PainKiller “Talisman: Live in Nagoya” by Tzadik

By: cosmic_eargasm

Painkiller yang ini bukan merupakan judul salah satu album dari band metal veteran Judas Priest. Juga bukan nama sebuah band lokal yang albumnya ada di toko-toko cd. Dan tidak juga nama dari band metal lokal. Painkiller yang satu ini adalah band ‘Power Trio’ bentukannya John Zorn pada tahun 1991 setelah membentuk band unik Naked City dan proyek musikal Masada yang belakangan berkembang menjadi banyak sub style musiknya tersebut. Konon, saking ngefansnya dengan band pelopor Grindcore Napalm Death, Zorn pun sampai mengajak drummernya untuk main ‘gila-gilaan’ di proyeknya, yang komplitnya dimainkan oleh:
*John Zorn: extreme alto saxophone
*Bill Laswell: extreme bass & sampler
*Mick Harris: drums & sampler

#PAINKILLER Talisman (front cover with obi)#

image

Bill Laswell adalah seorang pemain bas Jazz, Musik Eksperimen, Elektronik dan Avant-Garde Prog yang banyak sekali bekerjasama dengan berbagai macam musisi dari pop, rock, jazz, experimen, elektronik maupun avant-garde. Sedangkan Mick Harris merupakan drummer Napalm Death yang punya beberapa band proyek juga yang memainkan musik komputer dan elektronik. Painkiller sudah menghasilkan 3 album studio dahsyat dengan style khas ala Zorn yang menggabungkan Avant-Garde Jazz/Prog dan Grindcore serta Free Improvisation. Selain itu, masih juga ditambahkan style Ambient dan Dub pada album terakhirnya. Berbanding terbalik dengan Naked City yang walaupun chaotic tapi masih berstruktur, lain halnya dengan Painkiller yang musiknya hampir tanpa struktur mengandalkan free improvisasi dan sangat kentara sekali pada sajian secara live dan ada di album “Talisman” ini yang diadakan di Nagoya Jepang pada tahun 1994 dan baru dirilis oleh Tzadik Records pada tahun 2002 yang ‘cuma’ terdiri dari 3 komposisi ultra dahsyat dan tidak tercantum dalam album studionya yang kesemuanya dikomposisi oleh sang maestro Avant-Prog, John Zorn. Ke 3 track tersebut dimainkan dengan fully-energized dan terasa jauh lebih garang dibandingkan dengan karya-karya Zorn yang masuk dalam kategori ‘Game Pieces’ dan full dengan chaotic frase serta perubahan suasana dan tempo lagu yang mendadak tanpa bisa diprediksi sebelum dan sesudahnya yang tertuang dalam:
1. “Batrachophrenoboocosmomachia” (31:51) dengan durasi paling panjang terasa sekali permainan improvisasi saxophone yang brutal-avant yang sahut-sahutan dengan bunyi sampler yang absurd dan avant juga, ditambah permainan tribal-drumming yang menawan dari Mick terbungkus dengan tempo dan ritmik yang dinamis dalam petualangan setengah jam hi-concept dari power trio tersebut.

2. “Transport of Sorcerer”(06:10) sangat menawan dengan permainan sax yang sangat absurd duet dengan betotan bas yang sangat kompleks dan kesannya berjalan sendiri-sendiri tetapi tetap masih terasa pada jalurnya. Bebunyian sampler yang cukup noisy pun membuka gebukan drums yang sangat variatif dengan tempo yang dinamis naik turun sampai lagu berakhir.

3. “Ahamkara”(09:59) didominasi dengan pukulan drum bergaya grindcore dan disambut permainan bas dengan distorsi serta sax yang full dengan free improve yang menjadikan style khas ala Zorn yang tidak dijumpai pada pemain sax lain.

Rilisan Tzadik yang satu ini memang istimewa, karena Mick Harris kemudian keluar untuk menekuni computer music dan fokus ke Napalm Death lagi. Posisinya digantikan oleh Hamid Drake pada album live berikutnya dan beberapa waktu kemudian Zorn membubarkan Painkiller untuk fokus ke karya-karya lainnya yang jauh lebih dahsyat lagi dan penuh dengan variasi yang terbagi dalam beberapa sub-karyanya.

Thanks Mas GW yang budiman..

::: Feed The Music without Border :::

17 Responses to “PainKiller “Talisman: Live in Nagoya” by Tzadik”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas gW, thanks banget tulisan sy sdh tayang, melanjutkan tret sy tentang Naked City tempo hari.

    PainKiller jg belakangan dibubarkan oleh John Zorn. Kemungkinan study kasusnya tentang sampai dimana batas maksimal komposisinya utk sebuah band sdh terpenuhi. Dan memang kalo dilihat lbh lanjut amat sangatlah maksimal sekali yg sy rasa blm pernah dilakukan oleh komposer hebat era modern, mungkin Fripp sdh melakukan jg dgn style yg lain lewat ProjeKt nya yg memang sangat ultra dahsyat jg mendahului jamannya.. Zappa jg dahsyat dgn style lain khasnya.. Tp yg menyentuh metal cuma Zorn dan Fripp yg bs mewakili kegilaan komposisi Avant-Prog yg mengikuti perkembangan jaman.

    Oya, foto PainKiller kurang 1, apa ukurannya terlalu besar ya Mas?

    Thanks.

    • Gatot Widayanto Says:

      Fotonya hanya 1 yg saya terima masFotonya hanya 1 yg saya terima mas
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      • cosmic_eargasm Says:

        MAs GW yg front covernya sudah saya kirim ke emailnya MAs GW.. thanks..

      • Gatot Widayanto Says:

        Baik mas Cosmic …nanti saya upload, insha Allah ….

        #saya malah menikmati TFK Desolation Rose ….. # tanpa kusadari ….semakin hari aku mencintai kelompok progrock dari Swedia ini …. sungguh …musiknya sangat berkualitas …..

      • khalil logomotif Says:

        Saya butuh waktu jauh lbih lama baru bisa mendigest dan menikmati seluruh hidangan tfk desolation rose, dibandingkan hidangan dialbum album sebelumnya. Karena udh kenyang, baru sekarang saya bisa mensiulable kan tower one, desolation road, intersteller, burning spear, bahkan sampe yg paling nyleneh dan lucu, lazy monkey..sekkrriimmming..haha..lucu bngt lagunya.
        Uniknya..wlpun tfk meramu adonan genesis era collins, era gabriel, yes era rabbin dan era howe, dan paling brasa banget bumbu gitaran slide mengawang ngawang gilmour hampir disemua lagu tanpa vokalnya..saya sudah coba ngecek satu satu hampir sluruh album yg saya angga ada miripnya dari genesis, yes sampe pink floyd…hebatnya..saya ngga nemuin satupun yg tumplek sama. Saya semakin yakin, rumus mereka memang curi bukan copy!
        Lirik aroma religius mreka semakin jlas menjurus tntang agama apa, tdk sperti yg sebelumnya yg lebih universal, lirik lainnya yg aroma kehidupan, modernitas, konflik, bayngn khancuran, cukup menarik dan menggugah.
        Uniknya, swaktu dngerin tfk ini, saya baru bner bner kenal dgn keynote nya iwork (jujur bicara, saya terlalu tua unt baru tau hebatnya kinout). Dulu cuma kpake untuk slide biasa, sempat ngga suka, saat ini, setelah hmpir sbulanan didalemin, saya pake unt bikin animasi gambar gerak..wah sprti bikin pilem jadinya..asik banget, bisa mengeksplor kemana mana dan bisa dipake untk brbagai kpentingan dari presentasi klayen, promo sampe ngajar. Bgitu juga similar swaktu dnger tfk, awalnya saya smpat jadi ngga suka, tapi stelah didalemin, saya bisa mengeksplore kemana mana, dari genesis, yes, gentle, jetrho, dan terutama gilmour pink floyd.
        Satu hal yg sama dari dua mainan mengasikkan yg saya alami hampir sebulanan blakangan ini…eksplore!

        Walah..kpanjangan! Sori mas Gatot, tfk sih…

      • cosmic_eargasm Says:

        Thanks Mas GW, iya memang The Flower Kings itu merupakan band yg tdk pernah kehabisan enerji.. Semua albumnya top semua, Selalu ada saja ide musikalnya, walo beberapa sy blm dengar dan nyimak, tp sy tetap percaya lagu2nya masih saja dahsyat. Seperti kata Mas Pur yg melakukan=
        ‘blind purchase’ utk setiap album2 TFK. Beda dgn Spocks Beard yg stlh “Snow” jadi drop musikalitasnya. =0ASelain Raja Bunga, band ini jg pantas disebut Raja Harmoni..🙂

  2. Edi Apple Santoso Says:

    wis wis ….. sinau john zorn, sinau sing mempeng, minggu depan ujian, gurunya galak ….
    terima kasih mas cosmic ….
    Majulah Prog!! …….

    • cosmic_eargasm Says:

      hahahahaa… kalo nggak bisa jawab bisa dihukum secara “Leng Tch’e” ala Naked City tuh Mas Edi,,

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Edi, maaf, gmn cara download via iTunes? Sy termasuk gaptek dlm hal per-download-an Mas. Bbrp wkt yll jg ada tips download dari Mas Yuddi via Mbah Pirate (Thanks Mas Yuddi).=0ASatu lg Mas Edi, gmn cara m-save video dari youtube selain pakai keepvid.com? thanks banget
      Mas Edi..

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas Khalil lama nggak keliatan ternyata lagi mendalami, menganalisa dan menghayati “Desolation Rose” ya :-)=0AMantap Mas! Memang sebuah ba=
    nd entah baru atau lama pasti sedikit banyak terpengaruh dgn para pendahulunya. Bagusnya kebanyakan dari mereka melakukannya secara profesional. Seorang Fripp pun masih terpengaruh pada The Beatles, Frank Za=
    ppa jg bnyk terpengaruh pada komposer modern Edgar Varese, Allan Holdsworth bnyk memasukkan unsur2 John Coltrane dlm permainan gitarnya, Pat Metheny bnyk terpengaruh Jim Hall gitaris idolanya, bahkan John Zorn pun masih terinspirasi dgn Carl Stalling, komposer musik film utk diadaptasi ke Naked City, David Coverdale bahkan bnyk meniru style Ro=
    bert Plant, tidak lupa ada Rush yg pada awal kemunculannya ingin seperti Led Zeppelin dan bnyk mengadaptasi style cadasnya yg terrekam dlm debut albumnya pada 1974, LZ pun bnyk terpengaruh dari blueser2 sblm nya yg di mix dgn style supergroup ala Cream. Dan msh bnyk lg.. Tanpa terkecuali The Flower Kings jg..

    Oiya, selain TFK, band2 Swedia mantap2 juga lho Mas.. apapun genrenya, harmoninya pasti menawan semua. Macam A.C.T., Mind’s Eye, Opeth, Pain of Salvation dll msh terlalu bnyk utk disebutkan. Hal ini jg seperti band2 dari Belanda juga yg pasti bagus, enak, empuk dan harmonis.
    Sebut saja mulai dari Cuby+The Blizzards, Golden Earring, Kayak, Differences (neo prog) sampai Lemur Voice (progmet) dan msh bnyk lagi🙂

  4. cosmic_eargasm Says:

    Selain itu juga, komposer maestro avant-prog abad ini, John Zorn juga sedikit banyak terpengaruh pada komposer2 avant-garde pendahulunya. Bahkan dalam salah satu sub-karyanya “Game Pieces” jg tdk bs lepas dari pengaruh penemu formula komposisi yg bnyk diadaptasi dari ilmu pasti, matematika ke dlm karya musiknya, Iannis Xenakis yg sdh melakukan=
    nya pada akhir tahun 1950an. =0ABelakangan, John Zorn bisa disejajarkan dgn Iannis Xenakis lewat karya2 Game Pieces nya yg memang sungguh teramat mega ultra super dahsyat sekali dgn style yg sama sekali lain=
    dari kebesaran karya Xenakis.=0A Diantaranya yg paling sy suka ada “Cobra” dan “Xu Feng” selain “Pool”, “Archery”, Hockey” dan “La Crosse”

    ::: Avant Rules!!! :::

  5. Edi Apple Santoso Says:

    ada painkiller baru dirilis 19/11/13, the prophecy dimainkan john zorn, bill laswell dan tatsuya yoshida. 3 lagu rekaman konser di eropa 2004 – 2005, sayang gak dicatat sama pak carik progarchives …….

    • cosmic_eargasm Says:

      Waaah terimakasih bnyk infonya Mas Edi. Sy malah baru tau kbr bgs ini dari Mas Edi. jadi penasaran musiknya seperti apa dgn Tatsuya Yoshihida. Sdh dpt bocorannya Mas?=0AIya memang, ProgArchives mungkin ‘kuwalahan’ memasukkan album John Zorn beserta proyek musikalnya yg memang super bejibun itu hahahaha.. sampai bnyk yg kelewatan. Sepertinya album “@” dgn Thurston Moore jg blm dimasukkan ke daftar discografinya.=

      Bill Laswell memang musisi yg sangat berkarakter. Beberapa album solonya yg sy dengar sangat mantap. Membuat musik film jg. Band nya, Last Exit jg unik sekali, blm lg dgn Fred Frith di Massacre.

      Beberapahari ini sy lg menikmati “Nosferatu” nya John Zorn yg sangat misterius bs mewakili nuansa jaman kegelapan vampire dgn balutan sound yg khas ala Laswell yg sering memasukkan unsur ‘dub’ seperti pd album Painkiller yg “Execution Ground” disc 2 yg mantap!

      Thanks Mas Edi..

      • Edi Apple Santoso Says:

        saya dapat info juga dari teman warta jazz yogya, penahan rasa sakit the prophercy ini sudah ada di itunes ….
        hidup rock mbeling mas cosmic ……

      • cosmic_eargasm Says:

        Sip MAs Edi.. kelihatannya WartaJazz Jogja memang selalu update dalam perilisan album baru .. termasuk sub-genre rock mbeling ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: