Musik Yes Di Ambang Senja (2 of 10)

by: Herwinto

The Ladder……. Karya Indah Para Seniman

  index
Pada tahun 1996 setelah Yes merilis album ganda Keys To Ascension volume 1 dan 2 Rick Wakeman keluar (lagi) dari Yes. Si Om Rick ini memang demen banget keluar masuk Yes sejak bergabung tahun 1971, rupanya Yes sudah terbiasa ditinggal pergi Wakeman jadi tetep tenang aja, sebenarnya jika kita kembali ke belakang akan kita lihat bahwa peranan Rick Wakeman di Yes bukanlah sebagai penulis lagu utama, penulis lagu utama ada pada poros trio Anderson,Squire,Howe. Rick Wakeman sebenarnya punya kemampuan menulis lagu yang hebat namun itu hanya sampai pertengahan 70 an, selebihnya dia hanya melakukan pengulangan pengulangan saja. Rick juga anggota Yes yang paling aktif menelorkan album, album solonya banyak sekali namun dari sekian banyak mungkin hanya 20% yang bisa dikatakan benar benar dahsyat, jadi nampaknya dia bermain di kuantitas bukan kualitas. Setiap beberapa bulan sekali dia merilis album, mungkin satu konsep yang sama bisa dibikin 10 album begitu. Dilain pihak Rick Wakeman mempunyai kelebihan sendiri yakni memperindah lagu, ini mungkin karena pendidikan formalnya, Bill Bruford sangat kagum dengan Rick soal ini bahkan sampai bikin band bareng namun bubar sebelum jadi album karena Rick kembali ke Yes di tahun 1977 dan band gagal tadi menjadi UK yang juga ditinggal Bruford karena gabung dengan Holdsworth. Menurut Bruford komposisi-komposisi seperti Close To The Edge tanpa Wakeman tidak akan jadi komposisi yang indah seperti yang  kita dengar sekarang namun akan terjadi fragmen fragmen yang tidak karuan, Wakeman mampu membuat potongan potongan ide musik yang tadinya sama sekali tidak bisa disatukan menjadi satu kesatuan yang indah karena dia memahami harmoni layaknya seorang akademisi, jadi lebih bagus mengolah bahan baku orang lain dikarenakan pengetahuan akademisi tinggi tapi miskin ide.
Pada tahun 1996 ketika Rick keluar, Yes tidak berusaha mencari pengganti Rick, yakni seorang keyboardis tangguh namun yang dicari Yes justru pengganti Trevor Rabin yakni musisi muda berbakat yang multi talenta dan multi instrument, rupa rupanya Yes terobsesi dengan kesuksesan mereka di tahun 83 ketika bergabung dengan Rabin, Yes butuh suntikan darah muda dan segar untuk menutup keuzuran mereka. Bergabunglah Billy Sherwood dan Igor Khorosev musisi muda yang diharapkan menjadi Trevor Rabin kedua nantinya. Billy sebenarnya bukan orang baru di Yes karena sejak 90125 dia sudah terlibat pada mixing dan lain lain di studio bersama Yes, namun harapan Yes tidaklah mulus karena rupa rupanya kedua musisi muda ini tidak bisa berbuat banyak selain sebagai musisi session pada keyboard dan gitar, tak ada yang mendobrak dan menonjol pada keduanya yang akhirnya Yes sendiri menyudahinya, bahkan Khorosev keluar dari Yes karena dipecat sebab terlibat kasus asusila pelecehan seksual dengan polwan..wah malu-maluin aja nih….Bersama kedua musisi ini Yes menelorkan album indah The Ladder. Bagi penggemar Yes lama jelas ini bukan karya yang dianggap hebat, bagi penggemar 90125 mungkin ini juga bukan karya yang asyik untuk dinikmati, namun jangan salah justru album ini mengambil jalan tengah diantara keduanya, bila diperhatikan dengan seksama album ini mirip dengan KTA maupun ABWH dengan tataran yang lebih sederhana.
Ada dua lagu yang menjadi andalan album ini yakni Homeworld dan New Language. Homeworld sebagai lagu pembuka mengingatkan kita pada elemen elemen klasik Yes terdahulu, lagu ini begitu menggelegar, harap diputar pada sound system yang prima dijamin ngguweblag betul..mantap dah pokoknya, petikan khas ala Howe dan sayatan steel pedal benar benar bikin ati gogrok….Sementara New Language mengingatkan kita pada era Yours Is No Disgrace dengan permainan instrumen yang rapat, rumit dan bergerak cepat, meliuk dan berputar tajam….wis pokoknya suweru banget….ada juga lagu yang awalnya berjudul African Suite tapi ketika album ini dirilis lagu ini jadi dipecah menjadi 3 lagu yakni Lightning Strikes, Can I, Face To Face, padahal aslinya ini satu lagu, gak tau kenapa. Ada juga lagu yang lumayan enak yang dibuat khusus untuk Bob Marley yaitu The Messenger, saya paling suka dulu awalnya adalah The River woaaaah ini lagu ueenaaaak banget namun tetep aja kesan progresifnya tak bisa disembunyikan, album ini memang jauh lebih bagus dari saudara tuanya yakni Open Your Eyes yang hancur abis….saya mengamati album ini diciptakan memang bukan untuk merajai tangga lagu lagu, namun semata mata murni karya para seniman yang telah uzur, sebagai bukti bahwa mereka masih mampu berkarya dengan segala keterbatasan dan ditengah keuzuran mereka, Salam!!!

12 Responses to “Musik Yes Di Ambang Senja (2 of 10)”

  1. yuddi_01 Says:

    Mas Herwin, 20% album Wakeman yg dimaksud apa saja utk yg diatas thn ’78 ??

    • Herwinto Says:

      The Six Wives, Journey To The Centre, The Myths and Legends, Liztomania, White Rock….paling ini mas Yudi yang benar benar hebat.

      • yuddi_01 Says:

        “No Earthly Connection” kok nggak disebut mas . . .
        Yg diatas ’78 berarti cuma “White Rock” . .

  2. Kristanto Says:

    Konon album “The Ladder” ini dimaksudkan untuk kembali ke classic nuance khas Yes yang sempet berubah banyak karena alasan komersial pasar, utamanya lewat 90125 dan Big Generator.
    Nomor Homeworld dan New Language memang paling keren dan panjang durasinya di album ini, juga lagu If Only I Knew yang mengalun indah …

    • Herwinto Says:

      Benar mas Kris Ladder memang kembali ke sound 70 an meski dalam tataran yang modern

      • Rizki Says:

        Krn ulasan Mas Herwinto yg selalu asik dan ditunggu, td pg sy jg jd semangat dengerin kembali lagu2 Yes. Menu sy hr ini: Roundabout, Starship …, Into the Lens, Changes, Shoot High …, dan Fly from Here.
        Salam,
        Rizki

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas Rizki

        Awal jatuh cinta saya pertama kali dengan prog ya Roundabout ini. Saya kagum kok bisa dari slentingan gitar akustik yg unik tiba2 musik menyeruak kenceng dan dinamis, kemudian mengalir indah dengan perpindahan tempo dan style. Hebat tenan. Tiap hari saya jalan kaki dari rumah ke sekolah saya di SMP 1 Madiun sambil bersenandung lagu hebat ini … saat itu belim ada walkman apalagi ipod …

        Sebelumnya lagi sebenernya saya juga sdh suka Genesis “nursery cryme” utamanya lagu Harold the Barrel dan the Musical Box. Ah …. jadi ingat kaset rekaman Pop discotic dengan side B nya Kayak dan langsung nggeblak dengerin Woe and Alas yang keren itu.

        Tapi entah …. Roundabout lebih memikat saya … Komposisi dahzyat.

        Kalau album the Ladder, saya bisa termenung lama menikmati Homeworld yang liriknya mengingatkan kita akan kematian dan kehidupan di alam baqa ….

        Gatot Widayanto

        “Don’t manage – lead change before you have to.” Jack Welch

      • Rizki Says:

        Mas Gatot,
        Pengalaman sy mirip. Yg pertama sy kenal mmg roundabout ketika msh SMP dan jg krn dari permainan gitar akustik yg indah trus msk ke irama lbh cepat. Om sy yg jago gitar dulu plg sering memperagakan intro lagu tsb
        sehingga sangat melekat di sy.

        Album Ladder dulu sy beli namun blm sempat menikmati krn pada waktu itu selera musik sdg berubah. Nanti sy mau
        coba cari album tsb dan
        mendengarkannya lg. Yg sedang sy dengerin saat ini adlh
        album Magnification – bbrp
        lagunya mempunyai bagian yg asik spt We Agree.

        Salam

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas Herwinto, thanks ulasannya tentang “The Ladder”. Terus terang, setelah “Big Generator” sy jarang menyimak Yes (dengar lagu2nya tapi tdk hapal judul2nya). Tp memang seingat sy memang cuma “Open Your Eyes”yg kurang bagus. “Fly from Here” jg msh asyik walau tanpa Jon Anderson. Benoit David jg asyik menggantikan Jon. Dan kesannya jd seperti Asia. Apa karena ada Geoff Downes ya?

    Tentang Wakeman jitu sekali analisanya Mas Herwinto yg tdk jg spesialis Yes, tp jg spesialis member Yes.

    Thanks Mas Herwinto.. Jd ingin mutar Yes era baru lg nih. ‘Union”, “Talk”, “The Ladder” masih terasa asyik sekali seingat sy.

    Jd ingat, di cd boxset “Yesyears” 4 disc (yg ada ‘family tree’ nya itu) ada bbrp lagu yg unreleased, lupa judulnya. Nanti sy lihat lg deh.

    • Herwinto Says:

      Iya mas Cosmic Ladder menurut saya keren tidak kayak Open Your Eyes yang abal abal, Ladder terkesan serius dan jenius meski terlihat lebih lunak dan bersahabat di telinga….

  4. apec Says:

    Selamat jumpa lagi teman-teman, lama saya gak nyimak blog ini, akeh garapan…Istri saya juga tertarik dengan Yes, ya dimulai dari album ini, tepatnya lagu If Only You kenew, it Will be A good day, dan Homeworld ( khususnya bagian cauda)..Lagu-lagu di album ini sepertinya ear-catchcing dan enak dinyayikan.

  5. hippienov Says:

    Senada dgn bro Apec,ak pun “hello again” dgn rekan2 semua🙂
    Setelah kecewa berat dengan “open your eyes” yg cuma keren logo classic Yes di sampul depan,tadinya aku gak berharap apa2 dgn “the ladder” sampai aku menyimak cuplikan sepenggal lagu homeworld dari internet. Dan langsung terperanjat dengan musiknya, langsung tak cari kasetnya dan ternyata memang album ini sangat jauh lebih hebat dibanding “open your eyes”.
    Matursuwun mas Herwinto u/ ulasannya,tuobz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: