Nocturnus “Thresholds”

Andria Sonhedi

nocturnus

  kali ini saya mohon maaf pada pak gatot karena menampilkan grup yg suaranya vokalis bersuara orang sakit batuk pilek🙂

saya beli kaset ini saat di Yogya sedang demam kaset thrash metal & grindcore (saat itu istilah death metal kok blm tercatat). saya tertarik dengan desain sampulnya yang seperti film Star Wars. berbeda dgn album pertamanya (1990) yg berjudul the Key, album kedua ini musiknya mengingatkan pada space music. Mungkin mirip musik Tomita tapi dgn genre yang lebih keras. oleh penjualnnya, mas Sony Donning, disarankan utk menggunakan tape & sound system yang bagus supaya efek2 yg dimainkan bisa dinikmati. sayangnya tape saya cuma mini kompo namun itu aja sdh cukup menyenangkan saya.
urutan lagunya sayangnya berbeda dgn versi CD, mungkin biar pas tiap sisi kasetnya. fotonya pun, wl ini resmi, justru masih memakai formasi the Key. kl lihat di internet banyak yg mengecam album ini, mungkin karena tdk tampak jahat krn cover albumnya sangat sci-fi. Selain itu mungkin peranan keyboard yg mungkin dianggap tabu saat itu utk grup thrash metal. padahal saya tertarik album ini karena permainan keyboard Louis Panzer yg turut membangun suasana (misal di lagu Arctic Crypt).
Sebagai tambahan Mike Browning sang drumer adalah pendiri grup Morbid Angel bersama Trey Asaghtot. Makanya di Nocturnus pada album awal dia menuangkan idenya ttg ocult (wl bukan satanis) sambil ngedrum & nyanyi. di album ke-2 ini perannya digantikan Dan Izzo. Mungkin karena ide2nya sdh tak nyambung maka Mike akhirnya keluar .

Dan Izzo sbg penggeram (atau vokalis menurut kaset ini)
Mike Browning sbg drumer
Mike Davis menggitar
Sean McNenney juga menggitar
Louis Panzer sebagai pemencet keyboards

3 Responses to “Nocturnus “Thresholds””

  1. cosmic_eargasm Says:

    Sy dulu sempat punya yg “The Key”. Memang benar Nocturnus muncul pd saat Death-Metal blm mencuat. Art work kover dan lirik nya sci-fi dan makin terwakili dgn adanya instrumen kibord yg cukup menonjol pada semua komposisi ‘Old-School Technical-Thrash Metal’ yg dibawakannya. Sy jd ingat band ‘New-School Brutal Death’, DEEDS OF FLESH yg pd 2 album terakhirnya memainkan ‘Technical/Prog Death Metal’ dan beraroma Sci-fi jg, walaupun secara keseluruhan sy lbh suka yg album2 awalnya.

    \m/

  2. andria Says:

    trims pak gatot, yg memperkenankan ulasan singkat grup bising ini🙂
    trims infonya pak Cosmic, nanti saya coba yg Deeds of Flesh itu

  3. cosmic_eargasm Says:

    Menurut pengamatan sy pribadi, style vokal growl pada Grindcore, Thrash Metal sampai Death Metal itu memang banyak orang awam yg tdk suka dan memperoloknya dgn vokal ngorok dan lain2 yg menurut sy teknik vokal tsb amatlah susah dilakukan, apalagi pada band2 yg membawakan New-School Brutal Death/Hyperblast yg kbnykn menggunakan teknik bernyanyi dgn ‘Deep Low Growling’ yg sangat susah dilakukan, biasanya bagi yg tdk bisa, menggunakan jalan pintas dgn cara ‘teknik sedot’ yg biasanya menimbulkan ‘kebocoran’ dan fals😀
    Growl pada Grindcore, Thrash, Death Metal jelas lain tekniknya, menurut sy yg paling susah dan berteknik tinggi ya pada Brutal Death Metal tsb.

    Bahkan Prog Archives pun belakangan memasukkan sub-genre baru: Tech/Extreme Progressive Metal yg notabene bnyk band terkategori yg beraliran ngorok tsb🙂
    Dan jelas lain dgn Hardcore,emo & Power Violence yg menonjolkan teriakan ‘Screaming’ dan ada pd band math-metal dahsyat TDEP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: