Room “Pre-Flight”

By: Hendrik Worotikan

Berbicara mengenai band-band underrrated di era 70 an, barangkali band bernama ‘Room’ ini masuk dalam kategori underrated tsb.
Tidak saja underrated, tetapi band ini termasuk dalam apa yang disebut dengan ‘The One And Only’, yakni band yang hanya punya 1 album rekaman dan setelah itu hilang terlupakan.

Band yang berasal dari Britania Raya ini, mulai dikenal tatkala mereka berhasil menjadi juara 2 dalam ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh koran musik terkenal Melody Maker pada tahun 1969.
Sebagai hadiahnya, mereka pun diberikan kontrak rekaman denganl ‘Deram’, yang lantas setahun kemudian muncullah album ‘Pre-Flight’ yang proses rekamannya dilakukan di Decca studio pada 1970.

Band yang beranggotakan Steve Edge (Lead and Rhythm Guitar), Chris Williams (Lead Guitar), Bob Jenkins (Drums, Congas & Percussion), Jane Kevern (Vocals & Tambourine) serta Roy Putt (Bass), memadukan berbagai jenis musik. Mulai rock, blues, jazz sampai classic.

Room Pic

Room
Musik progressive rock era 70-an yang dimainkan ‘Room’ sangat kental terasa. Apalagi permainan dua gitarisnya yakni Steve Edge dan Chris Williams begitu kuat mendominasi.
Pun, dalam hal membuat aransemen musiknya, mereka melibatkan beberapa musisi lainnya yang memainkan alat musik tiup, seperti trumpet, flugelHorn, trombone dan alat musik gesek violin, viola dan cello.
Jadi sudah bisa dibayangkan betapa asyiknya menikmati alunan musik dari band yang unik ini.

Ada 7 lagu yang terekam dalam album ‘Pre-Flight’ by Room.

Sebagai lagu pembuka di side 2 (lho, kok side 2 ? suka-suka yg nulis dong. Hihihi…) ada ‘Andromeda’, sebuah lagu yang dimulai dengan intro pendek yang kemudian langsung disambar oleh Jane Kevern sang vokalis.
Jane adalah satu-satunya personil perempuan di ‘Room’ dan memiliki suara yang lantang sekaligus menjadi ciri khasnya.
Ada rasa orchestrasi ditambah lagi dengan solo gitar yang panjang beradu dgn gebukan drum pada bagian interlude sehingga menambah cantiknya lagu ini.

Lagu berjudul ‘War’, mengingatkan saya pada grup musik Black Sabbath dengan ‘War Pigs’. Sepintas struktur musiknya nyaris mirip. Apalagi pada intro lagu masing-masing grup, baik Room dan Sabbath memasukkan bunyi sirene.
Bait pertama lagu bertempo lambat yang kemudian berubah drastis menjadi cepat dengan riff gitar serta gebukan drum dari Bob Jenkins yang terdengar powerfull.

‘Cemetery Junction-Parts I & II’, adalah komposisi musik yang dimainkan secara instrumental.
Barangkali sudah menjadi ciri khas mereka dalam bermusik, kerap, struktur komposisi yang selalu berubah dengan cepat.
Nuansa jazz rock yang enerjik dibalut dengan orchestrasi menambah daya pikat komposisi yang menjadi pamungkas di side 2.

Sama halnya dengan ‘Cemetery Junction-Parts I & II’, maka ‘Pre-Flight–Parts I & II’ yang menjadi lagu pembuka side 1, merupakan nomor instrumentalia yang dibagian tertentu ada yodelingnya, seperti Thijs Van Leer (Focus) pada lagu ‘Hocus Pocus’.
Kali ini Jane Kevern melakukan hal yang sama sembari berucap berulangkali dadapdadapdadapdadap… (ini kalau tidak keliru saya mendengarnya).
Pokoknya 2 komposisi tsb telah menambah keyakinan saya bahwa ‘Room’ memang telah memberikan warna progressive rock didalam karya musiknya.

Berikutnya ‘Where Did I Go Wrong’. Ini sebuah lagu yang digarap dengan sentuhan blues yang amat kental. Eeeennnakk !
Tapi. entah kenapa setiap mendengar suara Jane Kevern ini, saya lantas teringat dengan kelompok ‘Babe Ruth’ yang kebetulan juga mempunyai penyanyi perempuan bernama Janita Haan. Yah…sebelas dua belas deh… Nyaris mirip nyanyinya.

Dari hentakan irama blues, sekarang beralih ke jazz rock. ‘No Warmth In My Life’. Diawali oleh petikan melody gitar yang disambut brass section, seolah memberi aba-aba pada sang vokalis untuk segera bernyanyi. Gebukan drum dari Bob Jenkins pun terdengar begitu aktratif, seakan tidak mau kalah bersaing dengan personil lainnya. Dapat dikatakan kalau lagu ini adalah perpaduan sempurna dari indahnya tiupan brass section yang berpadu dengan hentakan gitar termasuk juga part dimana gitar akustik menjadi bagian didalamnya. Perfecto !

‘Big John Blues’…Lagi dan lagi ‘Room’ memainkan irama blues dengan tempo cepat, menghentak dan tanpa terasa tubuh pun ikut bergoyang. Sebuah big band telah dimainkan dengan perpaduan musik jazz didalam aransemen musiknya.

Sangat direkomendasikan bagi pecinta musik rock, progrock, blues, dan jazz untuk mengoleksi album satu-satunya milik ‘Room’ ini.

–Rare And Hard To Find–

Tks Mas G,

Salam

Hendrik Worotikan

 

 

15 Responses to “Room “Pre-Flight””

  1. Hendrik Worotikan Says:

    Thanks Mas G…sy agak ragu tadinya. Sy pikir email sy tidak terkirim. Sekarang sudah terjawab yg membuat keraguan itu pun hilang. Ceiilee…

    • Gatot Widayanto Says:

      Maaf ya mas Hendrik dan temen2 …kemarin banyak kesibukan dan gak dapet sinyal HP.

      Gatot Widayanto

      “Motivation is what gets you started; habit is what keeps you going”

      • Hendrik Worotikan Says:

        No problemo mas G. Sy juga mikir pasti mas G nya lagi padat dengan kerjaan.
        Nah…pagi ini banyak banget tret yg muncul. Hihihi…
        Sukses selalu mas.

  2. hippienov Says:

    Hm..dapat pencerahan lagi dari mas Hendrik..band yang baru kali ini aku dengar namanya,bikin penasaran aja..thx mas Hendrik.

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Hippie, nama band nya oke jg ya…Room. Room kalo diterjemahkan menjadi kamar. Tapi bukan berarti ini musik kamar, lho…biasanya musik kamar itu kan cenderung ke musik klasik.
      Walaupun ada elemen klasik di Room, tapi jazz, rock dan blues dipadu menjadi satu kesatuan.
      Konon penyuka Cream, Zeppelin, Black Sabbath, Babe Ruth, Frumpy bolehlah dilirik band ini.
      Salam.

  3. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hendrik saya awal tau band ini dulu dari teman saya beli cd nya.. memang keren “one Shoot-Underrated band” yg satu ini.. thanks share nya Mas

    • Hendrik Worotikan Says:

      Mas Cosmic… menyinggung ‘One Shoot Band’ ini, tentu masih banyak lagi yg lainnya diluar sana. Sayang, sy nggak terlalu paham.
      Tapi kalo di NKRI yg masuk jajaran ‘One Shoot Band’ ini bisa disebut seperti Abbhama, Eksha Bhama, Badai Band, Trans (Hotel San Vicente), Staff, Kelompok Kampungan, God Spell, dan siapa lagi ? Hihihi…
      Thanks juga utk tulisannya yg sdh mengangkat ‘One Shoot Band’ ditambah ‘Underrated’ pula.
      Salam.

  4. hippienov Says:

    Jadi ngebet penasaran nich mas Hendrix dgn band ini.sama seperti T.P Smoke yg sempat diulas mas Cosmic😀

  5. hippienov Says:

    Mas Cosmic,apa iya masih ada cd album ini sekarang?mungkin harus indent ya mas kalo mau beli lewat toko2 cd lokal.

  6. apec Says:

    Mas Hendrik, yg jadi fokus saya pd gambar tersebut adalah background foto, yakni speaker ADS, sebab punya saya juga ADS ..seiman juga rupanya,ha..ha…

  7. herman Says:

    Mas Hendrik, gambar yang bawah memang sip banget…komposisi kompak dan propertinya bikin ngecezz…hehehe….

  8. cosmic_eargasm Says:

    Mas Hendrik, sy termasuk penggemar vokalis wanita, tapi sy lupa2 ingat dgn style vokalnya Room ini. Harus hunting lg nih album keren ini. Sayang, dulu sy nggak sempat ngopy cd nya teman sy itu.
    Bicara musik kamar, jd ingat dgn OREGON, bandnya Ralph Towner yg keren itu. Dan julukan buat Oregon adalah “Jazz Chamber Music”.
    Mengenai “One-shoot band” nya NKRI setau sy ada RARA RAGADI, CYNOMADEUS, ALUCARD. kalo IMANISSIMO, VANTASMA termasuk nggak ya Mas Hendrik?

    @Mas Hippienov: cd Room ini kelihatannya nggak sesusah ph nya. Setau sy ada 3 org teman sy yg punya. Seingat sy salah satu diantaranya malah beli bekas, buka segel 100rb, kemasan digipack.

    • i Says:

      Mas Cosmic kudu ngebayangin suaranya Janita Haan (Babe Ruth) lewat lagu `The Mexican` ato `Black Dog` kalo pengen tau suara si Jane Kevern ini . Lurus dan keras ( ? ).

      • Hendrik Worotikan Says:

        Wah…maaf kepencet tuh post commentnya . Hihihi… Kalo `one shoot band` NKRI selain mas cosmic sebut diatas ada lagi Shark move, Mercurius dan Legend Bee. Kalo Imanissimo sdh terjawab mereka baru aja merilis album barunya. Tks.

      • Gatot Widayanto Says:

        Vantasma kalau gak rilis lagi ya …one shoot …he he he …

        * * *Gatot Widayanto*

        *”Motivation is what gets you started; habit is what keeps you going”*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: