AC/DC Diawal Hilangnya Kaset Non Lisensi

Andria Sonhedi

image

sehabis kaset2 non lisensi Indonesia dilarang awalnya saya masih merenungi nasib, mengapa tidak punya banyak duit utk beli kaset2. apalagi isu dr teman2 kl melihat ada beberapa orang yg memborong kaset sampai 1 keranjang tambah kemropok hati ini😀 suasana toko2 kaset besar di Yogya cuma berisi kaset2 Indonesia sdg rak kaset barat yg ternyata benar2 kosong. sambil menanti sembuhnya hati yang luka🙂 suatu siang habis pulang sekolah saya ke pasar Bringharjo. sekitar tahun itu jalan di selatan pasar Bringharjo belum seramai sekarang di waktu malam & jelas saya nggak berani naik sepeda lewat situ karena tampaknya gawat. makanya saya cuma berani pergi ke pasar bila siang. Saat itu pasar bringharjo juga blm direnovasi seperti sekarang. ada beberapa lapak kaset kecil di sana yg jual kaset2 bekas, yg selama ini tak ada kaset2 bagus. tak dinyana ternyata di dalam pasar (di gang utara tepatnya) ada lapak yg kemudian hari saya kenal sbg tempat mangkal mas Herman dan kakaknya menjual kaset2 non royalty. ada beberapa orang yang memilih2 kaset yg masih tampak baru di sana. sepertinya semua kaset the very best dari perekam Hins Collection. saat saya tanya harganya ternyata lebih mahal dari harga kaset aslinya. saya lupa yg jelas kaset C-90 lama harganya Rp 2.750 di situ harganya lupa berapa yg jelas mahal😀 sangking banyaknya saya sampai bingung, ada Judas Priest, WASP, Iron Maiden, AC/DC dan yg lain saya tak ingat. yg jelas tak ada Metallica krn Hins Collection tak menerbitkan. akhirnya setelah saya memakai pendekatan SWOT😀 saya milih AC/DC saja krn kebetulan duit saya cuma bisa utk beli satu. Sebenarnya AC/DC cuma saya ketahui dari lagu Who Made Who (dari radio) dan Highway to Hell (kl yg ini malah cuma tahu di majalah sbg simbol perlawanan anak muda). tapi syukurlah satu album ini, wl tak ada baladanya & sepertinya tak pernah ada lagu balada versi AC/DC, membuat saya tidak merasa rugi mengorbankan banyak uang (kala itu) karena pilihan lagu2 yg enak didengar. namun sehabis beli itu saya sengaja tak ke Bringharjo dulu utk waktu yg agak lama, takut hati saya yg luka kembali terluka😀

–evil has no boundaries

6 Responses to “AC/DC Diawal Hilangnya Kaset Non Lisensi”

  1. Kristanto Says:

    Saya sempet suka sama band ini gara2 sering ndengerin top hit radio australia, setiap minggu sore kalau ngga keliru. Lagu2 spt “Highway to hell”, “TNT”, dsb masuk chart waktu itu.
    Kemudian sempet beli kaset ACDC “Highway to hell” rek Nirwana di tunjungan plaza surabaya (saya ingat barengan kaset Black Oak Arkansas “Live Mutha” belinya), trus album “Dirty deeds done dirt cheep” rek Contessa. Belakangan justru beli CD “Back in black” buat di-rip, karena suka banget sama nomor “Shoot to thrill” dan “You shook me all night long” (waaaahh, ngga cape apa ?)

  2. Ripiu Info Says:

    kaset non lisensi itu maksudnya gimana ya mas ?

  3. andria Says:

    maksudnya kaset bajakan resmi bukan kaset2 berlisensi/royalty yg dijual setelah tahun 1988. jadi kaset2 dulu itu diproduksi dgn legal & kena PPN juga bukan seperti bajakan DVD dan mp3 buatan Glodog.

  4. apec Says:

    Mas Andria, Tampilan Rockshots selalu menggoda mata

    • andria Says:

      benar sekali pak Apec, ada teman kuliah saya yg sekarang berumah di condet khusus mengumpulkan Rockshots & rockline.

  5. cosmic_eargasm Says:

    ini saya dulu jg sempat punya mas ..tapi kovernya saya potong jadi kemasan kotak kecil.. saya pribadi tdk terlalu suka dgn kotak besar soalnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: