Concierto de Aranjuez diantara Miles Davis dan Jan Akkerman


By: cosmic_eargasm

Gubahan komposisi lagu klasik memang selalu menarik untuk dibawakan
ulang oleh musisi non klasik. Selain ‘Picture at an Exibhition’ karya
Mussorgsky ‘Firebird Suite’ dan beberapa karya J.S. Bach ada lagi yang
terhitung paling banyak diinterpretasikan ulang oleh musisi dari
berbagai genre, yaitu ‘Concierto de Aranjuez’ karya Joaquin Rodriguez
seorang komposer yang berasal dari Spanyol yang aslinya digubah untuk
gitar klasik dengan iringan orkestra. Seperti pakem sebuah gubahan
Concerto pada umumnya dalam musik klasik, ‘Aranjuez’ juga terdiri dari
3 bagian yaitu:
1. allegro conspirito
2. adagio
3. allegro gentile
Uniknya, yang paling populer dan familiar dibawakan oleh para musisi
adalah yang bagian ke 2 yaitu adagio yang memang sangat catchy dengan
untaian melodi pada tema nya yang dilakukan secara repetitif, namun
sungguh terasa syahdu dan sangat jauh sekali dari kata membosankan. Malah semakin sering
didengar semakin akrab di telinga dan suasana hati.
Mungkin ‘Aranjuez’ ini termasuk paling banyak diinterpretasikan ulang,
terhitung mulai dari gitaris klasik John Williams dan Julian Bream,
gitaris flamenco Paco de Lucia, pianis virtuoso Chick Corea, gitaris
jazz gaek Jim Hall musisi elektronik Isao Tomita, sampai Led Zeppelin
dan gitaris shredder unik bertopeng KFC, Buckethead dan lain-lain.
Namun yang ingin saya share disini yang dibawakan oleh Miles Davis dan
Jan Akkerman yang sama-sama membawakan bagian adagio.
Seperti yang kita tahu, Miles Davis adalah trumpetis yang merupakan
inovator awal terciptanya Jazz Fusion lewat album fenomenalnya pada
tahun 1970 “Bitches Brew”. Seperti John Mayall, Frank Zappa dan John
Zorn juga, Miles juga banyak mencetak musisi-musisi dahsyat dan banyak
yang kelak terkenal dan menjadi musisi top dunia.
Selain itu Miles juga banyak dikenal berpengaruh terhadap perkembangan musik jazz secara luas.
Lewat album berjudul “Sketches of Spain” yang dirilis pada tahun 1960
ini, Miles menginterpretasikan ulang nomor adagio dari “Concierto de
Aranjuez” yang semakin megah dan apik diiringi oleh Gill Evans
Orchestra yang sudah punya nama besar dibidang musik. Sesuai dengan
tema album maka Miles juga mengangkat karya dua komposer modern dari
Spanyol yang banyak membuat gubahan karya untuk gitar klasik. ‘Will ‘O
The Wisp’ karya Manuel de Falla dan ‘Song of Our Country’ karya Heitor
Villa-Lobos mengalir dengan indah dan terasa cantik dengan aransemen
Gill Evans. Tidak ketinggalan ada lagu tradisional folk song Spanyol
yang kurang begitu dikenal ‘The Pan Piper’ juga terasa apik. Masih ada
‘Saeta’ dan ‘Solea’ 2 nomor karya Gill yang sangat menawan. Yang
membuat album ini terasa lebih istimewa dan punya point plus adalah
permainan flugelhorn yang menawan dari Miles yang lebih dikenal sebagai trumpetist dan banyak memberikan inovasi
teknik-teknik permainan trumpet yang tidak umum dilakukan.
Album ini dianggap yang paling accesible diantara semua album Miles
yang banyak dan melalui beberapa periode dan berpengaruh pada
perkembangan style European Classical dan World Music setelahnya.

#MILES DAVIS Sketches of Spain (front cover)#

#MILES DAVIS Sketches of Spain (back cover)#_e2

#Sketches of Spain on RS 500 Greatest Album#

##YESS - JAN AKKERMAN Aranjuez##
Yang tidak kalah menarik, adagio dari “Concierto de Aranjuez”
dibawakan dengan sangat menarik oleh Jan Akkerman yang menggandeng
Claus Ogerman Symphony Orchestra. Selain itu Jan yang terkenal hebat
dalam memainkan musik klasik era Renaissance lewat nomor ‘Pavane Pour
Une Infante Defunte’ yang jarang dibawakan oleh musisi lain tersebut
juga mengangkat tema tentang Spanyol lewat ‘Modinha’ dan ‘Espanoleta’.
Nomor lain di album “Aranjuez” ini juga tidak kalah menarik untuk
disimak.
Selain itu gitaris dari Belanda ini juga sangat hebat memainkan
akustik dan elektrik gitar dalam berbagai style, termasuk klasik,
blues, rock,bahkan projgressive. Hal tersebut bisa didengar lewat album-album
solonya yang sangat variatif, Brainbox yang merupakan band pertamanya
dan yang paling terkenal pas gabung dengan Thijs Van Leer di Focus.
Lagu tambahan pada side B yang diambil dari album “Tabernakel” juga
sangat menarik sekali. ‘Britannia’ apik dengan aransemen bergaya
Renaissance dan ‘Lammy’ yang terdiri dari 7 bagian sangat kental
nuansa prog nya.

Untuk album solo Jan Akkerman khususnya dalam edisi kaset, album ini
sangat wajib untuk dimiliki. Apalagi Yess sebagai perekamnya.
Yess geetchoo looh🙂

Thanks Mas GW yang pastinya juga menyimpan kaset Yess dengan nomor
urut 208 ini..

::: Salam Djadoel :::

43 Responses to “Concierto de Aranjuez diantara Miles Davis dan Jan Akkerman”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, thanks banget tulisan saya sudah tayang dgn lancar.

    Ada sedikit ralat, nama penulis “Concierto de Aranjuez” adalah Joaquin Rodrigo, bukan Rodriguez seperti yg tertulis di atas.

    Sebagai tambahan info sy lampirkan foto dari album “Sketches of Spain” nya Miles Davis yang berada pada urutan nomer ‘356’ versi majalah internasional, Rolling Stone edisi Desember 2003 yg mengangkat tema:
    “The 500 Greatest Albums of All Time” Special Collectors Issue yg standartisasi album2 dari band/musisi dgn berbagai genre dipakai dlm musik ‘populer’ sampai skrng.

    ::: Salam Musikal :::

  2. Edi Apple Santoso Says:

    chick corea kelihatannya juga favorit dengan concierto de aranjuez ….. http://www.youtube.com/watch?v=THmXvr8PQhk

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Edi, thanks info link nya via Youtube. Tapi sy blm bs buka, loadingnya berat sekali bufferingnya😦 Chick Corea memang salah satu musisi yg sangat menyukai adagio nya “Concierto de Aranjuez” dan dgn indahnya dipakai buat intro lagu ‘Spain’ yg wkt itu pertama kali ngetop dinyanyikan oleh Al Jarreau. Tp sy jg lupa live dimana dan dari album apa? Mungkin sahabat gemblungers ada yg ingat mohon pencerahannya. Saya sangat suka dgn lagu tsb.

      Thanks..

    • cosmic_eargasm Says:

      Sudah bisa kesetel Mas.. keren banget.. ada penari flamenconya ya..

      thanks MAs Edi..

  3. Hendrik Worotikan Says:

    Tanpa diragukan lagi Jan Akkerman memang piawai memetikkan gitarnya lewat melodi~melodi indah dari karya cipta musik klasik ‘Joaquin Rodrigo’. Tentu tdk dilupakan juga peran Claus Ogerman yg membuat aransemen komposisi klasik ini terdengar syahdu.
    Sayang sy tidak memiliki versi yg dimainkan Miles Davis. Tp sdh bisa dibayangkan melodi indah dari petikan gitar Akkerman menjadi indah pula melalui tiupan unik dari trumpetnya Davis.
    Terima kasih mas cosmic atas tulisan ini, yg membuat sy kembali ingin memutar “Aranjeuz” .
    Salam.

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Hendrik, Miles Davis sangat memukau sekali membawakan adagio dari “Concierto de Aranjuez”. Kalo sy tdk salah dengar, pada awal lagu Miles memainkan flugelhorn dgn penuh penjiwaan dan vibra yg dihasilkan sangat bernyawa sekali. Sampai merinding kalo didengarkan. Album “Sketches of Spain” ini memang wajib utk penikmat harmoni yg syahdu. Semua track keren semua Mas. Bahkan bagi yg tdk suka jazz, orkestra, world music maupun Miles Davis pasti bakal kesetrum dgn album yg satu ini. Bakal terngiang-ngiang deh hehehe.. Highly-recommended lah pokoknya🙂

      Selain itu beberapa wkt yg lalu sy pernah liat di tret apa lupa kalo ada yg pernah memposting Jan Akkerman “Aranjuez” ini dlm versi vinyl. Apa yg memposting Mas Hendrik ya?

      Thanks

  4. kunangkunangku Says:

    karena pernah belajar gitar, concierto de aranjuez buat saya menarik karena ini komposisi yang memberi porsi penting pada gitar. tak banyak komposisi klasik yang mengetengahkan gitar. dan kebetulan pula komposisi ini memang bagus banget.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Pur kalo pernah belajar classical guitar, pasti sangat mudah memainkan Romance de Amor, Lagrima, Adelita bahkan Capricho Arabe yg lumayan panjang dan sedikit rumit. Atau dgn tehnik tremolo memainkan Recuerdos de la Alhambra. Wah…4 komposisi ini kebetulan karya F. Tarrega.
      Salam.

      • kunangkunangku Says:

        tarrega itu komposer favorit saya, mas. zaman belajar dulu, begitu kenal satu karya tarrega, jadi giat belajar.🙂

      • cosmic_eargasm Says:

        Waaah..Mas Hendrik jg pemerhati lagu2 gitar klasik jg ya. Karya2 Francesco Tarrega memang asyik2, sesuai dgn jamannya di era ‘Romantic’ yg kbnykn komposisinya bersifat romantis dan nada2nya jg manis.

        “Recuerdos de La Alhambra” memang sulit sekali teknik tremolonya, kalo tdk rata memainkannya dgn 3 jari kanan bakal tdk nikmat. Kesannya jg dimainkan dgn 2 gitar.

        “Capricio Arabe” manis dgn nada2 timur tengah. Tp tekniknya jg susah sekali. Senar 6 jg diturunkan ke D. “Lagrima” tdk terlalu susah, tp kalo tdk dimainkan dgn penjiwaan tdk bakal mengena di hati.

        Kalo tdk salah, Tarrega jg termasuk salah satu gitaris yg menjadikan gitar klasik lebih berkelas dan sama derajatnya dgn instrumen orkestra yg lain. Komposer gitar yg lain sy suka Agustin Barios Mangore. Harmoninya antik dan tdk umum tp ada manisnya jg. Salah satu karyanya yg sy suka “Choro de Saudade” yg berteknik tinggi jg. Gitaris klasik lain yg sy suka Leo Brouwer, era modern condong ke era avant-garde. Sy lupa judul karyanya yg bgs. Ada “Dance” apa gitu?

      • cosmic_eargasm Says:

        Oya.. maaf Mas Hendrik, bukannya “Romance de Amor” itu diadaptasi dari karya tradisional yg pengarangnya tdk diketahui (anonymous)?

      • Hendrik Worotikan Says:

        Betul mas cosmic kalo Romance de Amor ato sering juga ditulis Spanish Romance merupakah karya classics traditional (NN). Karya Tarrega yg saya maksud itu Adelita, Lagrima, Capricho Arabe dan Recuerdos de la Alhambra. Sy ingat pertama kali tau Capricho Arabe ketika komposisi ini dimainkan oleh gitaris klasik dari Bandung, Linda , pd saat ajang Festival Gitar Indonesia. Tahunnya lupa euy.
        Tapi pernah juga ditulis di Aktuil.
        Karya Classics ini juga terasa megah, syahdu manakala di mainkan oleh The Royal Philharmonic Orchestra dgn Louis Clark sbg Conductornya. Cuma musiknya dimainkan secara medley.
        Kalo nggak salah ada 2 albumnya yang diberi titel Hooked On Classics.
        Album keren Louis Clark & The Royal Philharmonic Orchestra lainnya adalah ‘The Classics In Rhythm’. Dialbum ini musik classics yg terkesan rumit, aransemennya dibuat special rasa Acid House. Karya Beethoven ‘Symphony No. 5’ benar benar memukau dan juga ada ‘Aranjuez Mon Amour’ karya Rodrigo yg menjadi bahasan di tret ini.

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah iya ‘Adelita’ jg menarik Mas Hendrik. Grade nya msh diatasnya ‘Lagrima’ dgn nuansa yg sama2 romantisnya. Oh, sy baru tau kalo ‘Aranjuez’ pernah dibawakan oleh Linda, dulu sy nggak baca Aktuil yg artikel tsb soalnya. Kalo Louis Clark sy baru tau namanya saja, blm pernah dengar garapannya. Sepertinya cukup menarik jg dgn adanya rasa ‘Acid-House’. ‘Symphony 5’ nya Beethoven paling terkenal yg dikonduktor oleh Herbert von Karajan. Sy jg blm pernah dengar yg ‘Aranjuez mon Amour’ itu mas. Belakangan disini, orkestranya juga jauh sangat maju dimulai dr akhir 80an pimpinan Adi MS, Erwin Gutawa dan banyak lg penerusnya sampai skrng.

        Thanks infonya Mas Hendrik.

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Pur, komposisi hebat ini kalo tdk salah merupakan masterpiecenya Joaquin Rodrigo. Dan, Rodrigo salah satu pendobrak bahwa gitar klasik jg bisa sebagai lead dlm sebuah orkestra yg memang jarang sekali ada komposisi utk gitar dan orkestra yg bersifat masterpiece wkt itu. Tp ada jg “Concerto in D” nya Vivaldi di era Barok.

      Wah, hebat Mas pernah belajar gitar klasik yg betul2 susah. Pernah nyoba main “Aranjuez” ini Mas Pur? Setau sy, ada gitaris lokal (juara gitar klasik Yamaha Jepang) dulu tahun 80 an memainkan nomor ini full dgn orkestra. Lagu2 gitar klasik lain yg mantap ada “Chacone” nya J.S. Bach yg seingat sy partiturnya lebih dari 10 lembar. Ada lg “La Cathredale” lupa siapa yg mengkomposisi? terdiri dari 3 bagian yg dahsyat sekali. “Etude” nya Villa-Lobos jg mantap dgn nada2 disonan yg indah. Yg paling sering diadaptasi oleh gitaris dunia ya “Caprice No.24” nya Paganini, selain itu jg ada “Flight of Bumble Bee” nya Rimsky-Korsakoff yg memang kesannya seperti suara tawon kalo dimainkan.

      • kunangkunangku Says:

        dulu saya belajar cuma karena penasaran pingin bisa baca not balok. kebetulan waktu itu saya punya kenalan seorang guru gitar; sering lihat dia main dan mengajar. tapi saya belajar otodidak, mulai dari nol lagi (saya sudah bisa main gitar sebelumnya, walau gitu-gitu aja), beli buku dan mendengarkan rekaman (kaset).

      • cosmic_eargasm Says:

        Tp paling tdk selain jd bisa baca not balok, jg semakin banyak tahu karya2 lagu klasik yg bagus2 utk gitar ya Mas Pur..

    • cosmic_eargasm Says:

      Memang karya Tarrega itu sangat bnyk yg menyukainya ya Mas Pur.Kalau suka klasik, jazz & chamber music ada Ralph Towner dan bandnya, Oregon. Ke 2 nya sangat bagus sekali. Solo album Ralph bnyk yg berstyle klasik modern mix jazz menawan dgn permainan gitar klasiknya. Oregon sangat apik dgn style ‘Jazz-Chamber Music’ nya yg khas. Ralph jg pernah mengisi gitar klasik pada album Weather Report “I Sing The Body Electric” dan asyik jg pada “If The Summer Had It’s Ghost” nya Bill Bruford bareng Eddie Gomez pd bas. Hi-Recommended semua Mas Pur.. Eh, ada lg bbrp jg yg bgs, salah satunya kalo tdk salah dgn Jan Garbarek album “Solstice” rilisan ECM.

      • kunangkunangku Says:

        towner cuma dengar yang dengan weather report. keren; dia main gitar berdawai 12. gimana ya? enam aja sudah kebanyakan.😀

      • cosmic_eargasm Says:

        Iya Mas Pur, Towner sering jg memainkan gitar berdawai 12 nya di solo albumnya. Yg sy ingat “Anna” yg bgs. Nanti sy liat lg yg lainnya. Yg duet dgn Gary Burton jg mantap. Memang lbh ramai gemrincing suara gitarnya kalo memakai dawai 12 yg jaraknya antara dawai 1 sampai 6 nya dekat2 sekali.. Kalo dilihat sekilas seperti gitar berdawai 6. Biasanya dipakai buat ritem. Oya yg album duet Towner dgn John Abercrombie (gitaris keren jg) asyik jg Mas Pur, yg sy ingat cuma “Sargaso Sea” yg dirilis ECM.

      • cosmic_eargasm Says:

        Kalo Ralph Towner’s Oregon pertama kali tahu dari kaset rekaman Yess tambahan side B di Shakti with John Mc Laughlin album “A Handful of Beauty” kalo nggak “Natural Elements”. Sayang sekali dari dulu sy blm pernah lihat album Miles Davis “Sketches of Spain”, “Bitches Brew”, “In A Silent Way”, “A Kind of Blue” dalam bentuk kaset. Tahunya edisi vinyl yg dulu nggak kuat beli, jd ya cuma nunut dengar saja di teman yg punya.. Ah indahnya masa lalu..

  5. Apec Says:

    Kalo saya mengenal Aranjuez bukan dari gitarannya Akkerman, Miles ataupun John Williams, namun dari bel listrik sekolah saya saat SMP, dimana saat itu nada Aranjuez dijadikan nada bel pulang sekolah, sedangkan bel masuk sekolah bernada Fur Ellise-nya Beethoven. Hanya saja saat itu saya ndak tahu itu nada diambil dari mana

    • cosmic_eargasm Says:

      Gurunya Mas Apec memang benar2 musikal dan berselera musik yg tinggi jg ya. Jarang ada lho sekolah yg mengadaptasi musik klasik utk bel nya. Secara tdk langsung, memberikan pelajaran musik klasik jg ya Mas.

  6. Rully Says:

    Album Miles davis ini bernuansa third stream ya.. Krn memang memoles karya klassik. Salah satu album miles yg berhasil saya nikmati berulang-ulang. Krn memang musiknya bagus sekali.. Enak utk teman membaca. Whehe

    • cosmic_eargasm Says:

      Hallo Mas Rully, gmn kbr? Cukup lama jg nggak menulis nih. Padahal bagus2 dan lain dr pd yg lain lho artikelnya.Iya Mas, “Sketches of Spain” memang salah satu album dari periode ‘Third Stream’ yg sangat bisa terakomodasi dgn baik oleh telinga dan hati selain “Porgy and Bess” yg diangkat dari karya Gershwin. Bagi sy, Miles sangat istimewa dgn banyak eksperimen pada komposisi yg betul2 bs menciptakan sebuah sub-genre baru. Selain album studionya “Bitches Brew” diikuti versi live nya “Live Evil” yg misterius musiknya, surealis kovernya dan fenomenal dlm terciptanya ‘Jazz Fusion’, ada “A Kind of Blue” yg mencuatkan permainan modus yg dikembangkan dr progresi akord yg sering disebut =
      ‘modal jazz’ yg bnyk dikembangkan dr periode ‘Be Bop’ & ‘Hard-Bop’ dan kelak bnyk dimainkan oleh musisi pada generasi berikutnya yg kebnykan juga lulusan ‘Miles-School’ jg. Yg paling menonjol adalah Chick Corea, Joe Zawinul (Weather Report), John Mc Laughlin dll. Yg era ‘Cool Jazz’ sy blm bnyk dengar albumnya.

    • cosmic_eargasm Says:

      Yg periode ‘electric’ menurut sy sangat state-of-the-art pada jamannya (walopun sangat bnyk bermunculan band yg canggih jg seperti Tribal Tech, Chick Corea Elektric Band, Weather Report dll). Yg paling ngetop ya “Tutu” dgn kovernya yg khas dan berkarakter. Sekilas kalo org nggak tau, bisa dikira albumnya Jimi Hendrix, soalnya memang tdk ada tulisan apa2 di kover tsb hehehe..

      Konon, teknik demper/peredam pada permainan trumpet yg menghasilkan sound yg khas sekali adalah Miles jg yg mengembangkannya atau malah yg menemukannya? Beberapa waktu ini, setiap kali play “Sketches of Spain” sy lgs teringat dan melanjutkan memutar “Wazoo” nya Frank Zappa, yg merupakan versi live nya “The Grand Wazoo” , “Hot Rats”, “Chunga’s Revenge” yg sangat fenomenal itu🙂

      Thanks Mas Rully..

      Ditunggu tret nya yg pasti mantap.

      • Rully Says:

        Memang miles era itu sgt dahsyat dgn komposisi jazz rock dan fusionnya (krn dia terinspirasi oleh jimi hendrix ketika melihat hendrix live). Tapi menurut saya ya mas, miles benar2 hebat sbg musisi justru ketika era cool jazz. Krn dia membawa style musik baru. Ketika tahun 50an musisi dan penikmat jazz sudah ‘bosan’ dgn bee bop, jazz yg rumit. Kemudian miles menawarkan gaya baru. Yaitu cool jazz (yg berbeda 180 derajat dari bee bop)bahkan ada kecenderungan musisi yg main cool jazz akan kesulitan ketika main bee bop krn kerumitan struktur bee bop. Tp miles pernah berada di bbrp era style jazz dari mulai bee bop sampai fusion dan membuktikan bahwa jazz tdk harus dikotak2an seperti itu.

        Wah. Tadi pagi juga saya baru putar album zappa roxy and elsewhere. Album live yg sangat keren!!

      • cosmic_eargasm Says:

        Betul sekali Mas Rully, Miles bnyk terinspirasi pada Jimi yg memang sangat fenomenal saat itu (sampai skrng jg sih). Jd ingat, sy pernah baca artikel tentang penulis yg membayangkan Jimi msh hidup dan membuat album bareng Miles, Zappa dll. Sampai ada dicontohkan gambar cd nya hahaha.. Benar juga kalo Miles menciptakan ‘Cool Jazz’ utk mengcounter ‘Be-Bop’ & ‘Hard Bop’ yg memang menjamur pd era tsb sblm menuju ke ‘Third Stream’ yg manis lalu ‘modal jazz’ yg mengarah ke permainan ala virtuoso dan puncaknya pada ‘Fusion’ yg dikembangkan lg pd era ‘Electric’. Tp sy jg pernah baca kalo Miles sdkt bnyk berpengaruh pd ‘Free Jazz’ jg, walopun memang Ornette Coleman yg menciptakannya. Sayang, era cool jazz sy bnyk yg blm dengar mas. Seingat sy pd era tsb, Miles bnyk memainkan demper trumpet yg memang terkesan ‘cool’ soundnya matching dgn komposisi lagunya yg kalem. Menurut Mas Rully, apa albumnya yg paling bgs pada era cool jazz tsb? Sy sama sekali lupa judul2nya.

        Thanks Mas Rully.

      • cosmic_eargasm Says:

        Wah Mas Rully play FZ “Roxy & Elsewhere” jd ingat kaset terbitan Yesssaya dulu nih. #051 Kalo tdk salah. Lagu yg paling sy suka di album tsb “Pinguin in Bondage” yg mantap permainan lead gitarnya FZ, “Village of The Sun” yg asyik. Lainnya lupa Mas.. Utk perilisan terbarunya ada “Roxy with Proxy” yg tdk kalah bagus jg

      • Rully Says:

        Ya ya ga terbayang ya klo miles bisa main bareng zappa! Pasti top blasss! Hehehe.. Ngomong2 ttg Ornette coleman, jd teringat lagunya yang berjudul ‘lonely woman’. Menarik sekali musiknya! Bernuansa gelap. Mungkin mas juga sdh tdk asing lagi ya. Krn jd Salah satu lagu fav Lou Reed.

        Kalo menurut saya miles era cool yg paling menonjol adlh kind of blue, musisinya yg mengisi albm tersebut juga jawara dibidangnya. Gil evans, john coltrane, cannoball adderley, dll. Seluruh lagu di Kind of blue berhasil menjadi jazz standart yg sering sekali dimainkan dimana2. Bahkan mall disamping kantor saja salah satu playlistnya, lagu all blues dari album ini. Hehe Tp menurut saya seven step to heaven dan round about midnight juga menarik. Banyak yg senang album birth of the cool tp sy pribadi tdk memperhatikan album tsb. Salam

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah iya Mas, musisi pendukungnya di album tsb merupakan ‘All-Star Line-Up’ yg kemampuan bermusiknya sudah tdk diragukan lg. Belakangan, John Coltrane dan Cannonball Aderley jg terkenal dgn style ‘Free Jazz’ nya pada beberapa albumnya. Tp sy jg tdk hapal album yg mana saja. Nggak mengikuti soalnya. Iya juga “Birth of The Cool” sebagai album penanda bahwa telah lahir sebuah sub-genre baru bernama ‘Cool Jazz’. Tapi rilisnya sy jg lupa duluan mana antara “Birth of The Cool” dan “Kind of Blue” ya mas Rully?

        Anyway, thanks banget infonya tentang album Miles yg direkomendasikan Mas Rully. Tentang “Kind of Blue” seingat sy, Miles mulai melakukan teknik ‘Modal Jazz’ nya diantara bbrp lagu2nya yg lumayan ‘Cool’ jg macam ‘All Blues’ yg paling populer. Yg terasa asyik ‘Freddie Freeloader’ yg kelak bnyk dibawakan oleh musisi stlhnya.Yg paling sy suka versi Stanley Jordan dgn permainan trademark tappingnya yg unik dan dahsyat.

        Oh sy baru tau kalo Lou Reed menyukai ‘Lonely Woman’ nya Coleman. Yg sy tau adalah John Zorn, komposer avant-prog terkemuka yg menggilai Coleman. Lagu tsb pernah dibawakan dgn Naked City, proyek band gilanya yg paling unik sejagat raya di album pertamanya pd th 1989. Dan Zorn jg pernah membawakan beberapa lagu Coleman dgn interpretasi yg sangat luar biasa. Bs diliat di: https://gwmusic.wordpress.com/2013/10/21/john-zorn-spy-vs-spy-play-the-music-of-ornette-coleman/#comments

        Oya, bicara ‘Be-Bop’ jadi ingat ada band Prog ‘Be-Bop Deluxe’, tp sy jg kurang menyimak lagu2nya, yg sy ingat yg kovernya gambar gitar berdisain skull, wah jd ingat sama tretnya Mas Hendrik ‘Apocalyptica’.

      • Rully Says:

        Saya pribadi jg menikmati coltrane mas. Cukup mengikuti album2nya. Awalnya dia masih nge-bop dialbum2 seperti giant step. Tetapi belakangan lbh eksplor ke avant garde dan free-jazz. dia bnyk terinspirasi musik dari afrika jadinya seperti world music gt mas.. Sebagian tman2 yg main sax menyebut coltrane itu sebagai ‘profesor’ krn permainannua yg hebat. Oh iya Istrinya juga punya album yg bagus2 dan menarik utk disimak, si alice coltrane.

        Jelas mas yg lebih dulu itu birth of the cool karena itu jadi ‘pintu’ kelahiran cool jazz kelak. Ini juga jadi titik tolak kerja sama antara gil evans dan miles davis. Teman2 yg lebih mengerti ttg teknik bermain jazz mengatakan cool jazz dan modal jazz (modal approach) jalannya ‘berbarengan mas.’

        Beberapa teman pernah menyarakan utk mendengar naked city tp saya blm pernah dengar. Mungkin akan saya cari. Trims mas atas informasinya

      • cosmic_eargasm Says:

        Oh gitu ya Mas Rully. Berarti kalo dianalisa lagi, era ‘Cool Jazz’ nya Miles malah mengedepankan penguasaan ‘modus’(aeolyan, lydian, dorian dst) yg malah semakin rumit ya Mas. Tp mungkin memang tdk terlalu kentara soalnya ‘ketutup’ dgn nuansa cool nya. Ini jd PR sy jg tentang album2 Miles era cool tsb.
        Sy malah tdk mengikuti Coltrane Mas. Cuma dengar bbrp albumnya saja seperti “Giant Step” yg memang albumnya yg paling terkenal, dan ada yg free-jazz seingat sy judulnya “Om” yg kovernya gambar sax. Benar nggak mas?

        Oh ternyata Alice itu istri John Coltrane ya? Selama ini sy kira adiknya. Sy malah blm pernah dengar musiknya. Nambah lg nih PR saya.

        selain John Coltrane yg profesor sax, ada Ornette Coleman dan Peter Brotzmann (Free Improviser)jg yg sangat tinggi sekali teknik bermainnya. Pun dgn John Zorn, selain seorang komposer dan multi-instrumentalis, JZ yg jg saxophonis terkenal dgn permainan sax yg tekniknya tdk umum dilakukan oleh pemain sax pd umumnya. Permainan sax nya (spesialisnya alto sax) yg paling mutakir, extreme dan berteknik tinggi bs didengar di Naked City dan PainKiller, band proyek experimennya yg paling sadis, serta album “Spy Vs Spy” yg membawakan lagu2 Ornette Coleman.
        Untuk PainKiller bs diintip juga di: https://gwmusic.wordpress.com/2013/11/09/painkiller-talisman-live-in-nagoya-by-tzadik/#comments

        Selain itu JZ juga sangat bisa bermanis-manis pada beberapa album solonya yg sangat variatif, sama seperti Zappa jg yg sangat bermacam-macam style musiknya. Menurut sy, JZ sangat bs disejajarkan dgn kebesaran FZ.

        Oya, jd ingat, sepertinya sy masih menyimpan albumnya John Coltrane “Dakar” rekaman Team C-90, seingat sy stylenya jg African World Music seperti yg dikatakan Mas diatas. Nanti sy bongkar2 lg sisa2 koleksi sy dulu. Oya, album Coltrane yg Free-Jazz yg bgs apa saja menurut Mas?

        Many thanks atas pencerahannya tentang MD dan JC nya Mas Rully. PR sy jd makin banyak🙂

    • Rully Says:

      Iya piguin in bondage jadi lagu pembuka yang menggebrak. George duke juga tdk kalah hebat! pecah suara sembari membainkan not yg rumit. Ckck. Satu hal yg saya dapat dari frank zappa bahwa musik serius tdk harus punya lirik dan nuansa yg serius ya mas.. Zappa humoris sekali didalam lirik dan lagu walau komposisinya serumit itu

      • cosmic_eargasm Says:

        Dulu, sblm punya cd nya (walopun skrng jg sdh tdk ada lg) sy tdk taukalo yg main kibord itu George Duke yg cukup lama jg ikut dgn FZ. Karena memang di kaset tdk ada keterangan line-up nya.
        Iya Mas, FZ memang sangat cerdas menyelipkan humor ke dlm style musiknya yg sangat rumit. “Does Humor Belong in Music” salah satu contohnya yg nyata. Walaupun bnyk sekali gaya2 humor di beberapa lagunya yg bermacam2 stylenya tsb, selain itu FZ jg sering melibatkan penonton utk ‘bermain’ di atas panggung, seperti pada Roxy ini. Walopun sdh mendahului kita, akan tetapi album2 unreleasednya masih diterbitkan terus sampai skrng.Bisa dibayangkan kalo FZ msh hidup mungkin albumnya sdh mencapai 200 an lebih, seperti John Zorn juga yg aktif merilis album baru sampai skrng. Dlm jangka setahun bisa merilis 4 sampai 6 album, bahkan lebih.

        Menyebut ‘Pinguin in Bondage’ jd ingat lagu Naked City yg sadis Jazz-Metal/Avant-Prog nya, ‘Osaka Bondage’ yg diambil dari album “Torture Garden” berisi 42 lagu..

      • Rully Says:

        Lineup terbaik grup yg main bersama zappa menurut saya yg ada george duke nya mas.. Seperti albm one size fits all. Asyik sekali musiknya. Funk, rock, prog dll. Iya zappa sering melibatkan penonton didalam aksi panggungnya. Bbrp kali ntn di youtube, seringkali mengajak penonton berpartisipasi. Yaa.. Zappa menelurkan album yg sgt bnyk. Belum sempat semua saya simak. Mungkin saya mas dan fans lainnya jg masih bnyk PR dlm menyimak karya2 zappa. Hehe

  7. cosmic_eargasm Says:

    Mohon maaf baru bisa merespon.. Selain bnyk acara, dari semalam nggak bisa kirim komen, sinyal lg jelek dan hilang2 terus. Network error terus tampilannya.😦

    Kesimpulannya, memang benar sekali apa yg dikatakan oleh Mas Herman beberapa wkt yll, kalo pecinta musik Progressive maupun Rock, bahkan Jazz pasti kebanyakan penikmat musik klasi=
    jg yg merupakan akar dr segala musik, kecuali blues. Walaupun tdk terlalu paham secara mendalam seperti sy ini, tp minimal tau dan pernah dengar karya2 musik klasik yg bersifat masterpiece maupun yg bukan.=

    ::: Salam Klasikal :::

    • kunangkunangku Says:

      saya tak banyak mendengarkan musik klasik; tidak secara khusus. tapi memang bukan berarti tak suka. saya pernah punya teman main, zaman masih sekolah di madiun, yang punya banyak kaset musik klasik. tapi ya saya cuma ikut mendengarkan kalau sedang di rumahnya. begitu pulang, di rumah sendiri, saya kembali ke rock, jazz, kadang-kadang juga ikut nguping musik pop jenis lain kesukaan adik-adik saya.

      • cosmic_eargasm Says:

        Nah, samalah Mas Pur, sy dulu sedikit bnyk tahu lagu2 klasik awal mulanya ya dari band2/musisi prog yg ada di kaset djadoel. Diantaranya yg terngiang-ngiang sampai skrng ya “Aranjuez” nya Jan Akkerman ini, “Firebird” nya Isao Tomita, beberapa lagu klasik yg dimainkan Al Di Meola dll yg kebetulan direkam oleh kaset Yess yg sangat mencerdaskan itu. Belakangan baca2 buku, bnyk kenalan pemain musik klasik. Lama2 sedikit bnyk jd ngeh dgn lagu2 klasik. Yg membuat sy lebih sdkt bnyk tahu lg, di th 80 an sempat dpt lungsuran dr teman sy kaset2 klasik dgn bermacam2 era, komposisi dll rekaman Aristocrat dan Romantique Golden Classic (seingat sy ada 50 an lebih). Sayang kst2 tsb skrng sdh tdk ada lg pd sy. Sama jg seperti Mas Pur kalo di rmh ya mutar rock, prog, blues dan beberapa jazz jg hehehe. Oya, jaman kaset dulu ada khusus kaset rekaman musik Jazz: Jazz Connoseur, Team Jazz Spot, Private Collection dll. Sy awal tahu Keith Jarrett, Miles Davis, Pat Metheny dll ya pd jaman kst tsb.

  8. herman Says:

    Mas cosmic….sepertinya saya punya kaset Isao Tomita rekaman Perina Biru yang ada Concierto de Aranjuez dan dimainkan Tomita dengan megah….tapi saya salut sama mas cosmic wawasan musik nya sangat luas lintas genre…..

    • cosmic_eargasm Says:

      Mantap MAs Herman.. di posting saja.. saya alah blm pernah punya yg itu.. wah.. saya nyoba dengar yg blm pernah saya dengar dan penasaran mas Herman.. “semakin tahu pasti semakin tidak tahu”

    • cosmic_eargasm Says:

      Oya, sy minta tolong banget kaset Isao Tomita yg ada ‘Aranjuez’ nya difoto dan diposting ya Mas. Penasaran juga dgn tambahan di side B nya apa? Kalo tdk salah judul albumnya “Microcosmos” ya Mas? Seingat sy juga tdk diterbitkan oleh Yess. Seperti album “Spiral” nya Vangelis rekaman Perina biru yg tdk ada Yess nya, tambahan side B nya Camel “Rain Dances”.

      Thanks bgt Mas Herman.

  9. herman Says:

    Mas Cosmic, mohon waktu nanti saya tampilkan kaset tsb, tentu saja lewat mas G….hehehe…

    • cosmic_eargasm Says:

      Sip Mas Herman, sudah sy lihat dan sy baca komplit dgn proses detox dan pengeleman pen nya yg pasti dialami juga oleh para kolektor2 kaset lainnya, termsk sy dulu jg :-)Thanks banget Mas Herman sdh ‘berkorban’ buat sy dan maaf baru merespon, karena dari kmrn lusa bnyk kegi=atan dan seperti biasa, jaringan dan sinyal jg beberapa hari ini tidak bersahabat😦 Dari kemarin mau balas kirim komen nggak bisa masuk terus. Padahal sdh ngetik bnyk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: