Chick Corea “My Spanish Heart” by Yess

by *cosmic_eargasm*

image

image

Dalam sejarah perilisan album dari band atau musisi pada semua kaset rekaman Yess tercatat hanya Chick Corea lah yang album-albumnya paling banyak direkam dan diterbitkan oleh Yess. Seingat saya kalau tidak salah ada sekitar 23an album(yang pasti di atas 20). Jumlah tersebut termasuk dengan Return To Forever, proyek album, solo piano, duet, trio, quartet dan beserta Elektrick Band. Itu menunjukkan bahwa Yess sangatlah tertarik dengan musik garapan Chick Corea. Dalam thread kali ini saya ingin mengulas tentang album “My Spanish Heart” yang menjadi salah satu album terbaiknya Chick Corea, yang bahkan salah satu majalah jazz internasional terkemuka, Downbeat menganugerahkan bintang lima kepada album ini. Sejatinya, album yang dirilis pada tahun 1976 ini adalah Double LP atau dobel album. Berhubung pita yang dipakai oleh Yess cuma C-60, maka tidak semua lagu diikutsertakan dikarenakan keterbatasan daya tampung pita C-60. Sisa beberapa lagu ditambahkan pada side B di album Chick Corea yang lain, yang pastinya diterbitkan oleh Yess. Album ini menyuguhkan nomor-nomor instrumental yang sangat menarik. Vokal di sini berfungsi sebagai instrumen atau harmoni saja. Pada beberapa permainan syntheziser Chick Corea dan permainan dari para playernya terasa sekali banyak unsur-unsur progressive nya yang cukup kental di antara style jazz fusion yang digabungkan dengan style musik latin yang makin diperkaya dengan seksi gesek(string quartet) dan seksi tiup(horn section) di beberapa lagu. Selain itu, yang istimewa ada dua suita andalan yang sangat menarik di album ini. “El Bozo Suite” yang banyak memasukkan unsur elektrik dan syntheziser serta “Spanish Fantasy Suite” yang dimainkan dengan style akustik. Sebelum beranjak ke lagu, mari kita simak line-up pendukung di album istimewa ini yang tidak dicantumkan di inlay kaset *Chick Corea: Acoustic piano, organ, syntheziser, mini moog, polymoog, arp odyssey, handclaps, male choir plus production, arrangement and composer *Gayle Moran: Vocal, vocal choir, vocal harmonies *Stanley Clarke: Double bass, electric bass *Steve Gadd: Drums *Don Alias: Percussions

String Quartet: -Barry Socher: 1st Violin -Connie Kupka: 2nd Violin -Carol Mukogawa: Vioka -David Speltz: Cello

Horn Section: -John Thomas: Lead Trumpet -Suart Blumberg: Trumpet -John Rosenburg: Trumpet -Ron Moss: Trombone

Beberapa nama pendukung di album ini pasti sudah tidak asing lagi bagi para penggemar jazz, yang sering bermain di beberapa album musisi jazz gaek lainnya. Chick Corea dan Don Alias pun tercatat pernah bermain di albumnya Miles Davis yang sangat bersejarah, “Bitches Brew” yang dirilis pada tahun 1970 dan merupakan tonggak sejarah lahirnya “Jazz Fusion” untuk pertama kali. Gayle Moran istri dari Chick Corea pun selain dari member Return To Forever, juga pernah mengisi vokal di beberapa albumnya Mahavishnu Orchestra nya John Mc Laughlin. Sementara Stanley Clarke dan Steve Gadd yang berpredikat sebagai “musisi sejuta umat” juga banyak mengisi album para musisi kenamaan. Don Alias selain lulusan Miles Davis, juga banyak bermain di album Weather Report, Pat Metheny, Jaco Pastorius dll. Sekarang mari kita simak lagu-lagu yang berada di album ini. Side A dibuka dengan nomor “Wind Danse” dengan beat dancing dan sentuhan fusion yang dilatari oleh harmoni vokal Moran yang indah. Entah kenapa, komposisi lagu ini mengingatkan pada Bill Bruford di solo albumnya. “The Hilltop” pun dibuka dengan petikan pizicato biola dan disambung oleh permainan apik duet dobel bass nya Clarke dan piano Corea yang membentuk harmoni yang manis. Dilanjut dengan permainan solo piano gaya romantik dan dibumbui dengan nada-nada tradisional Spanyol ada di lagu “My Spanish Heart” di urutan lagu ke tiga side ini. Dilanjut dengan nomor yang enerjik gaya ‘La Fiesta’ yang makin dimeriahkan dengan seksi tiup dan permainan perkusi yang rancak membuat “Night Streets” makin meriah dengan sentuhan rock dan latin. sound Corea mengingatkan pada Patrick Moraz saat gabung dengan The Refugee. Nomor catchy dari “Love Castle” pun serasa melanjutkan kemeriahan suasana dengan isian harmoni vokal dari Moran yang terasa sempurna dan sedikit dipengaruhi gaya jazz fusion dan funk 70an. Masih di side A lagu ke enam makin diperindah dengan gesekan akustik bass Clarke plus permainan akustik piano nya Corea terlantun di nomor “The Gardens” yang bisa membangun suasana. “Day Danse” pun mengalir dengan permainan piano yang diiringi handclaps dan biola yang cukup kuat terasa di putaran lagu. Pada pertengahan lagu terjadi dialog antara permainan piano, biola dan handclaps yang kemudian dilanjut dengan solo piano Corea yang sangat menawan sampai lagu berakhir dan sekaligus menutup semua urutan lagu yang berada di side A ini (kasetnya dibalik dulu, soalnya tape nya nggak auto-reverse hehehe).
Side B dibuka dengan suita 3 bagian yang full dengan permainan dan improvisasi syntheziser programming nya Corea yang mendominasi secara elektrik di  “El Bozo”. Sedikit mengingatkan pada Return To Forever formasi kuartet yang terasa modern. Suita cantik ini ditutup dengan
irama groovy dengan gaya ‘fusion jamming’ pada part III. Dilanjut lagi dengan lagu ke 2, masih dengan komposisi suita yang terdiri dari 4 bagian pada nomor “Spanish Fantasy”. Kebalikan dari lagu sebelumnya, suita ini dimainkan secara akustik yang sesekali diiringi polymoog nya Corea. Part I dimulai dengan permainan piano gaya romantik dengan hiasan trumpet dan handclaps yang sesekali menyusup dan dibackingi oleh string kuartet dengan indahnya. Part II mengalir dengan suasana
progressive-fusion yang  sangat menawan sekali dengan ditambahkannya sound polymoog pada bagian melodi. Part III kembali ke permainan piano solo Corea yang menunjukkan virtuositasnya. Part IV dibuka dengan suasana ‘la fiesta’ dari horn section yang meriah dengan hiasan sinkop-sinkop asyik di seluruh lagu. Melodi polymoog pun dimainkan dengan modern diiringi pukulan drums dari Gadd yang banyak sekali menunjukkan kepiawaiannya di lagu ini. Perkusi pun aktif memblock di part awal. Ditutup dengan string kuartet dan horn section mendominasi permainan solo piano Corea yang cantik di akhir lagu. Seluruh player terasa all out di lagu ini yang tanpa terasa menutup semua lagu di side B ini.

Allover, album ini amatlah sangat direkomendasikan bagi penggemar musik prog yang intens dan familier dengan jazz fusion/jazz rock style macam: Patrick Moraz, Bill Bruford, Allan Holdsworth, Tribal Tech dll. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi penggemar musik yang ingin menyimak musik dengan kualitas dan level lain yang lebih ‘tinggi’, seperti yang pernah dikatakan oleh salah satu sahabat saya beberapa puluh tahun yang lalu..

Thanks berat buat Mas GW yang budiman..

:::salam djadoel:::

36 Responses to “Chick Corea “My Spanish Heart” by Yess”

  1. Kristanto Says:

    Chick Corea rilisan Yess sekitar 20-an, dan saya ngga punya satupun …. nangis-bombay.com

    • DananG Says:

      mas Kristanto…kaset Chick Corea YESS minggu lalu saya lihat ada beberapa kaset di tempat Ferry, Agus dan Ari. Mungkin ada sekitar 10 an kaset.
      Sabtu tgl 7 ini di Kemang akan ada bazaar kaset yang sebagian pesertanya dari Blok M Square. Monggo kalau ada waktu mampir kesana, siapa tahu bisa nemu

    • Kristanto Says:

      matur nuwun mas Danang infonya, coba nanti tengok ke sana …

  2. gt Says:

    Rilisan YESS :

    118.RETURN TO FOREVER.Where Have I Known You Before.
    149.CHICK COREA.My Spanish Heart
    155.RETURN TO FOREVER.Light As A Feather.
    169.RETURN TO FOREVER.Romantic Warrior
    207.CHICK COREA.The Mad Hatter.
    249.CHICK COREA.Secret Agent.
    269.RETURN TO FOREVER. Return To Forever Live.
    272.CHICK COREA.Delphi 1.
    300.CHICK COREA.Tap Step.
    317.CHICK COREA & LIONEL HAMPTON.In Concert.
    330.CHICK COREA & GARY BURTON.In Concert.
    358.CHICK COREA.Three Quartet.
    415.CHICK COREA.Touchstone.
    464.CHICK COREA.Again And Again.
    488.CHICK COREA – GARY BURTON.Lyric Suite For Sextet.
    545.CHICK COREA.The Chidren Song.
    565.CHICK COREA & STEVE KUJALA.Voyage.
    607.CHICK COREA.Septet.
    616.CHICK COREA.Electric Band.
    676.CHICK COREA – ELECTRIC BAND.Light Years.
    727.CHICK COREA ELECTRIC BAND.Eye Of The Beholder.

  3. cosmic_eargasm Says:

    test.. 1.. 2.. 3…

    (dari td kok sy nggak bisa ngirim??)

  4. cosmic_eargasm Says:

    test lagi.. Thanks banyak buat Mas GW yang telah memunculkan tulisan sy ini, kelihatannya ada trouble di wordpress ya Mas?

    • Gatot Widayanto Says:

      Mas Cosmic

      Mohon maaf …mungkin bukan di WP nya yang masalah tapi internet connection nya di sekitar Manado kurang kuat …

      Saya belum sempat buka laptop sejak senin sore soalnya …

      Salam

      Gatot Widayanto

  5. cosmic_eargasm Says:

    Lho kok bisa? padahal tadi sdh nulis lumayan buanyak hehe.. Thanks update infonya Mas Danang..

  6. cosmic_eargasm Says:

    @Mas Kris: dulu sy kurang 1 saja, yg “Lyric Suite For Septet”, tp skrng cuma pegang 3 saja: “My Spanish Heart”, “Three Quartet” dan “Chick Corea & Gary Burton in Concert”

    @Mas GT: Ternyata total album Chick Corea by Yess ada 22, listnya Mas GT kurang 1: RETURN TO FOREVER “Music Magic” #174. Thanks.

  7. apec Says:

    wah, Ternyata koleksi Pak GT maut juga..

  8. Rizki Says:

    Meskipun bukan rekaman YESS, patut dikoleksi juga album Corea yg berjudul “Friends” keluaran Private Collection.

    Cheers

  9. cosmic_eargasm Says:

    Betul Mas Rizki, yang kovernya gambar smurf main band itu ya. Saya dulu jg sempat punya. Memang Yess nggak menerbitkan album “Friend”. Line-up nya saya lupa dicantumkan apa nggak..
    oya, dengar2 cd album “Mad Hatter” rare dan harganya tinggi..

    • Gatot Widayanto Says:

      The Mad Hatter saya suka sekali gara2 ada lagu Dear Alice yang tuooobz banget itu. Alhamdulillah saya ada kasetnya, CDnya dan dulu pernah punya PHnya …tapi PH nya sekarang gak ketemu …. gak papa… yang penting ada kaset Yess nya.

      Cover nya saya repro ukuran PH dan saya bingkai, dipajang di rumah ibu saya karena kemarin pindahan masih dipasang lagi di rumah baru ….

      Ah …kangen nih sama Dear Alice …

      Good afternoon my dear Alice Please don’t think I have mallice …..

      Kuwerrrrrreeeeeeennnnn …..!!! Musiknya ndak karuan ruwetnya namun indah meski piano, drums, bass betot dan flute jalan sendiri2 tak tentu arah …. huwebat pol!

      Gatot Widayanto

      • cosmic_eargasm Says:

        betul sekali Mas GW.. album “The Mad Hatter” sangat bagus sekali.. bahkan mungkin album CC yg paling ngeprog!
        sungguh beruntung Mas GW masih menyimpan kaset dan cd nya.. dengar2 cd nya dihargai 500rb an bahkan lebih.. tp barangnya jg susah..
        kover “The Mad Hatter” ini mengingatkan pada album Frank Zappa yg “Thing Fish”..

      • Rizki Says:

        Permainan bass akustik Eddie Gomez dilagu ini apik🙂

      • cosmic_eargasm Says:

        Betul sekali Mas Rizki.. saya dulu jg pernah punya kasetnya eddie Gomez trio bersama Bill Evans live in concert at Japan, trio bersama Chick Corea rekaman Jazz Connoisseur.. tp lupa albumnya..
        yg personil satunya juga lupa siapa yg main..

        Thanks Mas Rizki

  10. Kristanto Says:

    Kemarin di tokobagus ada kaset rilisan Yess yg msh saya kejar, Pink Floyd album “Momentary Lapse of Reason”, sayang harganya nggilani, 100 ribu. ……..

    • gt Says:

      Kemarin sy dapat kaset dari pedagang keliling ,E.L.P album Trilogi,yg cover Hitam Putih (Aquarius ),harganya 25 ribu.

      • Gatot Widayanto Says:

        Wah …gara2 kaset hitam putih jadi trending topic di blog gemblung , harganya meroket. Padahal saya punya harganya sekitar 15 ribuan. Gawat nih lapaqers ….

  11. cosmic_eargasm Says:

    wah kok nggak masuk akal harganya ya Mas Kris?
    Mending2 kalo kaset Yess yg rare macam Chuck Mangione, Hatfield And The North, Egg, Camel-Wally-Styx, Nektar, Pulsar, Frank Zappa, Hawkwind dll..

    Album PF yg itu pun nggak termasuk susah kaset Yessnya dibanding dgn “Odyssey” nya Yngwie J. Malmsteen, “Seventh One” nya Toto, “Ram it Down” nya Judas Priest dll

  12. cosmic_eargasm Says:

    @Mas GW: oh gitu ya Mas? Ternyata masalah sinyal dan koneksi..
    Gpp kok Mas GW.. dilanjut dulu kalau masih sibuk. Thanks..

  13. Gatot Widayanto Says:

    Mas Cosmic dan temen2 semuanya …

    Alhamdulillah pagi ini sempat buka laptop dan “berjuang” untuk melengkapi tulisan mas Cosmic ….Sekarang sudah lengkap.

    Mengapa “berjuang”? Wadouw …koneksi internet di Novotel Manado payaaaaah …… hanya 6 kbps rata2 …. Sambil upload bisa ngudheg kopi dulu ….

  14. cosmic_eargasm Says:

    waaah thanks banget atas “perjuangan” nya Mas GW, padahal di Novotel ya, tapi koneksinya kok nggak bagus? apa disana daerah pegunungan ya?

    @Mas GT: wah kaset b/w sekarang dihargai segitu ya Mas?

    @Mas Kris: yg nawarin kaset PF di tokobagus itu nggak paham kaset Yess. ngasi harganya ngawur buat kaset “A Momentary Lapse of Reason”. dikiranya semua kaset PF terbitan Yess bisa laku dgn harga yg tinggi mungkin hahahahaha.. mending2 jg kaset rekaman Bootleg..

    • DananG Says:

      itulah dunia e-commerce..:), sah-sah aja dia jualan kayak gitu. Mungkin juga cuman iseng. Kalo yang jual gak tahu harga, mungkin suatu saat ada juga pembeli yang gak tahu harga atau tidak perduli harga (mungkin ada kenangan terhadap kaset itu). Dan transaksi terjadi. Toh harga kaset bekas tidak ada patokan HET nya…:)

    • Gatot Widayanto Says:

      Novotel Manado gak bagus servis nya mas, padahal bintang 5. Nyebelin standar pelayanannya … Saya akan komplain nanti…

  15. cosmic_eargasm Says:

    Betul sekali Mas DananG.. di satu sisi memang sah-sah saja buat yg ngasi harga, tapi di sisi lain kita jg sah untuk berkomentar hehehe.. (memang paling enak komentar ya Mas :-D)
    Memang betul jg, kaset/cd/vynil bekas nggak ada patokan HET nya. Seperti kata Mas GW, tahun lalu vynil nya T.P. Smoke laku 5jt, 3tahun yg lalu Ph Ariesta Birawa laku 6jt, pernah jg sy dengar Ph nya Guruh Gypsy sblm “dibajak” Shadoks Recs. Jerman bisa laku 20jt. Edan ya Mas hehehe..

    Tapi kembali lagi diluar masalah iseng, memori atau apapun itu, apakah sebuah kaset Pink Floyd “A Momentary Lapse of Reason” pantas dihargai dgn 100 rb? kembali lg ke pembeli nya memang, mau apa tidak.. kita-kita cuma bisanya komen saja hahaha.. Thanks Mas DananG..

    • DananG Says:

      mas Cosmic_eargasm, Kita komen karena kita tahu dan geregetan karena mungkin tahu harga dan akses akan kaset tersebut.
      Saya juga suka geregetan saat mampir ke sebuah toko, yang membandrol harga CD/DVD/BR nya gak ketulungan mahalnya. Kalo beli online di amazon misalnya selisih harganya bisa hampir 100 ribu, sehingga saya bersumpah tak akan beli CD/DVD/BR impor ditoko itu. Tapi disitu juga saya menyaksikan orang dengan santai nya memborong di toko itu, dan terlihat kebahagiaan terpancar diraut muka si pembeli. Apakah pembeli tersebut tidak punya akses ke online seller? gak tahu juga mas Cosmic_eargasm.
      Hahahahaha itulah yang terjadi mas. Sayapun bisanya cuman mbatin dan komen aja….:)

      • Gatot Widayanto Says:

        Mas DananG … Ada lho orang yg bangga beli mahal … Makanya dia santai aja bayar mahal …. Aneh ya?

    • Gatot Widayanto Says:

      Saya mau mas … Mau nampar … Ha ha ha …

  16. cosmic_eargasm Says:

    Nah iya Mas DananG.. kita mungkin bisa memaklumi dgn barang yg betul2 ultra-rare dgn harga yg tinggi..
    hahaha kita semua pasti pernah mengalami apa yg dialami oleh Mas DananG..
    Geregetan! (by Giant Step)

  17. cosmic_eargasm Says:

    Wah iya Mas GW, dikomplain saja itu Novotel nya. Kan termasuk kritik positif yg bersifat membangun jg itu..
    Mas GW mau PF dgn harga segitu? bener, mau nampar iya hahahaha.. kelakuan memang..

  18. cosmic_eargasm Says:

    Wah memang betul kata Mas GW, banyak lapaqers memantau blog super gemblunk ini, kaset apa yg lg hot dijadikan trending topic.. Kaset b/w sudah mulai meroket harganya..
    Hati-hati, kelak kaset Lolita bisa menyusul tuh hehehehe.. tapi asal nggak kebangetan seperti kasus harga PF di tokobagus td yg bikin gemezzz hahahaha..

    • Gatot Widayanto Says:

      Iya mas Cosmic … mungkin setelah nginceng di blog gemblung, seorang yg punya kaset PF tsb terus buka lapak di Toko Bagus ….he he …

      Padahal visi kita membahas kaset jadul jekas satu: melestarikan warisan unik bangsa ini. Di negeri lain mana ada rekaman Lolita atau Yess? Kagak ada! Kita bangga karena ada dan harus dilestarikan ….

      Gatot Widayanto

  19. cosmic_eargasm Says:

    Betul sekali Mas GW!
    Jadi ingat, Roger Waters, ‘otak’ Pink Floyd sudah nggak ikutan lagi di album itu. Posisi bas digantikan oleh Tony Levin sebagai musisi tamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: