Underrated Bands from Super Seventies #7: THE GREATEST SHOW ON EARTH

By: cosmic_eargasm

Adalah kaset kompilasi ‘Memory Heavy Hits 3’ terbitan Yess #198 yang sangat berjasa sekali memperkenalkan band yang mempunyai nama yang cukup panjang, The Greatest Show on Earth (TGSOE) ini. Sejatinya, band yang berasal dari Inggris ini hanya merilis 2 album studio saja, yakni ‘The Going’s Easy’ dan ‘Horizons’ yang dirilis pada tahun yang sama, 1970 dan dirilis oleh Harvest Recods, sebuah sub-label yang dibuat oleh label raksasa, EMI di tahun 1969 untuk mengkhususkan perilisan band-band dengan genre Prog Rock saja, termasuk di dalamnya ada: Deep Purple, Barclay James Harvest, Kayak, Triumvirat dan lain-lain.

image

image

Kali ini, saya ingin share yang album “Horizons”, yang menurut saya lebih asyik. TGSOE memainkan Prog Rock dengan memasukkan unsur horn section yang digabungkan dengan cerdasnya Canterbury style, suramnya Psychedelic dan megahnya Symphonic Prog, renyahnya R&B dan soul 70an, serta cadasnya pattern-pattern Classic Rock yang digawangi oleh: *Colin Horton-Jennings: lead vocal, flute, guitar, percussions
*Garth Watt-Roy: guitar, vocals
*Norman Watt-Roy: bass, vocals
*Mick Deacon: keyboard, hammond organs
*Ron Prudence: drums, congas
*Dick Hanson: horns
*Tex Phillpots: saxophones
*Ian Aitcheson: woodwinds

Ada 8 track keren di album ini. “Sunflower Morning”(05:00) dibuka dengan permainan ascending hammond organ yang menawan dan dilanjutkan dengan lagu bertempo slow dengan iringan hammond sound yang terasa sekali nuansa klasik rocknya, makin asyik dengan melodi gitar bergaya blues. Nuansa lagu mengingatkan pada suramnya Vander Graaf Generator dengan vokal Jennings yang ekspresif. “Angelina”(04:10) didominasi oleh horn based combo dengan style R&B ala Blood, Sweat & Tears dan Chicago Transit Authority yang asyik. “Skylight Man”(04:33) suara tamborin, bassvintage sound, seksi tiup dan fuzz guitar secara beriringan mengiringi hammond sound yang kental nuansa Classic Rock. Di menit 00:48 suasana berubah menjadi nuansa Prog Folk menghantarkan ke style Heavy Prog yang terasa kental dan diakhiri oleh koor dan pukulan drums yang menghentak. “Day of the Lady”(04:12) dibuka dengan irama waltz ‘Swan Lake’ nya Tchaikovsky dari akordeon dan suara tiup dengan nuansa psychedelic yang kental dan di menit 00:52 gitar klasik dengan gaya kontrapungnya Barok mengalir cantik, mengingatkan pada lagunya band 70an, Jody Grind. “Real Cool World”(04:52) memecahkan suasana dengan tempo up-beat dan makin keren dengan lead distorsi gitar pada 02:43 sampai dengan 03:33. Konon, ini adalah single album ini yang cukup terkenal pada waktu itu. “I Fought for Love”(04:26) nuansa permainan hammond nya mengingatkan pada ‘July Morning’ nya Uriah Heep dengan hiasan a capela vokal dan tiupan staccato horn section yang terasa kental psychedelic prog nya. “Horizons”(14:02) adalah nomor instrumental dengan durasi paling panjang di album ini. Sangat dinamis dengan pergantian suasana dari permainan organ ala ‘Requiem’ langsung disambar dengan lincahnya grove ala Focus. Sentakan tiup membuka solo drums di 02:03 sampai dengan 04:18. Nuansa makin up-beat dan diisi oleh tiupan flute di 05:24 mengingatkan pada style Brainbox dan disusul raungan gitar yang raw di 07:31 dan hammond sound kembali mendominasi di 08:17 dan di akhir lagu ada tiupan brass sound yang terasa kompak. Semua players terasa all-out di lagu ini, tanpa terkecuali sang vokalis yang bertindak sebagai pemain flute juga. “Again & Again”(04:02) sangat cantik dengan petikan gitar akustik, tiupan flute dan gagahnya horn section. Nomor manis dan megah ini merupakan favorit saya yang terdapat di kaset kompilasinya Yess yang paling hebat pilihan lagu dan band/musisi nya, seperti yang sudah sudah saya katakan di awal. Thanks Pak Ian Arliandy dengan ‘telinga emas’ nya dan thanks juga buat Mas GW dengan blog super gemblunknya.

::: Salam Djadoel :::

One Response to “Underrated Bands from Super Seventies #7: THE GREATEST SHOW ON EARTH”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW. thanks banget tulisan sy trnyt sudah tayang bbrp jam yll.

    Sekedar tambahan info, artwork kover “Horizons” yg keren ini digarap oleh Hipgnosis yg sangat khas sekali dgn manipulasi foto seperti pada albumnya Led Zeppelin “Houses of the Holy”, semua sampul album The Alan Parsons Project, bahkan Yes “Tormato” dll msh bnyk lg. Selain itu, kover TGSOE ini mengingatkan pd sampul album Nektar “Journey to the Center of the Eye”. Dan style musik TGSOE ini memang unik Prog nya. Sayang cuma menelorkan 2 album saja. Selain itu juga, kaset “Memory Heavy Hits #3” mantap2 dan mematikan sekali urutan lagu dan band2nya, selain TGSOE, ada Asgaerd, Ian Gillan, Vanilla Fudge, Blond, Argent, Blind Faith, Johnny Winter, Wallace Collection, Honeybus dll dgn pilihan lagu2nya yg sangat mantap sekali dan amat sangat wajib dimiliki bagi penggila kaset Yess. Bagi yg blm pernah mendengarkan kaset ini sangatlah rugi sekali hahaha..

    ::: Salam Djadoel :::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: