Hobi Kaset di Tabloid Kontan

Seorang wartawan dari Kontan memberi kabar ke saya bahwa minggu depan, tepatnya hari Senin tanggal 16 September 2013, tabloid Kontan akan menulis hal-hal terkait hobi kaset di rubrik HOBI. Saya sendiri kurang tahu, apa yang akan diulas dan seberapa jauh kaset-kaset jadul seperti Yess, Apple, Aquarius juga akan dibahas. Nanti kita beli saja tabloidnya ya …

Tret ini dibuka untuk kemudian kita update dengan foto Kontan tersebut di blog gemblung ini.

Salam,

G

—-

Atas budi jasa seorang teman baik, akhirnya dapat artikel yang dimuat di Kontan:

IMG_20130917_162040

Memutar Kenangan Lama lewat Gulungan Pita Kaset

Buat banyak orang, kaset rekorder jelas ketinggal- an zaman. Orang seka- rang lebih doyan mendengarkan lagu berformat MPEG-1 audio layer 3 (MP3) atau advanced audio coding (AAC) ketimbang mendengar kaset analog. Tidak mengherankan, banyak perusa- haan rekaman yang sudah tidak lagi memproduksi kaset.

Tapi, kaset tidak benar-benar hilang, lo. Tiga tahun belakang- an, muncul orang-orang yang kembali menggemari kaset la- was produksi tahun 1960 hingga 1980-an silam. Sabtu (7/9) pe- kan lalu, bertepatan dengan Hari Toko Kaset Dunia, para kolektor kaset berkumpul di Saffron Bistro, Jakarta.

Salah satu penggila kaset adalah Gatot Widayanto. “Kaset itu nuansamatik, bunyi desis analognya bikin nggeblak gu- lung koming,” ungkap konsul- tan beberapa badan usaha milik negara (BUMN) ini.

Koleksi kaset zaman dulu ali- as zadul Gatot sudah sekitar 600-an kaset. Tapi, semuanya album musik barat beraliran cadas alias rock yang sebagian produksi perusahaan rekaman Yess. Contoh, Focus 3, Uriah Heep, dan Deep Purple.

Menurut Gatot, menikmati alunan lagu-lagu rock yang ke- luar dari pita kaset lebih nunjek atau menusuk ulu hati, meski sudah enggak pas azimutnya. “Biar agak mendem yang pen- ting kaset,” kata Gatot. Kebanyakan koleksi Gatot merupakan kaset-kaset yang dia beli sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dan pem- berian sang kakak yang bekerja sebagai penyiar di salah satu stasiun radio di Yogyakarta. Misalnya, Focus 3 yang antara lain berisi lagu berjudul Anyno- mous II dan Focus III ia beli pada Juni 1982. Album ini perta- ma dirilis tahun 1971.

Lewat kaset juga, Jose Choa Linge bisa bernostalgia ke masa kecil dan remajanya yang indah. Selain itu, “Saat kaset diputar, rasanya beda banget dengan compact disc (CD). Ada suara jetlek saat tombol play ditekan,” ujar sales manager sebuah per- usahaan ekspor impor sapi di Cipete, Jakarta, ini.

Dan, soal koleksi kaset, Jose salah satu jagoannya. Rumah- nya di Kalimalang, Jakarta Ti- mur, laksana museum kaset mini. “Koleksi kaset saya seki- tar 12.000 kaset, hampir semua album musik Indonesia,” ung- kap penggiat Komunitas Pecin- ta Musik Indonesia ini.

Sebut saja, album Dara Pus- pita bertajuk Jang Pertama re- kaman Mesra Record tahun 1965, lalu Bing Slamet berjudul Nurlaila produksi Irama Re- cord tahun 1964, dan Duo Kribo dengan judul Monalisa keluar- an Irama Tara tahun 1977. “Mo- nalisa adalah salah satu album yang saya suka,” sebut pria ke- lahiran Makassar ini

Berburu ke pasar loak

Lalu, dari mana Jose menda- patkan kaset sebanyak itu? Se- jarahnya cukup panjang. Ham- pir 10 tahun ia rajin mengum- pulkan kaset lawas dari berbagai genre musik, mulai pop, jazz, hingga lagu daerah dan lagu anak-anak.

Jose berburu kaset zadul ke berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Makassar. Ke- tika masih menjadi atlet bulu- tangkis dan tenaga pemasaran, dia sering bepergian ke daerah. “Pas sampai di bandara, yang dicari bukannya hotel tapi pasar loak yang jual kaset bekas,” akunya sambil tertawa.

Dari perburuan ke pasar loak di berbagai kota, Jose bisa men- dapatkan berkantong-kantong kaset dengan harga yang sangat murah, hanya Rp 1.000-an per kaset. “Itu dulu, sekarang susah. Harganya juga mahal karena makin banyak komuni- tas musik yang mengoleksi ka- set-kaset zadul,” keluh Jose yang kini berprofesi sebagai master of ceremonies (MC) dan pengisi suara atau dubber ini.

Sayang, Jose enggan meng- ungkap kisaran harga kaset-ka- set lawas di pasaran saat ini. Jose yang mengaku tidak akan menjual koleksi kasetnya meski ditawar dengan harga tinggi punya alasan: dengan menyebut angka, akan bisa menaikkan harga kaset di pasaran.

Cuma, Ridwan, pedagang ka- set lawas di Blok M Square, mengungkapkan, sekarang, harga kaset di pasaran berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. “Misalnya, harga kaset album Guruh Soekarnoputra yang berkolaborasi dengan bank Gipsy berjudul Guruh Gipsy Rp 500.000. Kalau masih ada bukletnya, bisa sampai Rp 2 juta,” ungkapnya.

Selain dari perburuan ke pa- sar loak, Jose juga sering men- dapat kiriman kaset dari penya- nyinya langsung. Ambil contoh, belum lama ini dia memperoleh kaset dari Nicky Astria, penya- nyi yang sudah menelurkan 18 album sejak 1984.

Beda dengan Gatot dan Jose yang sudah hobi mengumpul- kan kaset sejak lama, Deby Sumlang baru beberapa tahun belakangan melakoninya. Mes- ki begitu, koleksinya sudah le- bih dari 1.000 kaset. “Awalnya, sih, tidak suka, karena banyak dapat warisan dari orangtua bi- ngung harus diapakan,” terang ipar penyanyi Vonny Sumlang yang populer di era 1980-an le- wat lagu Ratu Sejagad ini.

Lambat laun setelah banyak berkecimpung dalam kegiatan dan komunitas musik, cara pan- dang Deby terhadap kaset mulai berubah. Ternyata, kaset berni- lai historis. Dan, tidak semua orang punya kaset zadul. Nah, “Dari situ saya mulai menam- bah koleksi kaset sebagai ben- tuk apresiasi terhadap musik Indonesia,” cerita Deby.

Dan, penyuka kaset bukan cuma kaum tua saja. Anak muda pun mulai keranjingan hobi ini. Jaka Sandra Novia, misalnya. Pria 21 tahun ini mu- lai mengoleksi kaset sejak ma- sih di sekolah menengah perta- ma (SMP). “Kalau dengerin musik dari kaset, feel-nya kena,” kata dia yang menyukai band indie beraliran britpop.

Jaka bilang, sampai saat ini koleksinya sudah sebanyak 500 kaset. Selain membeli, lelaki yang bekerja di sebuah perusa- haan digital agensi ini menda- patkan kaset dari hasil tukar menukar dengan teman-teman- nya sesama pehobi kaset.

25 Responses to “Hobi Kaset di Tabloid Kontan”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Sepertinya menarik juga nih Mas GW..
    Jadi ingat tabloid MuMu, yg setiap edisi ada resensi dan review kasetnya, dan waktu itu sempat melambungkan harga kaset yg diresensi tsb, selain itu mendadak banyak orang yg mencari kaset tsb..

  2. cosmic_eargasm Says:

    Sepertinya menarik juga nih Mas GW..
    Jadi ingat tabloid MuMu, yg setiap edisi ada resensi dan review kasetnya, dan waktu itu sempat melambungkan harga kaset yg diresensi tsb, selain itu mendadak banyak orang yg mencari kaset tsb..

    Thanks infonya Mas GW..

  3. hippienov Says:

    Siapa tau blog music for life akan disebut pula nanti🙂

  4. hippienov Says:

    Pastinya begitu mas G,music for life go public😀

  5. Hendrik Worotikan Says:

    Saya baru baca artikel nya di perpustakaan kantor. Ternyata ada penggila kaset mas Gatot yg menjadi narasumbernya.
    Salut ya mas G. Apalagi ada kata kata ngeblak gulung koming atau nunjek sampai ke ulu hati yg rasanya kata kata tsb cuma ada di blog ini. Hihihi…
    Kalau saja artikel itu dilengkapi dgn foto kaset yg lebih banyak, tentu akan lebih menarik lagi.

  6. hippienov Says:

    Keren banget nich! Mas G ternyata ikut diwawancarai.. sayang nama blog gemblung music for life terlewatkan ndak disebut atau jangan2 kena edit ya? He3..
    Anyway,tuobz buanget.
    Hidup kaset jadul, hidup musik, hidup progclaro, hidup music for life!

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Hippie

      Saya tak diwawancara. Memang kang Dadan mencoba call saya tapi saat itu saya sedang ada seminar “Plus Minus Lelang Jabatan” menampilkan Ahok sbg salah satu narasumber sehingga gak mungkin bisa bicara.

      Beliau akhirnya membaca blog gemblung ini. Sayang nama bloh gsk disebut. Ini susahnya dengan media, kalau kita minta nama blog disebut maka dianggapnya iklan …..repot …. ha ha ….

      Jadi kata2 ngguweblak nggulung koming ya dari blog gemblung ….ha ha ha ….

      Gatot Widayanto

  7. apec Says:

    biyuh, makin membuat harga kaset melambunggg iki….

  8. gt Says:

    Fotonya diambil waktu acara Cassete Storeday di Saffron Bistro Kemang,tgl 7 sept’13…saya dan Mas Danang hadir di acara ini.

  9. hippienov Says:

    Walau gak wawancara langsung tp te2p keren karena sang wartawan sudah mampir ke blog gemblung yg diam2 sudah jadi barometer naik turunnya harga kaset jadul dan salah satu pemicu “the return of the (giant hogweed) analog tape”😀
    Selamat bertugas mas G..

  10. gt Says:

    Koran REPUBLIKA hari ini, rabu 18 September 2013 , memuat tulisan tentang ” Nostalgia Musik Berpita ” dua halaman.

  11. cosmic_eargasm Says:

    Waoooww!! iya nih sayangnya blog super gemblunk ini nggak disebut ya Mas GW..

    Thanks infonya Pak GT..

  12. Usman Sirôjûddîň Måňċînğ Cãċîňġ Says:

    Dapakan HP samsumng android Hanya dengan cara menjual kaset animasi DVD pendidikan
    Peluang usaha baru, usaha sampingan untuk guru, mahasiswa, masyarakat umum
    produk kaset DVD pendidikan Animasi 3D. pertama di indonesia
    dengan judul “ayo belajar huruf dan angka’kaset ke dua ” ayo belajar membaca ”
    DApakan HP samsumng android unutuk Agen di seluruh indonesia
    berminat hub CV. eduvision multimedia
    web. http://www.kasetbelajar.blogspot.com
    sms/ call: 081135640101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: