When KISS Goes Prog

Nelwin Aldriansyah

image

KISS, Prog.. Apa hubungannya..? Musiknya KISS kan hard rock dengan aroma rock ‘n roll.. Gak ada prog nya blass..!

Well, genre musik KISS memang berakar di rock ‘n roll, tapi sejatinya, KISS banyak mengadopsi genre musik lainnya di beberapa album mereka.. Sebut saja album Destroyer yang banyak unsur symphonic orchestra, album Dynasty dan Unmasked yang kental warna disco, album Creatures of The Night dan Lick It Up yang metal banget, album Crazy Nights yang pop-rock, album Carnival of Souls yang nge grunge dan.. Album Music From The Elder yang -I dare to say- beraroma Prog..

Jadi ceritanya gini, sejak album pertama tahun ’74 sampai album Unmasked di tahun ’80, musik KISS sering dianggap sebelah mata oleh banyak kritikus musik. Meski KISS sangat populer dan sukses menjual puluhan juta album, hampir setiap mereka rilis album di kritik abis, misalnya majalah Rolling Stone, yang sering menulis musik KISS gitu-gitu aja dan membosankan..

Mungkin lama2 Paul Stanley dan Gene Simmons gerah juga dikritik terus. Kebetulan setelah album Unmasked dirilis tahun 1980, Peter Criss keluar dari KISS dan digantikan oleh Eric Carr, yang secara teknikal, permainan drums nya lebih variatif dan groovy. Dengan formasi baru ini, di tahun 1981 mereka mencoba membuat album dengan musik yang berbeda.

KISS kembali meminta bantuan produser bertangan dingin yang sukses memoles album KISS ‘Destroyer’, Bob Ezrin. Bob saat itu merupakan produser paling dicari, setelah sukses membidani album monumental Pink Floyd, ‘The Wall’. Kesuksesan album The Wall membuat Bob yakin, konsep yang sama akan berhasil untuk KISS. Beberapa lagu yang sudah ditulis KISS di scrap oleh Bob, dia memiliki visi, album baru KISS ini harus memiliki suatu story line, menjadi album konsep yang memiliki keterkaitan antara satu lagu dengan lagu lainnya.

Saat Bob mempresentasikan ide ini ke Paul dan Gene, mereka sangat antusias dan yakin album ini akan sukses besar seperti album The Wall, dan dapat memuaskan para kritikus musik.. Sebaliknya Ace Frehley sangat menentang ide album konsep ini dan usul kembali bikin album hard rock, namun dia kalah suara sehingga ide Bob ini yang digunakan..

Dalam proses merekam lagu2 di album ini, Bob meminta bantuan penulis luar, antara lain Lou Reed dan Tony Powers. Banyak lagu di album ini diperkaya dengan iringan orkestra. Alur kisah dari album ini mengambil setting pada abad pertengahan (medieval), namun manusia telah memiliki kontak dengan kehidupan dari planet lain.. Ada seorang pemuda bumi yang terpilih oleh dewan senior antar galaksi (council of the elder) untuk menjalani training agar siap untuk menyelamatkan bumi dari kekuatan jahat.

Album Music From The Elder dibuka dengan komposisi ‘Fanfare’ yang merupakan simfoni instrumental berdurasi 1 menit 22 detik, ditulis oleh Paul Stanley dan Bob Ezrin, dan dibawakan oleh American Philharmonic Orchestra dengan konduktor Michael Kamen, lagu ini menjadi pengantar lagu ‘Just A Boy’, (vokal Paul Stanley), yang merupakan lagu balada akustik tentang pelayaran sang pemuda (The Boy) mengarungi samudra tanpa rasa takut untuk memulai misinya.

Track berikut ‘Odyssey’ (vokal Paul Stanley).. Diawali dengan dialog antara The Boy dengan mentornya dari galaksi lain, Morpheus. Liriknya mengisahkan perjalanan The Boy menjelajah samudra, gurun dan gunung, dibawah bimbingan Morpheus dari jauh, sebagai bagian dari training yang harus dia jalani.

Lagu ‘Only You’ (vokal Gene Simmons) mengisahkan upaya The Boy mencari jawaban untuk menemukan jati dirinya padahal sesungguhnya The Boy ini memiliki kepingan2 jawaban dalam hatinya, Morpheus membantu dan meyakinkan The Boy dalam menemukan dan merangkai jawaban.

Berikutnya, ‘Under The Rose’ (vokal Gene Simmons), mengisahkan bahwa kebersihan hati The Boy dan tidak punya dosa belumlah cukup, memerlukan perjuangan dan pengorbanan untuk melalui tahap remaja menjadi dewasa, dan dapat diterima sebagai anggota ‘Order of The Rose’

Selanjutnya ‘Dark Light’ (vokal Ace Frehley), menggambarkan ujian yang harus dijalani The Boy, dimana dia diserang kekuatan jahat (Dark Light) ditengah lagu ini setelah solo gitar, terselip bridge yang bernuansa reggae.

Lagu ‘A World Without Heroes’ (vokal Gene Simmons), lagu balada yang mengisahkan bahwa kehidupan di bumi tidak akan dapat berlanjut tanpa kehadiran para pahlawan.. Meskipun The Boy tidak merasakan, sesungguhnya dia ditakdirkan menjadi salah satu pahlawan yang menjadi panutan penduduk bumi.

Lagu ‘The Oath’ (vokal Paul Stanley) mengisahkan perjuangan The Boy dalam menjalankan misi yang ditugaskan kepadanya. Melintasi kawah api, dengan semangat baja menembus kegelapan, melawan kekuatan yang tak terlihat.. Sampai akhirnya The Boy menemukan pintu ke dunia kuno, ketika ia masuk kedalamnya, ia tertelan oleh api yang membara, dan setelah berhasil keluar.. Dia berubah menjadi pria dewasa (The Man).. Menemukan kunci jawaban yang selama ini tersimpan dalam hati.

Lagu ‘Mr. Blackwell’ yang dinyanyikan Gene Simmons, berkisah tentang konfrontasi The Man dengan kekuatan jahat, Mr. Blackwell. Drums pattern dan bass lines di lagu ini beda banget dengan struktur lagu KISS secara umum. Menurut gw cenderung ngeprog..

Track selanjutnya ‘I’ dinyanyikan bergantian oleh Paul Stanley dan Gene Simmons. Melanjutkan kisah konfrontasi The Man dengan Mr. Blackwell, awalnya The Man ketakutan dan nyaris ngabur.. Namun kemudian dia sadar bahwa dia hanya perlu percaya diri untuk melawan kekuatan jahat. Meskipun banyak yang bilang The Man nggak akan menang melawan Mr. Blackwell, dia tetap percaya diri dan melaksanakan misi yang harus dia tuntaskan..

Track penutup ‘Escape From The Island’ merupakan lagu instrumental yang melukiskan pelarian The Man dari pulau yang dibumi hanguskan setelah mengalahkan Mr. Blackwell. Lagu instrumental bernuansa boogie rock ini asik banget menurut gw, serasa nonton film action..

Gimana, progresif banget kan alur cerita album Music From The Elder ini? Meskipun musiknya nggak 100% prog, namun bisa ditemukan elemen prog disana sini.

Album berdurasi 41 menit ini mendapatkan review cukup positif dari banyak kritikus musik, tapi fans KISS kebanyakan kecewa dengan album ini. Secara komersial album ini gagal, menjadi album pertama KISS yang tidak berhasil mendapatkan sertifikasi Gold, alias terjual gak sampai 500.000 kopi. Karena album ini nggak laku, untuk pertamakalinya KISS tidak melakukan tour untuk mempromosikan album ini.

Dalam interview beberapa tahun kemudian, Gene Simmons mengakui bahwa motivasi mereka untuk memuaskan kritikus musik merupakan suatu kesalahan besar. Seharusnya KISS berusaha untuk memuaskan fans, bukan kritikus. Gene juga bilang, intuisi Ace untuk kembali ke hard rock ternyata benar. Bob Ezrin juga mengakui, mencoba formula The Wall buat band seperti KISS merupakan kesalahan, dia mengaku saat itu terpengaruh kokain sehingga nggak bisa fokus.

Saking malunya KISS atas album ini, di pertengahan sampai akhir tahun 80an, dalam katalog album2 lawas KISS, album Music The Elder ini tidak dicantumkan. Bahkan Gene Simmons pernah bilang “I don’t consider it a good KISS album, it’s a bad Genesis album”.. Namun dengan berjalannya waktu, banyak fans KISS yang kemudian bisa menerima album ini, dan mulai meminta KISS memainkan lagu2 dari album Music From The Elder ini saat KISS menggelar tur akustik di tahun 94-95. Surprised dengan perubahan sikap fans, KISS akhirnya mengembalikan album ‘Music From The Elder’ ke dalam katalog albumnya. Bahkan lagu ‘A World Without Heroes’ akhirnya dibawakan secara live di album MTV Unplugged yang dirilis tahun ’96.

Di Indonesia, dulu album ini dirilis antara lain oleh Billboard (King’s) dan Contessa. Seperti kebiasaan label bajakan saat itu, urutan lagu suka diacak2 sesuai selera label, beda dengan urutan di PH aslinya, akibatnya story line dari album konsep ini jadi kurang nyambung. Dulu sih gw ga tau soal story line ini, baru taunya di tahun 90an..๐Ÿ˜€

Kaset KISS Music From The Elder ini merupakan kaset KISS pertama yg gw beli di akhir tahun ’81, gw masih kelas 6 SD. Kaset ini, bersama kaset The Best of KISS rilisan Aquarius merupakan pintu masuk gw mengenal KISS dan sukses menjadikan gw fans berat sampai saat ini..๐Ÿ˜›

— Foto kiriman mas Andria 2 Jan 2014 —

image

image

24 Responses to “When KISS Goes Prog”

  1. Rizki Says:

    Cerita yg menarik dan ulasannya juga top!

  2. HERWINTO Says:

    Ini baru permulaan kan mas Nelwin…..masih ada cerita menarik di tret selanjutnya….saya tunggu selalu….

  3. andria Says:

    saya punya yg rekaman contessa, warnanya pas utk album the Elder: oranye. beberapa waktu kemudian baru lihat yg Billboard itu.
    trims pak Nelwin infonya. saya juga cuma tahu kl album the Elder itu album konsep, cuma ttg apa tak tahu๐Ÿ˜€
    cuma pas dulu saya setel rasanya kok musiknya nanggung utk grup sekelas KISS. Fanfare-Just a Boy saya seneng karena mirip lagu paduan suara gereja namun tak tampak ngepop. justru lagu a World without Hero itu yang nampak jadul banget & ngepop pas saya dengarkan pertama kali, masih kalah dibanding lagu Beth.

    • Nelwin Aldriansyah Says:

      Om Andria kaset contessa nya dijual gak? Atau barter..? Pengen nih… Hehe..

      • andria Says:

        kl utk KISS saya tidak akan melepas pak Nelwin๐Ÿ™‚
        ternyata warna garis di sampulnya kuning bukan oranye dan side B diisi album Unmasked. lagu2nya tidak urut beneran, lagu terakhir malah “I” (tadinya saya kira angka 1 romawi)

  4. Eddy Irawan Says:

    ulasan yg menarik mas Nelwin. Kl ketemu album Kiss ini, pasti sy sikat….

  5. Gatot Widayanto Says:

    Bro Nelwin … Gara2 artikel ini, saya nyetel album ini ….Hmmmm …memang lain kalo Bob Ezrin turun tangan ya …

    • andria Says:

      saya juga nyetel kasetnya tadi pagi saat berangkat ke Blora, wl cuma sampai Ngawi. habis itu saya matikan krn yg nunut saya ke kantor itu bu Endang yg lebih suka lagu pop๐Ÿ™‚

      • Nelwin Aldriansyah Says:

        Om Andria, thanks banget sharing foto KISS Elder Contessa nya.. boleh minta tolong di scan J cover nya ga om Andria..? Belom dapet aslinya, gapapa dapet copy nya dulu hasil scan.. :p

      • Gatot Widayanto Says:

        Salam kenal buat bu Endang ya mas … Saya doakan beliau senang rock dan kemudian prog …he he he he … Enak tenan mas Andria iki uripe …bendino dinunuti uwong terus .. Barokah tenan to? Hebat!

        *Gatot Widayanto*

        *”Don’t manage – lead change before you have to.* *” Jack Welch*

        On Thu, Jan 2, 2014 at 3:46 PM, Music for Life

      • andria Says:

        pak nelwin semoga senin bisa saya scan, tadi saya bawa pulang utk menjaga keamanannya๐Ÿ˜€
        pak gatot, kl bu endang nunut senin pagi & jumat sore tapi cuma sampai maospati. saya belok kanan ke magetan & beliau melanjutkan dgn naik bis ke madiun. saya br berani nyetel musik saya lagi๐Ÿ™‚.

    • Nelwin Aldriansyah Says:

      itung2 menyebar racun KISS om Gatot.. hehehe.. sapa tau ada yang mau gabung ikut KISS Kruise 2014..๐Ÿ˜€

      • Gatot Widayanto Says:

        Ha ha ha ha …. Siapa tahu ya ada yang join Bro Nelwin yang rutin ngikutin terus KISS Cruise …

        Saya senang ada ulasan KISS di blog yang makin hari makin gemblung ini … Lha ana ada blog yang menggabungkan John Zorn dan KISS satu panggung? Ha ha ha ha ….dasar gemblung! Tapi enjoy ajah … Makin seru pokoke …

        *Gatot Widayanto*

        *”Don’t manage – lead change before you have to.* *” Jack Welch*

        On Thu, Jan 2, 2014 at 8:05 PM, Music for Life

  6. cosmic_eargasm Says:

    Luar biasa!!! Mantap sekali ulasannya mas Nelwin.

    Saya yg dari dulu nggak pernah mengikuti album2 Kiss, skrng jadi penasaran juga setelah baca artikelnya mas Nelwin yg lengkap dan mendetail ini. Memang sy sempat jengkel karena membawakan ‘I Was Made for Loving You’ yg sangat disco itu, tp salut dan sangat suka dgn ‘Beth’. Album unplugged nya jg asyik sekali. Dan dgn adanya mas Nelwin, blog super gemblunk ini makin kaya ulasan tentang seluk beluk band/musisi, yg sblmnya ada spesialis Yes, Queen, Rush, Canterbury Scene, drummer2 dunia yg hebat dll, kali ini makin asyik lg dgn adanya mas Nelwin yg spesialis Kiss, yg notabene jarang dibahas secara detail seperti artikelnya mas Nelwin yg top bgt ini. Oya, sy pernah baca, Kiss kepanjangannya dr ‘King In Satan Service’. Selain itu jg Gene pernah bilang kalo mau membubarkan band ini dan biar menjadi bagian dr sejarah musik rock. Apa benar 2 hal tsb mas? Btw, mas Andria jg termasuk ‘Kiss Freaks’ jg selain Ozzy Freaks’๐Ÿ™‚

    Btw, benar mas Nelwin, ‘Heavens on Fire’ dari “Animalize” yg mirip dgn ‘Daun-daun Surga’ nya Bangkit Sanjaya. Eh kebalik ya๐Ÿ˜€ Dulu sy pasang kenceng2 pas tiap kali mutar album itu. Jd ingat jg, Bangkit S. jg sempat merilis album “Roda-Roda Gila” rekaman Billboard kotak tebal. Oya, thanks infonya tentang album Kiss yg diterbitkan Monalisa mas, nggak nyangka jg harganya sdh sampai segitu, ngalah2in Hatfield and the North, Hawkwind, Pulsar dll terbitan Yess yg jg dari dulu susah utk didapatkan. Monalisa memang jagonya Rock dan Blues. Bnyk sekali album dari band2 vintage Rock yg diterbitkannya secara berurutan. dari Kin Ping Meh, Uriah Heep, Budgie, Cactus, TYA sampai Cuby+The Blizzards, Jimi Hendrix, Cream, Rory Gallagher dll termasuk Kiss ini jg. Tdk heran, kaset “Alive 1&2” sy dulu tetap laku walaupun kovernya nggak mulus, bahkan sobek. Jd ingat sy dulu jg pernah punya poster 100 perak nya Kiss yg berpose di atas moge. Oya, gitaris2 Kiss termsk asyik2 semua dr Ace, Vinnie dan Bruce.

    • Nelwin Aldriansyah Says:

      thank you om Cosmic, forum seperti Music for Life ini emang berjasa buat memperluas wawasan musik.. banyak band2 yang baru saya tau setelah baca2 blog gemblung ini..๐Ÿ˜›

      Soal kepanjangan KISS.. itu sih kerjaan orang2 iseng aja, selain King in Satan’s Service ada juga yang bilang Keep It Simple, Stupid atau KISS is Stanley & Simmons..๐Ÿ˜€ sebenernya gak ada kepanjangan apa2, Paul Stanley usulin nama KISS karena menurut dia gampang diingat, dan semua orang tau apa arti KISS..

      BTW, Monalisa tuh label dari mana sih..? Yogya kah..? dulu saya beli kaset2 Monalisa di Yogya soalnya, di toko2 kaset Jakarta jarang banget liat..
      ..

      • cosmic_eargasm Says:

        Sip mas Nelwin. Thanks infonya. Oya, setau sy Monalisa itu produksi Bandung, sama jg dgn Apple. Tp pendistribusian 2 label ini kelihatannya dulu tdk besar2an di semua kota. Selain di Bandung dan Jogja, dulu setau sy bnyk jg di Solo, Semarang, Surabaya dan Malang. Walopun di kota-kota kecil terkadang ada, tp stocknya tdk sebanyak yg di kota besar. Beda dgn kaset rekaman Bootleg yg dari dulu teramat jarang sekali toko2 yg menjualnya.

  7. andria Says:

    pak Cosmic mengingatkan poster yg sama yg tertinggal di Sidoarjo saat saya pindah ke Batang/Pekalongan. gara-garanya saya pasang di bawah kaca meja kerja saya di kantor, lupa kl ada di situ saat hari terakhir meninggalkan kantor lama. paling juga sdh dibuang sekarang.

    • cosmic_eargasm Says:

      Kalo mas GW selalu menebar virus Prog di tempat ‘bermain’,

      maka mas Andria menebar virus Rock jg di tempat kerja๐Ÿ™‚

      Mantap!!!

  8. hippienov Says:

    Wow..music from the elder akhirnya dibahas tuntas oleh bro Nelwin,apa kbr bro?sudah lama sekali ak gak mampir ke “rumah KISS” nya bro.
    Album ini baru ak dpt kasetnya tahun lalu dan sayang kualitasnya sudah kurang bagus lagi tapi gpp yg penting pny dulu๐Ÿ˜€
    Buat orang yg biasa denger Kiss mainstream album ini terdengar cukup “lari” dari pakemnya tapi buat penggemar prog album ini sangat unik dan berani beda dari band yg kita kenal dgn lagu2 detroit rock city, rock n’ roll all nite atau shout it out loud.
    Ak suka album ini,tuobz.

  9. hippienov Says:

    Wah tawaran dan undangan menarik nih… Gimana mas G ada undangan dari bro Nelwin untuk next progring di tempat beliau?
    Thanks bro untuk tawarannya, semoga disambut oleh rekan-rekan blog gemblung yang lain

  10. dOmme Says:

    Aku yang termasuk menganggap musik KISS monoton, menjadi penasaran juga mendapatkan album ini… Bagaimana ya rasanya KISS kolaborasi dengan Bob Ezrin….?

  11. Rizki Says:

    @Bro Nelwin, mungkin sdh tahu jg, mau infoin aja edisi majalah impor Guitar bulan April 2014 memuat artikel menarik ttg Kiss (front covernya jg Kiss).

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: