kebutuhan penggemar musik

  8. cosmic_eargasm Says:

    In Memoriam: Aquarius Mahakam😦

    Salam kenal buat mas Didik Yandiawan ya mas Andria. Asyik sekali kalo di blog super gemblunk makin bnyk penulis yg produktif, informatif dan makin membuka cakrawala.

    Mas Apec jeli juga melihat celah dari tutupnya Aquarius Mahakam tsb🙂

    • Gatot Widayanto Says:

      Tragis memang mendengar tutupnya Aquarius ini …. Banyak CD saya yang saya beli di gerai ini termasuk hampir senua cd Golden Earring saya ….

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

  9. Холодное сердце фильмы 2013 смотреть онлайн юшА Says:

    Новинки кино!

    Смотрите фильмы онлайн

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: