Jazz Miss Clara

by: Puwanto Setiadi

(artikel telah dimuat di Koran Tempo Minggu, 10 Nop 2013)

 

sesekali nama bisa mengecoh. seperti nama band dari yogyakarta ini–i know you well miss clara.
anda bisa saja mengira mereka adalah kelompok musik pop manis, mungkin sedikit rock, atau sekurang-kurangnya musik yang mudah akrab di telinga tapi sulit dikategorikan seperti yang dipilih oleh banyak band indie. tapi, sesungguhnya, band yang terdiri atas reza ryan (gitar), adi wijaya (piano), enriko gultom (bas), dan alfiah akbar (drum) ini jauh melampaui semua itu: mereka memainkan jazz, dan bukan sembarang jazz.
seakan hendak menegaskan kebenaran idiom “jangan menilai buku dari sampulnya” itu, mereka memilih wilayah jazz yang sempat dijelajah antara lain oleh miles davis, the mahavishnu orchestra, frank zappa, dan soft machine. nama-nama ini adalah para peletak fondasi, atau setidaknya yang ikut membangun, jazz dengan identitas rock, progresif, psychedelic, bahkan avant garde. reza dan kawan-kawan melebur pengaruh-pengaruh itu, membumbuinya dengan unsur-unsur lain yang mereka dengar dan pelajari, untuk menghasilkan formula musik yang nyaris tiada duanya. jika harus disebut, reza cs meramu dan menyajikan sebuah jazz yang bebas, atau progresif–begitulah jika “progresif” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan hasrat kreatif untuk terus menerobos batas-batas suatu genre.
memang tak mudah dibayangkan. lebih sulit lagi jika kita belum pernah berkenalan dengan karya-karya para pioner itu. maka, hanya ada satu cara untuk “mengalami” semua deskripsi yang mungkin dibuat untuk musik i know you well miss clara: cobalah simak album perdana mereka yang berjudul chapter one.
oleh label yang merilisnya pertama kali, moonjune records dari new york, album dengan tujuh lagu ini dipromosikan sebagai karya yang “muram dan mencekam; misterius, menegangkan, dan mengejutkan”. dari lagu pembuka berjudul open the door, see the ground, sepanjang 10-an menit, kepada kita seketika dihamparkan lanskap jazz yang bukan saja kaya variasi akor, melainkan juga seperti penuh tikungan-tikungan perubahan atmosfer, sarat mozaik nada, dan ramai dengan bombardemen peragaan teknis berkelas.
dimulai dengan dentingan piano yang mengalun liris dan cenderung kontemplatif (atau misterius, tergantung kesan siapa), dengan aksen bas yang menggiring asosiasi kita pada pukulan-pukulan gong, open the door, see the ground lalu berayun dengan karakter yang terkesan senapas dengan weather report. tak lama, sebab musik lekas berubah, menjadi lebih trengginas: reza lalu mengoyak kelembutan, “menggila” dengan permainan gitarnya yang beraura sebagaimana dipancarkan john mcLaughlin dalam proyek-proyek the mahavishnu orchestra, tapi kesannya seperti mengangkat kita ke awang-gemawang.
sepanjang durasi lagu, kita akan merasakan bagaimana momen lembut-sunyi saling bertukar, pada saat-saat yang terukur, dengan momen kukuh-riuh. secara struktur, lagu ini bagaikan bangunan cerpen, tapi dengan narasi cerita yang “ajaib”: tak sepenuhnya linear, dengan plot yang terkesan longgar tapi setiap bagian tetap sulit dihilangkan, dan terutama mengandung kejutan-kejutan tanpa henti. yang mungkin bisa membuat senang penggemar lagu-lagu berdurasi panjang adalah bagaimana, dalam aransemennya, ruang yang luas tersedia untuk berimprovisasi.
dalam hal itu peran reza dan adi sangat menonjol, terasa juga di lagu-lagu lainnya. perhatikan, misalnya, bagaimana mereka berdialog begitu subtilnya dalam conversation. atau melakukan semacam pertukaran gagasan yang berefek menghipnotis dalam reverie #2. pada pop sick love carousel, reza bahkan jitu “mencuri” karakter legato allan holdsworth; hal ini muncul lagi pada a dancing girl from planet marsavishnu named after the love.
di setiap lagu itu, mereka membetot apa pun kemungkinan dan imajinasi yang ada, lalu bersenang-senang penuh percaya diri dengan instrumen masing-masing. tentu saja, mereka bisa melakukannya dengan batas-batas ruang yang dijaga demikian baik oleh enriko dan alfiah, duet rhythm section yang kukuh. mereka memang bukan, katakanlah, pasangan ron carter dan tony williams. meski demikian, mereka bekerja sama cerdasnya untuk menghasilkan kerangka irama yang berdaging dan bernyawa.
ada dua lagu lain yang patut disebut khusus: dangerous kitchen dan, sekali lagi, a dancing girl from planet marsavishnu named after the love. di dua lagu ini dukungan nicholas combe dengan permainan saksofonnya yang seksi berperan mengangkat performans band ke tingkat yang lebih tinggi.
sulit untuk tak dibilang album ini merupakan debut yang sangat memukau. andaikan ada kekurangan pun, kita sebenarnya bisa mengatribusikannya pada kenyataan bahwa reza cs–semuanya belajar di sekolah yang sama, institut seni indonesia yogyakarta–belum lama bermain bersama. i know you well miss clara baru aktif pada 2010. tapi yang sulit ditepis adalah, bagi anda yang sudah mulai malas mendengarkan jazz, album ini termasuk di antara karya-karya mutakhir yang bisa membuat anda bergairah kembali menyalakan pemutar cakram audio di rumah dan tekun menyimak jazz sebagaimana seharusnya.

11 Responses to “Jazz Miss Clara”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas Pur, thanks banget infonya dan sangat mencerahkan sekali. Tulisan Mas Pur asyik sekali dan enak utk dibaca.. Sayang sy ketinggalan edisi Koran Tempo yg itu..

    Go int’l band Indonesia!!!

  2. Edi Apple Santoso Says:

    mbak clara juga diputer di radio ini ….. http://lavillastrangiato.podomatic.com/entry/2013-10-22T21_18_18-07_00

  3. Rully Says:

    Wah.. ada juga yang bahas grup ini disini ya. Tulisan Om Pur berasa bgt bahasa medianya nih. Whehe
    Oh iya sekedar sharing saja, jadi begini om sekalian. Bbrp waktu lalu di Facebook saat itu ada yg add saya, namanya Adi. Saya pribadi tdk pernah kenal sm si Adi ini. Sekilas juga tdk ada yg menarik dari page fbnya. Tetapi saat saya lihat fav musicnya, wah keren2 banget. Kebanyakan musik jazz, bbrp ada yg prog. Tapi kayanya si adi ini suka sekali dgn soft machine. Akhirnya saya approve, dan kebetulan dia sedang online. Yasudah langsung saya ajak ngobrol. Ngobrol panjang lebar ttg musik. Asyik sekali. Lalu ujung2nya dia memperkenalkan grup musiknya dan meminta saya agar mendengarkan musik yg dia racik bersama grup nya. Nama grupnya ya ini.. Miss clara ini.. Pertama kali dengerin lewat youtube, hoalaah sadis banget. Anak muda jaman skrng bisa main musik seperti ini. Berasa canterbury scene, jazz rock, fusion.. Akhirnya kami jadi sering ngbrol lewat fb dan ym. Adi dan grupnya jika main di jkt selalu kasih kabar ke saya, waktu itu juga sempet melihat mereka live di @america dahsyat sekali! (Ketemu juga ya dengan Oom Pur) Dan belakang makin bangga ketika mendengar kabar digaet oleh moonjune. Adi tipikal org jawa yg bnyk diam dan rendah hati, Tetapi memikili talenta luar biasa. Mantap..

    • cosmic_eargasm Says:

      Wah mantap Mas Rully ternyata ikutan nonton I Know You Well Miss Clara @America bersama Mas Pur wkt itu ya. Dan mantapnya lg ternyata Mas Rully jg salah satu penyuka jazz, fusion dan band2 canterbury scene.
      Sip Mas.

    • kunangkunangku Says:

      ya, saya nonton waktu itu. sejak itu saya menunggu dengan sabar keluarnya album mereka. ini album memang keren. membanggakan juga, karena dirilis pertama kali secara internasional–juragan moonjune records, leonardo, memang jago mengendus bakat-bakat baru yang progresif.😀

      • cosmic_eargasm Says:

        Iya MAs.. Leonardo Pakovitch memang jeli di bidang tsb..

        mantap pokoknya.. Ligro yg album ke 2 kalo tdk salah sudah dirilis jg

  4. kunangkunangku Says:

    album ligro yang kedua rilis lebih dulu, tahun lalu. album yang juga dahsyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: