The Jakarta Invasion: Oleh-oleh dari Medan

Hendrik Worotikan

image

Saat diberitahu kalo saya akan ditugaskan ke Medan minggu lalu, yang pertama kali kepikiran adalah lapak kaset bekas nya bang Majid yang pernah disinggung oleh mas Eddy.

Singkat cerita, Senin siang (2/12/2013), mendaratlah saya untuk kali pertama di bandara Kualanamu. Sepanjang perjalanan dari bandara menuju Garuda Plaza hotel, tempat saya menginap selama 6 hari, saya pun menengok kanan kiri sekadar kepingin tahu nama nama jalan. Mendekati taman makam pahlawan, kebetulan saya melihat ada plang / petunjuk kampus ITM (Institut Teknologi Medan), yang saya ingat kalo didepan kampus ITM ini terdapat lapak kaset bekas milik bang Majid. Dalam hati saya bersuka cita, pasti lah lokasi lapak kaset ada disekitar situ. Dan kebetulan pula lokasi hotel yang terletak di Jl. Sisingamangaraja tidak terlalu jauh dari kampus ITM yang berada di Jl. Gedung Arca, sekitaran stadion teladan.

image

image

image

image

image

Malam nya dengan menumpangi betor (becak bermotor)saya menyambangi lokasi lapak kaset yang sejak di Jakarta sudah kepikiran terus. Tapi, lha, kok nggak ketemu tuh lapak nya ? Wah…berabe nih, jangan jangan sudah nggak jualan lagi alias tutup seperti Aquarius Mahakam. Hihihi… Supaya nggak penasaran saya tanya ke pedagang pedagang disekitar nya. Beberapa pedagang nggak tahu kalo ada lapak kaset disitu. Tanya lagi ke yang lain nya. Dan untung nya ada yang tahu dan mengatakan kalo beberapa hari kemarin lapak kaset tsb lagi nggak buka. Mungkin juga karena cuaca yang lagi kurang bersahabat. Hujan memang kerap mengguyur kota Medan. Ya sudah berharap besok saya bisa kembali lagi.

Malam di hari ketiga, barulah saya kembali datang dan berjumpa dengan sang pemilik lapak bang Majid. Dengan akrab, walaupun baru kali pertama bertemu terjadilah dialog dialog yang mengasyikkan. Nama nama beken pengolektor kaset seperti Mas Eddy Irawan dan bang Domme si anak Medan sangat dikenal oleh nya. Ia pun mengatakan kalo kaset yang dijual nya sudah semakin sedikit dibandingkan beberapa bulan lalu. Saya pun melihat banyak kaset yang sudah tidak ada cover nya atau juga cover yang sudah lengket terkena air. Rekaman rekaman kaset pra lisensi sudah menipis. Namun begitu, saya masih beruntung menemukan Dave Mason & Cass Elliot yang di sisi B nya The Best of Eric Clapton rekaman Infonics, Osibisa (Ojah Awake) yg sisi B nya ada Santana (Amigos) rekaman tidak tercantum, Felicia rekaman Golden Lion (saya jadi ingat mas G, yang kalo nggak salah pernah mencari penyanyi ini. Apa betul ?), Juga ada kaset Junior Advanced Course by Yamaha Music Foundation, The Best of Grand Funk Rail Road by VIP, Oscar Peterson Jam Session at Montreux Jazz Festival ’77 by Contessa, Siegfried Behrend (classical guitar) by Golden Melody, dan lain lain.

Sekadar info saja, lapak ini digelar mulai pkl. 4 sore hingga jam 10 malam.

Puuuaaas rasanya sudah mengunjungi lapak kaset bekas milik bang Majid yang ramah ini. Dan saya tidak tahu kapan lagi bisa berkunjung ke kota Medan.

Horas !

12 Responses to “The Jakarta Invasion: Oleh-oleh dari Medan”

  1. andria Says:

    salam pak Hendrik, yg Chicago itu pernah saya dapat akhir bulan lalu. sayangnya saya lebih suka malu bertanya shg sesat di jalan sperti pas di pasar Johar, Semarang kemarin.šŸ™‚ lha sekarang siapa sih yg masih mau nyari kaset2 bekas sampai keluar masuk pasar? apalagi saya masih pakai pakaian kantor, tambah malu šŸ˜€

    • Hendrik Worotikan Says:

      Salam kenal jg mas Andria. Sewaktu sy tugas di Semarang beberapa bulan yg lalu, sy tidak sempat mampir ke Pasar Yaik.
      Padahal sdh sempat lewat didepannya. Cuma ya itu ngejar waktu utk tugas.
      Kaset yg sy boyong dari lapak bang Majid ini, sebetulnya sy sdh punya, seperti APP, Chicago dan Styx. Hanya saja label perekamnya beda. Jadilah sy beli dan kebetulan mulus kemuyus pula. Ada juga kaset rock lainnya, tapi kebanyakan sudah hasil rekaman masa kini.
      Jadi nggak seru lah. Hihihi…

  2. Eddy Irawan Says:

    Saya ikut senang Mas Hendrik sudah mengunjungi lapak bang Majid. Saya sendiri sdh jarang ke situ karena sering kecewa, kaset2 jadul yang artisnya sering dibahas di blog G (gemblunk) ini pasti sdh dilahap duluan sama bang Dome. (Rumah bang Dome hanya beberapa ratus meter aja dari lapak bang Majid).

    Saya lebih senang ‘direct shopping’ ke kolekdol seperti bang Domme aja.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Hadoooh kalo tau rumah bang Domme dkt situ pasti sy samperin. Sayang sy nggak punya kontak beliau. Lha memang belum kenal sih. Cuma tau di dunia maya aja.

      Pantes aja koleksi kaset yg antik antik sdh lenyap di borong bang Domme.

      Thanks mas Eddy. Minggu depan ke Jakarta ya ? Mudah mudahan bisa ketemu di record square.

      • Gatot Widayanto Says:

        Bang Domme penguasa Medan kok belakangan gak muncul ya ….?

        Barangkali sedang packing kaset2 buat dikirim ke penghuni blog gemblung? …qiqi … Pantes saya diminta alamat lengkap segala ….

        Gatot Widayanto

        “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

  3. apec Says:

    Mas Hendrik, saya gemas melihat kaset Contesa, Pablo Live Montreaux 77 diatas. Pasti keren suaranya. Perekam Pablo terkenal akan kualitas Soundnya yg paripurna. Pablo mengkhususnya diri di bidang rekaman Jazz sebagaimana Alligator untuk Blues, Shrapnel untuk instrumentasi gitar

    • Hendrik Worotikan Says:

      Betul sekali mas Apec, nggak nyangka aja dari kaset yg teronggok dipinggir jalan dgn debu yg tebal masih bisa menghasilkan kualitas rekaman yg prima. Hal ini berlanjut manakala Minggu kemarin di record square sy dapat juga kaset Duke Ellington by Contessa jg Earl Klugh rekaman Scorpio. Kesamaan kedua rekaman ini (contessa & scorpion) sama sama bercover kuning.
      Salam.

  4. cosmic_eargasm Says:

    Wuih Mas Hendrik asyik ya bisa merasakan lapak kaset di Medan.
    Iya nih, bang Domme lama tdk kelihatan, mungkin lg menikmati satu-persatu hasil jarahannya di lapakers yg kata mas Edy dekat dgn rmhnya ya hahaha

    • Hendrik Worotikan Says:

      apa kabar mas cosmic ? lama nggak baca komen dari mas cosmic soalnya.
      Sy mesti berterima kasih dgn mas Eddy & Bang Domme yg sdh memberi info adanya lapak kaset di Medan tsb. Tentu jg blog gemblung sebagai media perantaranya. Tanpa blog ini ya sy nggak tahu mas.

      • cosmic_eargasm Says:

        Iya MAs Hendrik.. kmrn2 cukup sibuk dan nggak sempat ol sama sekali nih..

        mantap memang MAs Eddy dan BAng Domme ..šŸ˜‰

  5. domme Says:

    Wah… Majid masuk juga di sini ya… Hehehehehe…. Memang di Medan sudah jarang ada kaset antik… Lapak juga tinggal dua. Yaitu Lapak Majid di depan ITM dan Lapak Fendi di Jalan Sutomo Simpang Veteran (Pajak Ular Tugu)… Makanya Aku dan Bos Eddy Irawan terpaksa menjarah hingga ke luar pulau… Hehehehehe… Tapi kadang-kadang masih dapat juga yang lumayan antik sih kalau lagi mujur…

  6. ekho Says:

    saya penasaran sama lapak kaset ini…udah 2x saya maen ke sekitar teladan-gedung arca-kampus ITM dgn tujuan utk mencari lapak kaset ini…tapi 2x pula saya sama sekali gak menemukan lapak kaset yg dimaksud…memang sih saya kesananya waktu itu siang2, jam2 satu sampe jam tiga…ternyata menurut info om hendrik lapak ini mulai buka jam 4 sore…berarti yg kemarin itu saya salah waktu, pantes aja ga ketemu…thanks infonya om….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: