Another “one-shoot band” from Wonderful 70s : England

By: Hippienov

Setidaknya ada dua band yang menggunakan nama “ENGLAND” sebagai nama group, keduanya berasal dari Inggris dengan genre musik yang relatif berbeda. England yang pertama mucul sekitar paruh kedua dekade 70an dan berkiblat pada symphonic progressive rock sedangkan yang England kedua muncul pada paruh pertama dekade 70an dengan aliran hard-rock/ blues oriented prog/ heavy prog.
Yang akan coba dibahas kali ini adalah England “hard rock”.
Berikut adalah sedikit ulasan yang disadur dan diterjemahkan secara “terjun bebas” (tanpa memperhatikan tata bahasa Inggris yang baik dan benar) dari review di sebuah situs musik:
England dibentuk tahun 1971 oleh gitaris/vokalis Olly Alcock bersama dengan Mike Kidson (drums) dan John Waite (bass). Berharap mendapatkan kontrak rekaman maka band inipun rajin malang-melintang di banyak festival dan tak kenal lelah manggung dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi keberuntungan belum berpihak pada power trio ini dan memuncak pada tahun 1973 dengan hengkangnya Mike Kidson beserta John Waite meninggalkan Olly Alcock sebagai satu-satunya anggota England yang tersisa. Mike Kidson kemudian alih profesi menjadi tour manager band raksasa prog pujaan penghuni blog gemblung ini: Genesis, sedangkan John Waite membentuk band nya sendiri, dan pada dekade 80an (1984 tepatnya) Waite berhasil menelurkan single pop rock yang nge-hits berjudul “Missing You”.
Sepeninggal kedua anggotanya tidak serta merta membuat band yang baru lahir ini bubar, Olly tetap melanjutkan “mimpinya” bersama England dengan merekrut Ben Eggleston pada bass, John Clark pada drums dan Paul Rossiter pada saxophone. England “mark II” ini pun kembali memakai formula yang sama seperti England “mark I” dengan manggung di banyak tempat dari klub ke klub dan dari festival ke festival untuk menarik minat produser/label rekaman untuk tertarik memberikan kontrak album, akan tetapi keberuntungan masih belum juga berpihak pada Olly dan rekan-rekannya. John Clark akhirnya mengundurkan diri dan digantikan oleh Phil Cook.
DSC02191
DSC02198
Dengan drummer baru ini, di penghujung tahun 1975 England akhirnya mendapatkan kontrak rekaman dari sebuah label dan mempunyai kesempatan untuk merilis debut album mereka. Awal 1976 debut album England yang diberi judul “ENGLAND” dirilis dengan Paul Rossiter sebagai guest player bermain sax pada dua lagu di debut album tersebut.
Musik England di debut album ini bisa disebut natural karena suara rekamannya menyerupai rekaman live di studio, minimalis karena hanya guitar-bass-drums (+ sax di dua lagu) tanpa banyak overdub dan penambahan bebunyian instrumen yang lain.
Sayangnya album ini kurang mendapatkan publisitas yang berujung pada “jebloknya” penjualan dan akhirnya dianggap tidak sukses tanpa hit singgle satupun.
Tahun 1978 saat wabah new wave, disco dan punk merajalela dan memakan korban (sebut saja Procol Harum dan beberapa band besar lainnya yang akan jatuh tidak lama kemudian seperti Yes, E.L.P, dan Genesis), England pun menjadi “korban” dan bubar kemudian terlupakan.
Olly Alcock masih tetap melanjutkan mimpinya di dunia musik dengan membentuk band baru “The Olly Alcock Band” sedangkan Cook dan Eggleston tidak pernah diketahui lagi sepak terjangnya.
Meskipun saat pertama dirilis album ini kurang mendapat apresiasi, akan tetapi pada perkembangan selanjutnya album ini menjadi salah satu buruan para kolektor dan sempat dirilis ulang oleh label Audio Archives pada tahun 1995. Walau demikian album ini sekarang tetap menjadi collector’s item yang cukup langka dengan harga bisa mencapai GBP 400.
Musik England sendiri sangatlah dipengaruhi oleh band-band besar seperti Led Zeppelin, Rush dan Wishbone Ash dengan gaya musik mereka ada yang menyebut sebagai blues-oriented prog dan punya kemiripan dengan Nektar.
Ada pula khalayak yang menyebut musik England sebagai hard rock dan ada pula yang mengelompokkannya ke dalam heavy prog.
Apapun sebutan dan definisi musiknya, England adalah band “power-trio” yang sebenarnya punya potensi untuk menjadi besar seperti halnya Rush dan mungkin Triumph dengan kemampuan teknis individu yang tidak bisa dianggap remeh, kekurang-beruntungan mereka adalah saat band ini mulai mendapat kesempatan karir yang bagus, jaman dan selera musik pada waktu itu mulai berubah, dan musik mereka pun seolah tidak mendapat tempat lagi.
…And then Punk killed ’em…
Demikian sedikit cerita untuk menemani aktivitas serta waktu luang rekan-rekan semua. Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penulisan, maklum bahasa Inggris ku mentok pas-pasan jadi review ini diterjemahkan ala kadarnya saja.
Matursuwun untuk Mas G atas waktu dan kesempatan yang diberikan serta atas kesediaannya meluangkan waktu untuk mem-posting tulisan ini.
Dream your life away with Prog…
hippienov.

9 Responses to “Another “one-shoot band” from Wonderful 70s : England”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hippie supermantapjaya postingannya.. setau saya band ini merilis 3 album .. The Imperial Hotel, England dan Garden Shed..

    Tp sayangnya saya blm dengar semua lagu2 nya …

    Thanks Mas..

    You Raaawwwwkkk!!!

    • Gatot Widayanto Says:

      Iya …saya punya CDnya yang Garden Shed. Sayang gak ada kasetnya

      * * *Gatot Widayanto*

      * “Bureaucracy is not an obstacle to democracy but an inevitable complement to it.” ** Joseph A. Schumpeter *

  2. hippienov Says:

    Yang garden shed itu England yang lain mas, yang aku bilang main symphonic prog mirip Yes/Genesis. Kebetulan ak ada juga albumnya. Keren itu mas..dan ak sudah baca review mas G di progarchives,tuobz buanget.
    Nah ini England yang lain mas,anggotanya totally different.
    Suwun

    • cosmic_eargasm Says:

      Waaaah.. gitu ya Mas Hippie.. coba nanti saya simak lagi.. saya sepertinya ada samplernya beberapa lagu dari ke 3 album tsb.. thanks Mas Hippie.. ayo kita angkat band2 underrated 70 an berbagai genre..

      keren juga kalo ternyata dulu sempat ada kaset nya..

      • Gatot Widayanto Says:

        Kalau liat covernya memang tak seirama dgn Garden Shed

        Gatot Widayanto

        “Bureaucracy is not an obstacle to democracy but an inevitable complement to it.” Joseph A. Schumpeter

  3. hippienov Says:

    O ya,temenku bilang kalo England “england” kasetnya sempet ada awal 90an tp terbitan malaysia, dan sudah sekitar 6 bulan ini dia coba nyari cd nya jg tp blm dapet.
    Kalo England “garden shed” keren banget..kalo denger musiknya jadi inget sama close to the edge nya Yes.
    Ayo mas G dibuat ulasan band prog yg satu ini seperti di progarchives🙂

  4. hippienov Says:

    Hahaha..ak juga dapat cd ini dari temenku itu mas,bukan ori cuma “repro” alias kopian.tp dia baik hati membuatkan sampulnya juga biar mirip2 ori katanya😀

  5. herman Says:

    ck..ck…ck….tret ini sangat Mas Hippie banget….top markotop…jeli dalam memilih materi, dan enak dibaca……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: