John Zorn “Spy Vs Spy” Play The Music of Ornette Coleman

                                   by: cosmic_eargasm

Apa yang terjadi apabila karya seorang inovator Free/Avant Jazz

terkemuka diinterpretasikan ulang oleh salah seorang maestro
Avant-Prog terkemuka abad ini?
Jawabannya ada di compact disc ini.

‘Sekilas Tentang Free/Avant Jazz’
Memang, menurut pengamatan saya, sangat jarang sekali para penggemar
ataupun pemain musik yang menyukai atau melirik Free/Avant Jazz maupun
Avant-Prog atau RIO (Rock In Opposite) ini. Menurut pendapat saya
pribadi, ke tiga sub-genre musik tersebut adalah pencapaian tingkat
musikalitas yang tertinggi dari seorang komposer/musisi yang mencari
inovasi baru dalam menciptakan sub-genre yang benar-benar belum ada
sebelumnya. Semua itu juga tidak terlepas dari musik klasik era
‘Avant-Garde’ yang dimulai pada awal abad ke-20.
Dalam dunia Jazz, perkembangan sub-genre ini dimulai dari tahun 1940an
sampai 1950an yang diadaptasi dari dikembangkan lebih lanjut dari style be-bop maupun hard-bop yang
sangat populer pada masa itu. Dengan ditambahkan style experimental
ala avant-garde maka terciptalah sub-genre baru tersebut. Musisi yang
paling populer disebut sebagai inovatornya adalah seorang pemain
saxophone, Ornette Coleman. Kemudian Free Jazz berkembang lagi pada
era 1960an dengan ditandai dengan lahirnya beberapa musisi,
diantaranya yang populer ada: John Coltrane, Sun Ra, Cecil Taylor dan
lain-lain.
Struktur musik Free/Avant Jazz hampir sama dengan Avant-Prog yang
intinya ada semacam kontra terhadap batas-batas style musik Jazz
ataupun Progressive yang normatif.

‘Spy Vs Spy’
Terus terang, saya tidak hafal dan jarang sekali menyimak album-album
Ornette Coleman. Akan tetapi, lewat album dahsyat ini, John Zorn
seakan bisa mewakili, bahkan lebih ekstrim dengan karya-karya sang
pelopor Free/Avant Jazz tersebut dengan interpretasi yang luar biasa
sekali dan khas ala John Zorn yang sekaliber dengan kebesaran sang maestro Avant-Prog, Frank Zappa.
Dalam merilis album ini, Zorn pun menggamit musisi-musisi hebat di
kelasnya. Line-up nya adalah:
*John Zorn: alto saxophone
*Tim Berne: alto saxophone
*Mark Dresser: bass
*Joey Baron: drums
*Michael Vatcher: drums

##JOHN ZORN Spy Vs Spy (front cover)##

##JOHN ZORN Spy Vs Spy (back cover)##

##JOHN ZORN Spy Vs Spy (tracklist on disc)##
Kalau dilihat, formasinya hampir mirip dengan King Crimson era
‘double-trio’. Bedanya, di lead instrumen dan disini hanya menggunakan
satu bass saja.
Joey Baron lebih dikenal sebagai drummer dari band yang paling unik
sejagat raya, NAKED CITY. Berne juga pernah bekerjasama dengan gitaris
experimental, David Torn dan Bill Frisell, gitaris yang dikenal punya
sound yang khas sekaligus gitaris dari Naked City. Sedangkan Dresser
adalah seorang bassist Avant-Jazz yang pernah ‘ikut’ Anthony Braxton
Quartet dan menghasilkan beberapa solo album di label rekaman milik
Zorn, Tzadik, yang terkenal dengan ‘non-profit label’ nya.
Sedangkan Vatcher adalah seorang drummer ‘underrated’ yang tidak kalah
bagus permainannya.

Pasti semua bisa membayangkan bagaimana hasil interpretasi kuintet
dahsyat ini yang cukup bisa ‘menghajar’ telinga dan otak bagi
penikmatnya, yang tertuang dalam 17 track lagu instrumental karya
Coleman yang dicomot dari berbagai albumnya ini.
Akar vintage be-bop/hard-bop ada di “Good Old Days”, “The Disguise”,
“Chronology”. Sedangkan akar standart be-bop ada di “Ecars”,
“Chippie”, “Broadway Blues” dan “Rejoicing” yang pernah dibawakan oleh
gitaris Pat Metheny, sekaligus dicantumkan sebagai judul album yang
dirilis oleh label kenamaan dari Jerman, ECM.
Nomor favorite saya ada di: “WRU” yang sangat ‘brutal’ dengan
nada-nada disonan avant style. “Word for Bird” yang masih agressive
dan sound saxophone sudah sangat absurd sekali, layaknya bukan bunyi
saxophone saja. “Enfant”, “C&D”, “Zig Zag” juga masih menonjolkan nada
atonal yang indah.
Nomor yang kalem ada di “Blues Conotation” yang berakar dari style
Be-bop Blues. Mid-tempo dengan beat groovy dan ada sentuhan rock ada
di “Feet Music”. Nomor yang durasinya paling panjang ada di “Mob Job”
dengan mid-tempo dan chaotic yang khas ala Zorn di bagian coda. Nomor
ini juga pernah dibawakan oleh  Pat Metheny di album “Song X” yang
malah bermain dengan Ornette Coleman juga.
Ke 17 track ini dihiasi dengan noise, permainan tutti dari ke 2 sax
players dan dibalut dengan sound vintage raw dari 2 drummers.
Rata-rata lagunya berdurasi pendek, seakan beberapa lagu di ‘compress’
menjadi 1 lagu saja.
John Zorn memang dikenal sebagai komposer yang menggarap berbagai
macam style musiknya. Walaupun berpijak pada Avant-Prog, ada juga
beberapa albumnya yang sangat manis juga.
Album ini adalah salah satu sisi ‘kegilaan’ nya Zorn untuk menghormati
seorang pionir idolanya.

Thanks Mas GW yang budiman..

::: Feed The Music without Border :::

16 Responses to “John Zorn “Spy Vs Spy” Play The Music of Ornette Coleman”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, thanks tulisan sy sdh diposting.

    Sekedar tambahan info. Salah satu musisi Free/Avant Jazz yg top ada pianis Keith Tippet. Selain pernah bermain di King Crimson, juga punya band dahsyat, MUJICIAN. Tony Levin pernah main jg di slh satu albumnya. Album solonya yg sy suka “Dedicated for You, but You’re Not Listen” yg diadaptasi dari lagu milik Soft Machine.

    Tentang John Zorn memang tdk sepopuler Frank Zappa, walaupun sangat bs disejajarkan dgn FZ. Lulusan ‘Zorn-school’ memang tdk sepopuler lulusan FZ, Miles Davis, maupun John Mayall, mungkin dikarenakan jalur yg dipilih tetap genre yg tdk populer jg(baca:RIO/Avant-Prog) hehehe.. padahal bnyk yg mantap2, Marc Ribot, Mike Patton adalah diantaranya.
    Seumur hidup, sy blm pernah liat cd Zorn di lapakers dimanapun, apalagi kasetnya yg entah ada apa tdk, padahal album pertama Zorn dirilis tahun 1975 an. Tapi memang kembali lg, memang sub-genre ini amat jarang sekali yg suka.

    Thanks..

    • Gatot Widayanto Says:

      Mohon maaf mas Cosmic …. saya belum peenah dengar John Zorn …saya jadi malu nih …. jadi ya gak bisa nimbrung mas ….

      Kasihan ya saya …. Maku juga ….

      Misiiiiiii …..saya numpang lewat ajah ….. misiiii….

      Gatot Widayanto

      “Bureaucracy is not an obstacle to democracy but an inevitable complement to it.” Joseph A. Schumpeter

  2. khalil logomotif Says:

    Mas Cosmic, gambar komikal kavernya ngingetin saya sama beberapa baju kaos mambo (untuk surf) yg dulu sering saya pake, persis banget kaya gitu, cuma lucu lucu dan sdikit nyleneh (nylenehnya nyleneh nyrempet porno/vulgar). Sering dulu, untuk ngdapetin kaosnya, saya barteran sesuatu sama bule….halah..kere banget dulu ya.
    Sori, komen saya ngga ada hubungan dgn musiknya

  3. cosmic_eargasm Says:

    Hahahaha.. Mas Khalil benar sekali. Kaos/baju model hawai, mambo dan satu lg apa nama istilahnya, sy lupa, memang sempat ngetrend di pertengahan 80an.. Lbh bnyk yg model motif flora gitu. Yg model komik juga sempat mewabah, juga yg nyleneh2 gt hahahaha.. Style na’ifisme juga mengingatkan pada iconnya Radiohead, band alternative yg belakangan jd ‘modern psychedelic’ dan masuk di PA jg. Na’ifisme biasanya dijumpai pada seniman yg nyeleneh, baik diluar maupun di lokal. Sempat ada jg komik kartun stensilan dijual di pameran2 seni dgn gaya na’ifisme yg khas seperti artwork kover di atas, yg walaupun kekanak-kanakan, beberapa sy ada yg suka. Kalo John Zorn di Naked City menonjolkan S&M Artwork, diantaranya di album pertamanya bnyk yg menggunakan karya Matsuo Suehiro, seniman ‘Manga’ kenamaan Jepang. Artwork S&M yg model fotografi jg ada di beberapa album Naked City yg lain. Kalau di album Spy vs Spy ini ada yg dipojok kiri atas dan sampingnya.

  4. Edi Apple Santoso Says:

    wuiih pendekar super sakti john zorn, aku hanya punya yang a vision in blakelight, itupun hasil dari memulung mp3 …. ulasan berbobot, langsung tak puter sekarang ……

  5. cosmic_eargasm Says:

    Mas Edi Apple, sy malah blm punya album “Vision in the Blakelight” itu.
    Bagi sy, koleksi mp3 utk album2 Zorn halal2 juga, karena memang cd nya susah dicari. Di toko2 cd/kaset di Jakarta pun sy blm pernah liat, apalagi di lapakers2. Utk mendptkan album2nya musti order lgs keluar. Beberapa album Zorn sy jg dlm format mp3 kok Mas. Termsk album2nya yg dulu pernah punya, sy rip ke mp3 jg.
    Album Zorn belakangan ini cenderung ke musik jazz atau yg manis2 gt, selain melanjutkan sekuel “Filmworks” nya yg sepertinya sdh 50an album. Albumnya solonya diluar dgn Naked City dan Painkiller yg paling sy suka selain Spy vs Spy ini ada: “Cobra” salah satu komposisi game piecesnya yg terdahsyat, “Book of Head”, “Duras-Duchamp”, “The Gift”, “La Crose”, “String Quartet”, “Masada Guitar”, “Song for Lulu”, “The Big Gundown” dan beberapa sekuel “Filmworks”. Lainnya lupa, musti dilihat lg nanti.Yg duet dgn dedengkot avant-prog, FRED FRITH ciamik juga. Thanks

    • Edi Apple Santoso Says:

      fred frith, seneng ada yang menyebut beliau ….. aku punya beberapa album cosa brava the letter sama ragged atlas, juga yang sama keep the dog that house we lived in. ada carla kihlstedt ( sleepytime gorilla museum ) pemain violin pujaan saya ….. ok langsung muter cosa brava mas cosmic …….. hidup rock mbeling!! …..

  6. cosmic_eargasm Says:

    Fred Frith seingat sy kalo tdk salah pernah di Henry Cow. Solo Frith sy yg sy suka “Guitar”, “Grafitti”. Yg lainnya lupa, nanti sy liat lg Mas. Kelihatannya “The Letters” saya ada. Yg “Cosa Brava” sama “Rags” sepertinya sy belum punya. Selain bermain gitar, Frith juga bassistnya NAKED CITY, band bentukannya Zorn. Bersama bandnya, MASSACRE (bukan band death metal) yg album “My Funny Valentine” dahsyat sekali!!!
    Wah, Sleepytime Gorilla Museum itu band sadis!!!
    Bicara Avant-Prog, album Pink Floyd “Ummagumma” dan solo Roger Waters “Music From The Body” juga experimental ngavant juga.. Satu2nya album solo Pat Metheny juga ada yg free-from noise “Zero Tolerance for Silence”.
    Wah Mas Edi juga penggemar ‘Rock mbeling’ juga rupanya ya. Mantap Mas..
    Oya, Gustav Holst dgn karyanya “The Planet” yg pernah dibicarakan Mas Khalil juga seorg komposer era modern yg beberapa komposisinya condong ke Avant-garde juga..

  7. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, wuaduh!!! kok pake malu2 segala.. sudah seperti apa saja hahahaha..
    Memang menurut pandangan saya, sangat jarang sekali kok kolektor yg mengoleksi album2 nya Zorn. Tp surprise juga buat Mas Edi Apple yg ternyata punya albumnya. Malah lebih surprise lagi punya beberapa album Fred Frith juga..
    Bagi sy, Zorn itu seperti Frank Zappa yg super jenius dan dlm kurun setahun bisa rilis banyak album dgn style yg berbeda-beda. Zorn jg msh punya proyek yg msh jalan sampai skrng, MASADA, yg formasinya bermacam2 dan stylenya jg bnyk. yg paling populer Elektric Masada dan Acoustic Masada. Sementara itu, Naked City dan Painkiller sudah lama dibubarkan oleh Zorn, tapi menghasilkan album yg maut2.. Sepertinya di youtube ada beberapa, tp memang sangat tdk terwakili kalo mendengar Zorn hanya sepotong saja.. Saya sendiripun belum menyimak semua albumnya yg bejibun itu. Tp paling tdk, album2 inti/terbaiknya beberapa sdh saya rasakan..
    Thanks..

  8. Noor Qodri Says:

    Anehnya perkenalan pertama saya dengan John Zorn dari label Earache. Makanya pas John Zorn mainin lagu-lagu manis, saya malah kurang nyambung. Nunggu banget John Zorn bisa main di salah satu festival jazz di sini. Tapi kayaknya nggak bakal kesampaian.

  9. cosmic_eargasm Says:

    Mas Qodri, JZ album dgn label Earache yang mana ya? Apa Naked City album pertama? Memang, sy pertama kali tau Naked City ya dari kaset lisensi kompilasi ‘Thrash Generation’ yang ada bonus stickernya itu dan laris manis pada awal keluar dipajang di rak toko2 kaset, selain itu jg sampai skrng msh bnyk yg nyari.
    Hahahaha.. semua penggemar JZ yg pertama kali dengar sisi ekstrimnya, pasti kaget dan denger sisi manisnya..
    Saya lg ngincer cd boxed-set nya Naked City “Complete Studio Recordings” 5disc rilisan Tzadik nih Mas.. Dulu sempat punya album2 nya komplit rilisan Avant Recs Jepang(labelnya JZ di Jepang sblm membuat Tzadik). Kalo cd live nya masih sy simpan. Selain itu jg ngincer boxed-set nya Painkiller, band power trio nya JZ bersama Mitch Harris nya Napalm Death dan Bill Laswell.
    Wah iya, sepertinya nggak bakal mungkin JZ main disini, Tp ya blm tau jg, sy jg ikut berharap. Paling tdk bersama Masada atau solo jg Ok ya Mas..

    Thanks..

  10. Noor Qodri Says:

    Persis, saya juga awalnya tau dari Naked City kaset kompilasi Thrash Generation. Sampai beberapa tahun, saya pikir ini band grind core yang unik. Saya masih ada nih kasetnya sepertinya. Painkiller ini saya pernah dengar namanya tapi belum pernah nyimak.

    • cosmic_eargasm Says:

      wah kaset saya sudah bablas Mas.. memang NC itu band yg paling unik sejagat raya. menggabungkan thrash, grindcore, heavmetal, jazz, surfmusic, abient, klasik dll..
      jad ingat album pertama NC dirlis oleh Elektra / Noneuch persis seperti “Spy vs Spy” in.. album berikutna baru diriis oleh Avant, labl JZ. karea pihak label tdk suka disain kover NC yg bnyk menonjolkan S&M..
      Memang JZ gefans dgn NApalm Death samapai mengajak Mi Haris utk man di PAinkilleryg bnyk meonjok\kan ambient dan experimental elektronka..
      JZ terlihat memakai kaos ND di boole inlay cd NC yg Live Vol.1

      Thanks..

      • cosmic_eargasm Says:

        Maaf MAs .. tulisan saya diatas belepotan.. hehe.. saya lupa lagu apa ya dari Naked Cityt yg di “Thrash Generation” itu?
        yg pasti diambil dr album pertamanya..

        sekefar info, album “Spy Vs Spy” ini dibuat th 188 dan dirilis th 1989 oleh Elektra/Nonesuch Recs. DAn di tahun 1989 JZ membentuk Naked City yg beberapa saat kemudian melakukan live performance ke publik (Lucunya, album live tsb baru dirilis Tzadik sekitar th 2002 an setelah NC dibubarkan oleh JZ), selang beberapa saat kemudian baru merilis album perdananya Elektra/Nonesuch Recs. Beberapa lagu di album “Spy Vs Spy” ini bergaya Naked City..
        Album NAked City saya suka semuanya.. termasuk yg paling ambient “Abshinte”. “Grand Guignol” ambient jg dgn mengadaptasi karya dr komposer klasik.. kalo tdk salah, Charles Ives.. Album pertamanya (S/T) sampai dgn “Radio” menampilkan kedahsyatan musiknya dg gaya khas NC yg full
        noise, atonal, disonan yg seperti di kaset “Thrash Generation” itu..

        Thanks..

    • Noor Qodri Says:

      Lagunya Osaka Bondage, dr album Torture Garden. Ini album kedua ya setelah S/T?

      Lagu ini biasanya masuk ke setlist saat John Zorn main campur-campur dgn sisi manisnya. Saya pernah liat Mike Patton di vokalnya.

      • cosmic_eargasm Says:

        wahhh iya,, bener Mas Qodri.. saya ingatnya kok “Punk China Doll” yg dari album pertama ya, hehehe…

        CD “Torture Garden” saya dulu jadi 1 sama “Grand Guignol”.
        kover art nya “Torture Garden” bmenonjolkan S&M ya MAs..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: