Label Perekam Unik

By: Hippienov

Makin dalamnya dan terhanyutnya diri ini dalam dunia perkasetan jadul nan nuansamatik dan banyaknya informasi dari rekan-rekan blog, membuat makin banyaknya informasi tentang kaset-kaset lawas yang sebelumnya belum pernah aku tahu termasuk didalamnya adalah nama-nama label perekam yang unik dan tidak pernah aku punya produknya.

Seperti yang terjadi belum lama ini, saat suatu pagi hari setelah menunaikan “tugas mulia negara” alias mengantar istri kerja ke kantornya di pagi hari, akupun meluncur pulang dengan segudang pikiran tentang apa yang akan aku kerjakan hari itu agar tetap selalu punya kegiatan dan tidak totally vacuum. Maka lewatlah motorku pada sebuah daerah di pinggir Kali Sekretaris (kalo gak salah namanya) dimana di salah satu sisinya terdapat beberapa lapak yang menjual beraneka barang loak dari mulai barang elektronik, aneka perabotan rumah, buku, bahkan ada kusen pintu bekas, keramik bekas dan macam-macam lagi.

Motorpun kulaju perlahan sekedar untuk menyenangkan hati melihat-lihat aneka barang yang dijajakan dan lah dalah… tiba-tiba mata ini melihat tumpukan kotak yang mirip dengan kaset. Tidak banyak, tapi cukup membuat rasa penasaran ini mencuat ke ubun-ubun dan kuhentikan laju motor untuk “survey lebih lanjut”. Ternyata benar tumpukan kotak tadi adalah kaset-kaset bekas berdebu dengan kondisi bermacam-macam, ada yang relatif mulus, ada yang rusak covernya, ada kaset rekaman pribadi, kaset barat, kaset musisi lokal, ada kaset pre-lisensi (biar lebih halus daripada bilang “kaset bajakan”, takut ditangkap KPK nanti… apa hubungannya? ngawur wae…), ada pula kaset lisensi dan lain-lain campur aduk dalam tumpukan tadi.

Sebenarnya gak ada yang terlalu menarik untuk di “bungkus” tapi tiba-tiba aku menemukan kaset dengan nama label rekaman yang baru kali itu aku tahu, nama labelnya “TELEX”. Apa ini salah satu dari kaset 1000an tiga yang pernah disebut rekan-rekan sebelumnya? Tapi kok pita kasetnya Maxell? Dan akupun ingin tahu lebih dalam dengan beli kaset ini. Mulialah tahap tawar-menawar dan tekan-menekan harga dengan si Abang penjual (sekalian mengasah ilmu purchasing ku biar gak tumpul, sapa tahu akan terpakai lagi jika jadi pegawai lagi nanti, entah kapan…) Akhirnya disepakati harganya Rp 1.500an. Lumayan murah dan cukup bersahabat dengan isi dompet yang sedang sekarat tak menentu ini. Setelah transaksi selesai, akupun melanjutkan perjalanan pulang..

Apa yang jadi motivasi membeli kaset ini? Tentunya keinginan untuk menyelamatkan “warisan budaya (kaset)” dari kepunahan dan karena nama label perekam “TELEX” yang unik menurutku. Disamping itu isi kasetnya pun cukup menggugah selera, bukan progclaro, new wave, jazz atau pop tapi yang ini bernuansa klasik. Aku jadi bertanya-tanya jangan-jangan label Telex mengkhususkan diri untuk musik-musik jenis ini… I don’t know tapi lumayan lah pikirku, dapet kaset jadul dengan label unik berisi musik klasik serta lumayan bersahabat pula harganya…

image

image

Demikian salah satu pengalaman “blusukan” ke lapak-lapak/kios-kios kaset jadul yang sangat mengasikkan dan kadang penuh dengan kejutan. Lain waktu aku ceritakan pengalaman “my journey” lainnya…

Thanks for reading my story, folks… Tak lupa terima kasih untuk mas G atas waktu serta kesempatan yang diberikan. Yang pasti matursuwun sudah meluangkan sedikit waktu dari kesibukan beliau untuk ngeposting tulisan ini.

Turn on your kaset jadul out loud… hippienov.

39 Responses to “Label Perekam Unik”

  1. hippienov Says:

    Matursuwun mas G sudah diposting tulisan seadanya ini🙂

  2. hippienov Says:

    Walah ternyata hasil jepretan kamera hape ku kurang bagus, foto nya nge-blur.. Jadi gak jelas d.so sorry..

  3. herman Says:

    Mas Hippie,…. itu pilihan yang jitu Mas….saya punya rekaman Telex Piano Solo , klasik….kualitas rekaman bagus …. kalau di stel seperti muter PH…..sampai suara khas PH nya keluar……sayang cuma punya satu….sepertinya Telex memang banyak merekam musik klasik…..

  4. hippienov Says:

    Pg mas G,iya mas heran jg kok bisa blur gini fotonya,biasanya lumayan jelas.kemarin ndak ak cek lg,jepret langsung kirim lah dalah jebole nge-blur.mhn maaf ya mas G n rekan2..
    Just can’t wait 2 meet u guys tomorrow,he3.

  5. hippienov Says:

    Alo mas Herman, matursuwun pencerahannya.. Wah berarti ndak nyesel ak ambil kaset ini ya mas,ternyata bukan label “sewu telu”. Sampei tak bela2in tawar menawar sama penjualnya, padahal sebenarnya harga yg ditawarin cukup friendly hanya 2500 perak,tp masih ak tawar sampei akhirnya mentok di 1500,lumayan potong sewu😀
    Iya mas,kualitas rekamannya cukup baik,gak mendem walau gak seprima yess atau rockline.
    Jadi “back to classics” nich😀

  6. herman Says:

    wah Mas Hippie….aku jadi mbayangin proses nawarnya….hahaha….

  7. hippienov Says:

    Pertama ak tawar sewu-an mas tp malah ditinggal pergi, walah ngeselin buanget.terus temannya si abang yg dtg nego sm ak.akhirnya ya hrg finalnya 1500 mas.

  8. hippienov Says:

    Wakakak.. sangking tegangnya sampei kelupaan ngudut mas,ha3..

  9. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hippie, sy pernah sempat tau perekam Telex ini, tapi nggak pernah punya. Malah Starlite, BSR, Lolita yg pernah punya. Kalo musik klasik, kaset sy dulu rekaman perina lawas. dan Aristocrat seingat sy. itupun jg nggak bnyk. Yg sy simpan waktu itu karya2 dr komposer terkenal macam Caprice nya Paganini, Picture at An Exhibition nya Mussorgsky, Firebird nya Stravinsky, Symphony series nya Beethoven , Aranjuez nya Rodriguez dll. Wah jadi pingin play classic nih..

    Thanks share kaset djadoelnya Mas Hippie.. yg menarik proses mendapatkannya itu lho. Jadi ingat jaman dulu jg, sy jg suka hunting dimana2, setiap org sy tanya dan sy pesan sambil membawa bbrp sample kaset ijo-biru itu hahahaha

    • khalil logomotif Says:

      Picture at an exhibition yg dibawain elp, promenadenya dulu jadi siulan saya waktu gendong untuk nidurin anak kedua saya. Trevor rabin juga pernah bawain promenade (tulisan promenade benar ngga ya?)
      Ada komposisi musik klasik yg saya suka banget, oleh gustav holst, klw gak salah judulnya the planet, bagian komposisinya nama nama planet, saya suka yg bagian jupiternya. Yang gershwin saya juga suka, judulnya summertime, ada vokal sopranonya, dame kiri apa gitu nama sopranonya. Dan tentunya erik satie gymnopedie yg bagian satunya…wah hitam banget itu.

      • Gatot Widayanto Says:

        Sumnertime memang membust saya nangis kalau mendengarkan lagunya … terutama versi Brainbox dan juga versi Peter Gabriel ….

        Versi Brainbox says suka tereakannys. Juga suks saat dilantunkan lirik ini:

        Your daddy’s rich And your mom is good looking

        Jiuangkrik top tuwenaaaan ….

        Gatot Widayanto

        “Motivation is what gets you started; habit is what keeps you going”

      • khalil logomotif Says:

        Idem nangisnya

  10. herman Says:

    sepertinya temen2 prog pada punya seneng musik klasik juga…… menurut saya kalau sudah nyangkut di prog memang mudah menerima musik genre lain…..dan prog itu klasik masa kini, menurut saya….one day mudah2 disebut klasik juga…bukankah musiknya Genesis dieranya dibilang music of tomorrow….?

    • khalil logomotif Says:

      Mangkanya saya suka ekseption mas! Ada satu lagunya enak banget mas, judulnya my son…diawali dgn suara tangisan bayi yg baru lahir…..Alex Massi juga suka! Awal awal suka elp juga karena interprestasi musik klasiknya di works (di works part 1 ada piano concerto no 1)

  11. hippienov Says:

    Banyak juga karya2 klasik yg diadopsi oleh musisi2 genre lain ya..diantaranya pictures, bouree, greensleeves, summertime, etc.
    U/ summertime aku paling suka versinya Janis Joplin,kayaknya nuansanya jadi “darker” n bluesy.

  12. menuk Says:

    Mas Hippie, sekedar tips untuk memotret kaset……….
    saya pribadi lebih suka memanfaatkan sinar matahari yang tidak langsung, dan blitz hanya saya gunakan saat mendesak saja.
    – Usahakan memotret saat sinar matahari masih terang ( maksimal jam 4 sore), dan bawa kaset di tempat terang misal di emperan rumah atau di dekat jendela yang terbuka/ jendela kaca.
    – bisa juga kena sinar matahari langsung tapi untuk kotak kaset dan sleeve yang mengkilat harus hati2 karena dapat memantulkan sinar , pantulan sinar akan terekam dlm foto….amati dari sudut mana sinar tidak memantul, silahkan foto dari arah situ…
    semoga bermanfaat….selamat mencoba

    • Gatot Widayanto Says:

      Mbak Menuk, terima kasih tip nya. Sangat bermanfaat bagi saya dan tentunya temen2 gemblungers di blog gemblung ini ….

      Sayang saya jarang bisa memotret saat siang hari, karena kaset saya ada di rumah bukan di kantor.

      Kapan2 mbak Menuk ikut acara kumpul2 ya … ProgRing ….

      Salam

  13. herman Says:

    Maaf Mas Hippie, komen di atas ( Menuk) adalah saya….nggak tau gimana saya biasa buka blog pakai Google Chrome, sedangkan istri saya pakai Mozila Firefox….nah itu tadi saya komen lewat Mozila..ternyata yang muncul alamat e-mail istri saya….maaf Mas….

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha … Aku pikir mbak Menuk member baru. Kalau istri mas Herman, pernah ikut progring …tapi gak ikut gemblung kayak kita … Ha ha …

      Salam buat mbak Menuk mas ….

  14. herman Says:

    mungkin lagi musim kelirumologi Mas…..

  15. cosmic_eargasm Says:

    Wah asyik sekali, pasutri yg ngeprog!! seperti istrinya Mas Rizki jg yg ngeprog ikut nonton UK.

    Mas Khalil, keren bgt siulan Promenade nya buat meninabobokan buah hati. ‘Picture at an Exibition’ selain dibawakan ELP, jg ISAO TOMITA yg jg membawakan “Firebird” nya Stravinski. Dulu jg ada kaset Yess nya. Ingat Satie, komposer minimalis, ingat STEVE HACKETT di album “Sonp for Satie” kalo nggak salah sebut judulnya.
    “Summertime” kesukaan sy sama dgn versi Mas GW dan Mas Hippienov. Brainbox dahsyat dgn organ dan gitarnya. Janis dahsyat dgn vokalnya yg menyayat hati..

    Betul sekali Mas Hippie, “Greensleve” by Richie Blackmore, “Bouree” by Jethro Tull. Mike Batt dll. Ada lg, “Swanlake” diadopsi oleh band Technical Death Metal, Necrophagist dan band underrated 70an, The Greatest Show on Earth dll..

    (((PlayNow>NECROPHAGIST_Only Ash Remain)))

    \m/

  16. cosmic_eargasm Says:

    Wah asyik sekali, pasutri yg ngeprog!! seperti istrinya Mas Rizki jg yg ngeprog ikut nonton UK.

    Mas Khalil, keren bgt siulan Promenade nya buat meninabobokan buah hati. ‘Picture at an Exibition’ selain dibawakan ELP, jg ISAO TOMITA yg jg membawakan “Firebird” nya Stravinski. Dulu jg ada kaset Yess nya. Ingat Satie, komposer minimalis, ingat STEVE HACKETT di album “Sonp for Satie” kalo nggak salah sebut judulnya.
    Band mega dahsyat, King Crimson jg mengadopsi “Mars, The Bringer of War” nya Holst di “Devil Triangle” dari album ke 2 nya yg msh ada GregLake.
    “Summertime” kesukaan sy sama dgn versi Mas GW dan Mas Hippienov. Brainbox dahsyat dgn organ dan gitarnya. Janis dahsyat dgn vokalnya yg menyayat hati..

    Betul sekali Mas Hippie, “Greensleve” by Richie Blackmore,”Bouree” by Jethro Tull. Mike Batt dll. Ada lg,”Swanlake” diadopsi oleh band Technical Death Metal, Necrophagist dan band underrated 70an,The Greatest Show on Earth dll..

  17. hippienov Says:

    Matursuwun mas Herman u/ tips nya,tips yg sangat berguna.entah gimana kok hasil jepretan kali ini kurang bagus,elek pool..blur gak jelas gitu..mungkin karena ak jepret dalam ruangan (di warnet saat menulis postingan) dan cahaya memang kurang baik mas..

  18. hippienov Says:

    Mas Cosmic,di salah satu kompilasi “best” Janis lagu summertime yg dimuat beda versi dgn yg umum kita tau,wuih..lebih merinding dengarnya mas,guitar nya pun lebih menyayat hati.
    O ya,apa mas Cosmic,mas Herman atau rekan2 lainnya pernah dengar “jupiter” symphony nya Mozart? Waduh karya itu keren banget,ada bagian di tengah2 (kalo gak salah) yg dahsyat sampei2 kalo ak denger rasanya seperti “melayang”.top markotop..

  19. apec Says:

    Mas Hippie, Jupiter karya Mozart atau biasa juga disebut Symphony no 41 merupakan salah satu masterpiece Mozart selain Symphoni 40 (nomor ini pasti akrab di telinga dan merupakan karya Mozart yg pertama kali saya kenal), Eine Kleine Nachtmusik (cocok sebagai pengiring menjelang tidur ). Jupiter merupakan salah satu dari karya akhir mozart..Musisi dan komposer jenius namun kasihan karena saat meninggal, kuburnya tdk dikenali sampai saat ini kalo tdk salah.

  20. cosmic_eargasm Says:

    Sy malah blm tau yg versi itu Mas Hippie. Kaset sy yg the best Aquarius.
    Jupiter nya Mozart sepertinya termasuk karya symphony nya yg keberapa gt lupa Mas. Tp yg pasti sdh pernah dengar. Nanti sy simak lg deh. Sy ada mp3 nya. Thanks

  21. cosmic_eargasm Says:

    Nah iya, betul Mas Apec, thanks sdh mengingatkan.. “Eine Kleine Nacht Musik” lagu standartnya Mozart yg bnyk disebut bs mencerdaskan anak.
    Memang benar jg Mas Apec, Jaman dulu menurut yg pernah sy baca, para komposer dahsyat rata2 tdk berumur panjang, dan yg mengenaskan salah satunya yg seperti Mas Apec bilang, Paganini sang violis maut malah kabarnya matinya kena spilis. jaman dulu jg bnyk wabah penyakit yg blm ada penawarnya.

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya jadi penasaran sama Jupiter aka Symfoni no 41 …. ntar dicari di youtube aja ….he he …. Kalau sampe merinding berarti memang dahzyat tuh karya Mozart …

      Gatot Widayanto

      “Motivation is what gets you started; habit is what keeps you going”

    • khalil logomotif Says:

      Untung dulu belum ada bajakan kaset atau cd atau mp3…coba kalau sudah ada…..pasti jauuuh lebih pendek lagi! Hahahaha
      Nigel kennedy juga enak untuk didenger mas, rada slengean, pavorit saya klw pemain biola tidak lain tidak bukan…mark wood!
      Superduper gila dan maut gesekannya. Tapi saya cuma punya satu albumnya (dulu), voodoo violin judulnya.

      • apec Says:

        mark wood mantab mas khalil..sampe sekarang kaset saya (made in malaysia kalo gak salah) masih kinyis-kinyis yg bertajuk voodoo violin itu.. dulu aku pikir dia gitaris

  22. hippienov Says:

    Aku sempat beli kaset Mozart (lisensi) edisi karya2 simfoni nya dan kebetulan yg ak comot kok ya simfoni jupiter dan ada satu lagi simfoni no. 40 kalo gak salah (1 kaset ada 2 simfoni).sayang ud cukup lama ak gak putar kasetnya.ak suka juga “requiem” nya Mozart.walau sebenarnya ak gak gitu suka musik klasik yg ada vokal seriosanya (mumet dengernya,he3) tp di requiem terdengar asik n gak bikin mumet😀

    Iya betul mas, komposer2 terkenal banyak yg mangkat “menyedihkan”. Beethoven tuli di penghujung usianya tp malah bisa melahirnya simfoni no.9 yg gila itu. Franz Schubert kena sifilis sebelum wafat dan dia jg punya simfoni yg “unfinished” karena keburu wafat, sama spt Beethoven.
    Ak dulu suka juga beli kaset2 klasik mas (sebelum gandrung dgn progclaro) dan kaset2nya masih ak simpan (walau cuma sedikit), kebetulan dulu ada teman yg maniak klasik juga jaman SMP jd klop.tp ya gitu tiap setel klasik pasti ortu protes kata mereka bikin pusing..akhirnya ya sudah ganti haluan tak puterke thrash metal sisan,ha3..
    Kapan2 ak coba posting kaset2 klasikku yg cuma beberapa itu ya.suwun

  23. cosmic_eargasm Says:

    Sip Mas GW dan Mas Hippie.
    “Requiem” artinya lagu buat mengiringi penghantaran ke penguburan dulu sy jg sempat punya kaset djadoelnya rekaman Aristocrat.
    Betul Mas Hippie, walau bisu tuli, Beethoven bs menciptakan symphony yg walau cuma berjumlah 9 tp dahsyat semua, Symphony 9 ini jg pernah diadaptasi Richie Blackmore era Rainbow.
    “Fur Elise” adalah karya Beethoven yg paling terkenal. Kalo musik klasik, favorit sy era Barok. Ada Bach, Vivaldi yg paling enak menurut sy.

  24. hippienov Says:

    Jadi ingat dulu semasa masih jomblo sempat terlintas di pikiran kalo nanti married punya anak laki akan kuberi nama “wolfgang amadeus mozart corne” dan “ludwig beethoven corne” (corne nama “fam” keluarga papaku)
    Dasar gemblung😀
    Beruntung ternyata anakku perempuan jadi ndak mungkin dinamain ludwig atau wolfgang,ha3..

  25. cosmic_eargasm Says:

    hahahaha.. jd ingat anaknya Van Halen yg skrng main bas di VH menggantikan Michael Anthony. Namanya Wolfgang Van Halen.

    Yg sy bnyk terlewatkan, karya komposer era modern dan avant-garde (bukan avant-prog lho). Yg sy tau dan suka kbnykn gitaris klasik. Ada Leo Brouwer, komposer sekaligus gitaris klasik, Agustin Barios-Mangore, Heitor Villa Lobos.

  26. herman Says:

    Symphony No 40 dan 41 Mozart memang sangat “populer”……Symphony no 40 sepertinya semua pernah dengar, kalau merasa belum pernah denger sering kali karena tidak kenal judulnya …sedangkan symphony no 41 meskipun belum pernah denger kalau dengerin ada rasa sepertinya pernah denger….hahaha lucu ya…itu yang saya alami….mungkin karena gemblung…hehehe….

  27. hippienov Says:

    Wah sayang ternyata kaset mozart symp.41 ku ngegelayut suaranya.semalem pas disetel baru ketahuan.langsung aku “check in” kan di kulkas,semoga bisa sembuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: