The SIGIT “Detourn”

By: Hendrik Worotikan

Jujur saja saya baru ngeh dengan band The SIGIT asal Bandung ini, setelah mereka merilis ‘Detourn’ album keduanya. Padahal 7 tahun silam empat musisi yang piawai bermusik ini sudah melempar debut albumnya yang diberi titel ‘Visible Idea Of Perfection’, kemudian di interval waktu dari album pertama dan kedua mereka pun merilis mini album. Pun, mereka kerap tampil dipentas musik ataupun konser baik di dalam dan luar negeri.

The SIGIT yang beranggotakan Donar Armando (Drums, Backing Vocals), Aditya Bagja (Bass, Backing Vocals), Farri Icksan (Guitars, Shynths, Percussion, Glass Harp) dan Rekti Yoewono (Vocals, Guitars, Etc)lewat label FFWD Records tak tanggung tanggung mengemas ‘Detourn’ini. Kaset,CD dan vinyl dibikin dengan kemasan yang eksklusif disertai pula sticker, poster, dll untuk memanjakan para fans mereka.

Khusus untuk vinyl terdiri dari 2 keping. Yang membedakannya, kalau kepingan lainnya umumnya berwarna hitam, tidak dengan vinyl ini. Vinylnya berwarna atau biasa disebut dengan ‘Splatter Color’. Warna orange yang menjadi dominan disertai pula percikan warna lain disekelilingnya. Ada biru juga merah. Mungkin ini juga dimaksudkan sebagai daya tarik tersendiri, khususnya bagi penggemar vinyl untuk dikoleksi.

image

Jika mendengar album yang berisikan 11 lagu ini benar benar membuat saya berdecak kagum dengan musikalitas yang dimainkan anak anak Bandung ini.

Nuansa musik rock era 60-70 an begitu kental terasa. Hal ini tidaklah aneh karena sejak kecil mereka pun sudah terbiasa mendengar musik dari Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabbath, dll yang diputar oleh orangtua mereka. Ini yang lantas kemudian dikombinasikan dengan musik garage rock yang tengah booming di awal 2000 an tatkala mereka mulai aktif bermusik.

Untuk yang kedua kalinya saya berdecak kagum ketika mereka sangat berani mengeksplorasi musiknya dengan menambah alat musik tiup saxophone dan flute. Ini kian menambah asyik aransemen musik yang dihasilkan. Oleh sebab itulah lagu ‘Detourne’ yang ada tiupan saxophonenya sangat pas ditampilkan sebagai lagu pembuka album ini.

Sementara itu alunan flute ala Thijs Van Leer dapat disimak dalam lagu ‘Gate Of 15th’. Versi vinyl lagu ini ada di side B awal. Wuihhh…gurih. Seakan The SIGIT ingin memberikan kejutan bagi siapapun yang mendengarnya. Salut untuk The SIGIT, juga Aziz Saxsoul (additional musician) yang memainkan kedua alat tiup tersebut dengan sepenuh jiwa.

Selain irama yang keras menghentak, ada sebuah lagu yang bertempo lambat. Lagu yang dimaksud adalah ‘Owl And Wolf’. Petikan gitar akustik mewarnai sepanjang durasi lagu ini. Sebuah lagu yang lembut dan sangat ballad.

Irama rock n’ roll membahana pada ‘Conundrum’. Dan sekaligus, itulah pertanda sebagai klimaks atau penutup dari keseluruhan sepuluh lagu sebelumnya, yakni :

SIDE A
-Detourne 03:37
– Let The Right One In 02:20
-Son of Sam 03:03

SIDE B
-Gate of 15th 02:53
-Tired Eyes 04:58
-Owl And Wolf 05:14

SIDE C
-Black Summer 03:49
-Red Summer 04:58
-Ring of Fire 04:33

SIDE D
-Cognition 03:49
-Conundrum 06:20

Rasanya tidak berlebihan kalau saya memberikan segala puja puji bagi The SIGIT yang telah menghasilkan suatu karya seni untuk pecinta musik ditanah air.

Salut !

Tengkyu Mas G yang baik hati.

Salam

Hendrik Worotikan

15 Responses to “The SIGIT “Detourn””

  1. apec Says:

    wuihhh, pak Hendrik, dapat vinylnya darimana itu?

    • Hendrik Worotikan Says:

      Hallo Bro Apec…dapat vinylnya nggak jauh-jauh dari tempat kita progring.
      Dari info yg sy dapatkan vinylnya di cetak hanya 100 keping saja. Sdh begitu, setiap vinyl di labeli angka (dicantumkan di back cover).
      Dan yang sy miliki ini nomornya adalah 96. Hihihi…
      Yang nomor 88 kayaknya masih ada di Ari tuh bro Apec.
      Minat ?

  2. cosmic_eargasm Says:

    The S.I.G.I.T. kepanjangannya lupa saya, The Super Indulgence Group apa gitu, memang mantap sekali mengangkat semangat rawk 70an yg di mix dgn era skrng yg sangat matching dan pas sekali. Jujur, sy blm pernah memiliki albumnya, tapi pernah menyimak album 1 yg kover gambar mobil itu kalo tdk salah. Walo tdk hapal lagu2nya, tp nuansa musikalitas dan skill mereka memang patut diacungi jempol. Kalo tdk salah jg, Rekti adalah putra dari salah satu personil The Rollies(lupa siapa?), salah satu band legend kita yg dahsyat. Sayang, dunia industri major label kita kurang bisa berkompromi dgn band indie yg permainan dan lagunya mantap2.. Tapi setahu sy, FFWD Recs ini aksesnya cukup luas dan bgs jg utk perkembangan band yg dinaunginya.. Selain Malang, Surabaya dan Jogja, Bandung memang sangat progresif pergerakan band2 indienya dan bgs juga utk regenerasi band dr para pendahulunya utk semua genre, termsk indie-pop, extreme metal, hardcore dll.

  3. cosmic_eargasm Says:

    Jadi ingat dgn PUPPEN, band hardcore asal Bandung yg dikomando oleh Arian 13 yg skrng aktif di SERINGAI yg keren jg. Jangan salah, Marcell, penyanyi pop yg ngetop itu dulu adalah penggebuk drum nya Puppen.
    Band2 Bandung yg menarik lainnya ada Disinfected dan Jasad (Death Metal). Kalo tdk salah, Rocket Rockers jg dr Bandung. Band industrial pimpinan Otong jg cukup menarik. Pure Saturday yg bnyk disebut sbg pelopor pergerakan indie-pop. Protonema yg ada aroma Prog nya. Rajasinga (Grindcore), ada lg band Prog style DT lupa namanya dll bnyk yg lupa.
    Label perekam indie di Bdg yg cukup bgs ada ESP (khusus metal), Napi Recs, Off The Records dll.
    Kang Benny Soebardja layak bangga dgn bnyknya regenerasi band2 mantap dari Bandung tsb.
    Mas Hendrik, thanks sdh share The S.I.G.I.T.
    Sepertinya memang perlu utk dimiliki ke 2 albumnya.

    Majulah musik Indinesia!!!

    ::: Keep Rockin’ :::

    • Hendrik Worotikan Says:

      Wahhh…Mas cosmic ternyata mengikuti juga band band indie. Sy nggak banyak taunya nih. Cuma beberapa aja yg familiar dgn namanya. Seperti Seringai, Puppen, Pure Saturday juga Protonema.
      Kebetulan dulu ditempat sy kerja punya acara musik yg disiarkan secara live. Drakstore nama acaranya. Dan lebih banyak menampilkan band band indie. Seru. Setiap Minggu sore PIM 1 rame.
      Khusus Protonema sy punya kenangan tersendiri dengan alm. Micko. Beliau sempat memberikan sample lagu lagu blues yang dimainkan band band indie Bandung berupa kaset.
      Nanti sy cari lagi nih kasetnya. Jadi kepingin tau lagi nama grup grup nya.
      Terima kasih untuk info perekam indie nya mas.

      • cosmic_eargasm Says:

        iya MAs, tp saya jg bnyk yg lupa dgn band2nya.. alm. Miko memang sempat ngeblues Miko and the apa gitu nama bandnya.. selain itu di bdg masih ada band blues lagi yg asyik, Time Bomb Blues.. kemana ya skrng..
        Protonema lagunya yg “Kiranya” sangat persis dgn “Borrowed Time” nya Steve Lukather dari album “Candy Man”😉

  4. hippienov Says:

    Keren.. The Sigit dibahas di blog super yahud ini,thx mas Hendrik n thx pula mas Cosmic u/ pencerahannya.

    Jadi inget pertama tau The Sigit lewat mini album pertama mereka yg kayaknya cuma dirilis dalam bentuk kaset dan aku beli di toko kaset langgananku semasa kuliah di Semarang.
    Ada 6 lagu di e.p itu, 3 diantaranya direkam ulang dan masuk di album visible.
    Gila, pertama kali dengar musik The Sigit langsung suka sampai sekarang. Yg bikin takjub mereka tulis lirik dalam bahasa inggris dan sangat bagus lafalnya. Kalo ndak tau mereka ini band asli bandung pasti aku sudah berpikir The Sigit adalah band “impor”.
    Di album detourn warna musik mereka makin dewasa dan matang menurutku. Tetap bagus n makin ke arah “prog” dengan masuknya unsur instrumen alat tiup tapi jujur aku paling meng-idolakan album visible serta mini album pertama The Sigit yang lebih “raw” dan “galak” menurutku.
    Viva The Sigit!

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Hippie diam diam penggemar The SIGIT rupanya.
      Sy telat. Tahunya pas di album ‘Detourn’ ini.
      Sekali dengar langsung jatuh hati. Mungkin sekilas terdengar ada sound kayak Led Zepp, Sabbath, dll. yang sehari hari sdh akrab ditelinga saya. Jadi gampang mencernanya. Hihihi…
      Buat saya ini album keren dan nggak mengecewakan.

      Salam.

  5. Gatot Widayanto Says:

    Sang gitaris dan vokalis yang namanya Rekti, dulu sering komentar di blog gemblung ini. Saya pernah beretemu Rekti in person saat dia main di Rolling Stone cafe beberapa tahun silam.

    Semoga Rekti membaca ulasan mas Hendrik yang mantab jaya ini …

  6. hippienov Says:

    Iya mas Hendrik,aku sudah cukup lama nge-fans sama The Sigit,kalo boleh ngaku-ngaku aku termasuk seorang “insurgent army” alias fans The Sigit,he3..
    Sayangnya mini album mereka setelah album visible ak ndak sempat beli dan sekarang langka. Band ini keren banget mas.coba juga album visible dan 2 e.p mereka d mas,wuih dahsyat.
    Album detourn sangat bagus mas, The Sigit terdengar makin dewasa musiknya dan mereka berani tampilin sesuatu yg beda dengan album visible yg gegap gempita itu.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mini albumnya masih mudah didapatkan, dan rasanya pernah liat di Disc Tarra.
      Justru debut albumnya yang agak susah alias langka.
      Sip Mas Hippie, sy siap siap juga nih ngikutin Mas Hippie jadi ‘Insurgent Army’.

      Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: