Epilogue We Rock di Minggu Pagi

Andria Sonhedi

tanggal 25 desember ini saya menginvasi yogya, dan seperti biasa berakhir dgn kegagalan😀 itu bila dibandingkan dengan invasi saya sebelumnya ke pasar sayur magetan yang menghasilkan beberapa kaset (wl tak spektakuler) mungkin juga penyebabnya saya baru bisa bebas jalan2 jam 18.00 sore padahal pasar bringharjo ada bagian yang hanya buka pagi & siang hari. langganan saya dan pak cosmic dulu, mas salmi, tempatnya sdh dipakai penjual kaos yg sama sekali tak nuansamatik blas. entah dia sekarang mmg unplugged atau jualan di tempat lain. toko kaset Popeye di jl Mataram sebelah timur Jl. Malioboro juga makin kecil saja. bahkan saat saya nanya tempat CD Barat para pegawainya menganggap pertanyaan saya itu lucu. soalnya mmg tak banyak lagi cd barat yang nambah, msh yg dulu + pesenan macam Dream Theater S/T. saya pun akhirnya cuma beli Enya – and winter came dr pada nggak ada yg saya bawa pulang. lha perjuangan nembus malioboro aja susahnya setengah mati🙂 untunglah di rumah saya nemu beberapa kaset & buku2, yang akan saya ceritakan di tulisan yg lain, sekedar pelipur lara. di rumah Yogya saya juga menemukan artikel kecil tapi memukau (utk saya terutama). di Yogya ada sebuah koran mingguan yang awalnya adalah suplemen koran tertua di Yogya yaitu Kedaulatan Rakyat. saat ini koran yang diberi nama Minggu Pagi muncul tiap kamis, isinya macam2: berita khusus, mistik, cerpen, puisi, mistis, dan dunia hiburan termasuk musik. saya lupa entah mulai kapan ada kolom khusus yang diberi judul We Rock. Rasanya kolom ini sdh ada bahkan sebelum Ronnie James Dio meninggal. kl kita sering melihat news di beberapa website musik rock/metal berita singkat yang ditulis pasti sudah tahu. yang saya takjub adalah ada koran lokal yang memberi kesempatan sang penulis utk memasukkan kegemarannya akan musik rock di saat anak2 muda kebanyakan tidak mengikuti perkembangan musik rock/heavy metal dunia. sepanjang yang pernah saya ikuti (saat di Tegal saya nemu MP juga, tapi di Blora tidak) berita yang ditulis bisa macam-macam genre rock/metal: Dio, Dream Theater, Masterplan, termasuk Rush juga pernah. masih ada satu kolom lagi judulnya epilogue, penulisnya adalah Latief Noor Rochmans. mungkin dia terinspirasi Deny Sabri🙂 isinya ttg pelajaran hidup dgn memakai contoh para musisi, baik yang baru atau lama. semacam postingan dari pak Herwinto kemarin itu : Pelajaran Berharga dari Turn of the Century. yang saya tampilkan itu Minggu Pagi edisi November dan Desember 2013. kebetulan memakai contoh Rush & Jon Anderson. Jadi kl pas ke yogya (atau sekitarnya kl pas ada) cobalah membaca Minggu Pagi di halaman paling belakang, kl yang halaman depan biasanya gambar model cantik🙂

image

image

–evil has no boundaries

2 Responses to “Epilogue We Rock di Minggu Pagi”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Waaa harian KR memang terdepan di Jogja. Walopun dari dulu sy sangat jarang membaca, namun tetap salut dgn koran ini yg tetap mengangkat tema permusikan dalam beberapa kolom edisi Minggu Pagi nya.

    Thanks mas Andria. You Rock!!!

    ::: Stay Prog ‘N Happy New Years 2014 :::

  2. andria Says:

    we rock pak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: