Bailey – Sabu – Brotzmann “Live in Okayama 1987” by Improvised Company

By: cosmic_eargasm

Bagi yang tidak/kurang familiar dengan Avant-Prog maupun musik eksperimen mungkin nama 3 musisi di atas sangatlah asing. Akan teapi menurut pandangan saya secara khusus pun, ke 3 nama tersebut juga underrated walaupun sepakterjangnya sudah dimulai pada awal 70an, bahkan pertengahan/akhir 60an dan istimewanya mereka baru bermusik bersama pada tahun 1987. Seperti yang tertera pada kover cd bagian belakang, proyek power trio unik ini digawangi oleh:
*Derek Bailey: guitar
*Yoshisaburo “Sabu” Toyozumi: drums, percussion
*Peter Brotzmann: tenor & alto saxophone, tarogato

image

image

Derek Bailey adalah gitaris Avant/Free Jazz/Free Funk/Free Improvisational dari Inggris yang aktif bermusik sejak tahun 1967 dan mempunyai ciri khas dengan permainan teknik harmonics dan pastinya juga nada disonan yang khas musik Avant-Garde. Selain itu Bailey juga terkenal sangat radikal dalam memperlakukan gitar dengan memainkan nada-nada yang tidak umum yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Timbre dan tone yang dimainkannya mencapai wilayah yang sangat luas menghasilkan noise yang khas walaupun masih berada pada standart tunning gitar pada umumnya. Bailey juga melakukan eksperimen dengan memasang penjepit kertas pada dawai gitar, mengalungkan rantai dan melakukan beberapa pertunjukan dadaisme pada beberapa shownya. Gitaris yang sudah meninggal 8 tahun yang silam ini sudah merilis banyak album solo dan terhitung banyak juga bekerjasama dengan musisi hebat, diantaranya John Zorn, Fred Frith, Ruins (duo Noise Rock/Zeuhl dari Jepang), Jamie Muir (ex King Crimson), Eugene Chadbourne (gitaris Avant), Anthony Braxton, Cecil Taylor bahkan Buckethead (gitaris Shredder bertopeng KFC) dan lain-lain. Bailey juga banyak disebut sebagai gitaris pionir sub-genre ini.

Yoshisaburo “Sabu” Toyozumi adalah seorang drummer pioner Free Improvisation musik di Jepang dan menjadi musisi pertama yang bukan berasal dari Amerika yang tergabung dalam AACM (Association for the Advancement of Creative Musicians) pada tahun 1971. Walaupun album solonya terhitung sedikit, tetapi Sabu banyak sekali melakukan pertunjukan dan merilis album bersama musisi dahsyat kelas dunia seperti Stomu Yamashta, Charles Mingus, John Russell (gitaris improviser/Avant), bahkan juga Fred Frith, John Zorn, Anthony Braxton, Charles Mingus, Otomo Yosihide dan beberapa musisi Jepang yang radikal lainnya.

Peter Brotzmann adalah seorang Free Improvisation Master Avant/Free Jazz dari Jerman. Dan menjadi satu-satunya saxophonis yang memainkan Tarogato, alat musik tiup yang tidak mempunyai range tinggi yang aslinya berasal dari Turki dan diadaptasi oleh bangsa Rumania yang banyak dimainkan pada musik tradisional mereka. Dalam sejarah musik klasik tercatat Richard Wagner, komposer modern yang menggunakan Tarogato dalam karyanya yang cukup terkenal ‘Tristan und Isolde’. Tarogato yang digunakan Wagner maupun Brotzmann sudah modern yang dikembangkan dari aslinya. Selain itu Brotzmann juga mempunyai ciri khas timbre yang kasar dari tiupan saxophonenya. Seperti 2 musisi di atas, Brotzmann juga sudah cukup banyak merilis solo album yang dimulai pada tahun 1967 dan banyak sekali bermain dengan musisi Avant dunia macam Bill Laswell (Last Exit, PainKiller), Keith Tippet, Marylin Crispell, Hamid Drake, John Zorn dan masih banyak lagi. Juga membentuk banyak proyek-proyek dahsyat dan tergabung dalam Globe Unity Orchestra yang aktif mulai awal periode tahun 70 an.

Sesuai dengan judul tracklistnya yang memakai inisial dari ke 3 musisi, sesi permainan yang dahsyat dimainkan oleh duet Brotzmann dan Sabu yang penuh dengan permainan nada yang disonan dan ritmis pukulan drum yang sinkop dan tidak terduga. Dilanjutkan oleh Bailey dengan melakukan solo gitar akustik yang lumayan panjang. Ditutup dengan ‘DB+PB+YT’ yang melibatkan ke 3 musisi untuk memainkan komposisi ‘gila’ yang berdurasi paling panjang diantara ke 3 lagu di album live yang diadakan di Aix-en-Provence Okayama Jepang pada 26 tahun yang silam, tepatnya pada 16 November 1987. Dan baru dirilis oleh label indie Improvised Company pada tahun 2000 dengan edisi terbatas cuma 550 copy saja.

Disain kover yang minimalis oleh Keisuke Akahoshi cukup mengingatkan pada artwork kover album terbarunya Levin-Rudess-Minnemann yang baru dirilis 2 bulan yang lalu.

Thanks Mas GW yang budiman.

::: Feed The Music without Border :::

5 Responses to “Bailey – Sabu – Brotzmann “Live in Okayama 1987” by Improvised Company”

  1. Edi Apple Santoso Says:

    belum pernah denger yang ini, kira2 ujian minggu depan keluar apa gak ya mas? …… terima kasih infonya ……

  2. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW. thanks bgt tulisan sy sdh lama terposting dan ternyata lagi sdh bnyk tertumpuk oleh beberapa postingan, berarti tanpa terasa sy sdh lama juga tdk menyambangi bahkan mengintip blog super gemblunk ini ya mas hehe.

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas Edi, ini album kolaborasi power trio musisi avant yg sangat menarik sekali. Dulu sy tahu Derek Bailey dari Tzadik Records setelah order cd Naked City, di dalam paketnya disertakan katalog Tzadik. Sayang katalog nya skrng hilang.

    Sabu Toyozumi termsk dahsyat utk ukuran musisi avant.

    Hahaha minggu dpn ujian keluar lho mas

  4. Edi Apple Santoso Says:

    ada 2 album ruins yang dibantu sama derek bailey, saisoro dan tohjinbo ….. album yang sangat layak dikonsumsi sama yang ngakunya penggemar rock mbeling …..

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Edi, maaf banget baru liat komennya. Karena komen tdk sy masukkan di email dan sy jg amat sangat jarang sekali cek email. Album Ruins dulu sy sempat punya cd nya yg “Hyderomastgroningem” rilisan Tzadik.
      Kalo Ruins feat. Derek Bailey sempat ngopy cd teman yg live dimana gitu, nanti sy cari lg keping cd nya. Duo mantap pengusung Zeuhl yg menurut sy lbh condong ke Avant-Prog ini jg sering membawakan medley lagu2 dari band2 prog 70an macam Genesis, King Crimson, ELP dll yg sdh ‘dirusak’ sedemikian rupa dan tentunya jd lebih ‘mbeling’😀 Band ‘Zeuhl’ era baru lainnya yg dulu jg sempat punya CD nya Happy Family dan Bondage Fruit yg jg dari Jepang sama dgn Ruins. Yg Avant pernah punya After Dinner (kalo tdk salah sebut, seingat sy kovernya gambar burung ditengah2 mesin, seperti album “Relics” nya Pink Floyd yg versi vinyl).

      Mari bersama kita lestarikan ‘Rock Mbeling’. Mas Edi jg ditunggu tulisannya tentang band2 dr sub-genre tsb. Thanks mas Edi.

      *** Beberapa hari ini sy susah sekali utk mengirim komen.
      Padahal sdhngetik bnyk, tp akhirnya hilang begitu saja. Ada bnyk komen sy yg hilang dan tdk masuk. Satu2nya cara, ya sy ketik dan sy save dulu baru sy coba kirim lg. Kadang masuk kadang tdk ***

      :::Avant-Rules :::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: