Underrated Bands from Super Seventies #10: TIN HOUSE

By: cosmic_eargasm

Bagi para penggila kaset terbitan Yess, pasti sudah tidak asing lagi dengan kompilasi “Top’s Heavy Rock” yang terdiri dari 2 seri yang amat signifikan sekali mengenalkan band-band hebat yang dianggap nomer dua alias ‘underrated’. Diantaranya ada Tin House yang mendapat giliran pertama untuk saya share. Band yang berasal dari Amerika ini membawakan style ‘Psychedelic Heavy Blues-Rock’ yang di mix dengan elemen-elemen Progressive/Hard Rock style yang terhitung bagus sekali dibawakan oleh ‘Power-Trio’:
*Jeff Cole: bass & lead vocal
*Floyd Radford: guitar & vocals
*Mike Logan: drums, percussion & vocals

image

Konon Tin House merupakan band cadas pertama dari Florida yang albumnya dirilis oleh Epic, salah satu major label terbesar di dunia dan dirilis dalam bentuk vinyl. Sayang band hebat ini cuma bertahan 1 album saja alias berpangkat ‘One-Shoot Band’ yang otomatis albumnya jadi sulit untuk didapatkan. Tetapi sungguh sangat beruntung ada Lion Records yang me-remastered album yang cukup langka ini pada tahun 2007 yang silam.

10 lagu hebat yang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata ini diproduseri oleh Rick Derringer, gitaris Blues-Rock kenamaan yang dikenal juga sebagai gitarisnya Edgar Winter Band. Selain itu Derringer juga mengisi lead guitar pada nomor ’30 Weight Blues'(2:22) yang asyik dengan sedikit bumbu funky dan meriah dengan backing vocal bergaya Gospel-Blues. Nomor dengan sentuhan riff-riff Blues/Hard Rock yang kental ada di ‘I Want Your Body'(1:46), ‘Be Good and Be Kind'(3:41) dan ‘Personal Gain'(4:28) yang sangat asyik sekali untuk diputar dengan volume yang maksimal sampai badan dan kaki kita ikut bergoyang menikmati beat-beat Rock yang asyik dari ke 3 lagu di atas yang juga masuk dalam kaset kompilasi “Top’s Heavy Rock” di ke 2 seri nya. =0ATidak lupa ada nomor manis dengan mid-tempo yang cenderung slow sangat keren dihiasi permainan organ dari Edgar Winter pada ‘You’ve Gone Too Far'(3:46). Dentingan gitar akustik bergaya blues tidak bisa dilewatkan begitu saja di ‘Tomorrow'(2:59) yang makin bernyawa dengan bumbu aroma Psychedelic pada akhir lagu. Tidak ketinggalan ada nuansa Progressive Rock nya pada ‘Endamus Finallamus'(3:55) yang dinamis dengan balutan Rock dan Psychedelic serta ‘Lady of the Silent Opera'(3:41) yang cantik dan apik dengan aransemen strings oleh Edgar Winter yang merupakan nomor favorit saya sampai sekarang. ‘Silver Star'(4:07) dan ‘Jezebel, Give Me Your Lovin'(2:42) juga tidak kalah menarik dengan riff-riff Blues yang terselip diantara cadasnya Heavy Rock yang asyik sekali bertempo up-beat. Permainan gitar Floyd Radford terasa mantap dan sangat soulful dikarenakan pengalamannya saat masih bergabung dengan Edgar Winter Band sebelum membentuk Tin House ini.DSan menjadi salah satu band top nomer satu dunia diantara band-band dari Inggris yang terkenal dengan ‘British Invasion’ nya.

Untuk ukuran sebuah Band Rock yang berasal dari Amerika, Tin House menurut saya amat sangatlah layak sekali disejajarkan dengan Grand Funk Railroad yang asli Amrik juga. Dan Untuk penggemar Vintage Rock yang banyak memamerkan permainan gitar, album yang aslinya dirilis pada tahun 1971 ini sangatlah pantas sekali menemani jejeran koleksi band-band papan atas dunia pada rak Anda. Apalagi albumnya cuma 1 saja, jadi tidak usah bingung-bingung untuk melengkapinya🙂

Thanks Mas GW yang kelihatannya juga mengikuti sepak terjang Grand Funk Railroad.

::: Keep Rockin’ and Stay Prog! :::

7 Responses to “Underrated Bands from Super Seventies #10: TIN HOUSE”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Thanks Mas GW, seri “Underrated Bands” sy sdh tayang menyeruak waktu Mas GW yg lagi padat2nya.

    Terus terang, sy menulis tret ini karena komen ke tret mas Wahyu sambil nyetel kaset kompilasi cadas ultra dahsyatnya Yess “Top’s Heavy Rock”. Dan kurang lebih 2 tahun terakhir ini, 2 nomor dari Tin House nangkring di playlist sy yg ‘Lady of the Silent Opera’ dan ‘You’ve Gone Too Far’ yg nuansamatique sekali bagi sy.

    So.. Let’s Rockin’ int the Weekend..

    (((PlayNow>TIN HOUSE_I Want Your Body)))

    *otomatis kaki dan badan ikut goyang*

    • Gatot Widayanto Says:

      Betul mas …sebenernya kemarin saya sedang padat2 nya karena sedang fasilitasi Round Table Discussion dengan BoD klien saya … paling cocok ya pake musiknya Roundabout ya harusnya ….ha ha ha … Tapi karena padat dan serius melibatkan hanya 4 Direktur thok, ya ndak ada musik prog yg bunyi kemarin ….bunyinya ya di MfL aja melalui postingan mas Cosmic dan temen2 lainnya …. ha ha ha ….

      Saking capeknya …abis subuh tadi tidur lagi dan baru bangun sekarang ….he he ….

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

  2. cosmic_eargasm Says:

    hahahaha.. asyik sekali mas GW ini kerja (atau main?) msh bisa menikmati musik dan memantau blog..

    Btw, mumpung ingat, tentang kuliner Prog yg sempat terbahas kmrn2, sy jg suka moho yg didominasi warna pink dan putih, kadang coklat tsb, cucur suka tp bnyk minyaknya hahaha, kalau di Bandung ada siomay, di Madiun ada pecel, nah kalau di Malang yg sy suka kangen sampai skrng ada “Angsle” kuah santan isinya roti tawar dipotong kecil2 kadang ada petulonya jg yg pastinya mas GW dulu sempat menikmatinya. Jaman skrng kelihatannya tdk ada yg jual😦

    (((PlayNow>GRAND FUNK RAILROAD_Someone)))

    *nomor umum tapi msh enak utk dinikmati*

    • Gatot Widayanto Says:

      Menikmati moho sambil muter kaset Pink Floyd pas sekali mas …. Kalau bisa tanpa air minum …sisan ben seret …Moho gitu loh! Dijamin seret! Koyok sepet ….hua ha ha ha ….

      Jadi inget ada perekam namanya TOHO …. jangan2 yang punya suka kue moho ….wakakakak ….

      Kalau angsle itu di Madiun juga ada tapi namanya Cemoh …(dari segi nama kok lebih ngeprog …karena kalo angle itu lebih cocok ngeblues …Angsle Dunbar …drummer nya John Mayall) ….

      Nggladrah Management System …. qiqiqiqi ….

      Gatot Widayanto

      “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • cosmic_eargasm Says:

        Wah iya, nama “Angsle” di Madiun jadi “Cemoe” ya mas. Tp seingat sy rasanya lain dgn yg di Malang.

        Hahahaha jadi ingat nih, dulu sy pernah dikerjain teman sy yg nyuguhi moho tanpa ada suguhan minum. Boleh jg ide nya mas, kapan2 kalau nemu, lgs dipotret dan diposting di blog super nggladrah ini hahahaha..

        Label perekam Toho sepertinya sy pernah tau, tp dimana ya. Apa dulu di salah satu koleksi teman sy atau di lapakers, lupa.

        Angsle Dunbar memang salah satu ‘Drummer Sejuta Umat’🙂

  3. andria Says:

    salah pak Cosmic, di Madiun & Magetan masih ada. bulan lalu saya beli di jalan arah Sarangan. Beli soto Magetan/Madiun yg pakai kacang goreng itu + angsle (yg nggak saya minum krn sdh kekenyangan). harga sotonya pasti sdh mbuat pak Gatot nggueblak kl dibandingkan yg di Jakarta🙂
    ini kita bukan membicarakan Angsle Dunbar yg drumer itu kan?

  4. cosmic_eargasm Says:

    Lho? Malah di Madiun dan Magetan ada angsle jg Mas Andria? Wah mantap sekali kudapan itu. Slurp! jd menelan ludah nih hmmm.. Oh, soto disana ada kacang gorengnya ya mas? Yg sy ingat selain pecel dan brem disana ada es dawet yg khas, kalo tdk salah namanya es dawet jabung..

    Hahaha iya Angsle Dunbar ex drummernya musisi Rock mbeling (istilahnya Mas Edi Apple) dan pernah main di albumnya Whitesnake yg paling fenomenal “1987”.
    Ah jd pingin play Angsle Dunbar nih mas..

    (((PlayNow>AINSLEY DUNBAR RETALIATION_Tuesday Blues)))

    *awal karirnya yg asyik*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: