Naked City “Live, Vol.1: Knitting Factory 1989” by Tzadik


By: cosmic_eargasm

Tidak banyak bagi sebuah band yang melakukan pertunjukan secara live
terlebih dahulu sebelum merilis debut albumnya. Selain ELP dan Camel
ada band Avant-Prog yang paling unik sejagat raya, Naked City. Band
bentukan John Zorn, salah satu maestro musik experimental ini mengukir
sejarah pertamanya di Knitting Factory New York, sebuah venue yang
sejatinya banyak digunakan oleh musisi-musisi Jazz, experimental
maupun avant-garde.
Naked City dibentuk Zorn setahun setelah merilis album “Spy Vs Spy”
dengan menggabungkan banyak unsur dari beberapa genre, seperti: Jazz,
Rock, Heavy Metal, Thrash Metal, Grindcore, Punk Rock, Surf Music,
Noise, Experimental sampai Avant-Garde yang dimainkan dengan tempo
yang berubah-ubah secara mendadak dan tidak bisa diprediksi sebelum
dan sesudahnya, serta improvisasi yang brutal dari semua personil yang
dilakukan secara terstruktur dan rapi pada setiap komposisi lagu. Hal ini yang membuat
band ini begitu unik, khas, menarik perhatian dan orisinil style
bermusiknya.
Konon Zorn membentuk Naked City dan belakangan Painkiller untuk sebuah
study kasus sampai dimana batas titik maksimal komposisi karyanya
untuk sebuah band.
Band ini digawangi oleh 5 musisi yang sangat dahsyat dikelasnya:
*John Zorn: alto saxophone
*Bill Frisell: guitar
*Wayne Horvitz: keyboards
*Fred Frith: bass
*Joey Baron: drums

#NAKED CITY Live Vol.1 (front cover with obi)#

#NAKED CITY Live Vol.1 (back cover)#
Bill Frisell dikenal sebagai gitaris dengan permainan serta sound yang
unik dan membuatnya masuk dalam salah satu gitaris dunia yang paling
orisinil. Fred Frith termasuk dedengkot musik Avant-Garde/Prog dan RIO
(Rock In Opposite) dan pernah memperkuat Henry Cow, salah satu band 70
an pelopor terbentuknya sub-genre RIO. Sementara Wayne Horvitz dan
Joey Baron juga musisi Jazz dahsyat yang juga memainkan berbagai genre
musik, khususnya musik experimen dan avant. Sebelumnya ke 2 musisi ini juga sering mengisi album-album solo
dari Zorn. Joey Baron juga tercatat sebagai drummer Masada, band
proyek bentukannya Zorn selain Naked City.
Album live yang baru dirilis oleh Tzadik, label rekaman milik Zorn
pada tahun 2002 ini berisikan 20 komposisi unik dan dahsyat yang
kemudian kebanyakan lagunya disertakan dalam debut album studio Naked
City beberapa bulan kemudian setelah melakukan live ini. Hanya 3 lagu
yang tidak ikut disertakan: “Erotico” yang aslinya karya dari musisi
film gaek, Ennio Morricone, “The Way I Feel” yang merupakan karya dari
John Patton dan “Skate Key” karya dari Zorn sendiri.
Semua komposisi saya suka semua, namun tetap ada yang menjadi favorit
saya yang diantaranya “Batman”(2:07) yang sangat cocok sebagai opener
dengan gaya anthem style bigband yang digabung dengan improvisasi yang
dahsyat. Pada bagian intro mengingatkan pada lagu “Peter Gunn” yang
gagah itu.”You Will Be Shoot”(1:24) yang cukup asyik dengan penggabungan
grindcore, chaotic dan permainan saxophone Zorn yang sangat brutal.
“Shoot in The Dark”(3:52) yang diaransemen ulang secara keren dari
karya komposer Henry Mancini. Intro dengan suasana chaotic dan bunyi
saxophone Zorn yang sangat absurd menambah point plus untuk track ini.
“Snaglepuss”(2:09) yang keren dari permainan saxophone dan drums.
Beberapa komposisi pendek yang saya sangat juga ada: “Igneous
Ejaculation”(0:22), “Ujaku”(0:31), “Blood Duster”(0:17),
“Hammerhead”(0:12), “Speedball”(0:44), “Obeah Man”(0:19) dan “Demon
Sanctuary”(0:56) yang kelak ditambahkan vokal oleh Yamatsuka Eye
(Boredoms, band Avant-Prog Jepang) pada album pertama Naked City.
Semua lagu pendek diatas dibawakan dengan penuh enerji sangat maksimal
yang seakan-akan beberapa lagu dijadikan 1 lagu saja. Sungguh dahsyat
sekali!
“Den of Sins”(1:19) juga sangat ‘gila’ dengan menggabungkan thrash metal dan grindcore yang apik dengan balutan gitar bergaya blues dan saxophone
yang ngejazz digempur dengan suasana chaotic yang terasa ekstrim dan
dahsyat.

Album ultra mega super dahsyat dan bersejarah ini mungkin tidak banyak
yang menyukainya, akan tetapi bisa juga didengarkan sebagai selingan
dari kebiasaan menikmati musik Prog yang umum disukai para pecinta
musik progressive. Selain itu juga bisa untuk perkenalan musik
Avant-Prog bagi yang ingin mencobanya.

Thanks Mas GW yang sangat ‘open-minded’.

::: Grab The Prog without Border :::

17 Responses to “Naked City “Live, Vol.1: Knitting Factory 1989” by Tzadik”

  1. Kristanto Says:

    Seperti biasa, ulasan mas Cosmic yang lugas, komprehensif dan runut … Walaupun ngga kenal band ini, jadi penasaran untuk coba2 browsing ttg Naked City ini …
    (Saya cuman kenal yang Nude-nya Camel, hehehe …)

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Kris, “Naked” dan “Nude” memang beda tipis ya
      hahahaha..Jd ingat album live “Naked” nya Golden Earring nih.. Hmm
      m..

  2. Edi Apple Santoso Says:

    terima kasih, sedang berusaha menyimak naked city …..

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Edi, selamat menikmati kegilaannya Naked City. Seingat sy di youtube dulu ada beberapa video livenya. NC ini satu2nya band avant-prog
      yg bisa mengemas musik yg jarang disukai tsb dgn gaya entertainment layaknya band easy listening saja🙂 sayang sekali Zorn segera membubarkannya😦

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas Kris, kaset “Nude”sy dulu rekaman AR. Yg “On The Road 1972” dahsyat juga sblm merilis debut albumnya. Seingat sy ada “Lady Fantasy” favorit sy yg kelak dimasukkan ke “Mirage” yg memorable itu (jd ingat kaset sy dulu rekaman Apple.. hiks..). Pun dgn ELP yg di di Isle of Wight sblm rilis album debutnya.

    Tentang Naked City ini memang band yg sgt menarik menurut sy. Nggak ada 1 band pun di dunia ini yg stylenya seperti NC tsb. John Zorn memang salah satu ‘orang gila’ yg ada dimuka bumi ini. Karyanya maha dahsyat semua.. proyek band2 nya juga bnyk. Beruntung sekali JZ membuat Tzadik yg bnyk sekali merilis karya2nya dan band/musisi yg unik dan punya style tersendiri.
    Album NC yg perlu dicoba: “s/t”, “Torture Garden”, “Radio” yg ke 3 nya punya style yg sama. “Absinthe” menonjolkan ambient, “Grand Guignol” bnyk mengadaptasi dr karya komposer modern yg diaransemen ulang. “Leng T’che” berisi 1 lagu dahsyat dgn durasi 30 menit lbh..

  4. Noor Qodri Says:

    Yg teracuni Naked City, silakan lanjut ke band sinting lainnya, Fantomas.
    Super jarang sekali ada band avant garde yg berkunjung ke Indonesia. Di salah satu Jak Jazz, saya lupa tahunnya, eventnya sudah di Senayan, saya pernanh nonton duo Jepang dengan instrumen piano dan sax (kalo gak salah sax). Di kuping awam permainan mereka terdengar berantakan, makanya banyak yang nggak kuat dan penonton memilih memundurkan diri. Mantan pacar yang sekarang istri, yang lumayan bisa main piano, bilang duo ini bermain nggak ngasal, mereka bermain secara presisi. Mungkin ini satu-satunya show avant garde yang pernah saya tonton dan saya lupa ini band namanya apa.

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Qodri, jadi ingat beberapa tahun yll sy pernah dengar album Fantomas di teman sy yg suka koleksi cd band2/musisi avant-prog, termasuk
      Mr.Bungle, Tomahawk dan solo Mike Patton yg kovernya gambar megaphone itu, lupa judulnya Pranzo apa gitu? Kalo Fantomas seingat sy yg Deli
      rium Coda apa Corda judulnya dan satu lagi, Suspended Animation (seperti judul albumnya John Petrucci). Fantomas istimewa dgn permainan drum dr Dave Lombardo dan Trevor Dunn, pemain basnya Mr.Bungle. Jd ingat jg Mas Qodri pernah bilang kalo Terry Bozzio pernah main dgn Fantomas, yg sy blm pernah liat/dengar. Jd makin penasaran nih. Memang benar kalo band avant jarang ada yg main disini. Tp beberapa wkt yg lalu, ada personil Ruins main di Jogja yg sy tau infonya dr Mas Edi Apple(Thanks Mas Edi). Btw, band2 avant Jepang memang sadis2, Melt Banana, Boredoms, Ruins, Otomo Yosihide, Ikue Mori dll.Wah, Mas Qodri beruntung sekali bs dpt istri yg suka avant dan bs main piano jg. Bikin band saja Mas.

      Thanks Mas Qodri..

    • cosmic_eargasm Says:

      Memang dibanding dgn Tomahawk dan Mr.Bungle lebih sadis Fantomas yg notabene ada Mike Patton di ke 3 band avant-prog tsb ya Mas Qodri. Selain itu, Mike Patton jg pernah menjadi vokalis Naked City pada beberapa live nya, menggantikan posisi Yamatsuka Eye. Dan pernah juga mengisi beberapa lagu pada album “Heretic” nya NC yg juga dahsyat dgn permainan teknik tinglt tinggi extreme sax yg gila2an ala Zorn.

  5. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, sampai kelupaan..=0AThanks banget tulisan sy sdh terposting jg.. 1 suro gini sepertinya pas banget nyetel Naked City..🙂

  6. apec Says:

    Maturtengkyu atas pencerahan mas cosmic..kudu hunting sepertinya

    • cosmic_eargasm Says:

      sama2 MAs Apec.. dari dulu samapai sekarang saya nggak pernah liat cd semau album NC di rak toko cd.. musti order atau browsing hunting nya..

      saya jg lagi ngincer cd boxed-set nya Naked City dan Painkiller.. ngiler liat booklet dan inlay nya yg full dgn rare photos nya..

  7. hippienov Says:

    Hunting lagi…jadi penasaran seuedyan apa musiknya naked city ini..bisa bikin aku ajeb2, headbang atau malah bikin mumet?..wajib hunting.suwun pencerahannya mas Cosmic

    • cosmic_eargasm Says:

      Mas Hippie, kalo Mas familiar dgn “Scum” nya Napalm Death, pasti lbh mudah menikmati Naked City ini. Dan, bagusnya lg style musik uniknya NC ini nggak sekedar bisa masuk pada sebatas penggemar metal/grindcor atau uhardcore saja, tp bs jg masuk pada penggemar prog/experimental maupun avant-prog, jazz/free jazz maupun ambient. Dan hebatnya lg, John Zorn membuat Tzadik yg bnyk merilis karya2 nya yg bnyk dan bermacam2 stylenya. Point plusnya, JZ mengkatogerikan semua maha-karyanya dgn sub2 yg sangat informatif, sehingga kita tdk bingung ingin dengar m=
      usik JZ yg seperti apa. Tdk seperti Frank Zappa yg tdk informatif, sehingga kita bingung mulai dr album apa. Beruntung dulu ada kasetnya jd sedikit2 bs tau jg. Sayang JZ dr dulu nggak ada kasetnya, padahal awal mula karyanya dimulai pada tahun 1973. Mulai produktif tahun 80an=
      sampai skrng ini. Seperti FZ jg, dlm jangka setahun JZ bisa merilis 4 sampai 6 album dgn style musik yg beranekaragam tp msh dlm jalurnya, Avant-Prog. Nggak semuanya ekstim juga kok Mas.

    • cosmic_eargasm Says:

      Bnyk jg yg manis2, seperti “Alhambra Love Song”, “The Dreamers”, “The Gift”, beberapa sekuel “Filmworks”, “String Quartet”, bahkan banyak juga yg bersifat Classical seperti “Masada Guitar”, “Book of Head” dll. Yg sy amat sangat suka sekali selain era ‘ekstrim’semacam Naked City dan Painkiller ada beberapa karyanya yg masuk dlm sub-kategori ‘Game Pieces’ yg all-out komposisinya, msh didukung player2 underrated yg permainannya tdk bisa dipandang dgn sebelah mata semua. Mantap sekali pokoknya. Sayang sekali, katalog Tzadik (yg berisi rilisan2 band/musisi dahsyat) punya sy hilang. Padahal sangat informatif dan kumplit keterangan per albumnya.. Tp di internet kelihatannya jg cukup kumplit. Oya, menikmati NC nggak cuma ajeb2&headbang saja Mas. Melainkan bs utk ‘olahraga telinga&otak’ selain menikmati musik yg biasa kita santap🙂

      Thanks..

      ::: Feed The Music without Border :::

  8. hippienov Says:

    Ndak iyo musik NC sekriting Scum mas? Scum itu antik loch mas,one of its kind di genre metal.uenak tenan😀
    Makin gemes penasaran sama NC nich.
    Tadi siang aku tanya temen yg punya info dan referensi musik jauh lebih banyak dari aku (seperti mas Cosmic) tapi sayangnya dia belum punya katalog NC hanya baru denger albumnya tp belum punya dan dia mengkatagorikan NC dengan sebutan “jazz metal”, wah opo meneh iki?bikin gregetan aja sama NC.
    Good news nya temenku ini punya album Mainhorse walau sudah lama gak di-spin. Kalo masih ok tentunya aku mau minta dikopikan satu,he3.

  9. cosmic_eargasm Says:

    Wah temannya Mas Hippie termasuk hebat tau Naked City dan sekaligus punya Mainhorse. Kalo Mas ingat, dulu dikaset kompilasi lisensi “Thrash Generation” ada NC ‘Osaka Bondage’ yg diambil dr album dahsyatnya “Torture Garden” (Thanks buat Mas Qodri yg sdh mengingatkan). Kaset ini merupakan awal perkenalan sy dgn NC.
    Seperti yg sdh sy katakan di atas dan ada jg kutipan keterangan di obi (kertas kecil pd samping kemasan cd) bahwa NC ini menggabungkan bnyk genre musik, termsk jazz dan metal, country, old fashioned film music soundtrack, rockabily dll. Salah satu lagu yg menarik di album tsb, ada “Thrash Jazz Assassin”.
    Iya Mas Hippie, konon JZ ngefans dgn Napalm Death, sampai mengajak Mick Harris menjadi drummernya di Painkiller. Di inlay booklet cd NC Live Vol.1 ini ada foto JZ memakai t-shirt Napalm Death sambil main sax. Artwork NC menonjolkan sisi seramnya S&M (Sadism & Masochistm). Meski begitu, musik NC terasa sekali tingkat inteleknya

  10. cosmic_eargasm Says:

    yang tertuang dalam semua komposisi dan aransemen tangan dingin JZ. Dan memang benar juga apa yg pernah diterangkan JZ bahwa NC ini dibentuk utk semacam study kasus sampai dimana batas tititk maksimal karyanya pada sebuah band. Menurut sy pribadi, NC dan PAINKILLER adalah hasil study kasusnya yg jauh melebihi titik maksimalnya JZ. Bayangkan, di album studionya, “Leng Tch’e” NC betah memainkan komposisi sepanjang 30 menitan lebih, Pun juga di Painkiller yg lebih absurd dr pd NC, cuma lagu sepanjang 30 menit lbh dilakukan pas di live nya.
    Dan betul sekali apa yg pernah dikatakan oleh Mas Edi Apple bahwa JZ adalah ‘pendekar sakti’ nya Avant-Prog, tp beda style dgn Zappa, pelopor sub-genre ini, walo kadang ada ‘humor’ jg diselipkan di bbrp komposisinya. Mungkin sahabat2 gemblungers lain ada yg paham JZ, tlg diposting saja, pengetahuan sy tentang album2 solo JZ msh kurang bnyk sekali..

    Thanks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: