The Revival of Progressive Metal #1: VANDEN PLAS

By: cosmic_eargasm

‘Sekilas Tentang Progressive Metal’

Walaupun saya termasuk penggemar fanatik band-band 70an, akan tetapi
beberapa band prog era baru dengan sub-genre baru, tetap saya sukai
dan nikmati. Pun, dengan sub-genre Progressive Metal, atau yang lebih
populer disebut dengan ‘ProgMet’ ini, walaupun belum semua band dari
genre ini saya dengar semuanya yang jumlahnya termasuk banyak, tetapi
beberapa ada yang saya sukai.
Walaupun kebangkitan genre ini di era 90 an, tetapi awal kemunculannya
sudah dimulai di awal tahun 1980 an, ditandai dengan kemunculan band
WATCHTOWER yang lebih mengarah ke ‘Technical ProgMet’, diikuti dengan
kemunculan MAJESTY, yang kemudian berganti nama menjadi DREAM THEATER
dan merilis debut albumnya di tahun 1987. Masih ada QUEENSRYCHE dan
FATES WARNING yang ikut mengibarkan ProgMet di era penghujung 80 an.

Dari unsur Death Metal tadi, belakangan sub-genre ProgMet berkembang
lagi menjadi apa yang dinamakan dengan ‘Tech/Extreme Progressive
Metal’ yang bernaung band-band yang tidak berbasic pada Death Metal
saja. Beberapa band pengusung Technical, Math Metal, bahkan Hard Core
yang kental dengan unsur prog nya berada di sub-genre yang termasuk
baru ini, diantaranya ada: THE DILLINGER ESCAPE PLAN, SPASTIC INK,
DEATH dan lain-lain yang nanti saya share di thread saya yang
selanjutnya.

“Far Off Grace” by VANDEN PLAS

##VANDEN PLAS - Far Off Grace (front)##

##VANDEN PLAS - Far Off Grace (back)##

Pada kesempatan thread saya tentang ProgMet ini, saya ingin sharing
tentang salah satu band pengibar tradisional ProgMet dari Jerman yang
sudah merilis 6 album studio ini.
Tetapi disini, saya ingin share album mereka yang ke 3, “Far Off
Grace” yang dirilis pada tahun 1999 yang silam.
Pertama kali saya mengenal band ini pada awal tahun 2000 an karena
cukup penasaran dengan namanya yang mengingatkan saya pada VANDER
GRAAF, salah satu band prog 70 an yang sebelumnya mempunyai nama yang cukup
panjang, Vander Graaf Generator.
Dan untungnya, waktu itu telinga saya sudah cukup familiar dengan
musik ProgMet, jadi saya sangat enjoy menikmati album ini. Walaupun
sudah sangat lama saya tidak memutar album ini, tetapi semua lagunya
masih sangat familiar di telinga saya dan cukup mengingatkan pada masa
awal saya hunting cd-cd band prog era baru dulu, yang kebanyakan cd
saya sudah tidak ada lagi pada saya.
Album ini bagi saya sangat spesial dan memorable dengan komposisi dan
aransemen yang dibawakan sangat apik dan cukup empuk di telinga dengan
berpatokan pada Dream Theater, sangat kentara dari tarikan vokal, riff
gitar dan permainan keyboard, bass dan drums yang sangat ciamik. Band
ini termasuk awet dengan 5 personilnya yang bertahan hingga sekarang:
*Andy Kuntz: vocals
*Stephan Lill: guitar
*Gunther Werno: keyboards
*Torsten Reichert: bass
*Andreas Lill: drums

Walaupun saya sangat yakin sekali para personil Vanden Plas mempunyai
skill yang lumayan tinggi, tapi mereka sungguh sangat terukur dalam
memberikan porsi yang pas pada permainan di setiap lagu di album ini,
yang semuanya cukup enak menurut saya dengan memasukkan unsur khas
dari ProgMet yang banyak perubahan dinamis pada tempo lagu, aransemen
yang kompleks dan riff gitar yang cadas dipadu dengan permainan kibord
yang symphonic. Kocokan gitar berteknik ‘downstroke’ ala Metallica dan
Iron Maiden dan heavy riff gitar dipadu dengan symphonic nya kibord
dan balutan bass serta gempuran dobel bass drums pun terasa menonjol
sekali di nomor “I Can See”, “Into The Sun”, “Inside Of Your Head”.
Nuansa yang agak gelap ada di “Iodic Rain” dengan permainan drums yang
sangat menawan. Ada permainan sitar yang eksotik pada intro “Fields of
Hope” yang tetap dilanjut dengan indahnya riff-riff gitar yang cadas.
“Where is The Man” menonjolkan bass yang apik.

Tidak lupa, ada 2 nomor ballad “I Don’t Miss You” yang sangat cantik
dan menawan dengan permainan akustik piano dan “I’m in You” yang
dibalut dengan akustik gitar yang apik dan masih dengan iringan
akustik piano juga. Pada nomor penutup sebagai bonus track, ada “Kiss
of Death” nya DOKKEN, band hard rock 80 an yang sangat terkenal, yang
dibawakan dengan aransemen metal yang membuat lagu ini lebih cadas
dengan manisnya permainan kibord.
Untuk edisi remastered yang dirilis oleh label prog yang sama, Inside
Out ditambahkan 1 lagu bonus lagi dari Sting “Shape of My Heart” yang
merupakan lagu favorit saya. Sayangnya cd saya edisi pertama/first
pressing yang tidak ada lagu ini.

Overall, album ini sangat direkomendasikan untuk penggemar Dream
Theater, Stratovarius dan band-band ProgMet tradisional lainnya yang
bagus-bagus dan sangat bisa membuka cakrawala wawasan musikal kita.

Thanks buat Mas GW yang selalu ‘Open-Minded’.

\m/

 

 

17 Responses to “The Revival of Progressive Metal #1: VANDEN PLAS”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, thanks tulisan sy tentang ProgMet sudah terposting, dan sekaligus sebagai permohonan maaf sy atas ketidakhadiran di acara Mega ProgRing #11 yang gayeng sekali pastinya..

    Album “Far Off Grace” ini menurut sy yg terbaik dari Vanden Plas. Untuk mixing dan mastering nya juga sangat bagus sekali, sayangnya sound bass drums nya terasa middle, cenderung treble, jadi berkesan seperti drums machine. Hal ini jg sy rasakan pada Metallica “… And Justice For All” dan Pantera “Cowboys From Hell” dan “Far Beyond Driven” yg komposisi dan aransemen lagu2 nya dahsyat sekali untuk band metal.
    Oya, dikabarkan, Vanden Plas akan segera merilis album barunya di awal tahun 2014. Jd penasaran musiknya seperti apa nih..

    (((PlayNow>JAKSZYK, FRIPP AND COLLINS_A Scarcity of Miracles)))

    *penasaran jg dgn album terbarunya King Crimson yg dikabarkan akan segera dirilis dgn formasi teranyarnya, menampilkan 3 drummer*

    • Gatot Widayanto Says:

      Sama2 mas Cosmic … Senang juga ada ulasan progmet yang informatif. Rasanya saya punya CD album ini …rasanya juga sdh saya review … Lupa euy … Ha ha ha …

      Memang album lain VDP kurang nendhank …
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      • Gatot Widayanto Says:

        Ini saya copas aja review saya di PA. ternyata saya lebih suka Christ O (empat bintang) sedangan Fall of Grace hanya tiga bintang … he he he:

        —-

        This is my first CD collection from the band. Before I purchased it, I expected something symphonic from the band. It’s probably the connotation in my mind that the name is similar with Van Der Graaf. I was wrong because this album is pure metal or at least it is heavily influenced by bands like Metallica, Iron Maiden, Helloween etc. Oh yes, the inclusion of keyboard player makes the music sounds symphonic.
        The album is quite dominated by heavy riffing like you can find with band like Evergrey. It kicks off with heavy riffing music ‘ I Can See’ (4:01) which opens the album with energy and power throughout the song from start to finish. It slows down into title track “Far Off Face” (7:03) whereby the music is quite light compared to opening track. The third track “Into the Sun” (6:32) brings the music back to heavy mood with raw guitar riffs combined with pulsating keyboard work. I enjoy the keyboard solo and those of rhythm section which reminds me to symphonic music.

        “Where’s the Man” (6:10) opens with heavy guitar riffs and long sutain keyboard work. When vocal enters the music, bass guitar plays dynamic bass lines accompanied by guitar work. “Inside of Your Head” (6:13) continues the heavy mood and this time the tempo is even faster and the combination of guitar riffs and keyboard become more aggressive. “Don’t Miss You” (3:51) is completely a ballad with piano as main rhythm section. “Iodic Rain” (6:54) is another heavy riffing stuff. “Fields of Hope” (6:46) has some eastern music flavor at the opening, followed with guitar riffs that remind me to Dream Theater. “I’m With You (6:43), as the title implies, is a nice ballad with piano and acoustic guitar as rhythm section. The vocal line starts with low register notes. The album concludes with a bonus track “Kiss of Death” (5:41) which brings the music back to the heavy riff music with long sustain keyboard sound as background.

        Overall, this is a good album and for me personally it’s quite okay to spin these days because in couple of days from now I will be in the DragonForce “Inhuman Rampage World Tour” Live in Jakarta, May 19, 2007. DragonForce is very fast speed metal music and “Far Off Grace” by Van Den Plas can be treated as warming up . the road to DragonForce Live in Concert. Keep on rockin’ ..!

        http://www.progarchives.com/Review.asp?id=120466

  2. cosmic_eargasm Says:

    Mantap jg kalo Mas GW punya album super keren ini.
    “The God Thing”, “Christo”, “Beyond Daylight” , “The Seraphic Clockwork” asyik jg tp memang benar kata Mas GW, kurang nendang. Yg “Spirit of Live” dulu punya tp lgs sy barter hahaha. “AcCult” blm dengar.

    Oiya, tulisan sy ini kurang 1 halaman yg bagian sblm Death Metal. Nanti sy check email lg, sdh terkirim apa blm Mas.
    Wah mantap juga kalo Mas GW jg pernah mengulas album ini..

    \m/

    • Gatot Widayanto Says:

      Wah…jangan2 saya yang salah upload mas Cosmic… Belakangan ini saya suka thulalit …wakakakak …

      Shadow Gallery gak divebut mas? Symphony X? …he he … Fates Warning saya suka, unik musiknya…

  3. Noor Qodri Says:

    Kalo saya sukanya Christ O. Malah belum denger yang Seraphic Clockwork.

  4. cosmic_eargasm Says:

    Mas GW, sy memang mengirimkan email VDP ini 2x, yg pertama 6 halaman satu-persatu, yg ke 2 sdh sy jadikan 1. Sy jg blm cek email sy lg Mas, berat loadingnya, dr td jg blm bs kebuka.
    KAMELOT sengaja tdk sy sebut karena dr dulu sy blm sempat nyimak Mas.
    SHADOW GALLERY sy kurang begitu suka, dulu pernah punya cd dan kasetnya lupa album apa. SYMPHONY X sy sukanya cuma album “V – The Mythology Suite” dan “Odyssey” saja. FATES WARNING agak suka, tp nggak hapal judul2nya. Jim Matheos, gitarisnya jg ikutan main di album OSI nya Mike Portnoy. Sy sempat liat cd “Free” di Ary, wkt itu msh di TamPur..
    Kalo LEMUR VOICE dr Belanda sy suka album pertamanya, ada kover lagunya Michael Jackson dibikin prog, lupa judulnya, “Beat it” kalo tdk salah, nanti sy liat lg Mas. album ke 2 asyik tp sy kurang suka.

  5. cosmic_eargasm Says:

    Mas Qodri, wah sy kudu nyimak “Christ 0” lg nih. Seingat sy bnyk yg kalem lagu2nya.. Nanti sy dengar lg. Thanks sdh mengingatkan Mas..

    Mas GW, Mas Qodri ini sepertinya metalhead yg open minded jg ya, sy sempat baca2 di web nya tentang beberapa konser musik di Jakarta. Dari Disgorge, Metallica, sampai Pet Shop Boys, DJ2 dan diva2 dilihat semua dan diulas dgn apik.. Thanks Mas Qodri, kmrn jg datang di Corelli ya?

    (((PlayNow>LEVIN TORN WHITE_White Lights)))

  6. cosmic_eargasm Says:

    Waaaww ternyata album ini sudah di review Mas GW di PA ya. Tahun berapa ngereviewnya Mas?
    Ternyata sama juga dgn sy, kalo “Far Off Grace” ini album VDP pertama yg dipunyai Mas GW.

    Sy blm sempat nyimak “Christ O” lg Mas.
    Dilihat dari suara pemilihan album terbaik yg sdh ada 2 suara yg masuk. Berarti memang patut dipertimbangkan..

    Thanks infonya Mas GW..

    • Gatot Widayanto Says:

      Kalau liat periode Dragon Force main di Jakarta, maka ya tahun 2007 mas mestinya …. Seru juga sempat jadi MC konser metal DragonForce ….ha ha …

  7. cosmic_eargasm Says:

    Wah sudah lumayan lama ya Mas GW.
    Oya, dulu Mas GW kok bisa jd reviewer di PA gmn ceritanya?

    Nggak nyangka jg yg jd MC di live nya DF ternyata Mas GW. Dulu DF sempat top di sini. Herman Li, gitarisnya jg sempat beberapa kali mengadakan klinik di beberapa kota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: