Mengejar Metallica #1

By: DananG Suryono

 

Lagu Seek and Destroy di hadapan kurang lebih 60 ribu rocker dan metalhead yang memadati Gelora Bung Karno, menandai berakhirnya rangkaian tour Metallica Asia 2013 yang digelar di 8 panggung di 6 negara (dimulai di jepang berakhir di Jakarta).

Koor lantang sambil mengacungkan tinju 60 ribuan penonton bergema di stadion kebanggaan bangsa Indonesia.

Searching 

Seek and Destroy 

Searching 

Seek and Destroy 

Searching 

Seek and Destroy 

Searching 

Seek and Destroy 

 

Beruntung saya bisa menikmati 2 konser pamungkas pada rangkaian Tour Asia ini, yaitu tanggal 24 Agustus di Changi dan 25 Agustus di Gelora Bung Karno.

Kenapa saya begitu bersemangat dengan konser ini?   Alasannya sederhana saja, Metallica lah yang mengembalikan saya ke jalur musik rock. Lho memangnya pernah melenceng?

Mengenal musik rock sejak akhir 70 an, diawali dengan Deep Purple, Led Zeppelin, Rolling Stones yang berlanjut dengan Queen, Rush, Scorpions, Toto, Yes, Genesis, The Police dan lain-lain hingga tahun 1987. Seiiring hilangnya era keemasan kaset bajakan sebagai imbas mencak-mencaknya Bob Geldof, selera musik sayapun bergeser lebih suka mendengarkan jazz/fusion, sehingga music rock praktis tidak mengisi lagi kehidupan saya. Rasanya saat itu ada perasaan terlalu tua mendengar musik rock. Apalagi saat itu saya sedang fokus dalam pekerjaan sehingga mendengar musik menjadi hal yang biasa-biasa saja.

 

Barulah pada pertengahan tahun 90 an, saat sedang merekonsiliasi pekerjaan dan dalam kebuntuan saya mendengar musik rock yang sangat galak dari speaker aktif di PC staf saya. Musik yang sungguh cepat dan menghunjam….teriakan

Exit light 

Enter night 

Take my hand 

We’re off to never never-land

 

Sungguh kaget saya dengan musik rock yang saya dengar, cepat, menggelegar yang membuat saya mencari informasi tentang Metallica. Wah ternyata Metallica sudah ada sejak awal 80 an. Kemana saja saya selama ini…….

Sejak itu, pada periode akhir 90 an berkat Metallica dan internet membuat saya tidak merasa terlalu tua untuk music rock. Milis membantu saya bertemu dengan orang-orang se usia bahkan diatas usia saya yang masih suka dengan musik rock, saling meracuni lewat barter CD-R pun timbul, sehingga musik rock yang didengar pun semakin luas.

 

Kembali ke Metallica, saat asia tour diumumkan di www.metallica.com, pada tanggal 20 Juni 2013 dimana Metallica memasukkan negara tetangga Singapore sebagai tempat konser pada tanggal 24 agustus 2013, maka saya segera kasak-kusuk untuk mengagendakan untuk nonton konser pada tanggal 24 Agustus tersebut.

 

Dengan bantuan teman-teman di And Indonesia For All (AIFA) sebagai wadah penggemar Metallica, sayapun mendapatkan tiket konser di Singapore, dan masih berharap Jakarta masuk dalam agenda Metallica.

Harapan itu terkabul saat pada tanggal 4 Juli 2013, Metallica juga mengumumkan GBK sebagai destinasi mereka di tanggal 25 Agustus 2013. Sungguh bungah hati saya, harapan menonton Metallica 2 x pun terlintas dibenak saya.

Sebagai persiapan sayapun segera membuat playlist untuk membiasakan diri dengan nomor-nomor yang sering dibawakan saat konser. Dan setiap pulang kantor segera memutar DVD konser Metallica mulai dari Woodstock 1990, Live in Texas, Madrid Magnetic, Korea, Big 4 hingga Quebec Magnetic. Dari DVD-DVD tersebut rasanya ada beberapa lagu yang selalu muncul dalam setiap konser mereka, seperti: Master of Puppets, Harrvester of Sorrow, Welcome Home (Sanitarium), Sad but True, One, For Whom the Bell Tolls, Nothing Else Matters, Enter Sandman, Creeping Death  dan Seek & Destroy. Sementara untuk album St. Anger dan Death Magnetic paling hanya 1, 2 lagu.

0001-Persiapan Persiapan

Singapore

Berangkat sabtu pagi tanggal 24 Agustus 2013, dalam antrian check in diterminal 3 bandara Soeta terlihat beberapa orang berkaos hitam bersablonkan Metallica. Kami pun segera bertegursapa dan saling memperkenalkan diri. Sungguh menyenangkan bisa bersama dan menambah teman hanya bermodalkan kesamaan pakaian..hahahaha..:).

Setelah mendarat kami masih bertemu rombongan lain yang menggunakan pesawat berbeda, setelah itu bersama rombongan Jogja yang kebetulan menginap di satu area, kami pun segera naik MRT ke kawasan Geylang yang juga terdapat rombongan lain dari Malaysia dan Filipina.

Setelah meletakkan barang dan sholat di hotel, kamipun bergegas ke stasiun Al Djunied untuk menuju Expo Hall 3 tempat shuttle bus berada. Setelah clingak-clinguk ketemulah kami dengan rombongan lain dari Indonesia dan segera kami naik Shuttle Bus menuju Changi.

Berada satu bangku dengan metalhead Singapore yang juga mau kesana, berceritalah dia bahwa konser kali ini diselenggarakan di Changi, bukan di Fort Canning atau Singapore Indoor Stadium seperti kebanyakan konser di Singapore, karena banyaknya peminat konser Metallica ini, yang tidak akan tertampung jika diadakan ditempat biasanya. Lokasi konser tidak terjangkau oleh MRT maupun bus, sehingga cukup sulit mencapai area tersebut.

Sampai di venue pukul 15.30 waktu setempat masih cukup lengang. Melalui alur yang teratur  seperti hangar, kami segera masuk ke gate 1 dan  segera mampir ke Official merch. Merch yang dijual cukup mahal di Singapore, kaos yang biasanya dibandrol berkisar 300 ribuan, di Singapore dibandrol S$50 atau sekitar Rp 440.000.

 

002 merch…

Setelah membeli satu kaos untuk oleh-oleh istri, kami pun sempat ber foto dengan teman-teman AIFA, mas Andi dari Surabaya, teman-teman Jogja serta metalhead Malaysia, yang secara spontan langsung akrab dalam metal brotherhood.

003

Bersama Metalhead Malaysia & Jogja (foto Andi Wiyono)

 

004 Bersama teman-teman AIFA (foto Lia S.)

Setelah mempersiapkan fisik (minum, pipis dan sebagainya), saya segera masuk antrian gate ke 2 menuju venue. Suasana masih belum begitu rame, sehingga dari sisi kiri panggung saya masih bisa menyusup menuju front row. Untunglah saya sudah rajin nyepeda dan jalan pagi/sore sehingga saya bisa tahan mempertahankan 2 jengkal tanah yang saya pijak hingga konser selesai pada pukul 23.00.

Venue yang berada dipinggir pantai tidak begitu lebar, namun memanjang hingga bisa menampung 25 ribuan penonton yang dibagi dalam festival A didepan dan Festival B dibelakangnya.

 

005

Stage (foto Metallica.com)

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pukul 17.00 band pembuka mulai. Saya gak terlalu intens dengan band pembuka pertama, karena IMHO, band metal Indonesia jauh lebih dahsyat dari band ini. Barulah saat band ke 2, Anvil bermain saya mulai bisa menikmati. Namun yang saya tunggu bukan mereka, ya saya menunggu Metallica. Tepat pukul 18.10 Anvil mengakhiri penampilannya dimana gitaris sekaligus vocalisnya, bermain gitar menggunakan dildo.

 

006

Anvil

 

Segera crew Metallica membersihkan panggung, membuka tumpukan speaker yang terbungkus plastik, memasang mike di kiri, tengah, kanan dan bagian tertinggi panggung. Dan tepat pukul 19.20 layar LCD memunculkan clip cowboy di kuburan dengan background lagu The Ecstasy Of Gold. Ya Metallica memulai shownya dengan lagu Hit The Lights yang segera membuat penonton merangsek kedepan. Posisi sayapun bagaikan perahu diterjang ombak besar namun membentur karang tertahan barikade. Disusul Master Of Puppets terjangan gelombang pun kian menjadi sehingga peluh pun mengucur deras. Sepanjang konser tangan mengacung terkepal dan koor bareng sambil menahan terjangan dari belakang sungguh membuat energi terkuras. Untunglah sepanjang konser security Metallica tak henti menyorongkan gelas berisi air, sehingga dehidrasi bisa dihindari. Sungguh tak terkira perasaan saya, menyaksikan Kirk Hammet, James Hetfield dan Rob Trujilo beraksi hanya sekitar 3 meter dihadapan saya.

 

007

Lars Ulrich & Kirk Hammet (foto Metallica.com)

 

Meskipun sudah berumur, stamina mereka masih edan-edanan. Hanya saja saya merasa diluar permainan dahsyat bass nya, Trujilo sungguh kurang metal. Dengan rambut dikepang, bercelana pendek, ber kaos singlet layaknya pemain basket, terlihat dia lebih seperti musisi hip-hop penampilannya.

 

008

Rob Trujilo (foto Metallica.com)

James Hetfield sendiri, dia benar-benar menjadi frontman Metallica. Vocal dan stamina yang terjaga menjadikan dia sang Master yang memandu para metalhead untuk patuh terhadapnya….

 

009

James Hetfield dihadapan puluhan ribu metalhead (foto metallica.com)

 

Lagu demi lagu mengalir, dan koor massal terjadi saat Fade To Black dan The Memory Remains. Kemudian terjangan gelombang manusia terjadi saat nomor cepat seperti Blackened, Creeping Death dan tentu saja Seek & Destroy.

Tepat pukul 21.35 Metallica pun mengakhir konsernya, seperti biasa beberapa pick guitarpun beterbangan dari tangan James Hetfield, Kirk Hammet dan Rob Trujilo. Beruntung 3 buah pick dari James Hetfiled cs jatuh ke tangan saya. Sayang Stick drum lars dilempar terlalu jauh dari jangkauan.

 

010 Pick Guitar hasil rayahan

 

Setlist malam itu adalah:

 

01 Hit the Lights 

02 Master of Puppets 

03 The Shortest Straw 

04 Ride the Lightning 

05 Fade to Black 

06 The Memory Remains 

07 Broken, Beat & Scarred 

08 Welcome Home (Sanitarium) 

09 Sad but True 

10 …And Justice for All 

11 One 

12 For Whom the Bell Tolls 

13 Blackened 

14 Nothing Else Matters 

15 Enter Sandman 

Encore 

16 Creeping Death 

17 Battery 

18 Seek & Destroy

 

Segera meninggalkan venue, untuk antri menuju shuttle bus. Sungguh menyiksa…memerlukan waktu lebih dari 1 jam antri untuk bisa masuk ke Shuttle bus.

Siksaan pun belum berakhir, setelah perjalanan lebih dari 30 menit menuju tempat penurunan di Expo ternyata MRT sudah berhenti beroperasi, sementara Taxi harus diorder via telepon, dan cilakanya order dari nomor Indonesia susah untuk direspon. Akhirnya banyak orang, terutama warga non Singapura yang terlantar di Expo Hall. Sungguh diantara letihnya badan, kami dilanda kebingungan karena harus mengejar flight pagi ke Bandara mengejar Metallica di Jakarta.

Beruntung saat numpang buang air kecil di hotel, saya melihat peluang. Pura-pura jadi tamu hotel, sayapun minta tolong resepsionis untuk di orderkan taksi. Dan Alhamdulillah pada pukul 02.30 dinihari kurang dari 5 menit, taksi pun sudah tersedia. Segera menuju Hotel di geylang untuk sekedar mandi dan kembali cabut ke Bandara.

LAMC selaku promotor mungkin tidak memperkirakan akan kekacauan saat banyak penonton di drop pada satu titik. Kota seteratur Singapura disaat MRT sudah tidak beroperasi dan Taksi di rush oleh ribuan manusia menjadi sangat tidak menyenangkan. Sambil menunggu boarding di Changi saya bersyukur hidup di Jakarta yang  ada ojek, omprengan dan sebagainya yang selalu menjadi jalan keluar saat terjadi kebuntuan……

14 Responses to “Mengejar Metallica #1”

  1. cosmic_eargasm Says:

    Kuweren gigs reportnya Mas Danang..
    Saya pribadi jg nggak terlalu suka dgn style Trujilo di Metallica. Memang Trujilo lebih cocok di Suicidal Tendencies. oya, Jason Newsteed apa masih betah di VOIVOD ya mas? sdh lama sy nggak ngikuti soalnya.
    Tentang band2 metal Indonesia lbh dahsyat dan mantap dr pd band2 metal singapur memang betul Mas Danang. Band2 metal kita cuma kalah modal saja kalo kita lihat..

    \m/

    • DananG Says:

      suwun mas Cosmic_eargasm. Kalo di Suicidal yang crossover memang cocok banget Trujilo, tapi kalo main thrash tampangnya gak cocok blas. Jason saya juga gak ngikutin kiprahnya mas. \m/

  2. DananG Says:

    terima kasih mas Gatot, ditengah kesibukan (atau kesenangan yac…hahahahahaha) di Manado masih nyempetin upload di blog ini.
    Oh ya hari Sabtu (Cassette store day) ada yang mau ke Kemang menghadiri acara perkasetan?

    • Gatot Widayanto Says:

      Seperti biasanya ….ulasan mas DananG tuoooobzzz!!

      Terima kasih mas.

      Iya mas, ini adalah pertama kali saya menginjakkan kaki di Bumi Minahasa. Top sekali. Nanti sore pulang mas.

      Maaf postingan pada telat semua karena sulitnya koneksi ….

      Keep on proggin’ ….!

      Gatot Widayanto

    • Gatot Widayanto Says:

      Sayang saya gak bisa ke Cassette Store Day …

      Kalau ke sana tolong di foto mas … kita muat di blog gemblung biar tambah semarak ….

      Gatot Widayanto

  3. eddy irawan Says:

    Keren liputannya Mas Danang, bikin iri….
    Kapan ya bs kayak Mas Danang…?

  4. Rizki Says:

    As always, liputannya menarik dan asik dibaca. Top

  5. Noor Qodri Says:

    Hebat staminanya Mas Danang bisa dua hari berturut-turut nonton Metallica di dua negara. Saya yang cuma satu malam saja, hancur leburnya badan sampai 3 hari😀

    Jason Newstead sekarang sibuk dengan bandnya sendiri, pakai namanya sendiri, Newstead. Sudah ada satu album fullnya. Musiknya straight metal, enak didengar awal-awal kemudian kehilangan nuansa setelahnya. Kurang sip menurut saya.

    Sedangkan album Voivod yang terakhir, Target Earth justru menarik, karena seakan arwah Piggy juga hadir di dalamnya. Ada unsur spacey dan psikedelik yang kental, membuat album ini aneh tapi sekaligus enak.

  6. cosmic_eargasm Says:

    Thanks infonya Mas Qodri.. sy sdh cukup lama jg nggak mengikuti Voivod. dulu jg cuma punya kasetnya album”Rrrooaar” saja rekaman VSP M’sya. Terakhir tau info Newsteed resign dari Metallica terus join ke Voivod. Wah jd penasaran dgn “Target Earth”. Oya, kbr Flotsam&Jetsam gimana ya skrng?

    @Mas DananG: wah kok Log getol mendatangkan Skid Row ya? padahal Bach sdh nggak ada. Indonesia termsk yg paling bontot didatangi artis. Yes main disini pas sdh tua, DP pas msh muda malah yg Mark III, walaupun sy suka formasi itu, DT dtg ke Jkt jg pas nggak dgn Portnoy, walaupun Mangini jg cukup dahsyat. Tribal Tech sempat main di Surabaya akir 80an, sblm bubar dan Scott Henderson 2 taun yll main di Jkt, Steve Vai jg sempat dtg. Blm lg Helloween, White Lion, Dying Fetus dll.
    Btw, Ari skrng sdh nggak buka di tampur lg ya Mas? Tampur berarti agak sepi ya. Kalo Kim dulunya buka dimana selain di FB?Blok M Square makin meriah nih..Thanks infonya Mas DananG

    • DananG Says:

      ya..ini kali ke 2 Skid Row tour keliling Indonesia di bawa Log. Tahun 2008 pas ke jkt juga keren, meskipun bukan Sebastian Bach vocalnya. Ini catatan mas Gatot atas konser tahun 2008.
      https://gwmusic.wordpress.com/2008/03/15/skid-row-live-at-ancol-jkt-7-mar-08/#comment-25726

      Asia Tenggara beberapa tahun terakhir memang dilirik banyak band untuk tour nya, meskipun band yang kita kenal rata-rata sudah tua (ya iyalah…kita aja juga udah tua…hahahahaha). Sama halnya banyak klub bola eropa yang menjadikan tujuan tour pra musim nya, mungkin mereka baru sadar bahwa pasar di Indonesia cukup besar (tahun ini Metallica, Steve Vai, Hammersonic Metal Fest, Java Jazz jadi buktinya) dan tahun lalu saat Portnoy main juga terlihat bungah dengan antusiasme penonton disini.
      Rasanya banyak band besar yang sudah singgah disini, Big 4 tinggal Slayer yang belum (Anthrax, Megadeth, Metallica sudah), Iron Maiden sudah, Dream Theater sudah, Santana sudah, Deep Purple, Uriah Heep, Gun’s N Roses, Sting, Extreme, Helloween..rasanya cukup kumplit.
      Dan IMHO mas Cosmic_eargasm, banyak band muda yang sekarang di puncak banyak yang main di Jakarta. (cuman mungkin kita malah gak kenal sama band baru ini, karena kita masih asyik masyuk dengan legenda di masa kita).
      Mimpi saya tetep pingin bisa nonton Queen, Rush dan Stones di Indonesia…:)

      Iya Ari Tampur sudah pindah total ke Blok M, secara Blok M lebih adem dan nyaman….

  7. cosmic_eargasm Says:

    iya Mas DananG,. Memang dunia baru sadar kalo Indonesia pangsa pasarnya sangat bgs di tahun2 belakangan ini (termasuk sepak bola jg memang). Dulu Uzeb jg sempat main disini dulu sblm bubar.. Toto main disini malah pas drummernya Simon Phillips. Blm lg band2 alternative dulu. Yg paling niat malah metal ya Mas.. Psycroptic, Disgorge USA (3x main disini), Napalm Death, Sick Of it All dll, blm lg band2 hardcore dan punk yg namanya kurang begitu dikenal dan rela nggak dibayar.. Pat Metheny juga sdh menyambangi Jkt taun 94 an. Jan Akerman jg pas sdh tua kesininya.
    Iya Mas, kita msh berharap band2 legend bs main disini, walaupun sdh pada tuwir2 hahaha..
    Rush asyik jg kalo bs main disini. Queen msh dgn Paul Rodgers ya Mas? Vokalis keren yg disukai Brian May..
    Thanks Mas DananG atas info linknya Mas GW dan pencerahan tentang info band2 luar negeri yg pernah dan akan live di Indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: