Cangkir Nuansamatik dan Metallica

JRENG!

Jangan dikomentari dulu yah … mau nitip foto dulu … Tulisan menyusul …

IMG-20130826-WA0007

Kemarin seharian …

Ah …baru sempat menulis lagi hari ini Kemis, 29 Agustus 2013, melanjutkan postingan ini … Anggepa aja ini nulisnya tanggal 25 Agustus ya ….he he he … Ini dia:

—-

Kemarin seharian saya disibukkan dengan proses pindah-mukim ibu saya (87 tahun) ke rumah yang tak begitu jauh dari pemukiman saya, sekitar 10 menit naik sepeda, sehingga praktis tak ada kegiatan lain selain mengatur semua terkait dengan kepindahan tersebut. Untungnya memang kita sewa jasa MOVER yang profesional sehingga sangat terbantukan. Namun ya tetep saja repot. Untuk sebab itulah, maka saat sekitar beberapa saat lalu bang Ijal sempat main di kantor kami di Rumah Reformasi, Jalan Cikatomas, Jaksel, mengajak bermetalria dengan Metallica saya ragu bisa melaksanakannya karena waktunya bentrok. Niatan untuk kebersamaan nonton sih ada, namun saya ragu karena tanggal 24 nya bakalan ada boyongan dan tanggal 25 nya juga ada unangan nikahan anak temen kuliah saya. Jadi, saya tak berniat membeli tiketnya dan kalau memungkinkan akan go show aja ….in calo we trust! Ha ha ha ha …

Sebenernya alasan saya nonton Metallica gak begitu kuat sih meskipun tetep ada. Bukan …bukan karena Metallica gak prog masiyo masuk dalam progarchives; namun bagi saya gak nuansamatik sekali gitu. Ya lain pol kalau dibandingkan dengan Yes gitu loh. Namun tetep aja ada alasan nonton. Pertama, saya pengen liat Enter Sandman dibawakan live oleh Metallica dan bukan oleh tribute band. Gak tahu kenapa saya kok suka biyanget sama lagu ini ya. Dari intronya aja saya sudah klepek2…apalagi ketika sudah mulai masuk drum trus musik bergerak lincah dinamis …. Whoaaaa!!! Kebayang bagaimana sebuah petikan gitar yang begitu anggun dengan nuansa ambient yang menohok jantung tiba-tiba nyrondol dengan gebukan drums dan tereakan mantab sang vokalis …Wah ,….bener2 dahzyat lagu ini. Sebenernya saya juga ingin melihat The Ecstasy of Gold – The Call of Ktulu dengan orkestrasi penuh yang jelas ndak mungkin dibawakan ,,…..lha wong ndak ada orkestranya. Tapi ya begitulah … saya pengen banget nonton langsung Enter Sandman “live” ….

Kedua, saya ingin menikmati berkumpulnya puluhan ribu crowd metal yang selalu saja bagi saya merupakan pemandangan menarik. Saya suka sekali dengan anak metal karena mereka itu kompak sekali meski penampilan sangar. Ah .. jadi inget ketika saya jadi MC konser metal di Tennis Outdoor… Ketika itu anak metal saya bubarkan dari arena pertunjukan dan saya minta shalat maghrib dulu, pertunjukan sementara diistirahatkan 45 menit. Eh, mereka nurut lho! Huwebat anak metal tuh! Mereka mudah banget diatur.

Namun apa dikata …

Ternyata hari Minggu 25 Agustus 2013 waktu saya banyak terkuras di jalan karena macet total saat menghadiri pernikahan di Balai Sudirman, dan ketika menuju pulang saya berpikir ulang: Pilih nonton Metallica atau menemani ibu di rumah barunya yang masih belum bisa membuat beliau nyaman. Ya wajarlah …sudah 32 tahun beliau menempati rumah lamanya. Pasti ada perasaan sedih dan hilang meski rumah yang baru lebih bersih dan luas. Akhirnya saya putuskan menemani ibu saja, batal nonton Metallica.

Akhirnya malam itu saya nikmati di rumah ibu yang baru. Sambil ngobrol sama ibu saya juga toto-toto (menata) barang2 yang tadinya di kardus untuk dimasukkan ke kitchen set. Pas lagi toto-toto inilah saya menemukan sebuah benda yang umurnya sedikit lebih muda dari saya karena saya ingat sekali saat SD di  Madiun benda ini sudah ada. ….

(aduh ..ketunda lagi nulisnya ….gara2 kemarin ada tamu …ha ha ha …Makin gemblung aja …nulis tret disambun-sambung, mesakno sing maca …nebak terus ..ha ha ha …)

Benda tersebut adalah selusin cangkir warna coklat dengan motif jamur. Cangkir ini dulu termasuk dahzyat karena di Madiun gitu loh … yang punya cangkir seperti ini hanya kalangan progger ajah .. ha ha ha ha …. Saya sendiri gak tahu maksudnya si pabrik cangkir membuat motif ini. Namun satu hal pasti bahwa selusin cangkir / gelas ini dulu di rumah kami Jl Sumatra 26 Madiun merupakan barang bergengsi. Saya sering minum sirup atau limun merek Kuda Sembrani (bikinan Madiun, saat Coca Cola belum merajai dunia) menggunakan cangkir ini sambil baca komik Mahabarata / Parikesit tulisan RA Kosasih dan nyetel kaset Led Zeppelin … What a life!

Malam itu saya nikmati seduan kopi tubruk tanpa susu tanpa gula karena kalau pake gula namanya “kola” sedangkan sensasi justru ada pada “kopi”nya ….bukan gulanya. Bukankah hidup ini seperti kopi – kalau tak bisa menikmatinya maka rasanya pahit. Padahal kopi tanpa gula itu nikmat …seperti sekarang ini saya nikmati kopi tubruk tanpa gula sambil meneruskan tret terbengkalai ini ….

Di rumah ibu, saya menemani ibu di ruang tamu sambil melihat TV. Senang juga ternyata TV One sering update situasi konser Metallica sehingga saya seolah ikut menonton. Beberapa kali reporternya melakukan siaran langsung dari lapangan dan saya senang bisa melihat anak metal berbaju serba hitam meramaikan GBK. Salam tiga jari!!!!!

Ternyata … Menikmati Ketiadaan itu lebih nikmat dari menikmati yang ada karena imajinasi kita jadi liar tak terpaku kepada apa yang “ada”. Misalnya, saya bisa membayangkan bagaimana Hammet memainkan solo nya saat di Enter Sandman tanpa harus terpenjarakan oleh mata yang melihat langsung permainannya di panggung. Sama juga seperti menikmati Micahel Quatro “In Collaboration with the Gods” rekaman Yess TANPA memiliki kasetnya …..

Wis embuh ….tambah gemblung ajah!

image

Ini lho si cangkir nuansamatik itu ...

Selamat berkarya!!!

 

10 Responses to “Cangkir Nuansamatik dan Metallica”

  1. cosmiceargasm Says:

    ok mas, nanti ya komennya..

  2. Tante Says:

    gak bisa nonton kemaren😦

  3. apec Says:

    sudah 3 hari nunggu maksudnya cangkir kuwi opo???

  4. hippienov Says:

    Bro Apec,mungkin maksudnya mas G bawa cangkir dari rumah yg specially exclusively signed by metallica..bener begitu mas G?😀

    • Gatot Widayanto Says:

      Ha ha ha ha ha ….Lucu sekali komen nya bro Apec dan mas Hippie … Mohon dipersori …lagi suibuk pol … Ini masih di kantor … Kayaknya pulang malam lagi …

      * * *Gatot Widayanto*

  5. apec Says:

    bukan Ma Hippienov, mungkin maksudnya menyiapkan cangkir berisi kopi tanpa gula untuk membuat ulasan Metallica

  6. hippienov Says:

    Bener juga bro..apa jangan2 kirk hammet atau lars ulrich di backstage mencium aroma wangi kopi tubruk yg baru dibuat mas G lalu nyamperin mas G sambil berkata “pardon me Sir but your coffee really smells good. Can I taste it?”😀

  7. cosmic_eargasm Says:

    ooo begitu ceritanya Mas GW?

    iya, dahulukan kepentingan yang menyangkut Ibu.. apalagi beliau sudah sepuh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: