Apocalyptica ‘Inquisition Symphony’

By: Hendrik Worotikan

Apocalyptica !

Wow, band apa pula nih ? Begitu, pertanyaan saya dalam hati saat melihat CD ini. Cover yang didominasi warna hitam dan coklat, sebuah cello, ditambah pula dengan susunan judul lagu yang berada di back cover dari band-band metal dunia, seperti : Metallica, Pantera, Sepultura dan Faith No More, membuat rasa penasaran saya semakin bergelora.

Dahsyat !!! Ternyata inilah sekumpulan orang-orang edan (kalau nggak mau dibilang gila) yang bersatu padu membangun sebuah harmoni sambil memainkan cello. Hanya cello, tanpa ada alat musik lainnya.

Dengan formasi berempat, yakni Eicca Toppinen, Antero Manninen, Max Lilja dan Paavo Lotjonen, di tahun 1998 mereka merilis album ‘Inquisition Symphony’. Ini merupakan album keduanya, setelah sebelumnya pada 1996 mereka merilis ‘Plays Metallica by Four Cellos’.

image

—-

image

Semua ini berawal di tahun 1993 saat mereka memainkan musik karya Metallica di lingkungan Sibelius Academy, tempat dimana mereka menimba ilmu musik. Sejak saat itulah mereka lantas dikenal sebagai band metal yang khusus memainkan musik Metallica.

Pengaruh Metallica pun sangat kental terasa di album ‘Inquisition Symphony’ini. Oleh sebab itulah tidak aneh jika Eicca dan personel lainnya kembali merekam empat komposisi milik Metallica. Empat komposisi itu adalah ‘For Whom The Bell Tolls’, ‘Nothing Else Matters’, ‘One’ dan ‘Fade To Black’. Selain itu mereka pun mencover Sepultura ‘Refuse/Resist’ dan ‘Inquisition Symphony’ yang dijadikan nama album, Pantera ‘Domination’ serta Faith No More ‘From Out of Nowhere’.

Melalui album kedua nya yang keren ini, keempat musisi asal Finlandia ini pun sudah mulai berani mengkedepankan karya cipta musiknya sendiri. Terbukti ada 3 komposisi yang merupakan karya dari Eicca Toppinen, yakni ‘Harmageddon’, ‘M.B’ dan ‘Toreador’.

Kalau selama ini alunan suara gesekan cello hanya saya dengar dari rekaman musik klasik, kali ini terasa beda walaupun masih dengan jenis alat musik yang sama. Permainan cello mereka mampu mengawinkan antara musik klasik dan metal. Dan ini menjadi sedap ditelinga sekalipun terasa gegap gempita, hingar bingar dan liar.

Apocalyptica !

9 Responses to “Apocalyptica ‘Inquisition Symphony’”

  1. khalil logomotif Says:

    Mas Hendrik, klw celo nya dibalik, jadi skull…mengerikan..tongue nya puanjang lagi…

  2. Apec Says:

    Saya mengenal Apocallyptica ya album ini, tapi anehnya, sesuai, gambar versi kaset kok cellonya terbalik sebagaimana kata mas Khalil ya..dulu bahkan nama apocalyptica sering saya plesetkan jadi Apeccalyptica untuk nulis identitas saya. Tahu grup ini krn sering nongol di radio Wijaya Surabaya yg setiap kamis malam adalah sesi musik rock

  3. Hendrik Worotikan Says:

    Ternyata nama bro Apec terinspirasi dari group eidan ini, Apocalyptica yg diplesetkan jadi APECalyptica. Keren juga lho pake nama itu.
    Jaman dulu kadang sebuah nama sering diubah ato dikotak katik agar terdengar keren. Sy pernah tinggal di Tanjung Priok, supaya kelihatan ato terdengar mantap sy sering menyebutnya menjadi Free York. Inspirasi dari New York . Hihihi…
    Lhaa… Kalo bicara cover album yg cello nya terbalik, ini baru sy tau.
    Mudah-mudahan ada yg paham kenapa bisa terjadi seperti itu.
    Tks for sharing nya bro APECalyptica.

    • Kristanto Says:

      Jelas dah kalau Eicca Topinenn cs terinspirasi juga dari blog ini, dapat ide nama dari nama bro Apec plus Metallica, diotak-atik digabung dicampur jadilah Apocalyptica hahaha …

      • Hendrik Worotikan Says:

        Mas Kris jeli juga rupanya. Jangan jangan memang betul 4 huruf terakhir dari Apocalyptica diambil dari nama Metallica.
        Mengingat Eicca dan personel lainnya sangat maniak dgn Metallica.

  4. Apec Says:

    Pak hendrik, panggilan Apec sudah muncul sejak saya SMA, sebelum mengenal Apocalyptica,he..he..

  5. herman Says:

    kalau cello-nya nggak dibalik yang kelihatan cuma stang-nya…..yowpowra….?

  6. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hendrik, dulu awalnya pas sy lihat di majalah luar sy kira ini adalah sebuah formasi band metal, trnyt quartet cellist yg dahsyat dan pintar memilih repertoar band2 metal yg dimainkan. Karakter suara register cello memang asyik sekali, middle diantara biola dan kontra bass. Utk permainan rhytm dan melodi jg keren sekali dilakukan instrumen ini. Benar kata Mas Khalil, cellonya kalo dibalik jd skull. Dan Apoc=
    alyptica ini berhasil mempolulerkan cello menjadi lebih populer di luar musik klasik. Salah satu pemain cello dlm musik klasik yg sy sukai adalah Yo Yo Ma. Yg lebih istimewa lagi, Brian May pun memodifikasi sound gitarnya menyerupai suara cello yg keren.. htanks MasHendrik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: